Disketapang Kukar Akan Gelar GPM, Harga Bahan Pokok Lebih Murah dari Pasar

Tenggarong – Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kutai Kartanegara (Kukar) akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan harga bahan pokok yang jauh lebih murah dibanding dengan harga pasar.

Kegiatan ini akan berlangsung pada 11-12 Maret 2025 di halaman Masjid Agung Sultan Sulaiman, Tenggarong.

Kepala Disketapang Kukar, Sutikno mengatakan, jumlah vendor yang berpartisipasi dalam GPM kali ini kemungkinan akan bertambah seiring tingginya antusiasme dari berbagai pihak.

“Pada GPM kali ini, kelihatannya akan lebih banyak yang mensupport. Saat ini ada 20 vendor dan mungkin jumlahnya akan bertambah,” ujarnya, Selasa (4/3/25).

Perlu diketahui, GPM ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan harga pangan serta menekan laju inflasi, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN).

“InsyaAllah kita siap. Sesuai HKBN, secara periodik kita juga harus mengadakan kegiatan yang dapat menekan angka inflasi,” ucapnya.

Dalam pelaksanaannya nanti, Disketapang Kukar akan bekerja sama dengan Bulog untuk menyediakan 30 ton beras dengan harga lebih terjangkau, yakni sekitar Rp57 ribu per 5 Kg-nya.

Kebutuhan pokok lain seperti minyak goreng, tepung terigu, dan kacang-kacangan juga akan tersedia dengan harga lebih rendah dari harga pasar.

Dengan dukungan dari Asosiasi Pedagang serta Tim Satgas Pangan, GPM kali ini juga memastikan harga daging ayam dan telur lebih murah dibanding harga pasar.

“Tentu dengan GPM ini kita harapkan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah serta membantu menekan inflasi di wilayah Kutai Kartanegara,” pungkas Sutikno. (adv/ak/ko)

Bank Sampah di Kelurahan Bukit Biru Diresmikan dan Siap Beroperasi

Tenggarong – Setelah sempat vakum, bank sampah Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong siap untuk beroperasi kembali dengan nuansa gedung bank Sampah yang baru.

Keberadaan bank Sampah sendiri diharapkan mampu mengatasi permasalahan sampah di lingkungan sekitar dengan mendorong masyarakat untuk memilah dan mendaur ulang sampah.

Selain membantu menjaga kebersihan, bank sampah juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga, seperti tabungan hasil penukaran sampah dan peluang usaha dari daur ulang.

Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Bukit Biru, Sri Herlinawati mengatakan, bank sampah tersebut, sebelunya telah pernah ada dan sempat berkembang pesat.

Namun seiring waktu, pengurus yang dulu aktif telah beranjak dewasa dan bekerja di perusahaan, sehingga kegiatan bank sampah sempat terhenti.

“Dulu, Bank Sampah Bukit Biru sangat maju. Karena itu, saya berinisiatif untuk menggiatkannya kembali. Kami juga sangat berterima kasih kepada DLHK yang telah membantu membangun kembali bank sampah ini serta memberikan bantuan berupa mesin pengepres sampah,” ujarnya, Selasa (4/3/25).

Saat ini, bantuan fasilitas dari DLHK Kukar telah diterima, langkah selanjutnya adalah menyelesaikan kepengurusan yang telah dibentuk agar pengelolaan sampah bisa berjalan optimal.

“Insya Allah, pengelolaan sampah di sini bisa segera terlaksana dengan baik, mungkin tahun ini juga, karena SK-nya sudah ada,” ucapnya.

Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, bank sampah juga berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Dengan memilah sampah, warga tidak hanya menjaga lingkungan tetap bersih tetapi juga mendapatkan manfaat ekonomi.

Sri pun berharap bank sampah ini bisa terus berjalan dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

“Kami ingin bank sampah ini tidak hanya berjalan sementara, tetapi benar-benar menjadi bagian dari kebiasaan warga dalam mengelola sampah. Keberlanjutan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Pemerintah Kelurahan Bukit Biru Kembangkan Usaha Mandiri Lewat Program PKK RT dan KWT RT

Tenggarong – Pemerintah Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong mulai mengembangkan usaha mandiri melalui Program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RT dan Kelompok Wanita Tani (KWT) RT.

Program yang resmi dibentuk pada 2 Januari 2025 ini bertujuan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga di tingkat RT.

Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Bukit Biru, Sri Herlinawati, menyampaikan bahwa mayoritas RT di kelurahan tersebut sudah mulai menjalankan program ini secara bertahap.

Beberapa di antaranya bahkan telah memulai budidaya tanaman produktif untuk mendukung perekonomian keluarga.

“Rata-rata RT sudah saya sampaikan mengenai program ini, dan mereka sudah mulai bertahap menjalankannya. Bahkan, ada yang sudah mulai menanam untuk mendukung penghasilan ibu-ibu PKK,” ujarnya, Selasa (4/3/25).

Untuk mendukung keberlanjutan program tersebut, para anggota PKK RT dan KWT RT mengumpulkan dana secara swadaya sebagai modal awal. Hasil usaha yang diperoleh nantinya akan dikelola kembali untuk memperbesar usaha mereka.

“Nantinya, hasil dari usaha ini akan dikelola dan dikembangkan kembali agar ekonomi mereka semakin kuat,” katanya.

Sri menyebut, tanaman yang dibudidayakan oleh ibu-ibu PKK RT berfokus pada sayuran dan tanaman produktif lainnya yang berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan.

“Harapannya, dengan usaha ini, ibu-ibu di RT bisa memiliki penghasilan tambahan, sehingga ekonomi rumah tangga mereka semakin terbantu,” bebernya.

Selain inisiatif swadaya dari warga, program ini juga mendapat dukungan dari dana pemerintah daerah dengan nominal sebesar Rp50 juta/RT.

Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pengelolaan Posyandu dan program kesehatan lainnya.

“Ketika awal-awal program ini berjalan, mereka memulainya dengan gotong-royong, termasuk didukung oleh Bapak-Bapak RT. Dana yang tersedia juga bisa dimanfaatkan untuk mengurangi angka stunting, khususnya di wilayah Kelurahan Bukit Biru,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Run Street Ramadhan Kukar Idaman Cup 2025 Kembali Digelar

Tenggarong – Run Street Ramadhan Kukar Idaman Cup 2025 kembali digelar dan menjadi daya tarik tersendiri bagi ratusan peserta yang antusias meramaikan ajang lari malam ini.

Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, event ini semakin diminati sebagai salah satu kegiatan olahraga favorit selama bulan suci Ramadhan.

Tak hanya mempromosikan gaya hidup sehat, lomba ini juga menjadi alternatif kegiatan positif bagi masyarakat di malam hari.

Diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar bersama komunitas Kukar Run Street, perlombaan ini mempertandingkan lari 100 meter dengan lintasan di Jalan Kartanegara, eks Mayjend Sutoyo, samping Museum Mulawarman, Tenggarong.

Berbeda dari lomba lari pada umumnya, event ini berlangsung setelah salat Tarawih hingga pukul 02.00 WITA, menciptakan atmosfer semarak di tengah kota.

Sejak malam pertama, antusiasme peserta begitu terasa, dengan ratusan pelari turut serta.

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga sarana untuk menjaga kebugaran dan menyalurkan energi secara positif selama Ramadhan.

“Kami ingin memberikan ruang bagi masyarakat, terutama komunitas lari dan atlet, agar tetap aktif selama Ramadhan. Selain itu, ajang ini juga menjadi sarana untuk menyalurkan energi secara positif,” ujarnya, Minggu (2/3/25).

Run Street Ramadhan Kukar Idaman Cup 2025 berlangsung mulai 2 hingga 25 Maret 2025, dengan perlombaan khusus setiap malam Minggu untuk menambah kemeriahan acara. Panitia juga telah menyiapkan hadiah menarik dan uang pembinaan bagi peserta terbaik.

Ali juga mengapresiasi komunitas Kukar Run Street yang terus berperan aktif dalam pelaksanaan ajang ini. Ia pun mengajak pihak lain untuk mendukung event ini dengan menjunjung tinggi sportivitas.

“Kalau ada yang ingin jadi sponsor, silakan. Tapi jangan sampai ajang ini disalahgunakan untuk taruhan. Kita ingin membangun semangat kompetisi yang sehat,” tegasnya.

Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengalihkan kebiasaan negatif anak-anak muda, seperti aksi balapan liar yang sering terjadi di Jalan Pesut dan Jalur 2 Tenggarong Seberang saat bulan Ramadhan.

“Kami sering melihat aksi kebut-kebutan tanpa helm, bahkan ada yang sampai tiduran di motor. Ini sangat berbahaya. Lebih baik tunjukkan kemampuan di tempat yang benar,” katanya.

Selain lomba lari, Dispora Kukar juga tengah mempersiapkan Festival Pemuda Kreatif Ramadhan 2025, yang akan digelar di halaman parkir Pendopo Bupati Kukar.

“Kami mengajak masyarakat untuk ikut serta. Silakan daftarkan anak, adik, atau keluarga dalam festival ini,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Kantor Camat Kota Bangun Darat Hampir Rampung, Ditargetkan Beroperasi 2025

Tenggarong – Pembangunan Kantor Camat Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) hampir selesai dan ditargetkan akan mulai beroperasi pada 2025.

Saat ini, proses pengerjaan telah memasuki tahap akhir, dengan sebagian besar struktur utama sudah rampung.

Instalasi listrik telah terpasang. Kini, tinggal penyelesaian akhir sebelum bangunan siap digunakan.

Camat Kota Bangun Darat, Julkifli menyebutkan, jika tidak ada kendala berarti, proyek pembangunan Kantor Camat baru ini bisa tuntas pada akhir Maret.

Namun, pemindahan ke kantor baru belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena masih ada sarana dan prasarana yang perlu dilengkapi.

“Saat ini, kami masih berkantor di tempat lama karena interior dan fasilitas lainnya belum sepenuhnya siap. Tapi kami optimis, tahun ini kantor baru bisa mulai difungsikan secara bertahap,” ujarnya, Senin (3/3/25).

Pembangunan kantor ini sempat menghadapi kendala, terutama dalam penyediaan listrik. Awalnya, PLN kesulitan merealisasikan proyek tersebut karena besarnya biaya yang dibutuhkan.

Akhirnya, Dinas Pekerjaan Umum Kukar mengambil alih pengerjaan jaringan listriknya. “Insya Allah, pemasangan listriknya masih dalam tahap perencanaan. Targetnya, pekerjaan fisik bisa selesai sekitar Mei atau Juni,” tambahnya.

Dengan adanya kantor baru yang lebih representatif, Julkifli berharap pelayanan kepada masyarakat bisa semakin optimal.

Mengingat luasnya wilayah Kota Bangun Darat, fasilitas yang lebih memadai sangat dibutuhkan agar administrasi dan layanan publik bisa berjalan lebih efisien.

“Kami ingin kantor ini menjadi pusat pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. Harapannya, dengan fasilitas yang lebih lengkap, kami bisa melayani masyarakat dengan lebih maksimal,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Pemdes Segihan Anggarkan Rp600 Juta Dana Desa untuk Irigasi dan Program Satu Rumah Satu Bioplog

Tenggarong – Pemerintah Desa (Pemdes) Segihan menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas utama pembangunan desa tahun 2025.

Untuk mendukung upaya tersebut, Rp600 juta dari Dana Desa telah dialokasikan guna memperbaiki sistem irigasi, embung, dan drainase, sehingga pasokan air bagi lahan pertanian lebih optimal.

Selain itu, Pemdes juga akan memperluas program Satu Rumah Satu Bioplog agar masyarakat lebih aktif memanfaatkan pekarangan rumah mereka untuk menanam tanaman produktif.

Kepala Desa Segihan, Hendra Wahyudi mengatakan, pengembangan pertanian menjadi fokus utama pemerintah desa dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.

Dengan infrastruktur pertanian yang lebih baik dan keterlibatan warga dalam program ketahanan pangan, diharapkan hasil panen dapat meningkat secara signifikan.

“Untuk di wilayah kami, khususnya di Desa Segihan, secara umum program kami memprioritaskan pembangunan di bidang pertanian. Artinya, ada budidaya padi, peternakan, dan perkebunan yang menjadi fokus utama kami. Tahun ini, kami benar-benar memprioritaskan sektor pertanian,” ujarnya kepada adakaltim.com pada (1/3/25).

Selain memperbaiki irigasi dan embung, Pemdes juga ingin memastikan petani mendapatkan akses air yang cukup untuk mengurangi risiko gagal panen.

“Dari Dana Desa kami, sekitar Rp 600 juta dialokasikan untuk sektor pertanian guna memastikan akses dan pengairan yang memadai bagi petani,” ucapnya.

Sementara itu, program Satu Rumah Satu Bioplog, yang kini memasuki tahun kedua, juga terus didorong agar masyarakat lebih mandiri dalam memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan alternatif.

“Kami mendorong program Satu Rumah Satu Bioplog, program ini mengajak warga untuk memanfaatkan lahan pekarangan mereka,” katanya.

Sebagai langkah awal, Pemdes telah menerapkan program ini di satu RT sebagai proyek percontohan dengan konsep Satu Rumah Satu Pohon, di mana setiap rumah menanam tanaman produktif dalam polybag.

Target ke depan, program ini akan diperluas hingga mencakup seluruh 11 RT di Desa Segihan.

“Saat ini, proyek percontohan sudah dilakukan di satu RT dengan konsep ‘Satu Rumah Satu Pohon’ menggunakan polybag. Ke depan, target kami adalah seluruh 11 RT bisa menerapkan program ini,” tutupnya. (adv/ak/ko)