Korban PHK di Kukar Berpeluang Tingkatkan Keterampilan Lewat Pelatihan Gratis

Kutai Kartanegara – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong masyarakat yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk memanfaatkan program pelatihan vokasi yang difasilitasi Kementerian Ketenagakerjaan.

Program ini menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat meningkatkan keterampilan dan memperbesar peluang kembali memasuki dunia kerja setelah kehilangan pekerjaan.

Kepala Disnakertrans Kukar Dendy Irwan Fariza mengatakan pihaknya saat ini tengah mengidentifikasi sekitar 3.000 masyarakat yang terdampak PHK. Mereka diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

Menurut Dendy, program pelatihan tersebut difasilitasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan melalui BPP dan Rinda. Masyarakat yang berminat dapat memantau informasi pendaftaran melalui kanal media sosial Disnakertrans Kukar.

“Bagi masyarakat terdampak PHK, kami persilakan mengikuti program pelatihan vokasi yang difasilitasi Kementerian Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Kata dia, jenis pelatihan yang tersedia cukup beragam. Salah satunya adalah pelatihan pemeliharaan dan perawatan pendingin udara atau air conditioner (AC), yang dapat menjadi bekal keterampilan untuk memasuki bidang pekerjaan tertentu.

“Peserta yang dinyatakan lolos seleksi juga memperoleh sejumlah fasilitas selama mengikuti pelatihan, antara lain uang harian, makan siang, uang saku, serta sertifikat pelatihan,” ungkapnya.

Meski kuota peserta tidak dibatasi secara khusus, seluruh pendaftar tetap harus mengikuti proses seleksi sebelum ditetapkan sebagai peserta. Karena itu, calon peserta diharapkan memperhatikan persyaratan dan jadwal yang telah diumumkan.

Dendy mengajak masyarakat yang memenuhi kriteria agar tidak melewatkan kesempatan ini. Peningkatan keterampilan dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja dalam menghadapi persaingan dan kebutuhan pasar kerja.

“Pelatihan dijadwalkan berlangsung pada 20–23 Oktober 2026 di Samarinda. Disnakertrans Kukar berharap program yang dibiayai melalui APBN tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat terdampak PHK,” pungkasnya. (adv/ns/ko)

Disnakertrans Kukar Dorong Warga Muara Wis Ciptakan Lapangan Kerja Sendiri

Kutai Kartanegara – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutai Kartanegara (Kukar) berupaya mengubah pola pemberdayaan tenaga kerja dengan mendorong masyarakat usia produktif dari kelompok berpenghasilan rendah untuk menciptakan usaha sendiri.

Upaya tersebut dilakukan melalui program tenaga kerja mandiri berupa pelatihan keterampilan perbengkelan bagi 10 warga Desa Sepagamban, Kecamatan Muara Wis. Program ini menyasar masyarakat kelompok desil 1 hingga 5 berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Kepala Disnakertrans Kukar, Dendi Irwan Fahriza, menjelaskan program tenaga kerja mandiri memiliki orientasi berbeda dibandingkan pelatihan unit kompetensi yang diarahkan untuk kebutuhan sektor formal.

Pada pelatihan sektor formal, peserta dipersiapkan agar memiliki kompetensi untuk bekerja sebagai karyawan. Sementara itu, melalui program tenaga kerja mandiri, peserta didorong membangun usaha dan memperoleh penghasilan dari kegiatan ekonomi yang mereka rintis sendiri.

“Kalau yang kemarin pelatihan unit kompetensi itu kita sasar sektor formal. Sektor formal ini yang nantinya menjadi karyawan, kalau sektor informal ini tujuannya menciptakan wirausaha mandiri,” ujarnya.

Pelatihan perbengkelan berlangsung selama lima hari. Selain memperoleh keterampilan teknis, peserta juga mendapatkan bantuan peralatan yang dapat digunakan untuk memulai usaha.

Peralatan tersebut mencakup mesin kompresor, mesin pembuka ban, mesin bor duduk, mesin bor gantung, toolkit box, serta tap and dies. Dukungan ini diharapkan membantu peserta mempraktikkan keterampilan yang diperoleh sekaligus membuka peluang usaha di lingkungan tempat tinggal mereka.

Menurut Dendi, pemberian bantuan peralatan menjadi bagian penting agar pelatihan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan semata. Peserta diharapkan memiliki bekal nyata untuk mengembangkan kegiatan produktif dan membangun sumber penghasilan secara mandiri.

“Meski demikian, memulai usaha tidak selalu mudah. Ketersediaan modal menjadi salah satu tantangan yang dapat menentukan apakah usaha mampu bertahan setelah berjalan beberapa bulan,” seru Dendi.

Karena itu, kata dia, Disnakertrans Kukar akan melakukan pemantauan terhadap perkembangan usaha peserta pada bulan ketiga dan keempat setelah pelatihan.

Dendi berharap, program ini dapat membuka jalan bagi masyarakat untuk menjadi pelaku usaha mandiri, sekaligus memperluas kesempatan memperoleh penghasilan tanpa sepenuhnya bergantung pada lowongan kerja formal.

“Jika ditemukan kendala permodalan, peserta akan diarahkan untuk mengikuti program pembiayaan lanjutan, termasuk Kredit Kukar Idaman Terbaik dengan skema bunga nol persen,” ungkapnya. (adv/ns/ko)

Peserta Easy Run Adhyaksa Baru 120 Orang, Bupati Kukar Ingin Digelar Lebih Besar

Kutai Kartanegara – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri berharap kegiatan olahraga bersama di Tenggarong dapat berkembang menjadi agenda yang melibatkan lebih banyak masyarakat. Salah satu yang ingin didorong adalah Easy Run dan Senam Bersama Adhyaksa Runners yang digelar Kejaksaan Negeri Kukar bersama Bankaltimtara Cabang Tenggarong.

Aulia menghadiri sekaligus membuka kegiatan tersebut pada Jumat (9/10/2026) pagi. Kegiatan yang berlangsung di Tenggarong itu diikuti sekitar 120 peserta dari jajaran Kejaksaan Negeri Kukar, pegawai Bankaltimtara, sejumlah instansi, komunitas olahraga, dan masyarakat umum.

Menurut Aulia, jumlah peserta pada pelaksanaan kali ini masih terbatas. Ke depan, ia berharap kegiatan serupa dapat dikemas lebih terbuka agar semakin banyak masyarakat bisa bergabung dan merasakan manfaat olahraga bersama.

“Kalau hari ini peserta terbatas hanya 120 orang, nanti kita akan bikin open,” ujarnya.

Ia mencontohkan kegiatan olahraga yang direncanakan oleh BAYAN di Balikpapan pada Minggu mendatang sebagai salah satu referensi untuk mengembangkan kegiatan serupa di Kukar.

Harapannya, Tenggarong juga dapat menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan olahraga terbuka yang mampu menarik partisipasi masyarakat secara lebih luas.

Aulia menegaskan, penyelenggaraan kegiatan olahraga bukan semata-mata untuk mengumpulkan peserta, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.

“Dengan warga yang rajin berolahraga, maka akan menciptakan warga masyarakat yang sehat dan bugar. Insyaallah, ini akan berguna untuk perkembangan Kabupaten Kutai Kartanegara,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kukar yang telah menginisiasi kegiatan Easy Run dan Senam Bersama Adhyaksa Runners.

Menurutnya, keterlibatan lembaga dan komunitas dalam menggerakkan olahraga masyarakat merupakan langkah positif yang perlu terus dikembangkan.

Aulia berharap, penyelenggaraan berikutnya dapat melibatkan lebih banyak komunitas, pelaku olahraga, instansi, dan masyarakat umum. Dengan konsep yang semakin terbuka, kegiatan olahraga di Kukar diharapkan berkembang menjadi aktivitas bersama yang rutin dan mudah diakses.

“Kita pun berharap Easy Run dan senam bersama tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari,” pungkasnya. (adv/ns/ko)