Kutai Kartanegara – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutai Kartanegara (Kukar) berupaya mengubah pola pemberdayaan tenaga kerja dengan mendorong masyarakat usia produktif dari kelompok berpenghasilan rendah untuk menciptakan usaha sendiri.
Upaya tersebut dilakukan melalui program tenaga kerja mandiri berupa pelatihan keterampilan perbengkelan bagi 10 warga Desa Sepagamban, Kecamatan Muara Wis. Program ini menyasar masyarakat kelompok desil 1 hingga 5 berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Kepala Disnakertrans Kukar, Dendi Irwan Fahriza, menjelaskan program tenaga kerja mandiri memiliki orientasi berbeda dibandingkan pelatihan unit kompetensi yang diarahkan untuk kebutuhan sektor formal.
Pada pelatihan sektor formal, peserta dipersiapkan agar memiliki kompetensi untuk bekerja sebagai karyawan. Sementara itu, melalui program tenaga kerja mandiri, peserta didorong membangun usaha dan memperoleh penghasilan dari kegiatan ekonomi yang mereka rintis sendiri.
“Kalau yang kemarin pelatihan unit kompetensi itu kita sasar sektor formal. Sektor formal ini yang nantinya menjadi karyawan, kalau sektor informal ini tujuannya menciptakan wirausaha mandiri,” ujarnya.
Pelatihan perbengkelan berlangsung selama lima hari. Selain memperoleh keterampilan teknis, peserta juga mendapatkan bantuan peralatan yang dapat digunakan untuk memulai usaha.
Peralatan tersebut mencakup mesin kompresor, mesin pembuka ban, mesin bor duduk, mesin bor gantung, toolkit box, serta tap and dies. Dukungan ini diharapkan membantu peserta mempraktikkan keterampilan yang diperoleh sekaligus membuka peluang usaha di lingkungan tempat tinggal mereka.
Menurut Dendi, pemberian bantuan peralatan menjadi bagian penting agar pelatihan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan semata. Peserta diharapkan memiliki bekal nyata untuk mengembangkan kegiatan produktif dan membangun sumber penghasilan secara mandiri.
“Meski demikian, memulai usaha tidak selalu mudah. Ketersediaan modal menjadi salah satu tantangan yang dapat menentukan apakah usaha mampu bertahan setelah berjalan beberapa bulan,” seru Dendi.
Karena itu, kata dia, Disnakertrans Kukar akan melakukan pemantauan terhadap perkembangan usaha peserta pada bulan ketiga dan keempat setelah pelatihan.
Dendi berharap, program ini dapat membuka jalan bagi masyarakat untuk menjadi pelaku usaha mandiri, sekaligus memperluas kesempatan memperoleh penghasilan tanpa sepenuhnya bergantung pada lowongan kerja formal.
“Jika ditemukan kendala permodalan, peserta akan diarahkan untuk mengikuti program pembiayaan lanjutan, termasuk Kredit Kukar Idaman Terbaik dengan skema bunga nol persen,” ungkapnya. (adv/ns/ko)




