Pemilihan Duta Pariwisata 2026 Ditunda, Dispar Kukar Tetap Siapkan Wakil ke Tingkat Provinsi

Kutai Kartanegara – Langkah efisiensi anggaran tidak menghentikan upaya Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) untuk menjaga keterlibatan daerah dalam ajang pemilihan duta pariwisata.

Tahun ini, pemilihan Putri Pariwisata di tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) belum dapat digelar. Penyesuaian tersebut dilakukan seiring perubahan kemampuan keuangan daerah serta pengurangan transfer dari pemerintah pusat yang berdampak terhadap sejumlah program.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad, menyampaikan bahwa agenda pemilihan sebenarnya telah masuk dalam perencanaan dan memiliki dukungan anggaran. Namun, kondisi keuangan daerah membuat pelaksanaannya harus kembali disesuaikan.

“Awalnya kegiatan pemilihan Putri Pariwisata sudah masuk dalam anggaran tahun ini. Tetapi setelah ada efisiensi dan penyesuaian kemampuan keuangan daerah, pelaksanaannya harus kita tunda,” ujar Ivan, Kamis (17/9/2026).

Meski agenda di tingkat kabupaten belum terlaksana, Dispar Kukar tetap membuka ruang bagi keterwakilan daerah pada jenjang yang lebih tinggi. Partisipasi untuk tingkat provinsi dipastikan tetap diupayakan.

Menurut Ivan, keberlanjutan tersebut penting agar keterlibatan putra-putri daerah dalam promosi pariwisata tetap berjalan meskipun proses seleksi di tingkat kabupaten mengalami penyesuaian.

“Untuk pemilihan di tingkat kabupaten memang belum bisa kita laksanakan tahun ini. Namun, partisipasi pada tingkat provinsi insyaallah tetap kita jalankan,” katanya.

Kiprah Kukar juga berlanjut hingga panggung nasional. Ester Veronika, yang sebelumnya menjadi perwakilan Kukar pada tingkat provinsi, kini membawa nama Kalimantan Timur dalam ajang Putri Pariwisata tingkat nasional.

Ivan menyebut perjalanan Ester menjadi salah satu bentuk keberlanjutan keterlibatan Kukar dalam ajang tersebut. Sebelumnya, Kukar mengirimkan perwakilan pada 2024 dan berhasil melaju di tingkat provinsi.

“Pada 2024 lalu kita mengirimkan perwakilan ke tingkat provinsi dan wakil dari Kukar berhasil masuk. Sekarang Ester Veronika melanjutkan perjuangan dengan mewakili Kalimantan Timur di tingkat nasional,” jelasnya.

Setelah agenda nasional berakhir, Dispar Kukar berencana kembali menyiapkan regenerasi untuk menghadapi kompetisi tingkat provinsi berikutnya. Tahun ini, rencana keterwakilan Kukar mencakup dua kategori, yakni Putri Pariwisata dan Putri Wisata.

Untuk kategori Putri Pariwisata, Ester telah ditetapkan sebagai wakil. Sementara kandidat yang akan mengisi kategori Putri Wisata masih dalam tahap pemastian.

“Setelah kegiatan nasional selesai, insyaallah kita kembali menyiapkan perwakilan untuk tingkat provinsi. Untuk Duta Putri Pariwisata, nama yang kita tetapkan adalah Ester, sedangkan untuk Duta Wisata masih kita pastikan,” tutup Ivan. (adv/nr/ko)

Jelang Erau 2026, Dispar Kukar Pastikan Seluruh Materi Promosi 100 Persen Rampung

Kutai Kartanegara – Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) memastikan dukungan promosi untuk pelaksanaan Festival Adat Erau 2026 telah disiapkan secara menyeluruh.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, menyebut seluruh tugas yang menjadi tanggung jawab pihaknya sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) pendukung Erau telah dituntaskan.

Kesiapan tersebut ditunjukkan melalui sejumlah materi publikasi yang telah diproduksi untuk memperkenalkan Erau kepada masyarakat. Konten promosi yang disiapkan meliputi teaser, flyer, video promosi hingga video iklan.

Menurut Awang Agus, publikasi Erau tidak hanya diarahkan agar masyarakat mengetahui rangkaian kegiatan adat tersebut. Dispar Kukar juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan potensi pariwisata yang berada di kawasan Tenggarong.

Destinasi wisata serta akomodasi menjadi bagian yang turut diperkenalkan melalui materi promosi. Langkah itu diharapkan dapat membuat kunjungan ke Kukar tidak hanya berorientasi pada agenda Erau, tetapi juga membuka perhatian terhadap berbagai potensi wisata yang tersedia.

“Kami dari Dinas Pariwisata sudah menyelesaikan seluruh tugas sebagai OPD pendukung Erau, terutama yang berkaitan dengan promosi. Alhamdulillah, semuanya sudah mencapai 100 persen,” kata Awang Agus sapaan akrabnya, Kamis (17/9/2026).

Ia menjelaskan, keterlibatan Dispar dalam penyelenggaraan Erau berada pada posisi sebagai pendukung, khususnya dalam aspek kepariwisataan dan publikasi. Sementara pelaksanaan kegiatan Erau menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar.

Di tengah persiapan menuju pelaksanaan Erau, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura juga menggelar Prosesi Beluluh Sultan di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Tenggarong.

Awang Agus yang turut menghadiri prosesi tersebut menjelaskan, Beluluh merupakan ritual adat yang dilaksanakan sebelum rangkaian utama Erau. Prosesi itu dimaknai sebagai penyucian diri Sultan atau Putra Mahkota serta permohonan keselamatan menjelang pelaksanaan kegiatan adat.

“Beluluh merupakan bagian dari persiapan sebelum Erau. Maknanya adalah membersihkan pengaruh dan energi negatif serta segala hal yang bersifat negatif sebelum Sultan menjalankan rangkaian Erau,” pungkas Awang Agus. (adv/nr/ko)

Kabut Asap Masih Pekat, Seno Aji Turun Bagikan 1.500 Masker di Samarinda

SAMARINDA – Aktivitas masyarakat di Kota Samarinda masih berlangsung di tengah kondisi kabut asap yang belum sepenuhnya menghilang. Situasi ini menjadi perhatian Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji yang bersama kader Gerindra membagikan 1.500 masker kepada masyarakat.

Pembagian masker dilakukan Seno Aji bersama kader Gerindra Kaltim dan DPC Gerindra Kota Samarinda. Bantuan tersebut menjadi bagian dari kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi kondisi udara dengan kepadatan asap yang masih terasa.

Seno menjelaskan, kondisi tersebut terjadi meski jumlah titik api disebut telah mengalami penurunan. Ia menduga asap yang berada di Samarinda tidak hanya berasal dari wilayah kota, tetapi juga kemungkinan terbawa dari provinsi lain.

“Masker kita berikan ke masyarakat karena kita melihat asap yang pekat di Kota Samarinda. Walaupun titik api sudah berkurang, tapi mungkin kiriman asap dari provinsi lain, jadi keadaan asap di Samarinda tetap padat,” ujar Seno Aji.

Situasi kabut asap tersebut membuat perlindungan diri menjadi salah satu perhatian dalam aktivitas masyarakat sehari-hari. Masker kemudian dibagikan agar masyarakat memiliki perlindungan ketika harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang masih dipenuhi asap.

Di sisi lain, Seno berharap kondisi cuaca segera berubah. Hujan menjadi salah satu harapan untuk membantu mengurangi kepadatan asap yang masih menyelimuti Samarinda dan sejumlah wilayah di Kalimantan Timur.

“Mudahan dalam waktu 1–2 minggu turun hujan. Kita doakan semua nantinya asap yang ada di Kota Samarinda dan Kalimantan Timur berangsur membaik,” katanya.

Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang mengambil masker yang dibagikan. Seno menyebut 1.500 masker yang disediakan merupakan bentuk perhatian kader Gerindra terhadap situasi yang sedang dihadapi masyarakat.

“Sebanyak 1.500 masker dibagikan dan banyak masyarakat yang mengambil juga. Ini menjadi perhatian kami kader Gerindra terhadap kondisi yang dialami masyarakat hari ini,” pungkasnya.

Kegiatan pembagian masker tersebut turut dihadiri Ketua DPC Gerindra Kota Samarinda. Selain menjadi bentuk kepedulian, kegiatan itu menunjukkan respons kader partai terhadap kondisi kabut asap yang masih dirasakan masyarakat di Kota Samarinda. (*)