SMA Negeri 2 Tenggarong Jadi Titik Awal Roadshow Pelatihan Daur Ulang Sampah HPSN 2026

Tenggarong – SMA Negeri 2 Tenggarong menjadi titik awal roadshow Pelatihan Kewirausahaan Daur Ulang Sampah dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan ini diikuti guru dan murid SMA se-Kutai Kartanegara sebagai bagian dari penguatan pembelajaran kewirausahaan berbasis lingkungan di sekolah.

CEO Event Organizer Sinar Intan sekaligus pemilik Hennsmade Gallery, Henny Amiroeddin, menjelaskan kegiatan ini merupakan pembuka dari rangkaian peringatan HPSN 2026 yang akan digelar di sejumlah kecamatan.

Ia menegaskan, program tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi bagian dari gerakan berkelanjutan yang telah dimulai sejak 2017 dengan fokus pada edukasi daur ulang dan penguatan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.

“Hari ini merupakan awal rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Peduli Sampah 2026. Peringatan ini dirangkai dengan workshop kewirausahaan daur ulang sampah sebagai bentuk edukasi sekaligus penguatan ekonomi kreatif berbasis lingkungan,” ujarnya.

Henny menjelaskan, latar belakang kegiatan ini berangkat dari keprihatinan terhadap bahan kerajinan yang masih banyak didatangkan dari luar daerah.

Ia melihat potensi lokal sebenarnya sangat besar, terutama dari limbah rumah tangga dan lingkungan sekitar yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Dari situ muncul inisiatif untuk menciptakan bahan kerajinan dari daur ulang sampah yang bisa diproduksi masyarakat melalui pelatihan yang kami lakukan,” jelasnya.

Ia juga menerangkan, konsep yang dibangun adalah ekonomi sirkular, di mana rantai produksi dimulai dari lingkungan sekitar, diproses oleh masyarakat lokal, lalu hasilnya kembali dimanfaatkan dan dibeli oleh masyarakat daerah sendiri.

Dengan pola ini, kata dia, nilai tambah ekonomi tidak keluar dari daerah, melainkan berputar dan memberi dampak langsung bagi komunitas setempat.

Henny mengungkapkan, hingga saat ini jumlah guru yang telah mengikuti pelatihan di Kalimantan Timur (Kaltim) hampir mencapai 10 ribu orang.

“Di Kukar sendiri, sejak 2017–2018 tercatat hampir 2 ribu guru telah mendapat pelatihan, sementara di Samarinda sekitar 4 ribu guru dan di Kutai Barat lebih dari 900 guru,” ungkapnya.

Roadshow yang akan ia dan team lakukan nantinya akan menyisiri ke kecamatan-kecamatan agar pemerataan transfer ilmu dapat dirasakan tanpa membebani biaya peserta.

Sementara itu, PSMA dan PKLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Kaltim, Fadli Yulizannur, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia menilai pelatihan ini selaras dengan kurikulum sekolah yang sudah memuat mata pelajaran kewirausahaan, sehingga dapat memperkaya metode pembelajaran yang lebih aplikatif dan kontekstual bagi siswa.

“Ini kegiatan yang luar biasa, yakni pelatihan kewirausahaan dan daur ulang sampah. Kegiatan kewirausahaan memang sudah masuk dalam kurikulum sekolah karena ada mata pelajaran kewirausahaan,” ujarnya.

Fadli menerangkan bahwa melalui pelatihan ini, siswa tidak hanya memahami teori tentang kewirausahaan, tetapi juga langsung mempraktikkan bagaimana limbah dapat diolah menjadi produk bernilai guna dan bernilai jual.

Ia melihat pendekatan praktik semacam ini mampu menumbuhkan kreativitas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan sekolah.

“Sampah plastik, botol bekas, tempat telur hingga kardus dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai jual,” kata dia.

Di sisi lain, Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kaltim, Syamsuddin, memandang kegiatan ini sebagai bentuk nyata dukungan terhadap gerakan lingkungan yang menekankan kondisi asri, aman, sehat, resik, dan indah.

Ia menilai sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan sejak dini, termasuk dalam hal pemilahan dan pengolahan sampah.

“Sampah pada dasarnya adalah hasil dari kita sendiri sebagai produsen. Artinya, kita yang menghasilkan sampah, maka kita pula yang seharusnya bertanggung jawab,” ujarnya.

Menurutnya, ketika dikelola dengan benar, sampah justru memiliki potensi ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan.

“Sampah bukan sesuatu yang negatif. Ia menjadi negatif ketika kita abai. Namun jika kita peduli, sampah justru bisa menjadi sesuatu yang positif dan bernilai ekonomi,” pungkasnya. (ak/ko)

Dilantik untuk Periode 2025–2029, Rektor Unikarta Canangkan Penguatan Dosen dan Tata Kelola Kampus

Tenggarong – Prof. Dr. Ir. Ince Raden menegaskan komitmennya memperkuat kualitas dosen serta mendorong transformasi karakter dan tata kelola Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) setelah resmi kembali dilantik sebagai Rektor Unikarta periode 2025-2029 di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Kamis (8/1/2026).

Pelantikan tersebut sekaligus mengukuhkan jajaran pimpinan universitas, yakni Dr. Sudirman sebagai Wakil Rektor I, Dr. H. Mubarak sebagai Wakil Rektor II, dan Dr. Zen Istiarsono sebagai Wakil Rektor III.

Formasi kepemimpinan ini diharapkan mempercepat realisasi agenda strategis kampus dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.

Dalam arah kebijakan kepemimpinannya, Ince menempatkan penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai fondasi utama dalam pengembangan Unikarta.

Ia menilai, peningkatan kompetensi dosen, baik dari sisi akademik maupun profesional, menjadi kunci untuk menghasilkan lulusan yang adaptif dan berdaya saing.

“Unikarta harus bisa menuju konkretisasi yang umum, baik di bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan penunjang yang lain, agar supaya kampus ini bisa menghasilkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing,” ucapnya.

Ia menuturkan, proporsi dosen bergelar doktor di lingkungan Unikarta masih berada di kisaran 30 persen.

Dalam periode kepemimpinannya ke depan, pihaknya menargetkan peningkatan hingga mencapai lebih dari 50 persen guna memperkuat mutu akademik dan reputasi institusi.

“Unikarta saat ini memang masih perlu pembenahan terutama di aspek SDM untuk meningkatkan jumlah dosen bergelar doktor,” ujarnya.

Selain peningkatan jumlah doktor, penguatan peran profesor juga menjadi agenda penting.

Meski Unikarta saat ini tercatat sebagai universitas kedua di Kalimantan dengan jumlah profesor terbanyak, Ince memandang kebutuhan akan profesor tetap harus ditingkatkan untuk mendorong akselerasi pengembangan ilmu dan inovasi di lingkungan kampus.

“Profesor ini memang penting karena nantinya bisa mentransfer ilmu mereka kepada masyarakat kita di Unikarta,” jelasnya.

Transformasi tidak hanya diarahkan pada dosen, tetapi juga pada mahasiswa dan sistem pendidikan kampus secara keseluruhan.

Ince menargetkan lulusan Unikarta tidak hanya berorientasi pada pencarian kerja, tetapi mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan pekerjaan.

“Karena itu, visi kami tetap mendorong agar supaya menjadi kampus yang smart dan juga entrepreneur university. Itu menjadi hal-hal yang harus kami dorong ke depan,” tutupnya. (ak/ko)

Diduga Alami Gangguan Jiwa, Pria di Desa Kelekat Aniaya Warga hingga Luka Berat

Tenggarong – Diduga mengalami gangguan jiwa, seorang pria berinisial IM di Desa Kelekat, Kecamatan Kembang Janggut, melakukan penganiayaan terhadap warga setempat hingga menyebabkan korban mengalami luka berat pada Rabu (03/12/2025).

Kapolsek Kembang Janggut, AKP Dedy Supriyanto menerangkan kejadian bermula ketika IM mendatangi lokasi pembangunan rumah milik korban dan keluarganya untuk menegur terkait tanaman yang berada di sekitar area tersebut.

“Situasi berubah cepat ketika pelaku secara tiba-tiba mengeluarkan sebilah parang dan menebas korban pada bagian dada kiri,” terangnya, Jumat (5/12/2025).

Serangan mendadak itu membuat warga sekitar terkejut, sementara kerabat korban segera membawa korban ke Puskesmas Kembang Janggut untuk mendapatkan penanganan medis.

“Setelah melakukan penyerangan, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian,” tuturnya.

Sejumlah saksi menyebut insiden berlangsung spontan dan tidak terduga, terlebih pelaku selama ini dikenal memiliki perilaku yang mengarah pada dugaan gangguan jiwa.

Polsek Kembang Janggut yang menerima laporan masyarakat segera bergerak melakukan olah tempat kejadian perkara dan pengumpulan keterangan awal.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional dengan tetap mempertimbangkan kondisi pelaku.

“Kami menangani kasus ini secara profesional dan humanis. Selain fokus pada penyelidikan, kami juga mempertimbangkan dugaan kondisi kejiwaan pelaku berdasarkan keterangan warga. Seluruh langkah yang diambil tetap mengedepankan asas kehati-hatian dan prosedur hukum yang berlaku,” jelasnya.

Ia menekankan, proses hukum tetap berjalan sambil menunggu pendalaman terhadap kondisi psikologis pelaku.

Polisi juga terus melakukan pencarian terhadap IM yang hingga kini belum ditemukan setelah melarikan diri dari lokasi kejadian.

Aparat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melapor apabila mengetahui keberadaan pelaku atau informasi yang dapat membantu penyelidikan.

“Kami mengimbau masyarakat Desa Kelekat untuk tetap tenang, tidak melakukan tindakan di luar hukum, dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak kepolisian,” pungkasnya. (ak/ko)

Muhammad Idham Ingatkan Kukar Jangan Hanya Bergantung pada Tambang

Tenggarong – Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Muhammad Idham mengingatkan agar daerah tidak semata-mata menggantungkan perekonomiannya pada hasil pertambangan.

Ia menilai, pemerintah daerah perlu menaruh perhatian lebih besar pada sektor pertanian dan perkebunan agar bisa menjadi penopang ekonomi jangka panjang.

Idham melihat masih terdapat banyak sekali lahan tidur di Kukar yang belum dimanfaatkan dengan baik.

Menurutnya, apabila lahan tersebut dikelola secara terencana, hasilnya bisa membantu menjaga ketersediaan pangan sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat pedesaan.

“Kalau kita hanya mengandalkan batu bara, tentu tidak akan bertahan lama. Harus ada pengembangan sektor pertanian dan perkebunan. Lahan kita masih luas, banyak yang belum dimanfaatkan. Ini harus jadi perhatian bersama,” jelasnya, Sabtu (27/9/2025).

Ia menuturkan, masyarakat di wilayah pelosok yang mayoritas mengandalkan perkebunan sawit sebenarnya memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan.

Ia mengungkapkan, banyak permintaan masyarakat terkait kebutuhan pupuk maupun bibit menjadi sinyal kuat bahwa sektor ini punya prospek besar jika digarap lebih serius.

Selain itu, Idham juga menyoroti perlunya menambah areal persawahan.

Ia menilai program percetakan sawah baru di desa bukan sekadar untuk menjaga ketahanan pangan, melainkan juga membuka jalan bagi generasi muda agar bisa menekuni dunia pertanian dengan pola pikir modern.

“Kalau kita buka percetakan sawah di desa-desa, manfaatnya besar sekali. Anak-anak muda bisa kita dorong menjadi petani milenial. Pertanian dan perkebunan ini harus kita galakkan agar masa depan mereka tidak hanya bergantung pada tambang,” tegasnya.

Idham menjelaskan bahwa keberpihakan pemerintah terhadap pertanian dan perkebunan akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

Ia menyebut, ketika warga bisa hidup mandiri dari hasil kebun maupun sawah, maka ekonomi daerah juga akan ikut berkembang.

“Kalau masyarakat bisa mandiri dari hasil kebun atau sawahnya, maka ekonomi daerah pun ikut tumbuh,” pungkasnya. (ak/ko)

Sukono Tak Kunjung Diberhentikan, HMI Kukar Ancam Demo Bupati

ADAKALTIM.COM – Bupati Kukar Edi Damansyah tak kunjung memberhentikan terduga pelaku kekerasan seksual Sukono dari jabatannya sebagai Camat Tenggarong.

Ketua Umum Korps HMI-Wati Cabang Kukar Elisa Wulan Octavia pun mendesak Bupati segera menonaktifkan Camat Tenggarong.

Ia menilai Bupati Kukar terkesan lamban mengambil tindakan terkait kasus tersebut.

“Kami menilai kasus pelecehan oleh pejabat Kecamatan Tenggarong tersebut sampai saat ini kurang mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah,” sesal Elisa, Jumat (26/5/2023).

Apabila tidak ada tindakan tegas dari Bupati Kukar, ia menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan unjuk rasa di Kantor Bupati Kukar.

“Jika Bupati tidak tegas dalam penanganan kasus tersebut, kami dari HMI akan menggelar aksi untuk memperjuangkan keadilan bagi korban,” tegasnya.

Aksi unjuk rasa dari HMI Kukar, lanjut Elisa, merupakan peringatan keras bagi para pejabat di Kukar agar tak memanfaatkan kekuasaan mereka untuk melakukan kekerasan seksual.

Dia mengaku heran dengan Bupati yang tak kunjung menonaktifkan Sukono dari jabatannya. Padahal, kasus tersebut telah bergulir sejak awal Mei 2023.

Sejak kasus tersebut berproses di Polres Kukar, Elisa mengungkapkan, Camat Tenggarong masih aktif memberikan sambutan di berbagai kegiatan.

Ia pun khawatir kekuasaan Sukono sebagai Camat Tenggarong disalahgunakannya untuk membujuk korban agar mau berdamai.

“Kami khawatir apabila jabatan masih melekat pada terduga pelaku, maka akan terus terjadi intervensi dan negosiasi yang akan dilakukan oleh terlapor terhadap berbagai pihak untuk mengaburkan kasus tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, pada 25 Mei lalu, Polres Kukar meningkatkan kasus tersebut pada tingkat penyidikan setelah melalui proses pemeriksaan para saksi dan pengumpulan bukti-bukti.

Peningkatan kasus tersebut merujuk pada Pasal 6 huruf (a) atau Pasal 6 huruf (c) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. (*)

Peringati Hardiknas 2023, Disdikbud Kukar Adakan Kegiatan Cerdas Cermat

BERITAALTERNATIF.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengadakan lomba cerdas cermat tingkat SD dan SMP se-Kukar di Gedung Serba Guna Disdikbud Kukar pada Rabu (24/5/2023).

Kegiatan yang bertajuk Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2023.

Kasi Kurikulum SMP Disdikbud Kukar Emi Rosana Saleh menjelaskan bahwa sebelum ini pihaknya kerap mengadakan lomba non-akademik.

Tahun ini, lanjut dia, Disdikbud Kukar berinisiatif melaksanakan lomba bernuansa akademik berupa cerdas cermat atau rangking satu.

Emi menyebutkan, lomba tersebut diikuti oleh 240 peserta tingkat SMP dan 150 peserta tingkat SD se-Kukar.

“Pesertanya dari berbagai sekolah di Kukar seperti Kecamatan Kota Bangun, Marangkayu, Sanga-Sanga, Tenggarong, dan kecamatan lainnya di Kukar,” jelas Emi.

Dalam lomba tersebut, kata dia, para peserta yang berasal dari SMP mendapatkan pertanyaan-pertanyaan yang telah dipelajari di kelas tujuh.

Sejumlah mata pelajaran yang dilombakan dalam kegiatan ini adalah pelajaran Ilmu Pengetahuan, Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia.

“Kalau untuk tingkat SD rata-rata pertanyaannya di bawah kelas empat yang sudah dipelajari,” terangnya.

Dia menjelaskan, beberapa mata pelajaran yang dilombakan dalam kegiatan ini mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar, seperti penguatan literasi dan numerasi pelajar.

“Jadi, soal yang diujikan di lomba ini sangat mendukung apa yang ada di Kurikulum Merdeka Belajar. Karena di sana dituntut untuk banyak membaca dan berhitung. Itu terkait literasi dan numerasi,” jelasnya. (adv/rh/fb)