BERITA TERBARU

Cuaca Buruk Picu Longsor di Desa Purwajaya, 7 Rumah Rusak Parah dan 1 Rumah Ibadah Serta 3 Rumah Berpotensi Longsor

Tenggarong – Cuaca buruk yang melanda Desa Purwajaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar), telah memicu tanah longsor yang mengakibatkan 7 rumah rusak parah dan 1 rumah ibadah terancam serta 3 rumah yang berpotensi longsor.

Longsor terjadi di KM 5 RT 1 Dusun Mekar Beringin Jaya, Desa Purwajaya yang sebelumnya sudah mengalami pergerakan tanah sejak Juli 2024 lalu.

Curah hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir memperburuk kondisi, membuat pergerakan tanah semakin cepat dan mengancam keselamatan warga.

Kepala Desa Purwajaya, Adi Sucipto menjelaskan, pergerakan tanah yang terjadi semakin parah seiring berjalannya waktu, dengan longsor mencapai kedalaman 2 meter pada akhir Januari.

Menurutnya, tanah yang sebelumnya bergerak perlahan sekitar 30 cm hingga setengah meter perminggu, kini bergerak lebih cepat dan semakin mengkhawatirkan warga setempat.

“Pergerakan tanah yang awalnya hanya 30 cm hingga setengah meter per minggu, kini telah mencapai 2 meter. Hal ini menunjukkan bahwa tanah di lokasi ini semakin tidak stabil,” ungkap Adi kepada adakaltim.com pada Kamis (30/1/25).

Selain itu, Adi Sucipto juga menyampaikan kekhawatirannya mengenai langkah selanjutnya untuk mengatasi bencana tersebut.

Mengingat banyaknya warga yang terdampak, pihak desa telah menyewa 8 rumah untuk tempat tinggal sementara.

Namun, Adi mengungkapkan kebingungannya mengenai apa yang akan dilakukan setelah masa sewa berakhir.

“Kami telah menyewakan 8 rumah untuk 11 KK selama dua bulan, namun kami masih bingung langkah apa yang akan diambil setelah masa sewa habis,” ujar Adi.

Walaupun penanganan dari instansi terkait masih berlangsung, Adi mengungkapkan bahwa bantuan dari Dinas Sosial telah mulai diterima warga yang terdampak.

“Kami yang terdampak telah menerima sedikit bantuan sembako dari Dinas Sosial yang sudah sampai di kantor desa,” katanya.

Meskipun bantuan tersebut masih terbatas, Adi berharap bantuan tersebut dapat segera diperluas dan mencakup kebutuhan dasar lainnya, seperti tempat tinggal dan pemenuhan kebutuhan mendesak bagi keluarga yang terdampak bencana.

Selain itu, pihak Desa juga sudah melakukan kordinasi dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkim) terkait opsi relokasi bagi warga yang terdampak.

Meskipun hingga kini belum ada kepastian mengenai lokasi relokasi, desa telah mempertimbangkan penggunaan tanah desa sebagai salah satu pilihan.

Namun, keputusan akhir masih menunggu petunjuk lebih lanjut mengenai kelayakan tanah tersebut.

“Ke depannya, kami mungkin akan menurunkan tim geologi untuk menilai apakah lokasi ini masih layak dihuni atau perlu dilakukan relokasi,” pungkasnya. (Ak)

Tanah Longsor Kembali Terjadi di Loa Kulu, Akses Jalan Poros Tenggarong-Samarinda Tersendat

Tenggarong – Bencana tanah longsor kembali terjadi di Jalan Mayor Jenderal S Parman, RT 4, Desa Sepakat, Kecamatan Loa Kulu, pada Rabu (29/1/25).

Material longsor menutupi setengah badan jalan poros yang menghubungkan Tenggarong dan Samarinda, menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

Bencana ini merupakan longsor susulan dari kejadian sebelumnya, yang dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Camat Loa Kulu, Ardiansyah, turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat. Ia menyampaikan hari ini merupakan hari ketiga proses penanganan longsor.

Kata dia, hujan deras yang terjadi sejak malam , kembali memicu pergerakan tanah yang menyebabkan material longsor kembali menumpuk di badan jalan.

Sejak pagi, dua unit ekskavator telah diterjunkan guna mempercepat pembersihan material longsor yang semakin menumpuk.

“Sebelumnya, kami hanya mengandalkan tenaga manual untuk membersihkan material longsor. Namun, dengan kondisi tanah yang semakin rawan dan curah hujan yang masih tinggi, kami memutuskan untuk menurunkan alat berat agar pembersihan berjalan lebih cepat dan efektif,” ujar Ardiansyah.

Ia menambahkan sebagian wilayah Kecamatan Loa Kulu memang tergolong rawan longsor.

Oleh karena itu, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan pemerintah kabupaten bekerja sama dalam menangani situasi ini dengan langkah-langkah darurat agar longsor tidak semakin parah dan tidak membahayakan pengguna jalan.

Hingga saat ini, petugas masih berupaya membersihkan sisa-sisa material longsor agar akses jalan kembali normal.

Para pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati, terutama saat hujan deras, karena kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil dan berpotensi longsor kembali.

“Jika hari ini longsoran sudah dibersihkan, insyaallah tidak akan terjadi longsor lagi. Tim teknis juga akan memastikan bagaimana cara menata tanah di daerah rawan ini agar tidak longsor lagi ke depannya,” pungkas Ardiansyah. (Ak)

Drainase Tak Memadai, Warga Timbau Keluhkan Banjir Setiap Hujan Deras Tiba

Tenggarong – Hujan deras yang mengguyur Tenggarong pada Selasa malam, 28 Januari 2025 menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, termasuk di RT 35, Kelurahan Timbau, Tenggarong.

Curah hujan yang sangat tinggi, ditambah dengan saluran drainase yang tidak memadai dan kiriman air dari daerah IKIP Mekarsari serta pegunungan, menyebabkan genangan air meluap di beberapa titik, mengganggu aktivitas warga setempat.

Salah satu warga terdampak, Tarmuji, mengungkapkan hujan yang turun sejak selepas Maghrib berlangsung cukup lama dan sangat deras.

Selain curah hujan yang tinggi, kondisi pasang pada sungai mahakam juga memperburuk genangan di wilayah tersebut.

“Semalam hujannya sangat deras. Setelah berhenti sebentar, hujan turun lagi dengan lebat. Ditambah pasang air, air semakin susah surut,” ujar Tarmuji ketika di hampiri reporter adakaltim.com, Rabu (29/1/25).

Ia menyebutkan, permasalahan drainase di wilayah ini sudah berlangsung cukup lama. Meskipun, ada proyek pelebaran dan perbaikan saluran di Jalan Pesut sejak 2019, hasilnya masih belum maksimal.

“Saluran air ke Jalan Naga itu kecil, alirannya jadi lambat. Meskipun sudah ada proyek dengan anggaran miliaran rupiah, tetap saja banjir terus terjadi di sini,” lanjutnya.

Tarmuji berharap pemerintah segera mengatasi masalah ini dengan perbaikan saluran drainase yang lebih besar dan efektif, agar banjir yang terjadi setiap tahun bisa diatasi.

“Kalau begini terus, saya rasa kita tidak akan mampu menghadapinya. Harus ada perbaikan yang lebih besar agar air bisa mengalir dengan lancar,” pungkasnya. (Ak)

Pasar Belida Dua Terendam Banjir, Warga Begadang Khawatir Air Makin Naik

Tenggarong – Hujan deras yang turun sejak semalam menyebabkan banjir di Jalan Belida Rt 31, tepatnya di sekitar Pasar Belida Dua, Kecamatan Tenggarong.

Ketinggian air yang mencapai 30-50 cm membuat banyak warga terpaksa berjaga sepanjang malam karena khawatir banjir semakin parah.

Diketahui, Hujan mulai turun selepas Maghrib dengan intensitas sedang, namun semakin deras setelah Isya.

Salah satu warga setempat, Rifky mengatakan, sekitar pukul 22.20 WITA, air mulai naik dengan cepat hingga merendam ruko-ruko di pasar dan rumah warga.

“Saat awal hujan, air masih stabil. Tapi selepas Isya hujan makin deras, dan tiba-tiba sekitar jam 10 malam lebih, air langsung naik cepat,” ujar Rifky ketika dikonfirmasi, Rabu (29/1/25).

Menurutnya, banjir ini tidak hanya disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi juga oleh air kiriman dari banjir di Kelurahan Bukit Biru.

Akibat banjir yang datang mendadak, banyak warga tidak sempat bersiap. Rifky mengungkapkan mereka harus tetap terjaga karena khawatir air terus naik.

“Kami tidak bisa tidur kalau ada bencana seperti ini. Takut tiba-tiba air makin tinggi dan masuk ke dalam rumah,” katanya.

Hingga pagi hari, genangan air masih terlihat dibeberapa titik di sekitar pasar.

Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini dan mencari solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kalau seperti ini, kami kesulitan, apalagi kalau ada air kiriman lagi,” pungkas Rifky. (Ak)

Breaking News: Hujan Lebat dan Angin Kencang Sebabkan Pohon Tumbang, Dua Mobil Rusak di Depan Kopi Kenangan Timbau

Tenggarong – Kejadian tak terduga terjadi di Jalan KH Ahmad Muksin Kelurahan Timbau, Tenggarong, Selasa (28/1/2025) sore, ketika hujan deras disertai angin kencang melanda.

Sekitar pukul 18.30 WITA, sebuah pohon besar tumbang menimpa dua unit mobil yang sedang terparkir di depan kafe Kopi Kenangan.

Dalam video berdurasi tujuh detik yang beredar luas, terlihat jelas kondisi cuaca yang sangat buruk, hujan deras dan angin kencang yang mengamuk.

“Info pohon tumbang depan Kopi Kenangan, baru aja langsung tumbang nimpa dua mobil sekaligus,” terdengar suara pria dalam video yang memperlihatkan situasi di lokasi kejadian.

Ranting-ranting pohon berserakan di sekitar parkiran, namun beruntungnya, tidak ada korban jiwa.

Tak ada laporan penumpang mobil atau orang lain yang tertimpa pohon tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Matan Kukar, Fida Hurasani, yang dikonfirmasi terkait kejadian ini, mengungkapkan tim pemadam kebakaran bertindak cepat setelah menerima laporan masyarakat dan mengirim anggota segera untuk mengevakuasi pohon tumbang dan mengamankan lokasi.

“Anggota sudah di lokasi dan sedang menangani situasi ini,” ungkap Fida singkat lewat pesan WhatsApp.

Pihaknya mengimbau warga untuk tetap waspada, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak stabil di wilayah Tenggarong. (Ak)

Hujan Lebat Sebabkan Banjir dan Longsor di Kukar, BPBD Imbau Warga Tetap Waspada

Tenggarong – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) selama sepekan terakhir telah menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah titik.

Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir memperparah kondisi, menyebabkan genangan air meluas hingga ke permukiman warga dan akses jalan utama.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, tercatat delapan lokasi terdampak banjir dan dua wilayah yang dilanda tanah longsor.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kukar, Abdal, mengungkapkan banjir merendam sejumlah desa di berbagai kecamatan di Kukar.

“Banjir melanda Desa Sungai Payang dan Jonggon Desa di Kecamatan Loa Kulu. Selain itu, Desa Tanah Datar, Desa Badak Mekar, dan Desa Suka Damai di Kecamatan Muara Badak, serta Desa Lebaho Ulaq di Kecamatan Muara Kaman dan Kelurahan Loa Ipuh Kecamatan Tenggarong,” ujar Abdal pada Selasa (28/1/25).

Ia juga menjelaskan bahwa tanah longsor terjadi di beberapa titik. “Sementara itu, tanah longsor terjadi di Dusun Spontan Kelurahan Mangkurawang dan Kelurahan Bukit Biru Kecamatan Tenggarong,” tambahnya.

BPBD Kukar telah mengerahkan separuh Tim Reaksi Cepat Pertolongan Bencana (TRC-PB) yang bertugas selama 24 jam. Tim ini bekerja memantau kondisi kebencanaan sekaligus memberikan bantuan darurat di wilayah rawan.

“Hari ini kami juga mengirimkan bantuan personel dan peralatan ke Desa Bukit Pariaman di Kecamatan Tenggarong Seberang,” jelas Abdal.

BPBD Kukar mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir dan longsor untuk lebih waspada dan mempersiapkan diri.

“Pastikan dokumen penting disimpan dengan aman, sediakan perbekalan darurat, dan segera evakuasi ke tempat yang lebih aman jika situasi memburuk,” imbaunya.

Abdal juga menekankan pentingnya peran pemerintah kecamatan dan desa dalam menyosialisasikan langkah antisipasi kepada masyarakat.

“Banyaknya lokasi yang terdampak membuat kami sangat terbantu dengan kehadiran relawan, baik dari Tenggarong maupun wilayah kecamatan lainnya. Bantuan dari aparat desa, kelurahan, dan masyarakat setempat juga sangat berarti,” pungkasnya. (Ak)