BERITA TERBARU

Dari Rawa Sunyi Menjadi Destinasi Wisata, Kilas Balik Perjalanan Pantai Panrita Lopi

Tenggarong – Tak ada yang menyangka sebuah rawa hutan bakau yang dulunya sunyi dan nyaris terlupakan di Pulau Pangempang, Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, kini menjelma menjadi salah satu destinasi wisata favorit di daerah tersebut.

Pantai Panrita Lopi adalah bukti nyata bagaimana mimpi, kegigihan, dan kerja keras bisa mengubah sesuatu yang dianggap mustahil menjadi kenyataan.

Dibalik kesuksesan pantai ini, terdapat kisah perjuangan panjang Ahmad, sang pemilik, yang harus menghadapi berbagai rintangan dan cemoohan sebelum akhirnya mewujudkan visinya.

Pada perayaan anniversary ke-8 Pantai Panrita Lopi yang berlangsung pada 22-23 Februari 2025, berbagai kegiatan digelar untuk merayakan momen istimewa ini.

Acara dimulai pada Sabtu malam, 22 Februari 2025 dengan syukuran dan pemotongan tumpeng, diikuti dengan pagelaran musik DJ yang dinikmati oleh seluruh pengunjung.

Sebagai informasi, musik DJ di Pantai Panrita Lopi memang rutin digelar setiap malam Minggu, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Keesokan harinya, pada Minggu, 23 Februari 2025, acara dilanjutkan dengan senam zumba pagi serta pembagian doorprize bagi para pengunjung yang hadir, menambah kemeriahan perayaan ini.

Dalam acara tersebut, pemilik Pantai Panrita Lopi, Ahmad, berbagi kisah inspiratif tentang perjalanan panjang dan penuh perjuangan dalam membangun destinasi wisata ini.

Ia mengungkapkan awalnya lokasi ini hanyalah sebuah rawa hutan bakau dengan bibir pantai seluas 12 meter, tempat yang tak pernah terpikirkan bisa menjadi tujuan wisata.

Ahmad menceritakan saat pertama kali ia menyampaikan idenya kepada masyarakat, banyak yang meragukannya.

“Banyak yang menganggap saya gila karena terus menimbun pasir hingga subuh,” ujar Ahmad mengenang perjuangannya pada Sabtu (22/2/25).

Pria yang akrab disapa Daeng Lompo itu menegaskan kerja kerasnya bukan sekadar ambisi pribadi, melainkan harapan untuk mengubah nasib daerah tersebut.

Meski dicibir dan dianggap sia-sia, ia tetap melanjutkan usahanya, percaya bahwa suatu hari tempat ini akan menjadi sesuatu yang besar.

Ahmad menuturkan selama bertahun-tahun, ia bersama dengan rekan-rekannya berjuang tanpa kepastian.

“Kami tidak tahu kapan ini akan berhasil, tapi kami yakin harus terus mencoba,” katanya.

Ia juga mengingat momen ketika hanya sedikit orang yang mau membantunya. Namun, meskipun sempat merasa putus asa, Ahmad tak pernah menyerah.

Seiring berjalannya waktu, hasil kerja kerasnya mulai terlihat, pasir yang mereka timbun perlahan membentuk garis pantai yang lebih luas, dan masyarakat sekitar mulai melihat potensi besar di tempat ini.

Ahmad menyatakan dukungan dari masyarakat serta kolaborasi dengan rekan media turut membantu memperkenalkan Pantai Panrita Lopi ke khalayak luas.

Awalnya, pengunjung hanya datang dari desa-desa sekitar, tetapi seiring waktu, wisatawan dari berbagai daerah mulai berdatangan.

“Tanpa promosi dari rekan-rekan media, mungkin pantai ini tidak akan dikenal seperti sekarang,” tambahnya.

Keberhasilan Pantai Panrita Lopi saat ini, menurut Ahmad, adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak.

Ia berharap pantai ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Ia ingin tempat ini menjadi kebanggaan bagi banyak orang, bukan hanya untuk dirinya sendiri.

“Saya ingin tempat ini terus menjadi destinasi yang membanggakan,” pungkasnya dengan mata berbinar penuh harapan.

Suasana malam hari di Pantai Panrita Lopi. (Akmal/adakaltim)

Sementara itu, Manajer Pantai Panrita Lopi, Fajar menyampaikan, selama event anniversary ke-8 ini, banyak masyarakat datang mengunjungi pantai, kurang lebih seribu orang.

“Mereka sudah saya anggap sebagai keluarga Panrita karena tanpa mereka, kami ini bukan apa-apa,” ucapnya.

Ia berterima kasih kepada para pengunjung dan seluruh rekannya karena berhasil bertahan hingga delapan tahun ini.

“Delapan tahun bukan waktu yang sebentar dan mudah, namun kami berhasil melewatinya,” ujarnya.

Fajar juga mengungkapkan selama ia bekerja di sini, banyak wisatawan yang datang untuk menyegarkan diri kembali ke alam.

Mereka mencari kebahagiaan mereka sendiri di pantai ini, bahkan ada wisatawan yang datang hanya untuk bermalam kemping dan esok harinya kembali pulang.

Ia berkomitmen untuk memberikan layanan yang prima kepada setiap pengunjung, semua kritik dan saran akan diterima agar destinasi wisata ini dapat terus berkembang dan selalu memberi manfaat bagi wisatawan.

“Kami ingin Pantai Panrita Lopi terus menjadi tempat yang nyaman dan berkesan bagi semua orang. Kami akan terus berbenah dan mendengarkan masukan dari para wisatawan demi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (ak/ko)

Lima Sekolah di Kukar Jadi Penerima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis

Tenggarong – Lima sekolah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi menjadi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program pemerintah pusat.

Lima sekolah yang menjadi pilot project program ini adalah SDN 001 Tenggarong, SDN 003 Tenggarong, SDN 018 Tenggarong, SMPN 1 Tenggarong, dan SMPN 2 Tenggarong.

Simulasi pelaksanaan MBG telah digelar di sekolah-sekolah tersebut pada Senin 17 Februari 2025 lalu, menandai dimulainya program ini di Kukar.

Program ini bertujuan untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup demi mendukung kesehatan serta meningkatkan prestasi belajar mereka.

MBG dirancang sebagai solusi untuk menyediakan makanan sehat dan bergizi secara gratis bagi siswa sekolah dasar dan menengah pertama.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Tauhid Afrilian Noor, menyatakan dukungan penuh terhadap program ini.

Ia menegaskan MBG merupakan langkah nyata dalam mengatasi permasalahan gizi anak usia sekolah dan selaras dengan visi daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“Kami sangat mendukung program ini karena membawa dampak positif bagi peserta didik, baik dari segi kesehatan maupun peningkatan konsentrasi belajar,” ujarnya, Sabtu (22/2/25).

Tauhid juga menegaskan Disdikbud Kukar telah berkoordinasi dengan Bupati Kukar guna memastikan kelancaran program ini.

“Dengan adanya program ini, diharapkan permasalahan gizi di kalangan anak usia sekolah bisa dikurangi, sehingga mereka dapat lebih fokus dan bersemangat dalam belajar, ” tambahnya.

Mengingat luasnya wilayah Kukar, ia menilai kerja sama dengan berbagai pihak sangat diperlukan agar pelaksanaan MBG berjalan optimal.

“Dengan kerja sama yang solid, kami optimistis program ini bisa berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi para siswa,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Diskop UKM Kukar Dukung 60 Ribu UMKM Naik Kelas melalui Pembinaan dan Sertifikasi

Tenggarong – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendukung lebih dari 60 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas melalui berbagai program pembinaan dan fasilitasi sertifikasi.

Upaya ini bertujuan agar UMKM di Kukar semakin berkembang, memiliki daya saing tinggi, serta mampu memenuhi standar kualitas yang lebih baik.

Untuk meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM, Diskop UKM Kukar telah mengadakan berbagai program pelatihan, mulai dari pengemasan produk, pembuatan label, hingga fasilitasi sertifikasi halal.

Langkah ini dilakukan agar produk UMKM lebih diminati dan menjadi pilihan aman bagi masyarakat.

“Kami terus melakukan pembinaan agar UMKM bisa naik kelas, tidak hanya dari segi aset dan omzet, tetapi juga dalam peningkatan kapasitas, kapabilitas, dan kompetensi,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskop UKM Kukar, Thaufiq Zulfian Noor, Sabtu (22/2/25).

Thaufiq menegaskan pihaknya akan terus berkomitmen untuk membina UMKM agar dapat berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.

Melalui inovasi dan peningkatan daya saing, UMKM di Kukar diharapkan menjadi lebih mandiri serta berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.

“Kami ingin menciptakan pelaku UMKM yang inovatif, berdaya saing, dan mandiri,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan bahwa pelatihan akan dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak, guna mendukung efektivitas program.

“Pelatihan ini kami lakukan berkolaborasi dengan berbagai pihak, sekaligus menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1/2025 tentang efisiensi anggaran belanja,” tambahnya.

Dengan adanya kolaborasi lintas sektor, program pembinaan diharapkan semakin optimal dalam menciptakan UMKM yang lebih kuat dan berdaya saing tinggi.

“Setiap peserta akan kami data agar tidak mengikuti pelatihan yang sama berulang kali. Hal ini penting untuk memastikan lebih banyak pelaku UMKM bisa merasakan manfaat dari program kami,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Setengah Anggaran Perjalanan Dinas Kecamatan Tenggarong 2025 Dipangkas

Tenggarong – Pemerintah Kecamatan Tenggarong memangkas setengah anggaran perjalanan dinas untuk tahun 2025.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1/2025 yang mengamanatkan efisiensi penggunaan anggaran diberbagai instansi pemerintahan.

Kebijakan ini diambil untuk menekan pengeluaran negara, khususnya pada sektor perjalanan dinas, rapat, serta pengadaan barang yang dinilai tidak mendesak.

Dengan pemangkasan ini, anggaran negara diharapkan dapat dialihkan kepada sektor-sektor prioritas yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Camat Tenggarong, Sukono, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini masih dalam tahap awal penyesuaian internal.

Fokus pada tahap pertama ialah penyusunan ulang mekanisme Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD), yang menjadi dasar pengaturan perjalanan dinas pegawai.

“Saat ini kami masih dalam tahap pertama, yaitu menyesuaikan SPPD. Selanjutnya akan ada pembahasan lebih lanjut mengenai implementasi kebijakan ini,” ucapnya saat ditemui pada Jumat (21/2/25).

Berdasarkan surat yang diterima oleh Pemerintah Kecamatan Tenggarong, pemangkasan anggaran ini hanya berlaku untuk perjalanan dinas, sementara anggaran untuk kegiatan yang bersentuhan dengan masyarakat tetap utuh tanpa pemotongan.

“Untuk kegiatan yang bersifat langsung ke masyarakat di Kecamatan Tenggarong, sejauh ini tidak ada perubahan atau pemotongan anggaran,” katanya.

Sukono juga menjelaskan bahwa anggaran perjalanan dinas di Kecamatan Tenggarong dalam satu tahun berkisar Rp200 juta.

“Kegiatan perjalanan dinas hanya akan dilakukan jika memang sangat mendesak dan tidak bisa diwakilkan,” tegasnya. (adv/ak/ko)

Bupati Edi Damansyah Lakukan Panen Perdana Melon Hidroponik di Greenhouse Desa Rapak Lambur

Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah menghadiri panen perdana melon hidroponik di greenhouse Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, pada Kamis (20/2/25).

Panen ini merupakan hasil kolaborasi antara Kelompok Tani (Poktan) Kejawi Permai A dan Pondok Pesantren Alfarisah Hasyimi dalam mengembangkan pertanian berbasis teknologi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Edi Damansyah menekankan pentingnya inovasi di sektor pertanian, khususnya penerapan teknologi modern seperti sistem hidroponik dalam greenhouse.

Menurutnya, metode ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tetapi juga memberikan solusi bagi pertanian yang berkelanjutan di Kukar.

“Salah satu upaya yang kami dukung adalah pembangunan greenhouse ini. Dan hari ini kita bisa melihat hasilnya dengan panen perdana melon,” ujarnya.

Ia juga menyoroti keunggulan sistem pemantauan berbasis Android yang diterapkan di greenhouse tersebut.

Dengan teknologi ini, para petani dapat mengontrol pertumbuhan tanaman secara lebih akurat dan efisien, menjadikan pertanian lebih adaptif terhadap tantangan iklim dan lingkungan.

Selain manfaat bagi kelompok tani, program ini juga memberikan peluang bagi santri Pondok Pesantren Alfarisah Hasyimi untuk belajar dan berpartisipasi langsung dalam budidaya melon hidroponik.

Hal ini sejalan dengan upaya menciptakan kemandirian pangan serta membekali para santri dengan keterampilan di bidang pertanian modern.

“Harapan saya, Setelah panen hasilnya bisa dijual, dirundingkan dengan anggota kelompok, lalu dilakukan penanaman kembali agar kegiatan ini tetap berjalan secara berkelanjutan,” lanjutnya

Bupati berharap model pertanian berbasis teknologi ini dapat direplikasi di berbagai desa lain di Kukar guna memperkuat ketahanan pangan daerah.

Ia juga menegaskan pembangunan sektor pertanian telah menjadi prioritas pemerintah daerah selama empat tahun terakhir, dengan berbagai inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

“Semoga greenhouse ini tidak hanya membawa manfaat bagi Kelompok Tani Kejawi Permai, tetapi juga bagi pondok pesantren dan masyarakat sekitar,” pungkasnya. (ak/ko)

Muhammad Idham Serap Aspirasi Masyarakat Dapil II Terkait Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi

Tenggarong – Infrastruktur dan pengembangan ekonomi menjadi perhatian utama dalam reses tahap I masa sidang II tahun 2025 yang digelar oleh anggota DPRD Kutai Kartanegara dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Idham.

Kegiatan ini berlangsung di tiga desa dalam daerah pemilihan (Dapil) II, yaitu Desa Teratak, Desa Tanjung Harapan, dan Desa Beloro, dengan tujuan menampung aspirasi masyarakat guna memperjuangkan kebutuhan mereka dalam pembangunan daerah.

Reses ini mengangkat tema “Penataan Kelembagaan Pemerintah Daerah dan Pemerataan Infrastruktur Pembangunan yang Berkelanjutan.”

Sejumlah isu utama yang disampaikan warga meliputi perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan jembatan, serta akses yang lebih baik bagi pelaku usaha lokal.

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan bantuan di sektor pertanian dan peternakan guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di pedesaan.

Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan, Muhammad Idham menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi yang telah disampaikan masyarakat.

“Kami (anggota DPRD) akan memasukkan aspirasi masyarakat dalam pokok pikiran DPRD agar bisa diusulkan dalam anggaran daerah,” ujarnya ketika dihubungi adakaltim.com pada Kamis (20/2/25).

Ia juga menambahkan bahwa kebutuhan yang bersifat mendesak dan dalam skala kecil akan prioritas realisasi dalam waktu dekat.

Dalam kesempatan tersebut, Idham juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersamaan dan solidaritas antar masyarakat.

“Mari kita jaga kekompakan dan lingkungan desa agar tetap nyaman dan sehat bagi kita semua,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara masyarakat dan pemerintah daerah.

Kegiatan reses ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhannya secara langsung kepada wakil rakyat.

Diharapkan, program pembangunan yang dijalankan ke depan dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat luas.

“Kami (Anggota DPRD) berharap masyarakat terus aktif menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka. Dengan begitu, kebijakan yang kami perjuangkan benar-benar sesuai dengan harapan warga,” pungkasnya. (ak/ko)