BERITA TERBARU

Aulia Rahman Basri Resmi Dampingi Rendi Solihin di PSU Pilkada Kukar 2025

Tenggarong – Aulia Rahman Basri resmi mendampingi Rendi Solihin sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kutai Kartanegara (Kukar) 2025.

Keduanya mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kukar pada Senin (10/3/25).

Pendaftaran tersebut menjadi jawaban atas berbagai spekulasi yang beredar di masyarakat sejak Mahkamah Konstitusi (MK) mendiskualifikasi Edi Damansyah beberapa pekan lalu dalam pilkada Kukar 2024.

Calon Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri menyampaikan kepada publik bahwa keputusannya untuk maju sebagai calon Bupati Kukar bukanlah hal yang tiba-tiba.

Ia mengungkapkan, sebelumnya ia telah lama terlibat dalam penyusunan visi dan misi Kukar bersama Edi Damansyah dan Rendi Solihin sejak Pilkada sebelumnya.

“Hari ini saya, Aulia Basri, putra asli daerah hulu Kukar. Lahir dan besar di Kota Bangun, saya ingin mewujudkan mimpi kita semua untuk menjadikan Kukar lebih baik, bergerak seiring dan seirama bersama masyarakat,” ujarnya di hadapan awak media.

Pasangan ini datang ke KPU Kukar dengan diiringi kader-kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mengenakan pakaian merah dengan simbol banteng hitam.

Aulia menyebut, pengalamannya di bidang kesehatan dan kemasyarakatan menjadi modal utama dirinya dalam pencalonan Bupati Kukar.

Sebelumnya, Ia pernah menjabat sebagai kepala rumah sakit di Kota Bangun serta berperan dalam mendirikan rumah sakit tanpa kelas pertama di Indonesia.

Selain itu, ia juga menggagas rumah singgah untuk membantu masyarakat dari desa-desa terpencil yang membutuhkan akses medis.

“Saya ingin membuktikan bahwa putra daerah dari hulu Kukar juga bisa berkembang dan membawa perubahan,” tegasnya.

Sementara itu, Calon Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah dirintis sebelumnya, seperti layanan kesehatan berbasis KTP, program umrah gratis untuk guru ngaji, peningkatan dana RT, serta beasiswa Kukar Idaman.

“Ini kali ketiga saya maju sebagai calon Wakil Bupati. Tahun 2020 kami berhasil, tahun 2024 sempat ada kendala, dan tahun 2025 ini kami yakin akan menang dan menuntaskan janji-janji kami,” pungkasnya. (ak/ko)

Pemkab Kukar Libatkan Ulama dalam Pengendalian Inflasi

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mengikuti Rapat Undangan Pemprov Kaltim terkait Pengendalian Inflasi di Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 1446H melalui Kegiatan Ulama Peduli Inflasi (UPI) yang berlangsung secara hybrid di Ruang Eksekutif Kantor Bupati Kukar, Senin (10/3/25).

Dalam rapat tersebut, ulama diminta untuk dilibatkan dalam membantu mensosialisasikan pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idul Fitri, dengan tujuan menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di masyarakat.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kukar, Ahyani Fadianur Diani mengatakan, keterlibatan ulama sangat penting dalam memastikan pesan-pesan pengendalian inflasi diterima dengan baik oleh masyarakat.

Ia menjelaskan ulama akan membantu memberikan pemahaman terkait pengendalian harga, baik dalam proses pembelian maupun penjualan bahan pokok.

“Jadi, intinya ulama ingin dilibatkan dalam proses sosialisasi, baik itu dalam proses penjualan maupun pembelian. Ini dilakukan oleh provinsi maupun kabupaten kota di seluruh Kaltim. Harapannya dengan keterlibatan ulama, masyarakat akan lebih mudah memahami pentingnya pengendalian inflasi ini,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret dalam pengendalian inflasi, Pemkab Kukar akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Selasa, 11 Maret 2025 yang akan berlangsung selama dua hari di Masjid Agung Sultan Sulaiman, Tenggarong.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan bahan pokok dengan harga yang terjangkau, seperti beras, cabai, telur, ayam, dan daging sapi, guna menstabilkan harga menjelang Lebaran.

“GMP itu salah satu penetrasi kami untuk kegiatan inflasi di kabupaten kota, terutama untuk menjamin stabilitas harga bahan pokok bagi masyarakat,” katanya.

Ahyani juga mengungkapkan bahwa inflasi di Kukar saat ini dalam kondisi terkontrol dengan baik dan diharapkan dapat tetap stabil ke depannya.

Pemkab Kukar juga bekerja sama dengan berbagai lembaga, seperti Bulog dan pengusaha ayam, untuk mendistribusikan bahan pangan dengan harga yang wajar bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan nanti bisa berjalan dengan baik. Kami berharap dengan kerjasama yang solid ini, harga kebutuhan pokok tetap terjangkau dan inflasi tetap terjaga di Kukar,” pungkasnya. (adv/ko/ak)

Disdamkarmatan Kukar Gelar Firefighter Volunteer Game untuk Perkuat SDM dan Kesiapsiagaan Redkar

Tenggarong – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Firefighter Volunteer Game Competition Week 1 sebagai upaya meningkatkan sumber daya manusia dan kesiapsiagaan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di bulan Ramadan.

Kegiatan yang diikuti oleh 25 peserta dari berbagai kecamatan ini berlangsung di Mako Disdamkarmatan pada Sabtu (8/3/2025).

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani mengatakan, kompetisi ini memiliki tiga tujuan utama, yakni mempererat silaturahmi antarrelawan, meningkatkan sumber daya manusia Redkar, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat, khususnya di bulan Ramadan.

“Daripada mereka tidak ada kegiatan, kami inisiatif mengumpulkan mereka di malam hari untuk latihan bersama dan mengadakan kompetisi agar mereka memiliki kegiatan yang positif,” ujarnya.

Semula, kegiatan ini hadir tanpa perancanaan yang matang. Namun, diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi para peserta.

Ia menekankan Redkar harus tumbuh dan berkembang dari inisiatif mereka sendiri, bukan sekadar hasil binaan dari dinas pemadam.

“Kami ingin Redkar kuat dengan sendirinya. Tugas dinas hanya menyiapkan fasilitas dan dukungan, selebihnya tumbuh dari mereka sendiri,” tambahnya.

Dalam kompetisi ini, peserta diuji dalam beberapa kategori, seperti kecepatan, kerapian, dan penguasaan materi pemadam kebakaran.

Pada tahap awal, lomba masih berfokus pada teknik dasar, sementara minggu depan akan memasuki tahap simulasi penyelamatan korban.

Menariknya, kegiatan ini juga mendapat perhatian dari Dinas Pemadam Kebakaran Samarinda. Perwakilan dari dinas tersebut turut hadir untuk melihat langsung jalannya kompetisi serta berdiskusi mengenai kemungkinan penerapan kegiatan serupa di wilayah mereka.

“Tadi kami berbicara dengan rekan-rekan dari Samarinda, mereka ingin melihat dan belajar dulu bagaimana sistem yang kami jalankan di sini. Kami sepakat bahwa ke depan perlu ada evaluasi agar program seperti ini bisa lebih maksimal,” jelas Fida.

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya tentang keterlibatan Redkar dalam pemadaman kebakaran, tetapi juga sebagai bentuk pembinaan masyarakat.

“Kami tidak ingin hanya berbicara tentang pentingnya peran masyarakat, tetapi juga memberikan fasilitas dan pelatihan yang nyata,” tuturnya.

Firefighter Volunteer Game Competition ini menjadi momen yang baik, terutama di bulan Ramadan, di mana kesiapsiagaan Redkar sangat dibutuhkan.

Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi para peserta untuk menambah ilmu dan pengalaman dalam bidang kebencanaan dan penyelamatan.

“Kami membutuhkan mereka untuk siaga, selebihnya mereka bisa mencari tambahan ilmu lewat kegiatan kita di sini,” pungkas Fida. (adv/ak/ko)

Dinsos Kukar Sediakan Berbagai Alat Bantu Bagi Penyandang Disabilitas

Tenggarong – Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya membantu penyandang disabilitas agar lebih mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan berbagai alat bantu untuk mendukung mobilitas dan aktivitas mereka.

Bantuan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi penyandang disabilitas dalam beraktivitas serta berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Kukar, Yuliandris, menyatakan program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menangani penyandang masalah kesejahteraan sosial.

“Bantuan alat bantu ini kami berikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah agar mereka lebih mandiri dan produktif,” ujarnya, Senin (10/3/25).

Pada tahun 2025, Dinsos Kukar telah menyiapkan berbagai alat bantu bagi penyandang disabilitas, di antaranya adalah 9 unit kursi roda, 14 alat bantu dengar, 10 tongkat kruk, 37 tongkat kaki, 11 tongkat tunanetra, 2 unit motor roda tiga, serta 4 kaki palsu dengan berbagai spesifikasi.

Khusus untuk motor roda tiga, program ini telah berjalan sejak dua tahun lalu dan terus berlanjut karena dinilai sangat bermanfaat bagi penerimanya.

“InsyaAllah, untuk tahun ini ada dua penerima motor roda tiga. Bantuan ini sangat membantu penyandang disabilitas agar lebih produktif,” ucapnya.

Dinsos Kukar sendiri berkomitmen untuk memastikan agar bantuan ini tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi penerima.

Selain meringankan beban, program ini diharapkan akan mampu membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk lebih berdaya dan aktif dalam kehidupan sosial serta ekonomi.

“Kami berharap bantuan ini tidak hanya meringankan beban penerima manfaat, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk lebih berdaya dan mandiri,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Ratusan Pelari Beradu Cepat di Run Street Ramadan Kukar Idaman Cup 2025 Series 2

Tenggarong – Sebanyak 150 pelari dari berbagai usia beradu kecepatan dalam Run Street Ramadan Kukar Idaman Cup 2025 Series 2.

Event yang menjadi ajang tahunan ini menghadirkan semangat kompetisi yang berpadu dengan suasana bulan suci Ramadan yang penuh kebersamaan.

Perlombaan yang dimulai sejak pukul 23.00-02.00 Wita pagi tersebut berlangsung di Jalan Kartanegara, Kelurahan Panji, tepatnya di samping Pendopo Bupati Kukar, Sabtu (8/3/25).

Pelari yang ikut berpartisipasi berasal dari berbagai kalangan dan daerah, karena pendaftaran dibuka langsung di lokasi lomba, memberikan kesempatan bagi siapa saja yang ingin ikut merasakan atmosfer perlombaan.

Antusiasme tinggi terlihat sejak awal acara, baik dari peserta yang bersemangat untuk bertanding maupun dari penonton yang memadati area lomba untuk menyaksikan jalannya kompetisi.

Perlombaan ini sendiri cukup unik, dimana peserta akan berlari di dalam lintasan yang tersedia sejauh 100 meter dan dalam empat baris sekaligus. Namun yang paling menarik, para peserta berlari tanpa menggunakan alas kaki.

Hal ini menjadikan perlombaan lari ini memiliki ciri khas tersendiri, menghadirkan kesan lebih natural dan memberikan tantangan tersendiri bagi para pelari.

Kepala Bidang Pembudayaan dan Olahraga Dispora Kukar, Aji Muhammad Ari Junaidi, menuturkan bahwa event ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya mendorong masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat.

“Alhamdulillah, setiap tahunnya jumlah peserta terus bertambah. Ini menunjukkan bahwa olahraga lari semakin diminati dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan Run Street Ramadan sendiri telah mendapat pengakuan secara nasional dan resmi masuk dalam kalender event nasional.

“Event ini sudah masuk dalam kalender event nasional, sehingga diharapkan setiap tahun di bulan suci Ramadan tetap terselenggara dan semakin besar. Kami ingin ajang ini terus menjadi bagian dari tradisi olahraga yang dinantikan, tidak hanya oleh masyarakat Kukar tetapi juga oleh pelari dari berbagai daerah,” jelasnya.

Selain membawa manfaat bagi pelari, event ini juga berdampak positif pada ekonomi lokal. Kehadiran peserta dan penonton meningkatkan jumlah pengunjung di sekitar area lomba, yang berdampak pada peningkatan penjualan UMKM setempat.

Selain itu, menambah kemeriahan acara, panitia juga menyiapkan doorprize menarik bagi peserta dan penonton. Hadiah yang disediakan tidak hanya sebagai bentuk apresiasi, tetapi juga untuk semakin meningkatkan antusiasme masyarakat dalam mengikuti event ini.

“Dengan semakin seringnya event seperti ini digelar, kami berharap UMKM juga ikut berkembang dan merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Dinsos Sebut Banyak Anak Tinggal di Rumah tapi Tak Dapatkan Pengasuhan yang Layak

Tenggarong – Anak terlantar sering dianggap sebagai mereka yang hidup di jalanan tanpa orang tua atau tempat tinggal.

Namun, kenyataannya banyak anak yang masih tinggal bersama keluarga di rumah, tetapi tetap mengalami keterlantaran akibat kurangnya perhatian dan pengasuhan yang layak dari orang tua mereka.

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kukar, Yuliandris menjelaskan, banyak orang yang masih salah memahami konsep anak terlantar.

Sebagian orang mengira, anak terlantar ialah yang hidup menggelandang di jalanan, namun ada anak yang tinggal di rumah tetapi tetap dalam kondisi terlantar karena kurangnya pengasuhan yang layak.

“Jadi anak terlantar itu kita jangan menganggap anak terlantar itu adalah anak terlantar yang di jalanan. Anak terlantar itu bisa di rumah, orang tuanya lengkap, tapi bisa terlantar,” ujarnya, Sabtu (8/3/25).

Ia mengatakan bahwa keterlantaran tidak selalu terjadi karena faktor ekonomi, tetapi juga akibat pola asuh yang kurang baik dari orang tua.

Orang tua yang terlalu sibuk atau tidak mampu merawat anak dengan benar bisa menyebabkan anak tersebut terlantar secara emosional dan sosial.

“Meskipun orang tuanya lengkap, tapi anak itu tidak terurus, maka itu juga bisa dikatakan anak itu terlantar,” lanjutnya.

Untuk menangani permasalahan ini, Dinsos Kukar telah menjalankan berbagai program bantuan bagi anak-anak yang membutuhkan.

Beberapa bentuk bantuan yang diberikan meliputi bantuan tunai, bantuan permakanan, serta pembinaan bagi anak-anak yang berada dalam kondisi rentan.

Saat ini, terdapat sekitar 18 lembaga kesejahteraan sosial anak yang dikelola oleh masyarakat. Lembaga-lembaga ini berperan dalam memberikan perlindungan, pembinaan, dan pengasuhan bagi anak-anak yang tidak mendapatkan perhatian cukup dari keluarga mereka.

Selain itu, Pemkab Kukar juga memiliki Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Sosial Loka Bina Karya di Bukit Biru yang menangani anak-anak terlantar.

Panti ini sebelumnya sempat tutup selama beberapa tahun karena kewenangannya diambil alih oleh provinsi. Hal ini menyebabkan jumlah anak yang bisa ditampung menjadi terbatas.

“Sekarang anaknya kalau tidak salah sekitar 11 atau 12 orang. Karena fasilitasnya sekarang lama-lama tak terurus, insya Allah kita akan rehab juga pantinya itu,” pungkasnya. (adv/ak/ko)