BERITA TERBARU

Stafsus Presiden Nilai Binlat Bintang Pengabdian Kukar Efektif Cetak SDM Unggul

Tenggarong – Staf Khusus Presiden RI Bidang Program Strategis Nasional, Rizky Andrika menilai program Bimbingan dan Latihan (Binlat) Bintang Pengabdian di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai pembinaan yang efektif dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM )unggul dan siap mengabdi.

Penilaian tersebut disampaikan saat penutupan kegiatan Binlat Bintang Pengabdian yang digelar Pemerintah Kabupaten Kukar di Aula Serba Guna Gedung Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Kamis (29/1/2026).

Binlat Bintang Pengabdian dilaksanakan selama 10 hari dan diikuti peserta dari 20 kecamatan di Kukar.

Pada tahun ini, jumlah peserta Binlat Bintang Pengabdian mencapai 239 orang dan seluruhnya mampu mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan hasil seleksi dari masing-masing wilayah, sehingga pembinaan yang diberikan mencerminkan keterlibatan seluruh kecamatan dalam menyiapkan generasi muda calon pengabdi negara.

Menurut Rizky, pelaksanaan Binlat Bintang Pengabdian menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun kualitas manusia melalui pola pembinaan yang melibatkan berbagai perangkat daerah dan mitra.

Ia menilai program tersebut tidak hanya berorientasi pada kelulusan seleksi, tetapi juga membentuk disiplin, mental, dan daya juang peserta.

“Kegiatan hari ini luar biasa dan menjadi bukti nyata peran serta masyarakat, khususnya dukungan pemerintah daerah bersama mitra, termasuk Sekretariat Daerah dan Dispora Kutai Kartanegara, dalam pembinaan calon-calon bintang pengabdian,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa arah pembinaan SDM melalui program tersebut sejalan dengan kebijakan pembangunan nasional yang menempatkan peningkatan kualitas manusia sebagai prioritas utama.

“Program ini sangat sejalan dengan Asta Cita Presiden RI yang menekankan penguatan kualitas SDM. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa menjadi tolok ukur pembangunan bangsa melalui lahirnya SDM yang unggul,” ucapnya.

Rizky juga mendorong para peserta yang bercita-cita menjadi ASN, TNI, maupun Polri agar memanfaatkan pembinaan yang telah diberikan secara maksimal serta membuka peluang pengembangan program ini ke jalur sekolah kedinasan lainnya.

“Kami berharap para calon ASN, calon TNI, dan Polri dapat memanfaatkan program ini secara sungguh-sungguh. Bahkan ke depan, program ini tidak hanya untuk TNI dan Polri, tetapi juga bisa dikembangkan ke sekolah-sekolah kedinasan lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Sekda Kukar Sunggono menyampaikan Binlat Bintang Pengabdian telah memberikan hasil yang konkret dan terukur.

Ia menjelaskan, program ini secara bertahap mulai menunjukkan dampak positif terhadap kesiapan peserta dalam menghadapi seleksi pengabdian negara, baik dari sisi fisik, mental, maupun kedisiplinan.

“Alhamdulillah, program ini telah membuktikan efektivitasnya. Sudah ada peserta yang diterima di TNI AD, AL, AU, dan sekolah-sekolah kedinasan,” kata Sunggono.

Namun demikian, Sunggono mengakui masih terdapat tantangan, khususnya terkait keterbatasan kuota nasional dan formasi ASN.

Ia menyebutkan terdapat peserta yang secara nilai dan kemampuan telah memenuhi standar, namun belum dapat diterima karena keterbatasan daya tampung.

Pemerintah daerah, lanjutnya, terus melakukan langkah jemput bola melalui komunikasi dan roadshow ke berbagai perguruan tinggi serta sekolah kedinasan untuk membuka peluang kerja sama pendidikan ke depan.

“Kami berharap ada peluang agar putra-putri Kukar bisa dididik dengan pembiayaan dari pemerintah daerah. Jika itu bisa terwujud, dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan kebutuhan SDM kompeten di OPD teknis dapat terpenuhi,” jelasnya.

Sunggono juga mengungkapkan minat masyarakat terhadap Binlat Bintang Pengabdian terus meningkat.

Seluruh kecamatan telah mengirimkan peserta terbaiknya, bahkan terdapat peserta yang menempuh pendidikan di luar daerah namun memilih kembali ke Kukar untuk mengikuti program tersebut.

“Ini cukup mengejutkan dan membanggakan. Anak-anak yang sekolah di luar daerah justru memilih kembali mengikuti program ini. Artinya, kepercayaan publik terhadap Binlat Bintang Pengabdian sangat tinggi,” tutupnya. (ak/ko)

Salehuddin Serap Aspirasi Jurnalis Kukar Terkait Tantangan Industri Media

Tenggarong – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin, membuka ruang dialog bersama puluhan jurnalis asal Kutai Kartanegara (Kukar) untuk mendengarkan secara langsung berbagai persoalan yang tengah dihadapi industri media.

Pertemuan ini menjadi forum terbuka bagi insan pers untuk menyampaikan kegelisahan mereka terhadap kondisi kemitraan dan keberlangsungan perusahaan media di daerah.

Kegiatan tersebut digelar di rumah makan CEO Terapung, Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong pada Rabu (28/1/2026).

Dalam dialog tersebut, Salehuddin secara khusus mengundang pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kukar.

Ia ingin memastikan suara aspirasi jurnalis daerah benar-benar terdengar dan menjadi bagian dari pertimbangan dalam pembahasan kebijakan di tingkat legislatif.

Ia menyebut kondisi hubungan kerja antara pemerintah dan media saat ini tidak bisa dipandang baik-baik saja.

Menurutnya, berbagai perubahan kebijakan justru menempatkan media lokal pada posisi yang semakin rentan, terutama di tengah keterbatasan anggaran dan tuntutan profesionalisme yang terus meningkat.

“Kita harus akui, ada kebijakan-kebijakan yang menurut saya kurang pas, sehingga proses kemitraan ini berada di titik kritis. Banyak media online maupun cetak yang sedang berjuang untuk sekadar bertahan hidup,” ujarnya kepada insan pers Kukar.

Ia menilai, persoalan yang dihadapi media bukan hanya soal pendanaan, tetapi juga menyangkut kejelasan pola kerja sama dan ruang gerak yang semakin terbatas.

Situasi tersebut, menurutnya, berpotensi melemahkan fungsi pers sebagai pilar demokrasi di daerah jika tidak segera dicarikan jalan keluar.

Salehuddin menegaskan, peran media tidak dapat direduksi sekadar sebagai penyedia publikasi kegiatan.

Media, kata dia, memiliki fungsi strategis dalam menyampaikan kerja-kerja legislatif, menyuarakan kepentingan publik, serta menjaga akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.

“Saya melihat tantangan internal kawan-kawan media sangat besar, termasuk soal deskripsi pekerjaan dengan pemerintah yang harus segera dicarikan solusinya,”lanjutnya.

Meski mengakui bahwa tahun 2026 masih diwarnai keterbatasan akibat dinamika anggaran di tingkat provinsi maupun kabupaten, Salehuddin tetap menyampaikan pandangan optimistis.

Ia menyebut, ada peluang perubahan kebijakan keuangan yang lebih adaptif dan memberi ruang bagi keberlangsungan ekosistem media lokal.

“Saya yakin Insyaallah di 2026 ini kondisinya akan sedikit berbeda dan lebih berharga. Kami di komisi akan terus memperjuangkan agar kemitraan ini kembali pulih. Harapannya, pada 2027 nanti kondisi keuangan kita benar-benar stabil kembali,” pungkasnya. (ak/ko)

Aerosport di Kukar Bangkit Kembali, Firnadi Ikhsan Optimistis Kukar Bisa Sumbang Prestasi

Tenggarong – Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kutai Kartanegara (Kukar), Firnadi Ikhsan, menyatakan optimisme olahraga aerosport yang kembali bangkit di Kukar mampu melahirkan prestasi bagi daerah.

Hal tersebut disampaikannya saat latihan bersama komunitas aerosport di lapangan sepak bola Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Selasa (28/1/2026).

Firnadi mengungkapkan, aerosport sejatinya bukan cabang olahraga baru di Kukar. “Aerosport ini sebenarnya sudah pernah hadir di Kukar di era 2000-an, tetapi sempat teredup dan hilang, sekarang kita hidupkan kembali,” ujarnya.

Menurutnya, kebangkitan aerosport saat ini menjadi momentum penting, karena olahraga tersebut telah diperlombakan secara luas di berbagai daerah di Indonesia.

Ia menilai, Kukar memiliki potensi wilayah dan sumber daya yang mendukung untuk kembali bersaing di cabang ini.

“Ini olahraga yang dipertandingkan secara nasional, jadi sangat terbuka peluang bagi Kukar untuk berprestasi,” kata dia.

Ia menjelaskan, aerosport memiliki karakter yang berbeda dibandingkan cabang olahraga lain, karena memanfaatkan media udara.

Selama ini, aktivitas olahraga lebih banyak dilakukan di darat dan perairan, sementara aerosport ini ustru menggabungkan teknologi dan inovasi.

“Selama ini kita terbiasa dengan olahraga di darat dan sungai, sekarang kita bersentuhan dengan udara yang padat teknologi dan inovasi,” ungkapnya.

Pria yang juga dikenal sebagai anggota DPRD Kalimantan Timur tersebut menilai, keunikan yang hanya di miliki olahraga tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda.

Selain menantang, kata dia, aerosport juga menuntut keterampilan, ketelitian, serta pengetahuan yang baik.

Karena itu, FASI Kukar terus mendorong sosialisasi agar olahraga ini semakin dikenal luas.

“Olahraga ini membutuhkan skill dan pengetahuan, dan ini sangat baik untuk merangsang minat serta kreativitas generasi muda,” ujarnya.

Selain aspek pembinaan atlet, Firnadi juga melihat aerosport memiliki potensi sebagai tontonan olahraga yang menarik perhatian masyarakat.

Aktivitas terbang dinilai mampu menghadirkan pengalaman berbeda dibandingkan olahraga pada umumnya.

“Selama ini orang hanya melihat pesawat yang terbang, sekarang lewat aerosport kita bisa melihat orang terbang melalui wahana olahraga, dan itu tentu menarik,” kata dia.

Ke depan, Firnadi berharap aerosport di Kukar dapat terus eksis dan berkembang secara berkelanjutan.

Ia optimistis, dengan konsistensi pembinaan dan keterlibatan generasi muda, aerosport mampu menjadi cabang unggulan daerah.

“Harapan kami, aerosport Kukar bisa menjadi wadah pembinaan generasi muda, melahirkan atlet berprestasi, dan mengharumkan nama Kukar,” pungkasnya. (ak/ko)

Firnadi Ikhsan Dukung Aerosport Jadi Wadah Prestasi Generasi Muda Kukar

Tenggarong – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Firnadi Ikhsan mendukung pengembangan olahraga aerosport sebagai wadah prestasi bagi generasi muda di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Dukungan tersebut disampaikannya saat melaksanakan kegiatan reses yang digabung dengan latihan bersama komunitas aerosport di lapangan sepak bola Desa Loa Raya, Tenggarong Seberang, Selasa (28/1/2026).

Ia mengatakan, masa reses dimanfaatkannya untuk turun langsung ke lapangan dan berinteraksi dengan masyarakat, khususnya komunitas olahraga.

“Hari ini saya melaksanakan reses sekaligus bergabung dengan komunitas yang bergiat di bidang olahraga aerosport, karena ini punya potensi besar untuk dikembangkan di Kukar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, latihan bersama ini juga diarahkan untuk mendukung target prestasi daerah ke depan, termasuk persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi 2026.

“Tujuan kita tentu ingin bersama-sama para atlet mempersiapkan diri dan mengaitkan latihan ini dengan target prestasi, termasuk menghadapi Porprov 2026,” kata dia.

Menurutnya, dari cabang aerosport, Kukar ditargetkan mampu menyumbangkan hingga 10 medali emas apabila pembinaan dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

Ia menilai, lokasi lapangan sepak bola Desa Loa Raya sangat mendukung kegiatan latihan, karena memiliki ruang terbuka yang memadai dan aman untuk aktivitas terbang.

“Tempat ini menurut kawan-kawan merupakan spot yang baik dan aman untuk melaksanakan latihan aerosport,” ungkapnya.

Firnadi juga mengajak masyarakat serta para pelajar untuk ikut menyaksikan dan mengenal olahraga aerosport secara langsung.

Ia berharap, keterlibatan tersebut dapat memunculkan minat generasi muda untuk mengembangkan potensi diri melalui cabang olahraga yang menantang dan berbasis teknologi.

“Kami ingin adik-adik pelajar dan generasi muda melihat langsung, lalu tertarik dan mau mengembangkan potensi mereka melalui olahraga ini,” ucapnya.

Ia mengakui, saat ini jumlah atlet aerosport di Kukar masih terbatas sehingga perlu sosialisasi dan regenerasi secara terus-menerus.

“Olahraga ini membutuhkan skill dan pengetahuan, sehingga sangat cocok untuk membentuk karakter positif generasi muda,” jelasnya.

Ia berharap aerosport bisa terus eksis dan berkembang dalam jangka panjang.

“Harapan kita ke depan, aerosport bisa menjadi wadah pembinaan generasi muda yang positif, berprestasi, dan mampu mengharumkan nama Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (ak/ko)

Deputi Gubernur BI RI Sambangi Kedaton Kutai Tegaskan Arah Sinergi

Tenggarong – Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Republik Indonesia (RI), Filianingsih Hendarta, menyambangi Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura untuk menegaskan arah sinergi antara Bank Indonesia dan institusi adat dan budaya.

Pertemuan tersebut berlangsung di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Tenggarong, Senin (26/1/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda silaturahmi Bank Indonesia dengan Kesultanan Kutai yang bertujuan mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat kerja sama strategis di daerah, khususnya dalam mendukung pembangunan yang selaras dengan nilai-nilai budaya.

Rombongan Deputi Gubernur BI RI disambut langsung oleh Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura ke- XXI, Aji Muhammad Arifi, didampingi Bunda Ratu serta jajaran kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura di lingkungan Kedaton.

Filianingsih menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Kesultanan Kutai.

Ia memandang Kesultanan sebagai bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa yang hingga kini tetap konsisten menjaga nilai-nilai kearifan lokal dan identitas budaya.

“Kesultanan Kutai merupakan bagian penting dari sejarah bangsa. Nilai-nilai kearifan lokal, kebersamaan, dan keseimbangan yang diwariskan lintas generasi sejalan dengan semangat Bank Indonesia dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Filianingsih juga menegaskan komitmen BI untuk terus memperkuat sinergi dengan Kesultanan Kutai, terutama dalam mendukung pelestarian budaya, pengembangan ekonomi kerakyatan, penguatan UMKM, serta peningkatan literasi ekonomi dan keuangan masyarakat.

“Melalui silaturahmi ini, kami berharap sinergi antara Bank Indonesia dan Kesultanan Kutai Kartanegara, termasuk dengan jajaran prioritas daerah, dapat terus ditingkatkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kutai Kartanegara dan Kalimantan Timur,” tuturnya.

BI menilai nilai-nilai adat dan kearifan lokal yang dijaga Kesultanan Kutai merupakan modal sosial yang kuat dalam menopang pembangunan ekonomi daerah.

Karena itu, kolaborasi antara kedua pihak dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Pangeran Hario Notonegoro menyampaikan, kunjungan tersebut menjadi momentum bagi Kesultanan Kutai untuk memperkenalkan kekayaan adat istiadat dan budaya yang dimiliki Kukar kepada BI.

Ia juga menilai kehadiran Deputi Gubernur BI RI beserta rombongan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai adat dan tata krama Kesultanan Kutai Kartanegara.

“Apa yang dilakukan Deputi Gubernur Bank Indonesia beserta rombongan mencerminkan penghormatan dan menjunjung tinggi adab Kesultanan Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (ak/ko)

PWI Kukar Temui Sultan Kutai, Bangun Arah Sinergi Pemberitaan

Tenggarong – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2025–2028 menemui Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura untuk membangun arah sinergi pemberitaan.

Pertemuan tersebut berlangsung di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Tenggarong, Senin (26/1/2026).

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ajang mempererat relasi antara insan pers dan institusi budaya Kesultanan.

Kedatangan jajaran PWI Kukar diikuti puluhan jurnalis yang dipimpin Ketua PWI Kukar, Andi Wibowo, bersama Sekretaris, Lodia Astagina dan Bendahara, Fairuz Zabadi.

Rombongan diterima langsung oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, H Aji Muhammad Arifin, didampingi Bunda Ratu serta Dhanur Dwijatmiko atau Pangeran Mangkupatih yang menyampaikan pandangan Sultan dalam pertemuan tersebut.

Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura ke- XXI, Aji Muhammad Arifi menyampaikan apresiasi atas kunjungan PWI Kukar di kediaman nya.

Ia memandang silaturahmi tersebut sebagai ruang dialog yang penting untuk memperkuat komunikasi serta menyatukan persepsi antara Kesultanan dan insan pers dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Sultan juga menyoroti peran strategis media dalam menjaga keseimbangan informasi publik.

Menurutnya, pemberitaan yang disajikan secara bertanggung jawab dapat menjadi sarana edukasi sekaligus penguat nilai-nilai budaya serta keharmonisan sosial di Kukar.

“Diharapkan hubungan baik dan sinergi ini terus terjaga, sehingga pemberitaan yang dihasilkan dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kukar, Andi Wibowo menyampaikan penghargaan atas sambutan hangat dari Sultan Kutai dan keluarga besar Kesultanan.

Ia menegaskan bahwa PWI Kukar berkomitmen menjaga hubungan baik serta membuka ruang kerja sama yang berkesinambungan.

“Terima kasih atas sambutan hangat dari Ayahanda Yang Mulia Sultan. Semoga silaturahmi ini terus terjaga dan menghasilkan output pemberitaan yang positif serta sinergi yang baik,” ungkap Andi Wibowo.

Pada pertemuan tersebut, PWI Kukar turut menyerahkan cinderamata berupa karikatur kepada sultan.

Pemberian tersebut diterima dengan penuh kegembiraan oleh Sultan beserta jajaran keluarga Kesultanan.

Selain itu, silahturahmi ini menjadi langkah memperkuat hubungan antara insan pers dan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Selain mempererat komunikasi, pertemuan tersebut menegaskan peran media sebagai mitra dalam menjaga nilai budaya, menyebarkan informasi yang sehat, serta memperkuat persatuan masyarakat di Kukar.

“Kami siap bersinergi dan berkoordinasi yang baik dengan pihak Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura,” pungkasnya. (ak/ko)