BERITA TERBARU

Wakil Gubernur Kaltim Safari Ramadan di Kukar Bahas Kemandirian Pangan dan Program Gratis Poll

Tenggarong – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, melaksanakan safari ramadan di Kutai Kartanegara (Kukar) dengan menggelar silaturahmi, buka puasa bersama, dan sholat Maghrib berjamaah di Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Tenggarong pada Selasa (25/3/25).

Dalam kunjungannya, Seno Aji membahas sejumlah program yang akan diperkuat di Kukar, khususnya dalam bidang kemandirian pangan dan program gratis poll bagi masyarakat.

Seno Aji menegaskan bahwa sektor pertanian di Kukar akan jadi fokus utama dan akan terus diperkuat guna mencapai ketahanan pangan yang lebih baik.

“Yang utama adalah bidang pertanian. Kami akan terus menggenjot sektor ini di Kutai Kartanegara agar bisa mencapai kemandirian pangan di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Selain itu, ia juga memastikan bahwa masyarakat Kukar akan mendapatkan manfaat dari program pendidikan gratis yang telah menjadi komitmen Pemprov Kaltim.

“Ya, tentu. Program pendidikan gratis sudah menjadi komitmen kami untuk seluruh wilayah Kalimantan Timur,” tuturnya.

Tak hanya itu, Pemprov Kaltim juga akan menyiapkan bantuan anggaran bagi Kukar untuk mendukung pembangunan daerah.

“Pasti. Dari Pemprov, setiap kabupaten/kota akan mendapatkan bantuan, minimal 10 miliar rupiah,” kata Seno Aji.

Ia juga menyampaikan harapannya agar Kukar terus berkembang dengan sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi.

“Ini adalah kunjungan perdana saya di Kukar setelah dilantik oleh Bapak Presiden, dalam rangka safari Ramadan. Syukur alhamdulillah, Pak Sekda dan beberapa anggota Dewan juga hadir di sini. Ini suatu hal yang sangat membanggakan dan menyenangkan bisa kembali ke Kutai Kartanegara. Kami berharap Kukar bisa lebih maju ke depannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menyatakan Pemkab Kukar siap berkoordinasi untuk menjalankan program-program yang dicanangkan Pemprov, terutama dalam bidang ketahanan pangan.

“Tentu, kami mendukung semua kebijakan pemerintah provinsi. Untuk kebijakan yang sangat teknis, tentu akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan OPD terkait,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa program makan gratis merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kukar.

“Ya, tentu. Khususnya dalam hal ketahanan pangan. Salah satunya program makan gratis,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Umat Hindu di Desa Kerta Buana Akan Arak Ogoh-Ogoh Keliling Menyambut Hari Raya Nyepi

Tenggarong – Umat Hindu di Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang, akan arak ogoh-ogoh keliling desa pada 28 Maret 2025 mendatang sebagai bagian dari persiapan menyambut hari raya Nyepi.

Tradisi ini merupakan ritual penyucian diri dan lingkungan sebelum memasuki tahun baru saka 1947, yang selalu dinantikan oleh masyarakat setempat.

Ogoh-ogoh sendiri merupakan patung raksasa yang biasanya dibuat dengan wujud menyeramkan, melambangkan Bhuta Kala atau roh jahat dalam ajaran Hindu.

Patung ini nantinya akan diarak mengelilingi desa sebagai simbol pembersihan diri dan lingkungan dari energi negatif.

Setelah itu, ogoh-ogoh akan dibakar sebagai tanda pelepasan segala hal buruk agar masyarakat dapat memasuki tahun baru dalam keadaan suci dan harmonis.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Ahmad Ivan, mengatakan tradisi ini tidak hanya memiliki makna spiritual bagi umat Hindu, tetapi juga menjadi daya tarik budaya yang selalu dinantikan oleh masyarakat luas.

“Kegiatan ini lebih dari sekadar ritual keagamaan, tapi juga warisan budaya yang memperkaya keberagaman di Kukar. Kami mengajak semua pihak untuk ikut meramaikan acara ini,” ujarnya, Selasa (25/3/25).

Untuk menambah kemeriahan, Dispar Kukar telah menyiapkan berbagai zona kuliner yang menyajikan makanan khas Bali dan Kutai, serta stan UMKM yang menghadirkan produk lokal.

Harapannya, perayaan ini tidak hanya menjadi ajang spiritual bagi umat Hindu, tetapi juga bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Kami ingin masyarakat merasakan kemeriahan penuh dari perayaan ini, bukan hanya melihat arak-arakan Ogoh-Ogoh, tetapi juga menikmati kuliner, pertunjukan seni, dan berbagai atraksi budaya yang sudah kami siapkan,” jelasnya.

Promosi acara ini telah dilakukan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial dan kerja sama dengan komunitas wisata.

Harapannya, arak-arakan Ogoh-Ogoh ini bisa menjadi daya tarik utama yang menarik lebih banyak wisatawan ke Kukar.

“Kami ingin menjadikan arak-arakan Ogoh-Ogoh sebagai salah satu ikon budaya Kukar. Dengan promosi yang gencar, semoga semakin banyak orang yang datang dan mengenal lebih jauh kekayaan budaya daerah kita,” jelasnya.

Ia pun menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan tradisi ini agar tetap lestari dan terus berkembang.

“Kami berharap acara ini bisa menjadi agenda tahunan yang semakin besar di masa depan,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Pemkab Kukar Matangkan Strategi Guna Kendalikan Inflasi Jelang Idulfitri 1446 H

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mematangkan strategi untuk mengendalikan inflasi menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H/2025 M.

Hal ini menjadi pembahasan utama dalam rapat koordinasi Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar di Aula Kantor Bappeda pada Selasa (25/3/25).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, yang memimpin jalannya rapat menegaskan inflasi yang terjadi menjelang Idulfitri perlu dikendalikan agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Kami memastikan upaya pengendalian inflasi berjalan efektif melalui keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, serta kelancaran distribusi barang di pasaran,” ujarnya.

Sejumlah kebijakan pun telah diterapkan, di antaranya operasi pasar dan gerakan pangan murah di beberapa titik guna menekan lonjakan harga.

Sidak terhadap stok bahan pangan dan LPG 3 Kg juga terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan tetap aman.

Pemkab Kukar juga rutin melaporkan kondisi inflasi ke Kemendagri melalui tautan wasinflasi.kemendagri serta menyusun neraca ketersediaan pangan secara berkala.

“Kami juga memanfaatkan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mengantisipasi dampak inflasi. Dana ini dapat digunakan untuk bantuan sosial, subsidi transportasi, serta intervensi harga apabila diperlukan,” jelasnya.

Guna mencegah kenaikan harga yang tidak wajar, Pemkab Kukar meningkatkan koordinasi dengan Satgas Pangan dan aparat penegak hukum untuk mengawasi distribusi serta mengantisipasi adanya penimbunan bahan pokok.

Sunggono mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kelangkaan barang.

“Kami berharap masyarakat tidak panik dalam berbelanja. Dengan koordinasi yang telah kami lakukan, kami pastikan stok kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang wajar,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Pemkab Kukar Rencanakan Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Jonggon

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) saat ini tengah merencanakan pembangunan sekolah rakyat dengan fasilitas asrama di Desa Jonggon, Kecamatan Loa Kulu.

Sekolah rakyat merupakan program pendidikan berasrama yang diinisiasi oleh pemerintah pusat untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono, menjelaskan bahwa sekolah rakyat nantinya akan menerapkan sistem pendidikan gratis mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Ia mengatakan Pemkab Kukar saat ini tengah menyiapkan lahan seluas 5-10 hektare untuk mendukung program tersebut.

Selain menyediakan lahan, pemkab juga akan bertanggung jawab dalam pembangunan akses jalan menuju lokasi. Disisi lain konstruksi pembangunan sekolahnya akan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

“Kita sedang mendiskusikan aset yang tersedia agar bisa digunakan untuk program ini. Mudah-mudahan legalitasnya bisa disepakati karena besok akan kita sampaikan usulannya,” ujarnya, Senin (24/3/25).

Sekolah rakyat ini, nantinya akan dirancang agar dapat menampung hingga 1.000 siswa dalam satu kompleks.

“Opsinya di Desa Jonggon dekat SPN, di sana juga ada rencana Disnakertrans membangun Balai Latihan Kerja (BLK). Bayangan kita, pemerintah pusat hanya sampai SMA, lalu kita lanjutkan ke BLK untuk pelatihan,” lanjutnya.

Saat ini, program sekolah rakyat telah diterapkan di 100 titik sebagai pilot project, tersebar di 25 lokasi sentra dan balai Kemensos, serta masing-masing 25 titik di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

“Kukar belum termasuk, tapi kita menyiapkan diri karena kabupaten/kota lain menyusul. Kita menyambut baik program ini dari Kemensos,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Keripik Tempe Loh Sumber Berhasil Tembus Pasar Jakarta

Tenggarong – Keripik tempe buatan warga Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini mampu menembus pasar Jakarta.

Produk olahan berbasis tempe ini membuktikan bahwa hasil dari produksi desa mampu bersaing di tingkat nasional dan memiliki peluang lebih besar untuk dapat berkembang.

Kepala Desa Loa Sumber, Sukirno, mengatakan bahwa pengiriman terbaru ke Jakarta telah dilakukan pada pagi tadi, dengan jumlah sekitar seribu bungkus.

“Alhamdulillah, hari ini kami mengirim sekitar seribu bungkus ke Jakarta. Baru tadi jam 10 berangkat,” ujarnya, Sabtu (22/3/25).

Ia menyampaikan, olahan keripik tempe yang ada di Desa Loh Sumber dikembangkan oleh Tim Penggerak PKK sejak dua tahun lalu sebagai upaya meningkatkan nilai tambah tempe, yang selama ini telah menjadi produk unggulan desa.

Berkat kerja keras dan komitmen dalam menjaga kualitas, produknya kini mampu dikirim dalam jumlah besar ke ibu kota.

Ia juga mengungkapkan, masuknya produk desa tersebut ke pasar Jakarta tidak lepas dari kerja sama dengan PT Multi Harapan Utama (MHU), yang membantu dalam distribusi produk ke luar daerah.

Namun, ia juga menyadari hingga saat ini, keripik tempe tersebut belum tersedia di wilayah Kecamatan Loa Kulu maupun pusat perbelanjaan di Kalimantan Timur.

“Mohon maaf, saat ini kami masih fokus memenuhi permintaan dari Jakarta. Untuk daerah sendiri, sementara belum bisa kami akomodir,” jelasnya.

Meskipun begitu, ia menegaskan timnya sedang berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi agar dapat memenuhi permintaan di berbagai daerah, termasuk di Kalimantan Timur sendiri.

Ia optimistis untuk ke depannya, kripik tempe Loh Sumber ini akan lebih mudah didapatkan oleh masyarakat setempat.

Selain memperluas pasar, inovasi juga menjadi perhatian utama. Saat ini, keripik tempe Loa Sumber masih tersedia dalam varian rasa original.

Namun, agar semakin diminati, tim PKK berencana menghadirkan pilihan rasa baru yang lebih beragam.

“Kami akan mencoba inovasi rasa baru agar produk ini makin berkembang,” katanya.

Sukirno menuturkan keterlibatan ibu-ibu PKK dalam produksi dapat memberikan manfaat ganda, yaitu menambah penghasilan rumah tangga sekaligus mengasah keterampilan mereka dalam berwirausaha.

Dengan pencapaian ini, ia berharap usaha ini bisa terus berkembang dan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi warga sekitar, terutama perempuan.

“Mudah-mudahan dengan ini, bisa menekan angka pengangguran, khususnya bagi perempuan melalui Tim PKK,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Loh Sumber Raih Status Desa Mandiri Berkat Inovasi dan Kebersamaan

Tenggarong – Desa Loh Sumber yang terletak di Kecamatan Loa Kulu, berhasil meraih status desa mandiri berkat inovasi dan kebersamaan antara pemerintah desa, lembaga desa, dan masyarakat.

Sinergi ini menjadi kunci dalam menggerakkan berbagai sektor, terutama ekonomi berbasis pertanian, guna meningkatkan kesejahteraan warga.

Kepala Desa Loh Sumber, Sukirno, mengungkapkan bahwa pencapaian ini bukan hanya hasil kerja dari satu pihak, melainkan buah dari kerja sama yang kuat di berbagai lini.

Salah satu terobosan penting yang dilakukan adalah mengaktifkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Purnama, yang kini berperan sebagai penggerak ekonomi desa.

“Dulu, BUMDes di desa ini belum aktif. Sekarang, alhamdulillah, kita punya BUMDes yang benar-benar bermanfaat bagi petani,” ujar Sukirno saat diwawancarai, Sabtu (22/3/25).

Melalui BUMDes, petani mendapatkan akses lebih mudah ke bantuan dan pendampingan, sehingga hasil pertanian mereka meningkat.

Bukan hanya itu, desa juga rutin mengadakan pelatihan untuk membekali petani menghadapi tantangan seperti perubahan iklim dan fluktuasi harga pasar.

“Pembinaan dan pemberdayaan harus menyentuh semua lini. Pemerintah desa tidak bisa bekerja sendiri, sinergi dengan masyarakat adalah kunci,” lanjutnya.

Berkat kerja sama yang solid, Desa Loh Sumber kini resmi menyandang status desa mandiri.

Pencapaian ini bukan sekadar prestasi, tetapi juga tantangan untuk terus berinovasi dan mempertahankan kemandirian.

“Kami optimistis bisa terus berkembang. Dengan semangat gotong royong dan dukungan semua pihak, kesejahteraan masyarakat adalah tujuan utama,” tutupnya. (adv/ak/ko)