Ahmad Yani Angkat Suara soal Isu Bupati Kukar Tinggalkan PDI Perjuangan

Tenggarong – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, akhirnya angkat suara menanggapi isu Bupati Kukar Aulia Rahman Basri yanh dikabarkan meninggalkan PDI-Perjuangan dan berpindah ke Partai Gerindra.

Ia menegaskan bahwa perjalanan politik sang bupati sejak awal sangat terkait dengan PDI-Perjuangan, termasuk saat partai tersebut mengantarkannya menjadi kepala daerah melalui dukungan penuh pada proses pencalonan.

Menurut Yani, keputusan berpindah partai sepenuhnya merupakan pilihan pribadi yang tidak dapat dicegah maupun dihalangi.

Ia menyebut, dinamika politik seseorang tidak bisa dipaksakan, meski perpindahan itu akan membawa konsekuensi bagi partai yang sebelumnya menaungi.

“Tapi kan tentu kembali lagi kepada yang bersangkutan. Kita juga tidak bisa menolak dan tidak bisa juga mencegah. Tapi itu adalah pilihan,” ujarnya, saat ditemui pada Senin (24/11/2025).

Yani menilai isu tersebut menimbulkan kekecewaan di internal PDI Perjuangan, mengingat sang bupati selama ini dianggap sebagai kader terbaik.

Ia mengatakan, keberhasilan sang bupati mencapai jabatan strategis tidak lepas dari dukungan partai.

“Menjadi lokomotif, menjadi kader terbaik di Kukar karena bisa jadi bupati, tapi setelah jadi bupati pindah ya itu kembali ke yang bersangkutan,” kata dia.

Dirinya menyebutkan bahwa isu tersebut menjadi pukulan yang cukup berat bagi struktur PDI Perjuangan di Kukar.

“Pada intinya adalah kami seluruh kader di Kukar sangat menyayangkan dan tentu ini sangat betul-betul menjadi duka bagi PDI-Perjuangan di Kukar,” tuturnya.

Yani menjelaskan, penanganan isu ini menunggu arahan resmi dari DPP PDI-Perjuangan.

Menurutnya, pusat akan menentukan langkah organisasi, termasuk kemungkinan sanksi jika perpindahan tersebut benar dan telah dikonfirmasi.

“Kebijakan dan tentu penegasan dari pusat, apakah ada pemecatan sebagai kader atau ada konsekuensi lain,” ucapnya.

Secara administrasi, Yani menyebut bahwa sang bupati masih terdaftar sebagai pengurus DPC PDI-Perjuangan dan masih memegang KTA.

“Sampai saat ini kan masih berlaku dan belum ada pengunduran diri, dan kami anggap keanggotannya kan masih berlaku,” jelasnya.

Dari sisi etika, Yani menilai tindakan berpindah partai otomatis bersinggungan dengan AD/ART PDI Perjuangan.

Ia menegaskan bahwa hal tersebut termasuk pelanggaran etika organisasi. “Ya kalau secara etik kan ya tentu kan pasti ada konsekuensi secara etik ya bahwa ya kami anggap itu kan menyalahi ADRT partai,” ujarnya.

Yani berharap bupati memberikan penjelasan resmi untuk mengakhiri spekulasi. Ia menilai klarifikasi diperlukan agar situasi politik tetap kondusif.

“Ya mudah-mudahan nanti ada klarifikasi khusus dari beliau. Ini sangat disayangkan sebenarnya ya,” pungkasnya. (ak/ko)

Aulia Rahman Basri Respons Spekulasi Perpindahan Politik ke Gerindra

Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri menanggapi spekulasi terkait perpindahan politiknya ke Partai Gerindra.

Isu tersebut menguat setelah dirinya hadir dalam Rakerda DPD Gerindra Kaltim pada Minggu (23/11/2025) kemarin.

Kehadirannya memicu pertanyaan publik, terlebih karena sebelumnya ia dikenal berasal dari Partai PDI-Perjuangan.

Menanggapi dugaan pergeseran arah politik itu, Aulia tidak memberikan kepastian apakah dirinya benar sedang dalam proses pindah partai.

Ia menjelaskan, langkah-langkah yang ditempuhnya selalu dikaitkan dengan kepentingan pembangunan daerah, bukan semata keputusan politik pribadi.

Aulia menyampaikan, dinamika politik yang berkembang tidak boleh menutupi tujuan utama pemerintah daerah.

Menurutnya, setiap kebijakan yang diambil harus tetap fokus pada pelayanan dan percepatan pembangunan di Kukar.

“Intinya gini, sebagaimana yang saya sampaikan tadi. Apa pun yang kita lakukan hari ini, kita ingin memberikan kesempatan pembangunan yang terbaik untuk Kabupaten Kukar,” ujarnya setelah upacara Hari Guru Nasional di halaman Kantor Bupati Kukar, Senin (24/11/2025)

Baginya, pilihan politik harus mendukung agenda pembangunan yang lebih kuat. “Jadi apa pun itu yang bisa membawa pembangunan yang lebih baik lagi ke Kukar, itulah arah tujuan kita,” lanjutnya.

Namun saat ditanya kembali apakah dirinya telah mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) Gerindra, Aulia memilih tidak menjawab secara jelas.

Ia menutup sesi wawancara dengan kalimat singkat sebelum berjalan meninggalkan para wartawan.

“Yang tahu-tahu aja,” tutupnya. (ak/ko)

Seno Aji Ungkap Niat Aulia Rahman Masuk Gerindra Sejak Terpilih Jadi Bupati Kukar

Samarinda – Ketua DPD Gerindra Kaltim Seno Aji mengungkapkan bahwa niat masuknya Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menjadi kader Gerindra telah lama mencuat.

Bahkan, kata dia, Aulia telah menyatakan kesiapannya menjadi kader Gerindra sejak dirinya terpilih menjadi Bupati Kukar pada perhelatan pemungutan suara ulang Pilkada Kukar 2025 lalu.

“Dan (Aulia) menyampaikan kepada kami dan kami meminta DPC (Gerindra Kukar) untuk ditindak lanjuti,” ucapnya usai pelaksanaan Rakerda DPD Gerindra Kaltim di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Minggu (23/11/2025).

Seno mengaku, Aulia Rahman telah resmi memiliki kartu tanda anggota (KTA) partai berlambang burung garuda tersebut. “Sudah diresmikan tadi sebagai kader Gerindra,” jelas Seno yang juga Wakil Gubernur Kaltim ini.

Dengan bergabungnya Bupati Kukar Aulia Rahman Basri ke Gerindra, Seno berharap ini menjadi angin segar bagi Partai Gerindra, khususnya di Kukar.

Ia mengungkapkan bahwa Kukar menjadi daerah yang memiliki data tarik sendiri. Terlebih, Kukar sangat berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ia pun menginginkan dengan adanya Aulia di Kukar, kursi parlemen Gerindra di DPRD Kukar dapat meningkat dengan signifikan.

“Paling tidak di angka 12 kursi angkanya,” tutupnya. (ko)

Pemkab Kukar Serahkan Ambulan dan Bantuan Alsintan untuk Perkuat Layanan dan Produktivitas Daerah

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menyerahkan dua unit ambulan serta paket alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada masyarakat di Kecamatan Samboja, Sabtu (22/11/2025).

Penyerahan bantuan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperluas akses fasilitas publik dan mendorong kemandirian sektor pangan melalui dukungan sarana yang lebih memadai.

Wakil Bupati Kukar, Rendi lebih menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak yang terlibat dalam pembangunan daerah.

“Apresiasi dan terima kasih atas segala bentuk dukungan terhadap upaya pembangunan di kecamatan-kecamatan Dapil 4, khususnya Samboja,” ujarnya.

Ia kemudian menekankan bahwa ambulan yang diserahkan tidak boleh dipandang sekadar penambahan aset daerah.

Rendi ingin fasilitas ini memastikan pelayanan kesehatan dapat dinikmati warga secara adil, terutama mereka yang tinggal jauh dari fasilitas layanan.

“Ambulans ini milik masyarakat dan harus melayani kebutuhan kesehatan secara cepat dan responsif. Manfaatkan optimal, terutama bagi ibu hamil atau warga yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan. Dan ingat, pemanfaatannya tidak boleh ada diskriminasi,” tegasnya.

Ambulan tersebut diberikan kepada Ponpes Al Ar Safi Kelurahan Handil Baru serta Kelurahan Tanjung Harapan.

Selain itu, bantuan sektor pertanian berupa handtraktor, power thresher, dan cultivator juga turut dibagikan kepada kelompok tani sebagai penunjang mekanisasi dan efisiensi kerja di lapangan.

Rendi menyebut, pembangunan pertanian merupakan salah satu fokus kerja pemerintah daerah.

Ia berharap keberadaan alsintan dapat membantu petani meningkatkan kemampuan produksi sekaligus memperluas peluang peningkatan kesejahteraan.

“Pemerintah Kabupaten sangat konsen terhadap pembangunan pertanian. Bantuan ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas petani,” jelasnya.

Rendi berharap bantuan alat-alat yang dibagikan dapat digunakan secara maksimal sehingga proses pengolahan lahan lebih modern, cepat, dan berdampak langsung pada ketahanan pangan daerah.

“Semoga alat-alat ini bisa mempercepat modernisasi pertanian sehingga ketahanan pangan daerah semakin kuat,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Pemkab Kukar Targetkan 700 Sertifikasi Lahan Masjid

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memastikan program rehabilitasi masjid tetap berlanjut sebagai bentuk peningkatan kenyamanan rumah ibadah.

Selain itu, Pemkab Kukar juga menargetkan percepatan sertifikasi lahan bagi 700 masjid mulai 2026 untuk memperkuat legalitas aset keagamaan di seluruh wilayah.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri menyampaikan percepatan sertifikasi lahan menjadi kebutuhan mendesak karena banyak masjid di Kukar yang belum memiliki legalitas tanah.

Menurutnya, status kepemilikan yang jelas akan menjadi pondasi dalam penguatan administrasi dan pembinaan rumah ibadah ke depannya.

“Tahun depan sekitar 700 masjid akan kita siapkan sertifikasinya, bekerja sama dengan BPN,” jelasnya, Sabtu (22/11/2025).

Ia menjelaskan, Kukar memiliki jumlah masjid yang sangat banyak, diperkirakan mencapai 2.000 hingga 3.000 unit.

Satu desa, kata dia, bahkan bisa memiliki beberapa masjid jami’, sehingga proses penataan legalitas tidak bisa dilakukan sekaligus dan perlu diprioritaskan pada unit-unit yang paling membutuhkan.

Aulia menegaskan, pendataan awal telah dilakukan untuk mengidentifikasi masjid besar dan masjid jami’ yang akan masuk program pertama pada 2026.

“Kita coba identifikasi, utamanya masjid-masjid jami di kecamatan dan masjid besar di desa. Karena satu desa saja bisa ada 2–3 masjid besar,” terangnya.

Selain sertifikasi lahan, Pemkab Kukar juga tetap memastikan program rehabilitasi masjid tetap berjalan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pemerintah daerah melihat kenyamanan jamaah sebagai salah satu hal penting yang harus terus dipenuhi, sehingga pemeliharaan dan peningkatan fasilitas masjid tidak boleh terhenti.

“Program rehabilitasi masjid tetap kita laksanakan. Kita ingin seluruh jemaah mendapatkan kenyamanan dalam beribadah,” ujarnya.

Di luar itu, Aulia turut menegaskan bahwa pemerintah juga melaksanakan fasilitasi akta pendirian yayasan rumah ibadah dengan bantuan biaya sekitar Rp 5 juta per yayasan.

Ia menekankan bahwa program ini berbeda dari sertifikasi lahan, karena fokusnya pada aspek kelembagaan pengelola rumah ibadah, bukan status kepemilikan tanah.

“Kalau akta yayasan lima juta itu beda. Itu legalitas badan hukumnya, bukan sertifikasi lahannya,” tegasnya.

Melalui dua program tersebut Pemkab Kukar berupaya memperkuat administrasi, legalitas, serta kualitas bangunan masjid secara bertahap dan merata.

“Pemerintah berharap percepatan legalitas lahan masjid pada 2026 dapat menjadi pijakan penting bagi keberlanjutan pembinaan rumah ibadah di seluruh wilayah Kukar,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Pemkab Kukar Perluas Beasiswa Tematik untuk Penuhi Kebutuhan SDM Prioritas

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memperluas skema Beasiswa Tematik 1.000 Mahasiswa sebagai langkah memperkuat ketersediaan sumber daya manusia (SDM) di bidang-bidang yang menjadi kebutuhan prioritas daerah.

Melalui pengembangan sistem pembiayaan dan perluasan kemitraan perguruan tinggi, program ini diproyeksikan menjadi motor utama dalam mencetak tenaga terampil yang relevan dengan arah pembangunan Kukar di masa mendatang.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Dendy Irwan Fahriza, program beasiswa tersebut tidak hanya diteruskan, tetapi juga diarahkan untuk diperkuat melalui pola kerja sama yang lebih luas dan relevan dengan kebutuhan sektor prioritas.

Ia menyampaikan bahwa mekanisme baru akan membawa program beasiswa ini ke ranah yang lebih progresif.

“Untuk beasiswa kerja sama tematik, kita akan melanjutkan dari Beasiswa Kukar Idaman ke program Beasiswa Kukar Idaman Terbaik,” ujarnya, Jumat (21/11/2025),

Dendy mengatakan, Pemkab Kukar telah menetapkan target minimal 200 penerima beasiswa tematik setiap tahun.

Para penerima beasiswa diarahkan pada bidang yang dianggap strategis dan dibutuhkan daerah dalam jangka panjang.

“Program ini akan terus berlanjut dengan target 200 orang per tahun yang akan dibiayai, mulai dari sekolah kedinasan, tematik informatika, kesehatan, pertanian dalam arti luas. Itu akan berlanjut berdasarkan kebutuhan SDM tematik yang ada di Kutai Kartanegara,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan adanya perluasan area kerja sama dalam pelaksanaan program.

Pengembangan tersebut dilakukan agar proses pemenuhan tenaga profesional benar-benar berjalan efektif, terarah, dan tepat sasaran.

“Yang jelas, segmen kerja samanya yang kita eskalasi. Karena segmen ini akan lebih mengeksplor kebutuhan SDM tematik yang ada di perangkat daerah,” terangnya.

Dendy memberi contoh kebutuhan tenaga akuntansi yang saat ini masih belum terpenuhi di lingkungan Pemkab Kukar.

Ia menegaskan bahwa kerja sama dengan lembaga pendidikan telah dijalankan untuk menjawab kebutuhan tersebut.

“Salah satunya bidang akuntansi, kita masih kekurangan. Kita sudah bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara,” lanjutnya.

Sementara untuk sektor kesehatan menjadi perhatian besar, mengingat sejumlah fasilitas layanan kesehatan di Kukar kini beroperasi penuh sepanjang hari.

Pemenuhan tenaga medis dinilai wajib dilakukan agar pelayanan tidak terganggu.

“Untuk kesehatan, kita siapkan SDM untuk puskesmas dan rumah sakit, termasuk rumah sakit baru. Kita akan mengintervensi pembiayaan tuntas melalui beasiswa kerja sama tematik. Itu salah satu eskalasinya,” ujarnya.

Ia menyebut, peningkatan kebutuhan tenaga kesehatan semakin mendesak di wilayah-wilayah yang memiliki puskesmas 24 jam.

“Ada di Tabang, ada di Kembang Janggut. Karena layanan puskesmas sekarang buka 24 jam, jadi membutuhkan SDM kesehatan yang banyak,” pungkasnya. (adv/ak/ko)