Distribusi MBG di Tenggarong Tetap Berjalan Selama Libur Sekolah

Tenggarong – Walaupun kalender pendidikan sedang memasuki masa libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara tidak dihentikan.

Penyaluran paket makanan bergizi bagi peserta didik tetap berlangsung sebagai bagian dari komitmen pemenuhan kebutuhan nutrisi siswa selama jeda pembelajaran.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panjaitan, Idhamsyah menyampaikan cakupan penerima manfaat selama liburan tetap sama dengan hari sekolah.

“Totalnya tetap 3.403 penerima dari 6 sekolah, sama seperti hari sekolah,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (27/12/2025).

Ia menuturkan, program tetap berjalan seiring dengan berkurangnya aktivitas sekolah dan tenaga pendukung dengan pola pendistribusian diatur ulang menjadi tidak setiap hari.

Pendekatan ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara kelangsungan layanan MBG dan kondisi operasional di lingkungan sekolah.

“Setiap hari sebenarnya lebih bagus, tapi kita mempertimbangkan guru-guru. Jadi kami pilih pola dua hari sekali,” jelasnya.

Jenis bantuan gizi yang disalurkan kepada siswa juga mengalami penyesuaian selama masa libur.

Penyelenggara program membagi menu menjadi dua kategori, yaitu makanan siap konsumsi pada hari tertentu dan paket bahan pangan kering di hari lainnya, dengan fleksibilitas tambahan apabila bertepatan dengan perayaan hari besar keagamaan.

“Senin dan Kamis itu makan siap santap. Hari lainnya makanan kering. Kalau bertepatan hari besar seperti Natal, kami menyesuaikan,” jelasnya.

Pelaksanaan MBG di bawah koordinasi SPPG Panjaitan melibatkan enam satuan pendidikan di Tenggarong, yakni SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SD Negeri 01, SD Negeri 03, SD Negeri 11, dan SD Negeri 18.

Di seluruh sekolah tersebut, pihak pengelola menyesuaikan pola layanan agar distribusi tetap terlaksana tanpa mengganggu jadwal libur siswa dan guru.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Tenggarong, Imam Huzaeni, memastikan pihak sekolah tetap melayani pembagian paket MBG sejak hari pertama libur.

“Senin, Selasa, Rabu kemarin tetap mendapat MBG. Kamis dan Jumat libur karena Natal,” kata dia.

Menurut Imam, mekanisme pengambilan paket diserahkan kepada kondisi masing-masing keluarga siswa.

Sebagian siswa hadir langsung untuk mengambil, sementara lainnya menunjuk orang tua atau wali sebagai perwakilan.

Bahkan, kata dia, terdapat pula siswa yang tidak mengambil paket karena sedang berada di luar daerah selama masa libur.

“Sebagian anak mengambil sendiri, sebagian orang tua. Ada juga yang tidak mengambil karena sedang liburan ke luar kota,” terangnya.

Untuk paket yang tidak tersalurkan kepada penerima utama, pihak sekolah memilih memanfaatkannya kembali dengan memberikannya kepada siswa yang turut membantu proses distribusi agar tidak ada bantuan yang terbuang.

“Biasanya diberikan ke teman-teman yang membantu pembagian,” jelasnya.

Meski program ini tetap didukung, Imam menilai perlu adanya kajian lebih lanjut terhadap pelaksanaan distribusi MBG saat masa libur.

Ia berpendapat, penyaluran akan lebih tepat sasaran dan efisien bila dilaksanakan pada periode aktif sekolah.

“Kalau mau efektif, lebih baik di hari aktif sekolah. Saat libur, anak harus datang hanya untuk mengambil MBG, itu bisa memberatkan anak dan orang tua,” pungkasnya. (ak/ko)

Penjualan Unggas di Pasar Mangkurawang Alami Peningkatan pada Momen Natal 2025

Tenggarong – Momen perayaan Natal 2025 membawa keberkahan bagi masyarakat yang merayakan, termasuk sejumlah pedagang di Pasar Gerbang Raja Mangkurawang yang mengalami peningkatan penjualan.

Salah seorang pemilik Showroom Unggas Khanifah mengatakan, peningkatan penjualan ini dirasakan sejak 23-24 Desember 2025. Selama 2 hari itu penjualan bisa mencapai 50 ekor unggas.

“Jika dihari biasa dalam sehari hanya 1-2 ekor unggas yang terjual. Untuk saat ini sangat bersyukur bisa menghabiskan sekitar 50 ekor unggas,” kata Khanifah pada Kutairaya, di Pasar Mangkurawang, Kamis (25/12/2025).

Adapun jenis unggas yang dijual terdiri dari Ayam Kampung, Bebek dan Mentok. Untuk harga produk tersebut sangat bervariatif mulai dari harga Ayam Kampung Rp90 ribu per kilogram. Sedangkan harga Bebek dan Mentok Rp80-250 ribu per ekor.

“Harga menyesuaikan dengan ukuran produk tersebut. Dalam penjualan ini tak ada kenaikan harga,” sebutnya.

Menurutnya, momen perayaan hari besar ini merupakan kesempatan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Pasalnya, perayaan hari besar pastinya kebutuhan konsumsi rumah tangga akan meningkat.

“Terima kasih kepada pelanggan atau konsumen yang telah berbelanja di Showroom Unggas. Kami siap menyediakan produk unggas yang berkualitas dan melayani dengan sepenuh hati,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pembelian produk Showroom Unggas bisa melalui website : https://linktr.ee/rizkiachmad740 dan konsumen dimudahkan dalam proses pembayaran. Pembayaran bisa dilakukan secara tunai, transfer maupun Qris Perbankan.

“Kami memudahkan konsumen dalam berbelanja, khususnya dalam pembelian produk di Showroom Unggas,” jelasnya.

Sementara itu Susanti menyebutkan, produk di Showroom Unggas ini terjamin kualitas dan pelayanannya. Hal itu dibuktikan dengan transparansi saat menimbang, packaging yang rapi hingga produk yang bersih.

“Lebih menariknya, produk Showroom Unggas ini dibungkus dengan menggunakan kantong plstik modern yang berlabel Showroom Unggas,” sebut Susanti.

Ia mengaku, menjadi pelanggan di Showroom Unggas sejak tahun 2000. Dan Showroom Unggas terus memiliki gebrakan atau inovasi, untuk memuaskan pelanggannya.

“Hingga saat ini, untuk kebutuhan produk unggas saya mempercayakan di Showroom Unggas, pemesanan produk tinggal by phone. Bagi konsumen yang penasaran, bisa melihat berbagai jenis produknya melalui media sosial Instagram dengan nama Showroom Unggas,” pungkasnya. (*)

Pemkab Kukar Resmikan Jembatan Kedaton Agung Pendamping Jembatan Besi

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) meresmikan Jembatan Kedaton Agung sebagai jembatan pendamping Jembatan Besi yang berada di kawasan Kedaton, Tenggarong pada Selasa (23/12/2025).

Kehadiran infrastruktur baru ini ditujukan untuk meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus menjaga keberadaan jembatan besi lama yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

Jembatan Kedaton Agung sendiri dibangun sebagai solusi akses tambahan di pusat kota Tenggarong, mengingat Jembatan Besi tidak dapat lagi dimodifikasi secara struktural karena berstatus cagar budaya.

Jembatan dengan nilai pembangunan Rp58 miliar itu mulai dikerjakan sejak pertengahan 2025 dan kini resmi siap digunakan.

Infrastruktur ini menghubungkan Jalan Panjaitan dan Jalan Kartini serta berada di sekitar kawasan Kedaton dan Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman.

Prosesi peresmian dilakukan oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati Rendi Solihin, serta dihadiri Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin yang memimpin prosesi adat tepong tawar.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri menjelaskan, pembangunan Jembatan Kedaton Agung merupakan hasil kajian pemerintah daerah setelah rencana awal renovasi Jembatan Besi tidak memungkinkan untuk dilaksanakan.

Status jembatan lama sebagai warisan budaya menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan tersebut.

“Awalnya kita ingin merenovasi jembatan besi. Tetapi setelah konsultasi dengan Ayahanda Sultan, pemerhati budaya, dan pemerhati adat, diputuskan bahwa jembatan itu merupakan warisan heritage yang tidak bisa kita apa-apakan,” ujarnya.

Dengan pertimbangan itu, lanjutnya, Pemkab Kukar memilih membangun jembatan baru di sisi Jembatan Besi.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap memberikan perhatian terhadap aspek keselamatan pengguna Jembatan Besi, terutama pada kondisi fondasi dan struktur yang sudah termakan usia.

“Harapan kita, jembatan besi itu nanti hanya digunakan untuk pejalan kaki dan pesepeda. Tapi demi keamanan, fondasinya tetap perlu kita perbaiki karena besi-besinya sudah mulai keropos,” jelasnya.

Aulia menuturkan, Jembatan Kedaton Agung akan menjadi akses utama menuju Pasar Tangga Arung yang dalam waktu dekat akan mulai beroperasi.

Keberadaan jembatan, kata dia, dinilai sangat strategis karena langsung menunjang pergerakan masyarakat dan aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.

“Dengan adanya akses jembatan ini, kita berharap masyarakat semakin mudah menuju Pasar Tangga Arung. Jembatan ini langsung menunjang aktivitas ekonomi masyarakat,”pungkasnya. (ak/ko)

Jelang Nataru Pemkab Kukar Lakukan Monitoring Harga dan Stok Pangan

Tenggarong – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melakukan monitoring harga dan ketersediaan bahan pangan di pasar tradisional.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga serta menjamin stok pangan tetap aman bagi kebutuhan masyarakat selama momentum akhir tahun.

Kegiatan pemantauan tersebut dilaksanakan di Pasar Mangkurawang, Tenggarong, Selasa (23/12/2025).

Monitoring dilakukan untuk melihat langsung kondisi pasar sekaligus mengantisipasi potensi lonjakan harga jelang meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyampaikan hasil pemantauan menunjukkan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas.

Namun, kenaikan tersebut dinilai masih berada dalam batas wajar dan belum mengganggu stabilitas pasar secara keseluruhan.

“Dari hasil pemantauan, memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru, namun kenaikannya masih relatif stabil,” ujarnya.

Ia menegaskan, secara umum pasokan bahan pangan di Kukar masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Nataru.

Ketersediaan stok yang terjaga menunjukkan distribusi pangan masih berjalan dengan baik dan belum menimbulkan tekanan inflasi yang signifikan.

Meski demikian, Aulia mencermati adanya perbedaan tren harga pada komoditas tertentu.

Beberapa bahan pangan, khususnya yang pasokannya masih bergantung dari luar daerah seperti kelompok kacang-kacangan, cenderung mengalami kenaikan harga dibandingkan produk hasil produksi lokal.

“Ini mendorong kita untuk terus berupaya bagaimana bahan pokok bisa kita sediakan dari lokal sesuai dengan kondisi alam di Kutai Kartanegara,” jelasnya.

Sebaliknya, komoditas yang berasal dari produksi lokal justru menunjukkan kondisi harga yang lebih terkendali.

Salah satu contoh yang disampaikan adalah telur, di mana pasokan dari peternak lokal dinilai lebih stabil baik dari sisi harga maupun kualitas dibandingkan produk yang didatangkan dari luar daerah.

“Dari hasil pemantauan hari ini, baik dari segi suplai maupun harga, Insya Allah relatif stabil untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru,” tegasnya.

Melalui kegiatan monitoring ini, lanjutnya, pemerintah daerah kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong penguatan sektor pertanian dan peternakan lokal sebagai upaya jangka panjang dalam mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga di Kukar.

Aulia pun mengimbau kepada masyarakat agar berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Pemerintah daerah memastikan stok pangan di Kukar berada dalam kondisi aman selama periode akhir tahun.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Ketersediaan pangan kita cukup dan Insya Allah semuanya stabil,” pungkasnya. (ak/ko)

Kurang Bayar TKD Capai Rp 900 Miliar, Pemkab Kukar Lakukan Antisipasi

Tenggarong – Kondisi Kurang bayar Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat ke Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tercatat mencapai sekitar Rp 900 miliar hingga mendekati penutupan tahun anggaran 2025.

Kondisi tersebut memaksa Pemkab Kukar melakukan penyesuaian pengelolaan keuangan agar berbagai kewajiban daerah tetap dapat dipenuhi secara bertahap.

Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono mengungkapkan, hingga saat ini penyaluran TKD dari pemerintah pusat belum seluruhnya diterima daerah.

Berdasarkan perkembangan terakhir yang diterima pemerintah daerah, pencairan dana kurang bayar tersebut diperkirakan tidak dilakukan sekaligus, melainkan sebagian terlebih dahulu.

“Informasi yang kami terima dari Kepala BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah), kurang bayar sekitar Rp 909 miliar itu kemungkinan akan disalurkan separuhnya terlebih dahulu, kurang lebih Rp 453 miliar. Bisa jadi dalam satu atau dua hari ke depan sudah ditransfer,” ujarnya saat ditemui di ruangannya, Senin (22/12/2025).

Ia menjelaskan, nilai kurang bayar tersebut sejatinya telah masuk dalam perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kukar Tahun Anggaran 2025.

Namun, lanjutnya, karena realisasi dana tidak diterima secara penuh, pemerintah daerah harus menyesuaikan skema pembiayaan agar tidak mengganggu stabilitas keuangan daerah.

Dalam menyikapi kondisi tersebut, Pemkab Kukar tetap berkomitmen menyelesaikan pembayaran terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan.

Ia menyebut, proses pembayaran akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan kas daerah serta rekomendasi teknis dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani kegiatan terkait.

“Kita usahakan dibayar semuanya secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah. OPD yang mengetahui secara rinci kegiatan mana saja yang sudah selesai,” tuturnya.

Sunggono juga menyampaikan, sebagian kewajiban keuangan berpotensi harus dialihkan ke tahun anggaran berikutnya.

Kepastian mengenai besaran kewajiban tersebut baru dapat ditetapkan setelah hasil pemeriksaan dari Aparat Pengawasan Keuangan selesai dilakukan.

“Nanti setelah audit PPK, baru akan diketahui berapa kewajiban yang harus kita bawa ke tahun anggaran berikutnya,” pungkasnya. (ak/ko)

Belum Lama Diperbaiki, Jalan Poros KM 28 Desa Batuah Kembali Amblas

Tenggarong – Belum lama diperbaiki, jalan poros KM 28 Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali amblas dengan kondisi aspal yang masih tampak baru.

Kerusakan berulang di jalur penghubung Kukar–Balikpapan ini langsung memicu antrean kendaraan dan membatasi arus lalu lintas.

Dari hasil Pantauan di lapangan, menunjukkan amblasan terjadi di titik yang sama seperti kejadian sebelumnya.

Permukaan jalan terlihat turun, sementara lapisan aspal yang terlepas masih berwarna hitam pekat.

Kendaraan roda dua maupun roda empat masih dapat melintas, namun harus bergantian dan melaju perlahan demi menghindari risiko kecelakaan.

Kondisi tersebut kembali menuai perhatian masyarakat karena ruas jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan wilayah Kukar dengan Kota Balikpapan.

Aktivitas mobilitas warga dan distribusi barang ikut terdampak akibat penyempitan badan jalan yang terjadi.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Linda Juniarti, menjelaskan penurunan badan jalan dipengaruhi oleh kondisi tanah yang tidak stabil dan diperparah oleh curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Faktor alam, menurutnya, masih menjadi tantangan utama di kawasan tersebut.

“Secara teknis, penurunan badan jalan terjadi akibat kondisi tanah yang labil dan intensitas hujan yang cukup tinggi,” ujarnya, Senin (22/12/2025).

Ia menyebutkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari Pemerintah Kecamatan Loa Janan.

Meski demikian, koordinasi tetap akan dilakukan karena ruas jalan tersebut berada di bawah kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPPJN).

“Biasanya jika ada kejadian seperti ini, laporan dari kecamatan akan segera diteruskan untuk ditindaklanjuti bersama BPPJN. Mereka punya sistem pemantauan dan PPK yang bertanggung jawab di setiap ruas,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Loa Janan, Hery Rusnadi, menyampaikan amblesnya jalan memang terjadi di lokasi lama yang sejak awal dikenal rawan pergerakan tanah.

Berdasarkan pengamatan awal di lapangan, penurunan badan jalan diperkirakan mencapai sekitar 10 sentimeter, meski luas pastinya masih menunggu pengecekan lanjutan.

“Kondisinya memang mengkhawatirkan karena ini jalur utama. Untuk sementara masih bisa dilewati, tapi kendaraan harus antre dan bergantian,” katanya.

Hery mengimbau para pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat malam hari dan ketika hujan turun.

Ia juga menyarankan pengendara memanfaatkan jalur alternatif, seperti jalan tol, guna menghindari potensi bahaya selama kondisi jalan belum sepenuhnya aman.

“Keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas, jadi kami minta masyarakat ekstra hati-hati melintas di lokasi ini,” pungkasnya. (ak/ko)