Pemkab Kukar Resmikan Pasar Tangga Arung Square dengan 703 Lapak

Tenggarong – Aktivitas perdagangan di pusat Kota Raja resmi memasuki babak baru setelah Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) meresmikan Pasar Tangga Arung Square, Senin (5/1/2026).

Kawasan perdagangan yang telah selesai ditata ulang ini, kini menampung 703 lapak dan mulai dimanfaatkan oleh pedagang di wilayah Kecamatan Tenggarong.

Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke XXI, Adji Muhammad Arifin dan disaksikan oleh aparatur pemerintah daerah, para pedagang, serta unsur terkait lainnya.

Prosesi tersebut menjadi penanda beroperasinya kawasan pasar baru yang diharapkan menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi masyarakat Tenggarong dan sekitarnya.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri menjelaskan, Pasar Tangga Arung Square hadir sebagai transformasi dari Pasar Tenggarong lama dengan pendekatan pasar tradisional berkonsep semi-modern.

Penataan kawasan difokuskan pada perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas fasilitas, serta pengelolaan lingkungan pasar agar lebih tertib, bersih, dan nyaman tanpa meninggalkan ciri khas pasar rakyat.

“Hari ini kami meresmikan Pasar Tangga Arung Square yang merupakan bagian dari janji politik Kukar Idaman dan telah dituntaskan untuk dimanfaatkan masyarakat,” ucapnya.

Sebanyak 703 lapak yang tersedia telah terisi oleh pedagang yang sebelumnya berjualan di kawasan lama maupun pedagang dari berbagai kecamatan di Kukar.

Pemerintah daerah membuka kesempatan yang merata bagi pelaku usaha kecil untuk memanfaatkan fasilitas pasar ini sebagai pusat kegiatan ekonomi baru.

“Konsep besarnya adalah pasar tradisional semi-modern, nilai tradisional tetap ada, tetapi kenyamanan dan pengelolaannya ditingkatkan,” kata dia.

Dalam penerapan tata kelola pasar, pemerintah daerah menekankan sistem pemanfaatan lapak yang adil dan berorientasi pada produktivitas.

Lapak yang tidak digunakan secara aktif selama satu bulan akan dievaluasi dan dapat dialihkan kepada pedagang lain.

Selain itu, kata dia, penataan aktivitas perdagangan juga akan dilakukan pada pasar tumpah yang selama ini beroperasi di sejumlah ruas jalan agar masuk ke dalam kawasan pasar resmi demi menjaga ketertiban dan keselamatan publik.

“Di pasar ini tidak ada kepemilikan lapak secara pribadi, prinsipnya satu nama satu lapak dan harus benar-benar digunakan untuk berjualan,” pungkasnya. (ak/ko)

Danramil Tenggarong Hentikan Pembangunan Gerai Koperasi di Lapangan Timbau

Tenggarong – Rencana pendirian Gerai Koperasi Merah Putih di lapangan sepak bola Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi dihentikan.

Keputusan tersebut disampaikan oleh Komandan Rayon Militer (Danramil) 0906/01 Tenggarong, Lettu Sugiyanto, setelah pihaknya menyerap aspirasi masyarakat yang menghendaki lapangan tersebut tetap difungsikan sebagai ruang olahraga dan kegiatan warga.

Penghentian pembangunan diambil setelah dilakukan komunikasi intensif antara aparat, pemerintah setempat, dan warga.

“Dari kesepakatan bersama masyarakat, Koperasi Merah Putih tidak akan kami lanjutkan dibangun di lapangan sepak bola ini. Lapangan ini masih digunakan oleh masyarakat, sehingga kami akan mencari lokasi lain yang lebih strategis dan aman,” ujarnya, Jumat (2/1/2026).

Sugiyanto menegaskan, penghentian ini tidak mengubah arah program Koperasi Merah Putih yang telah dirancang.

Program tetap berjalan, namun dengan penempatan lokasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan lingkungan dan tidak mengganggu fungsi fasilitas umum.

Sebagai tindak lanjut, pihak Danramil bersama pemerintah kelurahan dan kecamatan akan melakukan pemetaan wilayah untuk menemukan titik pengganti yang dinilai dapat menunjang kegiatan ekonomi warga di Kelurahan Timbau.

“Untuk sementara ini kami hentikan, dan kami akan mencari tempat lain. Titiknya belum ada, masih akan dicari bersama,” jelasnya.

Di sisi lain, Sugiyanto memastikan lapangan sepak bola akan segera ditata ulang agar kembali dapat digunakan oleh masyarakat seperti sebelumnya, khususnya bagi anak-anak dan pemuda yang rutin berolahraga di lokasi tersebut.

“Akan kami kembalikan seperti semula. Nanti akan diratakan kembali sehingga lapangan bisa digunakan lagi untuk anak-anak bermain bola,” kata dia.

Ia juga membuka ruang dialog terkait kemungkinan pengembangan fasilitas publik di lokasi tersebut pada masa mendatang, dengan opsi pembangunan sarana yang lebih representatif seperti gedung serbaguna, lapangan futsal, maupun lapangan bulu tangkis, tentunya melalui kesepakatan bersama masyarakat.

Menjawab sorotan warga terkait minimnya pelibatan RT dan masyarakat dalam perencanaan awal, Sugiyanto mengakui adanya kendala komunikasi dalam proses pelaksanaan di lapangan.

“Sebenarnya kemarin sudah ada pelibatan. Namun, memang ada warga yang setuju dan ada yang tidak. Yang menyatakan setuju ini menyampaikan bahwa sudah aman, sehingga pembangunan sempat berjalan. Tapi begitu ada penolakan, kami langsung mengutamakan kepentingan masyarakat,” ungkap dia.

Ia menegaskan, TNI akan tetap mengedepankan kepentingan rakyat dan mengutamakan penyelesaian persoalan melalui musyawarah demi menjaga keharmonisan sosial.

“Ini murni miskomunikasi. Yang jelas, kami akan mencari solusi terbaik. TNI tetap bersama rakyat,” pungkasnya. (ak/ko)

Pemkab Kukar Musnahkan 1.191 Botol Miras sebagai Wujud Ketegasan Penegakan Perda

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga ketertiban umum melalui pemusnahan 1.191 botol minuman beralkohol di halaman Kantor Satpol PP Kukar, Selasa (30/12/2025).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah konsisten pemerintah daerah dalam menindak peredaran minuman beralkohol ilegal yang melanggar ketentuan peraturan daerah.

Seluruh barang bukti yang dimusnahkan berasal dari hasil operasi penertiban di berbagai wilayah Kukar dan telah melalui proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemusnahan dilakukan setelah adanya putusan berkekuatan tetap dari pengadilan melalui mekanisme Tindak Pidana Ringan (Tipiring), sehingga setiap tindakan penegakan dilandasi dasar hukum yang jelas.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri menegaskan kegiatan ini merupakan bentuk perlindungan pemerintah terhadap masyarakat dari dampak sosial peredaran minuman beralkohol tanpa izin.

“Ini bukan sekadar pemusnahan barang, tetapi bentuk ketegasan pemerintah dalam menegakkan aturan demi ketertiban dan keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Ia menuturkan, penegakan peraturan daerah tidak dilakukan secara sepihak, melainkan melalui kerja sama lintas instansi, mulai dari Satpol PP, kepolisian, TNI, kejaksaan, hingga pengadilan.

Kolaborasi tersebut, kata dia, untuk memastikan setiap tahapan penanganan pelanggaran berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai prosedur hukum.

“Semua tahapan kita lalui secara prosedural, sehingga tidak ada ruang bagi pelanggaran untuk dibiarkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kukar, Rasidi, menyampaikan pemusnahan kali ini memiliki arti penting karena menjadi pelaksanaan pertama penegakan Perda melalui mekanisme Tipiring dalam kurun waktu 25 tahun terakhir.

Ia menilai hal tersebut sebagai tonggak baru dalam upaya penertiban dan penegakan hukum daerah.

Rasidi juga menjelaskan, operasi penertiban akan terus diperluas ke berbagai wilayah, termasuk kawasan pesisir, sebagai bagian dari strategi menjaga ketertiban umum secara merata di seluruh Kukar.

“Penindakan akan kami perluas ke wilayah lain, termasuk kawasan pesisir, agar ketertiban umum benar-benar terjaga di seluruh Kukar,” pungkasnya. (ak/ko)

PWI Kukar Rancang Kawasan Hunian Wartawan di Desa Rempanga

Tenggarong – Langkah awal kepengurusan baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) langsung menyentuh kebutuhan mendasar para jurnalis.

Hanya berselang satu hari setelah resmi dikukuhkan, jajaran pengurus PWI Kukar turun ke Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu pada Senin (29/12/2025), meninjau sebidang lahan yang akan dikembangkan menjadi kawasan hunian wartawan sebagai wujud nyata komitmen organisasi terhadap kesejahteraan anggotanya.

Lahan yang disiapkan berasal dari hibah seorang donatur dengan luas sekitar satu hektare.

Kawasan tersebut akan ditata menjadi lingkungan terpadu yang mencakup hunian, sekretariat organisasi, serta sejumlah fasilitas pendukung yang diharapkan mampu memperkuat aktivitas dan solidaritas antaranggota PWI Kukar.

Ketua PWI Kukar terpilih, Andi Wibowo mengatakan dalam rancangan awal, setiap wartawan anggota PWI Kukar direncanakan memperoleh kavling tanah berukuran sekitar 7×13 meter sebagai dasar pembangunan rumah tinggal.

Skema ini, kata dia, disusun agar program hunian dapat menjangkau lebih banyak anggota dan dilaksanakan secara bertahap sesuai kemampuan organisasi.

“Saat ini kita telah memiliki aset tanah dari donatur. Langkah selanjutnya adalah mewujudkan mimpi tentang rumah layak huni bagi rekan-rekan wartawan di Kukar,” ujarnya

Ia menegaskan, program hunian ini bukan sekadar proyek pembangunan fisik, tetapi bagian dari agenda besar membangun kemandirian organisasi serta meningkatkan kualitas hidup para wartawan di Kukar.

“Rencana pembangunan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menghidupkan organisasi melalui pemberdayaan anggota,” tuturnya.

Dalam waktu dekat, pengurus PWI Kukar akan melakukan pendataan menyeluruh terhadap anggota untuk menentukan calon penerima manfaat, sekaligus menyusun tahapan teknis pembangunan agar program berjalan terukur dan berkelanjutan.

Langkah konkret kepengurusan baru ini mendapat sambutan positif dari kalangan jurnalis di Kukar. Salah satunya Wartawan senior di Kukar, Fairuzabbady menilai inisiatif tersebut sebagai terobosan penting yang menyentuh kebutuhan paling mendasar profesi kewartawanan.

“Kami menyambut baik rencana ini. Ini adalah terobosan baru yang langsung menyentuh sisi fundamental. Harapannya, proses ini berjalan lancar hingga hunian tersebut bisa segera ditempati,” tutupnya. (ak/ko)

Konferkab III PWI Kukar Resmi Tetapkan Andi Wibowo sebagai Ketua Periode 2025–2028

Tenggarong – Suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan mengiringi jalannya Konferensi Kabupaten (Konferkab) III Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di Gedung Radio Pemerintah Kabupaten Kukar, Tenggarong pada Minggu (28/12/2025).

Forum tersebut menjadi penanda dimulainya fase kepemimpinan baru setelah para peserta konferensi sepakat memberikan amanah kepada Andi Wibowo untuk menakhodai PWI Kukar periode 2025-2028.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, melainkan juga ruang konsolidasi bagi insan pers Kukar untuk menata arah gerak organisasi di tengah perubahan lanskap informasi yang semakin dinamis serta meningkatnya harapan publik terhadap peran jurnalisme.

Ketua PWI Kalimantan Timur, Abdurrahman Amin mengajak seluruh anggota menjaga marwah profesi dengan konsistensi terhadap nilai etika dan kualitas kerja jurnalistik.

“Reputasi pers akan tetap kokoh apabila wartawan menjadikan profesionalisme sebagai pijakan utama dalam setiap liputan,” ujarnya.

Menurutnya, pers seharusnya berfungsi sebagai jembatan kepentingan masyarakat dengan pengambil kebijakan, bukan sebagai alat legitimasi kekuasaan.

Karena itu, keberanian menyampaikan fakta lapangan secara objektif menjadi keharusan bagi setiap insan pers.

Abdurrahman juga mengingatkan mutu sebuah pemberitaan sangat ditentukan oleh kedekatan wartawan dengan realitas sosial.

Kehadiran langsung di lapangan, menurutnya, memungkinkan wartawan menangkap suasana batin masyarakat yang tidak akan ditemukan melalui laporan sekunder semata.

“Banyak wartawan yang sudah tidak ke lapangan, tapi beritanya ada. Padahal kehadiran di lapangan itu penting untuk menangkap denyut kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Kepada pengurus baru, ia menitipkan pesan agar kepemimpinan tidak hanya dipahami sebagai prestise, melainkan sebagai tanggung jawab yang kelak meninggalkan jejak dalam perjalanan organisasi.

“Jabatan itu periodik. Bisa tiga tahun, lima tahun, selesai. Tapi bagaimana kita memperlakukan sesama pengurus dan anggota, itu akan melekat hingga akhir hayat,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua PWI terpilih periode 2025-2028, Andi Wibowo mengungkapkan bahwa kepemimpinannya akan difokuskan pada pembenahan internal organisasi serta penguatan posisi PWI Kukar sebagai rumah besar wartawan yang adaptif dan berdaya saing.

Ia menempatkan peningkatan kapasitas wartawan sebagai prioritas, karena kualitas sumber daya manusia dipandang sebagai kunci utama menjaga kredibilitas pers di mata publik.

Sebagai landasan kerja, ia menyiapkan sejumlah agenda strategis untuk memastikan PWI Kukar hadir tidak hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai pelindung dan penggerak kemajuan wartawan di daerah.

“Di antaranya dengan meningkatkan profesionalisme wartawan melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, serta memperkuat peran PWI dalam advokasi dan perlindungan anggota,” ungkapnya.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya membangun hubungan kolaboratif dengan berbagai pihak tanpa mengorbankan independensi pers, sekaligus memastikan kesejahteraan wartawan mendapat perhatian serius sebagai fondasi keberlanjutan profesi.

“Tak lain, memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi wartawan, sebagai bagian tak terpisahkan dari upaya meningkatkan kualitas kerja jurnalistik,” pungkasnya. (ak/ko)

Dino Planet Diserbu Pengunjung, Jadwal Operasional Diperpanjang

Tenggarong – Sejak dibuka pada 28 November 2025, wahana hiburan Dino Planet di Stadion Rondong Demang, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara terus dipadati pengunjung.

Lonjakan jumlah wisatawan yang terjadi hampir setiap hari, terutama pada malam hari dan akhir pekan, membuat pengelola memutuskan untuk memperpanjang jadwal operasional wahana tersebut hingga awal Januari 2026.

Arus pengunjung yang belum menunjukkan penurunan menjadi pertimbangan utama manajemen dalam meninjau ulang masa operasional yang semula direncanakan berakhir lebih cepat.

Penyesuaian jadwal ini dilakukan agar masyarakat tetap dapat menikmati wahana tersebut selama momentum libur Natal dan Tahun Baru.

Kepala Maintenance Dino Planet, Lauda, mengatakan keputusan perpanjangan tersebut diambil karena minat masyarakat masih sangat tinggi.

“Awalnya kami rencanakan tutup tanggal 21, tapi karena antusias masyarakat masih tinggi, akhirnya diperpanjang sampai 4 Januari 2026, sekalian momentum Natal dan Tahun Baru,” ujarnya, Sabtu (27/12/2025).

Ia menjelaskan, tingkat kunjungan tertinggi umumnya terjadi pada malam akhir pekan serta hari libur, ketika mayoritas pengunjung datang bersama keluarga dan anak-anak.

Situasi ini menjadikan Dino Planet sebagai salah satu pilihan utama rekreasi masyarakat selama masa liburan.

Dino Planet menawarkan berbagai wahana yang dirancang untuk memberikan pengalaman bermain sekaligus eksplorasi pengetahuan bagi pengunjung usia dini.

Beberapa atraksi yang paling diminati antara lain Dinowalk, Jet Car, dan Happy Car, yang memungkinkan anak-anak menikmati permainan sambil berinteraksi langsung dengan replika dinosaurus.

Selain berfungsi sebagai sarana hiburan, wahana ini juga membawa misi edukatif dengan memperkenalkan berbagai jenis dinosaurus serta kekayaan fauna yang ada di Indonesia kepada anak-anak melalui konsep visual dan interaktif.

“Kami ingin Dino Planet tidak hanya menghadirkan hiburan, tapi juga pengetahuan bagi anak-anak,” jelasnya..

Mengenai rencana ke depan, pihak pengelola masih melakukan kajian terhadap sejumlah opsi pengembangan.

Salah satu daerah yang sempat dipertimbangkan sebagai lokasi berikutnya adalah Kalimantan Utara, namun hingga kini belum ada keputusan final terkait kelanjutan program tersebut.

Dengan diperpanjangnya jadwal operasional ini, Dino Planet diharapkan dapat terus menjadi destinasi favorit keluarga di Tenggarong selama musim libur, sekaligus menjadi media pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak.

“Kami berharap kehadiran Dino Planet bisa memberi pengalaman liburan yang berkesan sekaligus edukatif bagi seluruh keluarga,” tutupnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung asal Kota Samarinda, Akila, mengaku sengaja datang ke Tenggarong untuk mengajak keluarganya menikmati wahana tersebut.

Menurutnya, konsep yang dihadirkan Dino Planet sangat menarik dan berbeda dari tempat wisata keluarga lainnya.

“Anak-anak senang sekali karena bisa melihat dinosaurus dari dekat, bukan cuma di buku atau di layar. Tempatnya juga cocok untuk liburan keluarga,” pungkasnya. (ak/ko)