Gelar Sosialisasi, PT. GBS dan Pemerintah Sepakati Akan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Tenggarong – Dalam upaya meningkatkan keterlibatan dan pemberdayaan masyarakat lokal, PT. Golden Bridge Synergi (GBS) bersama Pemerintah Kecamatan Muara Jawa telah mengadakan Forum Sosialisasi Perekrutan Tenaga Kerja.

Kegiatan tersebut digelar di Kantor Camat Muara Jawa pada Kamis (9/5/2024). Hadir dalam sosialisasi tersebut Koordinator HSE PT. GBS Anto, Camat Muara Jawa Muhammad Ramli, dan seluruh unsur Muspika.

Koordinator HSE PT. GBS, Anto menyampaikan komitmen pihaknya untuk melakukan rekrutmen tenaga kerja yang berasal dari masyarakat Muara Jawa dan Samboja.

“kami akan merekrut tenaga kerja dan pengusaha dari masyarakat lokal.” ucapnya, Kamis (9/5/2024).

Masyarakat lokal nantinya akan direkrut oleh PT. GBS yang beroperasi di Muara Jawa dan Samboja ini. Nantinya, para pekerja akan ditempatkan sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja yang PT. GBS perlukan.

“Harapan kami adalah untuk merekrut tenaga kerja dan Pelaku pengusaha lokal,” tambah Anto.

Sementara itu, Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli, mendukung inisiatif PT. GBS yang akan memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam pemenuhan karyawannya.

“Kami berharap perusahaan berkomitmen untuk mengutamakan masyarakat lokal Muara Jawa, khususnya mereka yang belum memiliki pekerjaan namun memiliki keahlian dan kompetensi,” ujar Ramli.

Ramli menekankan pentingnya transparansi dalam proses perekrutan untuk menghindari monopoli dan memastikan perekrutan yang adil.

“Masyarakat lokal harus diberdayakan dan diutamakan, kami akan memastikan bahwa proses perekrutan tenaga kerja berjalan dengan transparan,” tegasnya.

Dengan komitmen ini, PT. GBS dan Pemerintah Kecamatan Muara Jawa berupaya untuk menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas dan adil bagi masyarakat setempat. (dm)

Komitmen PT. Petrolog Indah untuk Berdayakan Pengusaha Lokal di Muara Jawa dan Samboja

Tenggarong – PT. Petrolog Indah berkomitmen untuk selalu memberdayakan para pengusaha-pengusaha lokal yang berada di Kecamatan Muara Jawa dan Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar).

Diketahui bahwa PT. Petrolog Indah menjadi salah satu perusahaan pemenang tender pengadaan unit pada PT. Golden Bridge Synergi (GBS) yang akan beroperasi di Kecamatan Muara Jawa dan Samboja dalam waktu dekat ini.

Hal itu dikatakan, General Manager PT. Petrolog Indah, Achmad Zaini melalui sambungan telepon kepada media ini, Jumat (10/5/2024). Ia mengatakan, pihaknya akan terus melakukan kolaborasi dan kerja sama dengan para pengusaha lokal.

“Pengusaha lokal wajib diberdayakan, harus ada kolaborasi,” ucapnya.

Kata dia, pihaknya selalu terbuka kepada pengusaha lokal di Muara Jawa dan Samboja yang ingin melakukan kemitraan kerja sama dengan PT. Petrolog Indah.

“Yang terpenting kemitraannya tetap profesional. Persyaratan yang kami butuhkan, masyarakat bisa penuhi. Kami akan jalan bareng,” ungkap Zaini.

Ia membeberkan beberapa persyaratan apabila ada pengusaha lokal yang ingin bermitra dengan pihaknya. Antara lain; pertama, perusahaan milik masyarakat harus telah berbadan hukum.

Kedua, perusahaan tersebut ialah perusahaan yang taat membayar pajak. “Taat pajak. Kami mau jalankan ini, sesuai dengan aturan yang ada,” ujarnya.

Ketiga, perusahaan yang bermitra dengan PT. Petrolog bersedia untuk dilakukan pembayaran secara invoice.

“Karena kami tidak bisa keluarkan uang kes diaturan internal kami,” jelasnya.

Lanjutnya, para pengusaha lokal dapat mengirimkan berkas penawaran kerja sama kepada PT. Petrolog Indah. “Kalau (penawaran) sudah sesuai dengan keuangan kami, kami juga akan minta unitnya untuk dilakukan inspeksi,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu pengusaha asal Kecamatan Muara Jawa yang tidak mau disebutkan namanya, menyambut baik atas pola kemitraan dengan pengusaha lokal yang dilakukan oleh PT. Petrolog Indah.

Kata dia, perusahaan sudah seharusnya memberdayakan masyarakat lokal yang benar-benar sebagai pelaku pengusaha di Kecamatan Muara Jawa dan Samboja.

“Karena pada prakteknya banyak yang mengaku pengusaha, pada saat mendapat pekerjaan justru melempar kegiatan ke pihak luar. Sehingga pengusaha lokal di Muara Jawa dan Samboja merasa dirugikan,” bebernya.

Dia berharap, proses kerja sama yang dibangun dapat transparan dan mengedepankan pada pengusaha lokal di Muara Jawa dan Samboja.

“Harapan kita, pola ini dapat terus diterapkan ke depannya,” pungkasnya. (ko)

Revitalisasi Sky Tower Pulau Kumala: Langkah Strategis Pemkab Kukar Tingkatkan Pariwisata

KUTAI KARTANEGARA – Dalam upaya mengembalikan kejayaan salah satu ikon wisata di Tenggarong, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, berencana untuk segera merevitalisasi wahana Sky Tower yang berada di Pulau Kumala.

Proyek ini diharapkan akan menghidupkan kembali atraksi yang telah lama menjadi simbol di tengah Sungai Mahakam dan menarik minat pengunjung ke wilayah Kalimantan Timur.

Muhammad Ridha Fatrianta, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Kukar, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan pengumpulan data awal untuk menilai kondisi wahana sebelum memulai tahapan perbaikan.

“Kami telah menjalin komunikasi dengan Politeknik ATMI Surakarta untuk merencanakan revitalisasi ini dengan melibatkan beberapa ahli seperti elektro, mekanik, dan bangunan,” ujar Ridha, Rabu (8/5/2024)

Menurut Ridha, beberapa material masih dalam kondisi baik, namun terdapat kendala pada teknisi elektro yang memerlukan analisis lebih lanjut.

“Kami masih mengevaluasi kondisi Sky Tower, dan pembiayaan akan diatur setelah koordinasi dengan pembuatnya,” tambahnya.

Rencana ini merupakan bagian dari strategi yang lebih besar untuk mempromosikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai sumber pendapatan utama bagi daerah, sejalan dengan visi Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah.

Dengan revitalisasi ini, diharapkan Sky Tower tidak hanya akan menjadi pusat perhatian baru bagi wisatawan tetapi juga akan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal. (ADV)

Cerita Pejabat Kementan Dibebani Rp 800 Juta untuk Kebutuhan SYL di Brasil-AS

Jakarta – Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan), Hermanto, dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan gratifikasi dan pemerasan dengan terdakwa mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL). Hermanto mengatakan Direktorat PSP dibebani membayar kegiatan SYL ke Brasil senilai Rp 600 juta dan ke Amerika Serikat (AS) senilai Rp 200 juta.

Mulanya, jaksa menanyakan pengeluaran dari Direktorat PSP untuk kebutuhan SYL ke Brasil. Hermanto kemudian mengatakan ada pengeluaran untuk SYL ke Brazil senilai Rp 600 juta pada Mei 2022.

“Nah yang sekarang saksi pada saat menjabat yang betul-betul kegiatannya yang saksi ingat pengeluaran untuk kebutuhan Pak Menteri maupun keluarganya itu ada kegiatan apa saja dan nilainya berapa? Kalau di zaman saksi itu?” tanya jaksa KPK dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (8/5/2024).

“Di periode saya itu, keberangkatan rombongan Pak Menteri ke Brasil,” jawab Hermanto.

“Ke Brasil?” tanya jaksa.

“Iya ke Brasil, saya lupa bulannya, itu sekitar kurang lebih Rp 600-an juta,” jawab Hermanto.

“Saksi kan tadi menyebut agak lupa waktunya tapi saksi yakin nilainya Rp 600 (juta), nah ini di BAP saksi Mei 2022,” kara jaksa.

“Siap, siap,” sahut Hermanto.

Hermanto mengatakan pihaknya juga dibebankan untuk membayar kegiatan SYL ke Amerika Serikat dan Arab Saudi. Dia mengatakan biaya yang dibebankan untuk kegiatan di AS Rp 200 juta dan di Saudi Rp 1 miliar.

“Kemudian Amerika, itu kita diberi beban Rp 200 juta. Kemudian dari Brasil, Amerika, kemudian Arab Saudi, itu kita dibebankan di PSP Rp 1 miliar,” jawab Hermanto.

Dia mengatakan permintaan uang itu dilakukan secara berjenjang dari Sekjen ke Dirjen lalu kepadanya. Dia mengatakan pengumpulan setiap permintaan itu dibagi rata di Direktorat PSP.

“Kegiatan yang tadi ke Brasil disebut Rp 600 juta itu ya itu seingat saksi proses permintaannya bagaimana waktu sehingga dipenuhi Rp 600 juta itu?” tanya jaksa.

“Proses menkanismenya sama,” jawab Hermanto.

“Melalui siapa?” tanya jaksa.

“Dari Pak Sekjen, Pak Dirjen, kemudian Pak Dirjen ke saya. Kemudian Pak Sekjen kadang-kadang juga langsung ke saya telepon, kemudian Pak Biro umum juga minta juga, biasanya begitu Pak mekanismenya,” jawab Hermanto.

Dia mengaku tak tahu kegiatan apa yang dilakukan SYL ke Brasil. Dia mengatakan hanya mengetahui adanya kegiatan SYL dan rombongan ke Brasil.

“Itu yang kegiatan ke Brasil, sepengetahuan saksi kegiatan apa itu yang Brasil itu?” tanya jaksa.

“Ada, saya tidak tahu persis itu. Nggak tahu persis,” jawab Hermanto.

Jaksa kembali mencecar Hermanto terkait kegiatan SYL ke Brasil. Hermanto menyebut Direktorat lain di Kementan juga dibebani untuk membayar kegiatan tersebut.

“Rp 600 (juta) ini apakah hanya PSP pada saat itu untuk memenuhi kegiatan ke Brasil ini atau Direktorat lain juga menyetor nilai yang sama, Rp 600 (juta), Rp 600 (juta) ini?” tanya jaksa.

“Sepengetahuan saya Direktorat lain juga ada, iya dimintakan, tapi saya nggak tahu jumlah,” jawab Hermanto.

Sebelumnya, SYL didakwa melakukan pemerasan dan menerima gratifikasi dengan total Rp 44,5 miliar. Dia didakwa bersama dua eks anak buahnya, yakni Sekjen Kementan nonaktif Kasdi dan Direktur Kementan nonaktif M Hatta. Kasdi dan Hatta diadili dalam berkas perkara terpisah.

Sumber: Detik.com

Risma soal Masuk Bursa Cagub DKI dari PDIP: Haduh Gimana Ya

Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini masuk menjadi salah satu nama dalam bursa calon Gubernur DKI Jakarta dari PDI Perjuangan. Apa kata Risma soal itu?

“Aku sudah jawab kemarin, gimana ya, haduh. Soalnya pasti tidak percaya itu lho, gimana terus jawabnya. Karena aku takut teman-teman (wartawan) juga nggak percaya aku ngomong gitu kan,” kata Risma di kantornya, Rabu (8/5/2024).

Saat ditanya lagi soal ada atau tidaknya tawaran yang datang kepadanya terkait cagub DKI, Risma menjawab tidak ada. Dia menyebut partainya tahu karakternya seperti apa.

“Nggak (ada tawaran maju Pilgub DKI atau Jatim), karena beliau-beliaunya itu lho tahu aku tuh orangnya rada aneh. Jadi ya diam saja sudah. Tahu beliau-beliau-nya tuh aku agak aneh,” ucap Risma.

“Lah tapi itu kan believe ku, itu kan ndak bisa (diubah), nanti keyakinanku,” ungkapnya.

Politisi PDIP itu mengatakan menjadi kepala daerah merupakan tanggung jawab yang besar. Sebab, kata dia, harapan rakyat dititipkan kepada pemimpin yang dipilihnya.

“Jadi wali kota, bupati, gubernur, presiden itu berat tanggung jawabnya. Aku tidak pengin nanti karena (kalau) aku kepengin, karana aku sombong merasa diriku mampu, terus kepengin, aku nggak bisa nyelesaikan masalah itu,” jelas Risma.

“Padahal dia (rakyat) memilih aku misalkan, itu dia punya keinginan ‘suatu saat hidupku harus lebih baik’. Aku pengin bisa sekolah, aku pengin bisa punya cita-cita, aku pengin nggak nganggur kan gitu, pasti kan, itu menurut aku. Jadi karena itu aku ndak berani,” tambahnya.

Kemudian, Risma kembali ditanya sikapnya seandainya ditawari kembali menjadi menteri dalam kabinet presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nantinya. Risma mengaku enggan berandai-andai.

“Nggak bisa ngomong andai, soalnya juga nggak ada yang nawari gitu lho,” kata Risma sambil tertawa.

Sebelumnya, Risma sudah pernah berkomentar terkait ini. Saat itu, Risma menyatakan dirinya tidak memiliki uang untuk maju dalam Pilkada.

“Aku tidak punya uang, aku ndak berani ngomong,” kata Risma usai acara Designer Summit di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta Pusat, Jumat (26/4).

Politikus PDIP itu mengatakan tak memiliki uang saat maju di Pilwalkot Surabaya lalu. Dukungan dan bantuan dari masyarakatlah yang membuat dirinya luluh dan mau ikut kontestasi Pilwalkot Surabaya.

“Aku nda punya uang, aku nda mau kampanye, eh warga malah kampanye dukung saya pakai topeng foto saya, ‘Pilihlah aku pilihlah aku,'” ujarnya.

Risma Masuk Bursa Cagub DKI

Sebelumnya, PDIP menyebut sejumlah nama yang potensial ikut dalam Pilgub Jakarta. Nama-nama itu dipenuhi kader PDIP seperti Mensos Risma hingga mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

“Ini kita masih dalam proses penjaringan, tetapi dalam konteks sumber daya ya PDI-Perjuangan cukup banyak. Bisa saja seperti Risma, Ketua DPRD (Prasetyo), bisa aja, kita banyak potensi. Termasuk juga misalnya Azwar Anas,” kata Sekretaris DPD PDIP DKI Jakarta Pantas Nainggolan saat ditemui di kawasan Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/4/2024).

Sementara tokoh-tokoh lain yang masuk dalam bursa Cagub DKI antara lain Eks Panglima TNI sekaligus Wakil Ketua TPN Ganjar-Mahfud Andika Perkasa, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Prinsipnya, dalam mengambil keputusan, partainya mempertimbangkan sejumlah faktor.

“Pak Basuki Juga, termasuk juga Pak Andika Perkasa. (Ahok) ya dia kader kader kita juga, tapi kan dalam mengambil keputusan pasti kita mempertimbangkan banyak hal,” jelasnya.

PDIP pun memiliki kriteria tersendiri untuk sosok Cagub DKI yang akan diusung. Pertama, sosok tersebut harus berkomitmen dalam mengimplementasikan ideologi pancasila. Kedua, bisa memenuhi harapan Jakarta ke depan.

“Ketiga walaupun Jakarta bukan lagi sebagai Ibu Kota, tetapi Jakarta masih tetap menjadi Indonesia mini yang harus mencerminkan ke-Indonesiaan, yang mencerminkan persatuan, yang mencerminkan toleransi yang tinggi dan lain sebagainya,” ucapnya. (*)

Sumber: Detik.com

Transformasi Jam Bentong: Dari Pusat Informasi ke Museum Digital dan Jembatan Sejarah di Kukar

KUTAI KARTANEGARA – Dalam langkah inovatif yang menggabungkan teknologi dan sejarah, Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) mengumumkan rencana ambisius untuk mengubah Jam Bentong menjadi Museum Digital.

Terletak di jantung Taman Kota Taja (TKR), Jam Bentong tidak hanya akan menjadi pusat informasi tetapi juga destinasi wisata yang menawarkan pengalaman digital interaktif kepada pengunjung.

“Jam Bentong itu rencananya selain menjadi tempat informasi, nantinya akan menjadi tempat wisata, sesuai dengan perencanaannya nanti akan dijadikan Museum Digital.” Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Kukar, Triyatma, mengungkapkan pada Rabu (8/5/2024)

Selain itu, Triyatma juga membagikan visi untuk memanfaatkan ruangan di bawah jembatan sebagai Museum Jembatan, yang akan menyediakan konteks historis tentang peristiwa penting seperti runtuhnya jembatan di masa lalu.

“Di bawah Jembatan kan ada ruangan, itu rencananya juga menjadi Museum Jembatan, jadi ada informasi tentang peristiwa jembatan runtuh dahulu,” jelasnya.

Dengan rencana pengembangan ini, diharapkan Jam Bentong akan menarik lebih banyak pengunjung ke Kukar, meningkatkan daya tarik daerah sebagai destinasi wisata baru yang kaya akan edukasi dan interaktivitas digital. (ADV)