Dispar Kukar Tingkatkan SDM Ekraf: Pelatihan dan Sertifikasi Dukung Pariwisata

KUTAI KARTANEGARA – Dalam upaya memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf), Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) mengalokasikan anggaran khusus di APBD-P untuk serangkaian pelatihan dan sertifikasi bagi pelaku industri.

Baru-baru ini, Dispar Kukar mengadakan pelatihan fotografi yang diikuti oleh 20 peserta dari berbagai kecamatan di Kukar.

Pelaksana Tugas Kepala Dispar Kukar, Sugiarto, menegaskan komitmen pihaknya dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui program-program pelatihan yang terencana.

“Di APBD-P mendatang, kami akan melanjutkan dengan pelatihan lanjutan yang telah kami usulkan. Ini termasuk pelatihan untuk pelaku ekraf dan pengelola destinasi wisata desa (pokdarwis), yang semuanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM,” kata Sugiarto, Rabu (12/6/2024).

Menurut Sugiarto, inisiatif pelatihan dan sertifikasi ini selaras dengan arahan Bupati Kukar untuk mengembangkan 17 subsektor ekraf dan pariwisata.

“Peningkatan keterampilan dan profesionalisme SDM pariwisata melalui pelatihan dan sertifikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan, menarik lebih banyak wisatawan, dan mendukung pertumbuhan sektor pariwisata,” tambahnya.

Dengan langkah strategis ini, Dispar Kukar berharap dapat memperkuat fondasi sektor pariwisata dan ekraf, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. (ADV)

Kecamatan Tenggarong Seberang: Destinasi Wisata Baru dengan Dukungan Penuh Dispar Kukar

KUTAI KARTANEGARA – Kecamatan Tenggarong Seberang, yang terkenal dengan keindahan alamnya, kembali mendapat sorotan setelah Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan apresiasi atas keberhasilan pengembangan sektor pariwisata.

Dari wisata alam Bukit Mahoni di Desa Bangun Rejo hingga budidaya madu kelulut di Desa Buana Jaya, beragam destinasi menjanjikan pengalaman unik bagi pengunjung.

Plt Kepala Dispar Kukar, Sugiarto, menekankan pentingnya pengembangan pariwisata sebagai pendorong ekonomi lokal.

“Pengembangan destinasi wisata akan membawa efek domino yang menguntungkan bagi pelaku UMKM dan masyarakat,” ujarnya, Rabu (12/6/2024).

Sugiarto, yang juga pernah menjabat sebagai Camat Tenggarong Seberang, menambahkan bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keramahan menjadi kunci sukses pariwisata.

Dengan adanya air terjun Batu Ampar di Desa Loa Raya dan Gua Batu Gelap di Desa Suka Maju, serta berbagai objek wisata lainnya, Tenggarong Seberang siap menjadi magnet baru bagi wisatawan.

“Kami mendukung penuh pengembangan setiap objek wisata di Kukar, termasuk di Tenggarong Seberang,” tutup Sugiarto. (ADV)

Dispar Kukar Giatkan Pembinaan Interbidang untuk Peningkatan Kinerja

KUTAI KARTANEGARA – Dalam rangka peningkatan kinerja yang berkelanjutan, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) secara rutin menggelar rapat koordinasi internal. Rapat ini bertujuan untuk menyusun perencanaan kegiatan yang efektif dan terukur di setiap bidang.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Sugiarto, menekankan pentingnya koordinasi antar bidang serta tanggung jawab kepala bidang dan aparatur sipil negara (ASN) dalam rapat rutin Dispar Kukar.

“Kami fokus pada penyusunan dan perencanaan kegiatan yang memiliki sasaran terukur, khususnya di bidang pariwisata,” ujar Sugiarto, Rabu (12/6/2024).

Pembinaan yang dilakukan Dispar Kukar tidak hanya sekadar formalitas, melainkan sebuah proses bertahap dan berjenjang yang dirancang untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Sugiarto yakin bahwa pendekatan ini akan memaksimalkan kinerja Dispar Kukar.

Setiap minggu, rapat koordinasi diadakan untuk membahas pembinaan dan peningkatan kinerja.

“Ini adalah prioritas kami, untuk memastikan bahwa setiap kegiatan yang kami lakukan dapat mencapai sasaran yang telah kami tetapkan,” jelas Sugiarto.

Langkah-langkah yang diambil diharapkan dapat meningkatkan sinergi antar bidang dalam mencapai target kinerja yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Kami tidak hanya fokus pada pemberdayaan dan peningkatan SDM di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, tetapi juga pada pembinaan di setiap bidang yang ada,” tutup Sugiarto. (ADV)

Camat Buka Turnamen Catur yang Digelar Polsek Muara Jawa

Tenggarong – Turnamen catur dalam rangka memperingati hari Bhayangkara ke-78 tahun 2024 yang diselenggarakan Polsek Muara Jawa berlangsung meriah diikuti oleh 32 peserta.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Camat Muara Jawa Muhammad Ramli di Mapolsek Muara Jawa pada Senin (10/6/2024) malam.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kapolsek Muara Jawa Iptu Dedik I Prasetyo, Danramil Muara Jawa, Kapten Infantri Waskito dan seluruh Forkopimcam di Muara Jawa.

Kapolsek Muara Jawa, Iptu Dedik I Prasetyo mengatakan, kegiatan tersebut rutin digelar oleh pihaknya dalam rangka memperingati hari Bhayangkara setiap tahunnya.

Turnamen itu digelar bertujuan untuk menanamkan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya berolahraga.

“Dan juga sebagai ajang silaturahmi antara Polsek Muara Jawa dengan masyarakat,” ucapnya.

Iptu Dedik berharap, dengan rutinnya digelar kegiatan tersebut dapat melahirkan talenta-talenta baru di bidang olahraga.

“Adanya kegiatan ini kita berharap muncul tanlenta-talenta (atlet) yang baru di wilayah kita,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli mengungkapkan rasa terima kasih dan bangga atas terselenggaranya turnamen catur tersebut.

Kata dia, rutin digelarnya turnamen olahraga dapat meningkatkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan bagi masyarakat di Muara Jawa.

“Alhamdulillah ada rasa kekeluargaan yang begitu kental karena sampai saat ini di wilayah kita (Muara Jawa) dalam keadaan aman,” ungkapnya.

Ia berharap, kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar. Serta, berjalan dengan sportif hingga pelaksanaan turnamen catur Bhayangkara selesai dilaksanakan.

“Kami ucapkan kepada teman-teman yang sudah hadir dan harapanya tetap bermain dengan sportif,” pungkasnya. (ko)

Promosikan Budaya Kukar Kepenjuru Indonesia: Festival Eroh Bebaya Kukar Memukau di Yogyakarta

KUTAI KARTANEGARA – Wakil Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Fetty Puja Amelia Rendi Solihin, berharap Festival Eroh Bebaya ke-6 yang telah dilaksanakan dapat membuat seni budaya Etam lebih dikenal tidak hanya di Kalimantan Timur, tetapi juga di seluruh Indonesia.

Menurutnya, banyak pelajar dan mahasiswa dari Kukar yang tersebar di kota-kota besar.

Fetty menyampaikan harapannya ini pada Sabtu malam (8/6/2024) di Lapangan Denggung, Kabupaten Sleman, saat menghadiri festival yang diselenggarakan oleh Ikatan Pelajar Mahasiswa (IPM) Jogjakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Fetty tidak hanya menyaksikan pertunjukan seni budaya adat Kukar, tetapi juga melakukan peninjauan ke stand-stand dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kukar.

Istri Wakil Bupati Rendi Solihin ini sangat mengapresiasi festival tersebut dan merasa bangga atas digelarnya Eroh Bebaya sebagai ajang untuk memperkenalkan seni dan budaya adat Kukar di luar daerah, khususnya di Yogyakarta.

“Festival Eroh Bebaya ini adalah salah satu cara kita memperkenalkan budaya Kukar ke masyarakat luas. Saya berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan terus berinovasi untuk memperkenalkan serta melestarikan seni budaya Kukar,” ucap Fetty, Sabtu (8/6/2024).

“Dari Eroh Bebaya ini, selain seni budaya, kita juga bisa memperkenalkan olahraga tradisional kita, makanan khas seperti jajak-jajak, dan hasil kerajinan tangan yang merupakan hasil kreativitas masyarakat Kukar.” Tambahnya.

Fetty menegaskan  pentingnya festival ini sebagai sarana untuk mempromosikan berbagai aspek budaya Kukar, dari seni pertunjukan hingga kuliner dan kerajinan tangan, sehingga dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas. Dengan demikian, Festival Eroh Bebaya tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga media efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kukar ke seluruh Indonesia. (ADV)

Festival Eroh Bebaya di Yogyakarta: Pesta Budaya Kukar yang Meriah

KUTAI KARTANEGARA – Sukses besar, Festival Eroh Bebaya ke-6 yang digelar di Yogyakarta menarik perhatian masyarakat setempat dan wisatawan internasional.

Penampilan memukau dari Cahaya Kedaton, Olah Gubang, Bina Teater, dan Jonok Art Samboja menjadi sorotan dalam festival yang berlangsung selama dua hari, 7-8 Juni 2024, di Lapangan Parkir Denggung Sleman.

Acara ini, yang merupakan kolaborasi antara Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) dan Ikatan Pelajar Mahasiswa (IPM) Kukar di Yogyakarta, menampilkan rangkaian kegiatan mulai dari dialog wisata hingga lomba olahraga tradisional seperti bakiak, begasing, dan egrang, serta pameran UKM lokal.

Plt Kadispar Kukar, Sugiarto, mengungkapkan bahwa festival ini adalah bagian dari upaya promosi budaya dan pariwisata Kukar.

“Kita sama-sama menyaksikan Eroh Bebaya yang diselenggarakan di Sleman malam ini dan ini adalah hal penting bagi Dispar Kukar. Semoga setelah ini Kukar menjadi tujuan wisata untuk dikunjungi oleh masyarakat Jogja nantinya,” kata Sugiarto, Sabtu (8/6/2024).

Sugiarto juga menyampaikan harapan untuk kerja sama berkelanjutan antara Pemkab Kukar dan Pemerintah Yogyakarta dalam mempromosikan budaya dan pariwisata.

“Ini sebagai promosi bagaimana kami memperkenalkan budaya Kukar. Malam ini kita mengusung 3 budaya, mulai dari keraton pedalaman dan pesisir,” terangnya.

Nathia Natalie, perwakilan IPM Jogja dan ketua panitia penyelenggara, menyampaikan rasa terima kasih kepada Dispar Kukar atas dukungan yang diberikan.

“Terima kasih kepada Dispar Kukar atas semua supportnya ke kami, mulai dari pembiayaan dan semuanya. Kami sangat senang dan bahagia atas apa yang telah terselenggara. Semoga kedepannya tetap dan terus bisa menyelenggarakan event seperti ini dan lebih meriah lagi,” ujarnya.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat dan tamu undangan, dan ditutup dengan tarian bersama yang melibatkan pelajar dan mahasiswa Kukar, diiringi oleh musik dari seniman Olah Gubang.

Dengan suksesnya Eroh Bebaya di Yogyakarta dan Eroh Begenjoh di Malang sebelumnya, Sugiarto yakin bahwa event serupa di masa depan akan lebih meriah dan melibatkan lebih banyak pihak, memberikan dampak positif bagi Kabupaten Kutai Kartanegara, terutama dalam persiapan sebagai daerah strategis IKN. (ADV)