Gandeng Bumdes, Pemerintah Desa Kelekat Kembangkan Destinasi Wisata Air Danau Ubi

Tenggarong – Pemerintah Desa Kelekat di Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, telah merencanakan keterlibatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dalam pengelolaan destinasi wisata alam mereka, Wisata Air Danau Ubi.

Danau ini, yang terbentuk secara alami, masih mempertahankan keasrian dan kehijauannya. Sebagai tempat pemancingan ikan bagi masyarakat lokal, Danau Ubi telah lama menjadi daya tarik yang menonjol.

Kepala Desa Kelekat, Cawal, menjelaskan bahwa meskipun memiliki potensi untuk menarik wisatawan, saat ini danau tersebut belum dioptimalkan secara penuh sebagai destinasi wisata. Namun, Pemdes berencana untuk mengubah hal ini pada tahun ini dengan melibatkan BUMDES dalam pengelolaannya, dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan asli desa.

“Kami yakin bahwa dengan pengelolaan yang baik, Wisata Air Danau Ubi akan menjadi daya tarik yang signifikan bagi pengunjung yang mencari keindahan alam yang masih alami,” katanya, Minggu (16/6/2024).

Dia juga berharap bahwa langkah ini tidak hanya akan meningkatkan pengunjung dan pendapatan desa, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat sekitar.

Pengelolaan yang lebih terstruktur diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi lokal, sambil tetap mempertahankan kelestarian lingkungan dan keasrian alam Danau Ubi. (adv)

Tingkatkan Destinasi Wisata dan Budaya: Upaya Startegi Pemkab Kukar Tingkatkan Promosi Wisata

KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kutai Kartanegara (Kukar) tengah gencar mempromosikan potensi wisata dan budaya daerah melalui berbagai strategi inovatif.

Triyatma, Kepala Pemasaran di Dispar Kukar, menguraikan langkah-langkah yang diambil untuk meningkatkan kesadaran dan minat wisatawan, khususnya di kalangan pelajar.

“Kami berkomitmen untuk memperkenalkan warisan budaya dan situs menarik di Kukar kepada masyarakat luas,” ujar Triyatma, Sabtu (15/6/2024).

Salah satu inisiatif unggulan adalah dialog wisata yang menyasar siswa SMA/SMK. Melalui kegiatan ini, Dispar Kukar berharap dapat memberikan pemahaman mendalam kepada generasi muda mengenai kekayaan budaya dan potensi wisata daerah.

“Kami juga melibatkan mahasiswa dari Yogyakarta untuk berperan aktif dalam kampanye promosi ini,” pungkas Triyatma.

Triyatma mengungkapkan bahwa dialog wisata yang telah diselenggarakan selama tiga tahun terakhir mendapatkan respons positif. Acara ini pernah diadakan di Kecamatan Sanga-Sanga dengan melibatkan SMA 1, SMK 1, dan SMU 1.

“Kami berencana untuk memperluas kegiatan ini ke wilayah lain di Tenggarong,” ucapnya.

Selain itu, Dispar Kukar berharap para siswa SMA yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi dapat menjadi duta pariwisata untuk Kukar, membantu mempromosikan kekayaan budaya dan destinasi wisata daerah mereka.

Triyatma juga menyatakan bahwa Dispar Kukar akan terus memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian warisan budaya lokal. Upaya ini tidak hanya untuk menarik wisatawan tetapi juga untuk memastikan bahwa warisan budaya Kukar tetap terjaga dan dikenal oleh generasi mendatang.

Dengan berbagai strategi dan inisiatif ini, Kukar berupaya menjadikan daerahnya sebagai destinasi wisata yang dikenal luas, menarik minat wisatawan lokal maupun internasional, serta mendorong perkembangan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata. (ADV)

Wisata Budaya di Kota Bangun: Festival Pekan Budaya Bahari Sukses di Gelar

KUTAI KARATNEGARA – Kecamatan Kota Bangun baru saja menyelesaikan rangkaian Festival Pekan Budaya Bahari yang berlangsung dari 11 hingga 15 Juni 2024 di eks Lapangan Pesawat Terbang, Desa Kota Bangun Ulu.

Acara yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) ini menjadi magnet baru bagi para wisatawan yang ingin menikmati kekayaan budaya lokal.

Festival Pekan Budaya Bahari tidak hanya menghadirkan berbagai pertandingan olahraga tradisional, seperti engkrang dan terompa, tetapi juga menampilkan lomba karaoke lagu Kutai, busana batik Kutai, dan lomba mewarnai. Keberagaman kegiatan ini memberikan pengalaman yang kaya dan beragam bagi para pengunjung, baik lokal maupun luar daerah.

Kepala Desa Kota Bangun Ulu, Khairul Umam, S.Pd, mengucapkan terima kasih kepada Disdikbud Kukar yang telah melaksanakan kegiatan ini di wilayah mereka.

“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya dan adanya lebih banyak event-event dari Kabupaten yang dilaksanakan di Desa Kota Bangun Ulu. Dengan banyaknya event, UMKM di Desa Kota Bangun Ulu khususnya akan semakin meningkat dan berkembang,” ucap Khairul Umum, Sabtu (15/6/2024).

Pemdes KBU juga menyampaikan apresiasi kepada para pelaku seni dan budaya yang telah menampilkan penampilan terbaik mereka selama festival berlangsung.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian budaya bagi generasi muda yang akan datang” ungkapnya.

Festival ini menjadi daya tarik wisata tersendiri, membawa nuansa baru dan memberikan pengalaman berbeda bagi para wisatawan. Pengunjung dapat menikmati suasana tradisional yang kental dengan berbagai aktivitas budaya dan kesenian khas Kutai.

Selain itu, adanya berbagai event dalam festival ini diharapkan mampu mendorong perkembangan ekonomi lokal melalui peningkatan UMKM. Kegiatan seperti ini memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha kecil dan menengah untuk memperkenalkan produk mereka kepada khalayak yang lebih luas.

Festival Pekan Budaya Bahari ini diharapkan terus berlanjut di masa mendatang dan menjadi agenda tahunan yang selalu dinanti. Dengan demikian, Desa Kota Bangun Ulu bisa semakin dikenal sebagai destinasi wisata budaya yang kaya akan tradisi dan potensi lokal, menarik minat wisatawan untuk berkunjung dan mengeksplorasi keindahan serta keunikan budaya daerah ini. (ADV)

Kawasan Wisata Menantang di Goa Batu Gelap: Wisata Alam Menawan di Kutai Kartanegara

KUTAI KARTANEGARA – Kalimantan Timur (Kaltim) terkenal dengan keindahan goanya yang memukau, salah satunya adalah Goa Batu Gelap yang terletak di Desa Separi, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar).

Berjarak sekitar 43 kilometer dari pusat Kota Tenggarong, ibu kota Kabupaten Kukar, goa ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam, dari Kota Balikpapan sekitar 150 kilometer atau 3 jam perjalanan dari kota minyak tersebut dan jika dari Samarinda sekitar 43 kilometer dan bisa ditempuh dengan waktu 1,2 jam dari Ibu Kota Kaltim ini.

“Iya jaraknya lumayan ya, tapi sesuai sih dapatnya pas sudah disini,” ucap Pecinta Alam dari Balikpapan, Buniyamin, Sabtu (15/6/2024).

Dari Balikpapan, sengaja pergi wisata alam Batu Gua Gelap di Separi, karena penasaran dengan keindahan dan tantangan dari Gua ini.

“Kami juga baru kali ini kesini, buat menambah pengalaman disini dan menikmati alam disini,” tambahnya.

Batu Gelap menawarkan pengalaman wisata alam yang menantang dan menakjubkan bagi para pecinta alam.

Saat memasuki goa ini, pengunjung harus merundukkan badan hingga 90 derajat karena pintu masuknya yang sempit.

Namun, setelah melewati pintu masuk, wisatawan akan disambut oleh dinding goa yang tinggi dan kokoh, terbuat dari batu gamping dengan formasi batuan.

Goa Batu Gelap dihiasi oleh stalagmit dan stalaktit yang mengesankan, yang terbentuk oleh aliran sungai bawah tanah yang melintasi goa ini. Keindahan alam ini semakin memukau dengan adanya sinar matahari yang masuk melalui celah-celah goa, menciptakan pemandangan yang menakjubkan. (ADV)

Jadi Destinasi Romantis Pasangan di Tenggarong: Jembatan Repo-repo Banyak Terdapat Gembok Cinta

KUTAI KARTANEGARA – Impian memiliki hubungan romantis seperti dalam drama Korea kini bisa diwujudkan tanpa perlu jauh-jauh ke Korea Selatan. Tenggarong, ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara, menawarkan sensasi serupa di Jembatan Repo-Repo.

Mengambil inspirasi dari N Seoul Tower di Korea Selatan, yang terkenal dengan ritual gembok cintanya, Jembatan Repo-Repo menawarkan pengalaman serupa bagi pasangan yang ingin mengabadikan cinta mereka. Jembatan ini menghubungkan Kota Tenggarong dengan Pulau Kumala dan menjadi daya tarik wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Terletak di Jalan K.H. Ahmad Muksin, Timbau, Kecamatan Tenggarong, jembatan ini hanya berjarak sekitar 4,5 km dari Kantor Bupati Kutai Kartanegara dan dapat dicapai dalam waktu sekitar 10 menit dengan kendaraan bermotor. Sejak dibuka untuk umum pada 22 Maret 2016 oleh Bupati Kutai Kartanegara, Ibu Rita Widyasari, jembatan ini langsung menarik perhatian warga dan wisatawan.

Di Jembatan Repo-Repo, pengunjung dapat menuliskan nama mereka dan pasangannya di gembok, menguncinya di pagar jembatan, dan membuang kuncinya ke dasar Sungai Mahakam. Ritual ini dipercaya dapat membawa kelanggengan dalam hubungan cinta. Ribuan gembok yang tergantung di sepanjang pinggir jembatan menjadi pemandangan unik dan romantis.

Selain memasang gembok cinta, pengunjung juga bisa menikmati sunset dan pemandangan lampu kota di malam hari dari ujung jembatan. Aktivitas berfoto menjadi sangat populer di sini, sehingga pengunjung disarankan untuk menyiapkan kamera dan memori yang cukup.

Dengan panjang 230 meter dan lebar hanya 3,5 meter, Jembatan Repo-Repo memang dirancang khusus untuk pejalan kaki. Pemandangan indah Sungai Mahakam, sungai terbesar di Kalimantan Timur, bisa dinikmati dari atas jembatan. Dari sini, pengunjung juga dapat melihat Pulau Kumala yang menawarkan berbagai daya tarik wisata.

Jembatan Repo-Repo dengan semua keunikannya telah menjadi destinasi wisata wajib bagi siapa saja yang berkunjung ke Kutai Kartanegara. Tak hanya menjadi tempat untuk mengekspresikan cinta, jembatan ini juga menghadirkan pengalaman wisata yang tak terlupakan dengan pemandangan alam yang memukau. (ADV)

Kukar Festival Budaya Nusantara (KFBN) Sukses digelar di 3 Lokasi

KUTAI KARTANEGARA – Kukar Festival Budaya Nusantara (KFBN) sukses digelar Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. 3 titik lokasi acara KFBN yang berlangsung pada 8-13 Juli 2024 semuanya berjalan lancar, yaitu di Lapangan Parkir Stadion Rondong Demang, Lapangan Basket Timbau, dan Amphitheater Taman Kota Raja.

Ketiga lokasi tersebut memang kerap dijadikan tempat acara KFBN setiap tahun. Di Lapangan Parkir Stadion Rondong Demang dan Lapangan Basket Timbau digelar olahraga tradisional Kukar, sedangkan Amphitheater Taman Kota Raja dijadikan pentas seni, tari, musik, dan lain-lain.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan Industri Pariwisata, Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Antoni Kusbiantoro baru-baru ini.

“Ini merupakan wujud keseriusan Pemkab Kukar dalam melestarikan dan memperkenalkan budaya tradisional,” ucap Antoni, Sabtu (15/6/2024).

Lebih lanjut, Antoni menyatakan harapan Pemkab Kukar agar festival ini dapat di pertahankan dan di lestarikan.

“Kami berharap dari Festival ini, kita dapat mempertahankan dan melestarikan budaya lokal kita,” tegasnya.

Beberapa sanggar seni dapat hadir pada gelaran ini untuk berpartisipasi.

“Melalui KFBN 2024, dapat menjadi ajang yang tidak hanya melestarikan kebudayaan yang ada di Kukar dan Indonesia, tetapi juga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat,” sambung Antoni. (ADV)