Menjadi Destinasi Wisata Baru di Muara Badak: Pulau Indah Kurma Banyak di Kunjungi Wisatawan

KUTAI KARATNEGARA – Keindahan pesisir Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim) memang tak pernah habis dieksplorasi. Salah satu destinasi wisata pantai yang kini tengah populer adalah Pantai Pulau Indah Kurma, yang terletak di Desa Tanjung Limau, Jl. Muara Badak – Marangkayu.

Pantai ini menawarkan pemandangan yang menakjubkan dengan pasir putih yang berpadu dengan jernihnya air laut Selat Makassar. Keindahan pantai ini semakin memukau dengan deretan pohon pinus hijau yang menghampar di sepanjang hutan tepian Pulau Indah Kurma.

Nama “Pulau Indah Kurma” mungkin membuat orang mengira adanya pohon kurma di pantai ini, dan memang benar, pantai ini dihiasi dengan pohon kurma yang menambah eksotisme alamnya.

Pulau Indah Kurma, yang berada satu pulau dengan Pantai Mutiara Laut dan Pantai Mutiara Indah, memiliki fasilitas lengkap untuk menambah kenyamanan pengunjung.

Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain toilet, pendopo, warung, dan musholla, sehingga pengunjung dapat menikmati liburan dengan nyaman.

Selain Pulau Indah Kurma, Muara Badak juga menawarkan banyak pilihan destinasi wisata pantai lainnya yang menampilkan keindahan alam yang tak berujung. (ADV)

Menjadi Destinasi Wisata Persawahan di Kutai Kartanegara: Lumbung Padi Samboja Semakin Ramai

KUTAI KARTANEGARA – Bagi Anda yang belum merencanakan aktivitas akhir pekan, dua objek wisata alam di Kutai Kartanegara ini bisa menjadi rekomendasi menarik. Salah satunya adalah Lumbung Padi Samboja yang sempat viral di media sosial TikTok karena pemandangannya yang menawan.

Lumbung Padi Samboja, yang terletak di Bukit Raya, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menawarkan hamparan sawah hijau yang indah dan luas.

Tempat ini menjadi lokasi ideal untuk bersantai dan menenangkan pikiran dari hiruk pikuk pekerjaan. Selain itu, Lumbung Padi Samboja juga dikenal sebagai tempat yang sempurna untuk menikmati pemandangan matahari terbenam.

Untuk menikmati keindahan alam ini, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk seharga Rp10.000 per orang. Di dalam kawasan wisata, tersedia berbagai fasilitas menarik, termasuk spot foto yang instagramable dengan latar belakang persawahan dan ikon Love.

Pengunjung juga bisa menemukan ayunan, kursi, bean bag, dan payung yang menambah kenyamanan saat menikmati suasana pedesaan.

Tidak hanya itu, Lumbung Padi Samboja juga menyediakan cafe serta area pemancingan dan prasmanan yang akan segera dibuka, menawarkan berbagai pilihan aktivitas bagi pengunjung.

Pengunjung asal Balikpapan, Shafa Zarifah, menyatakan bahwa destinasi wisata alam ini adalah tempat yang sempurna untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman di akhir pekan.

Dia mengungkapkan bahwa perjalanan ke lokasi membutuhkan waktu sekitar dua jam dari Kota Balikpapan, dengan akses jalan yang masih aman untuk motor maupun mobil.

“Ini merupakan salah sati destinasi wisata alam yang cukup nyaman untuk dikunjungi baik bersama keluarga maupun sahabat” ujar Shafa, Jumat (14/6/2024).

“Biaya tiket masuknya juga masih ramah di kantong, ada kolam ikan buat mancing berbayar dan cafe yang menjual beberapa varian menu makan minum simpel. Secara keseluruhan, ini tempat yang oke untuk wisata sawah padi karena di Kalimantan tidak banyak sawah,” Tambah Shafa Zarifah. (ADV)

Desa Manunggal Jaya Kembangkan Wisata Kebun Belimbing

Tenggarong – Desa Manunggal Jaya di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kalimantan Timur, berkomitmen untuk mengembangkan sektor pariwisata lokal. Salah satu destinasi yang menjadi fokus pengembangan adalah Kebun Belimbing, yang dikelola oleh masyarakat setempat.

Kepala Desa Manunggal Jaya, Sukemi mengungkapkan bahwa optimalisasi potensi agrowisata dapat berkontribusi signifikan terhadap perekonomian desa. Untuk itu, Pemdes bersama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat gencar mempromosikan Kebun Belimbing agar dikenal lebih luas.

Kebun Belimbing yang terletak di Jalan Keham L2, Blok D, RT 015, Dusun Telaga Kencana ini menawarkan pengalaman agrowisata yang unik. Pengunjung dapat merasakan langsung suasana perkebunan, memetik buah belimbing dari pohonnya, dan menikmati berbagai produk olahan belimbing yang segar.

Tidak hanya itu, area agrowisata ini juga dilengkapi dengan fasilitas tambahan seperti kolam renang anak, kebun binatang mini, dan taman bermain.

“Tempat ini cocok bagi keluarga untuk bersantai dan berfoto, sambil memetik buah belimbing,” ucapnya, Jumat (14/6/2024).

Biaya masuk ke Kebun Belimbing sangat terjangkau, hanya Rp 3.000 per orang. Untuk menikmati fasilitas kolam renang, pengunjung dikenakan tarif Rp 10 ribu per orang.

Dengan harga yang ramah di kantong, diharapkan destinasi ini dapat menarik lebih banyak wisatawan, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat setempat dan memperkenalkan potensi wisata desa ke khalayak yang lebih luas.

Untuk mendukung pengembangan ini, Dinas Pariwisata memberikan dukungan berupa pelatihan dan penyediaan sarana prasarana penunjang.

“Dinas Pariwisata memberikan dukungan berupa pelatihan dan sarana prasarana penunjang,” tutupnya. (adv)

Bupati Edi Damansyah Minta Dispar Kukar Aktifkan Jam Bentong

Tenggarong – Bupati Kabupaten Kukar Edi Damansyah baru-baru ini menginstruksikan Dinas Pariwisata (Dispar) untuk segera mengaktifkan kembali Jam Bentong sebagai pusat informasi data wisata.

Jam Bentong, salah satu ikon Kota Raja Tenggarong, dibangun menyerupai menara jam di Inggris dan memiliki arti “jam besar” dalam bahasa Indonesia. Selain menjadi ikon Kota Tenggarong, Jam Bentong sebelumnya berfungsi sebagai pusat informasi pariwisata (Tenggarong Visitor Center) Kabupaten Kutai Kartanegara. Di dalamnya, terdapat berbagai informasi mengenai pariwisata Kukar, seperti booklet, brosur, kalender event, berbagai objek wisata, video, hingga replika situs Yupa.

Saat ini, Jam Bentong tidak menunjukkan aktivitas apa pun. Entah mengapa, ikon yang dijuluki Jam Gadang-nya Kaltim ini tidak lagi beroperasi. Menyikapi hal ini, Bupati Kukar meminta agar Jam Bentong difungsikan kembali.

Jam Bentong terletak di Jalan Wolter Monginsidi No.16, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, dan dikenal sebagai ikon Kota Tenggarong serta pusat informasi pariwisata dan kebudayaan. Lokasinya yang strategis berada di antara ikon-ikon Kukar lainnya, seperti Menara Tuah Himba, Jembatan Kukar, dan Taman Kota Raja.

Bupati Edi Damansyah meminta Dispar agar pengoperasian Jam Bentong melibatkan Duta Wisata dan Putri Pariwisata, dengan harapan adanya sinergi dan kolaborasi untuk menjadikan Jam Bentong salah satu tujuan utama masyarakat ketika berkunjung ke Kota Raja Tenggarong.

“Dispar harus terus mengoptimalkan peluang dan kemampuan yang ada, melakukan langkah-langkah prospektif, berkarya, dan berinovasi untuk membangkitkan pembangunan serta aset-aset daerah yang menjadi sektor pariwisata di Kukar,” katanya.

Bupati juga menekankan kepada anggota DPC Asosiasi Duta Wisata Indonesia Kukar, agar siapapun yang terpilih sebagai juara, turut membantu mempromosikan obyek wisata jam bentong dengan memanfaatkan teknologi media sosial, agar Jam Bentong lebih dikenal dan menjadi pilihan berwisata.

“Kami juga mengharapkan duta wisata juga bisa aktif berkarya dan berkontribusi dalam memajukan pariwisata di Kukar,” tutupnya. (adv)

Pemdes Kedang Ipil Tingkatkan Insfrastruktur Guna Dorong Sektor Pariwisata

Tenggarong – Dalam upaya meningkatkan konektivitas antar desa dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengalokasikan dana sebesar Rp46 miliar di Desa Kedang Ipil Kecamatan Kota Bangun Darat.

Dana tersebut ditujukan untuk proyek peningkatan infrastruktur jalan di Desa Kedang Ipil, yang diharapkan dapat memperlancar akses transportasi dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Camat Kota Bangun Darat, Julkifli, menyatakan optimisme bahwa proyek ini akan berdampak luas, tidak hanya pada kemudahan akses tetapi juga pada ekonomi desa.

“Proyek ini tidak hanya akan meningkatkan akses transportasi, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Julkifli, Jumat (14/6/2024).

Rencana kerja proyek ini dijadwalkan akan dimulai pada April 2024, dengan fokus pada semenisasi jalan yang menghubungkan Desa Suka Bumi, Sedulang, Kedang Ipil, hingga Winosari.

“Masyarakat Kota Bangun I, Kota Bangun II, dan Kota Bangun III akan mudah aksesnya,” ungkapnya.

Selain itu, pembangunan kantor Camat Kota Bangun Darat juga akan dilaksanakan di Desa Kedang Ipil sebagai bagian dari proyek ini.

Julkifli berharap bahwa seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dalam tahun ini, sehingga dampak positifnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat, khususnya dalam hal transportasi dan perekonomian.

Dengan adanya tempat wisata seperti air terjun di Desa Kedang Ipil, proyek ini diharapkan dapat berjalan tanpa hambatan dan membawa kemajuan yang signifikan bagi daerah tersebut.

“Sebab di desa ini ada tempat wisatanya, yakni air terjun Desa Kedang Ipil. Semoga tidak ada hambatan,” pungkasnya. (adv)

Langit Timur: Destinasi Wisata Alam Memukau di Tenggarong Seberang

KUTAI KARTANEGARA – Sesuai dengan namanya, Langit Timur terletak di sisi timur dan menawarkan pemandangan menakjubkan dari matahari terbit hingga matahari terbenam.

Terletak di Desa Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar), destinasi wisata ini memikat para wisatawan dengan keindahan alam dan danaunya.

Langit Timur mulai dibangun pada tahun 2022 dan menempati lahan seluas hampir satu hektar. Dikelola secara swadaya mandiri, tempat ini telah menjadi daya tarik utama bagi pengunjung yang ingin bersantai sembari menikmati panorama alam yang indah.

“Para pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas yang disediakan untuk bersantai sambil menikmati keindahan alam,” ucap Syafruddin Pernyata, Kamis (13/6/2024).

Di sini, pengunjung bisa berenang di kolam renang yang tersedia secara gratis atau menyewa perahu berkapasitas hingga 10 orang untuk berlayar di danau dengan biaya sewa sebesar Rp 120 ribu.

Selain itu, saat senja tiba, pengunjung dapat menyaksikan keindahan matahari terbenam di ufuk barat, menjadikan Langit Timur tempat yang sangat direkomendasikan bagi pecinta fotografi.

Fasilitas yang tersedia di Langit Timur sangat lengkap, termasuk musala, gazebo, fasilitas kuliner, toilet, dan lain-lain untuk kenyamanan pengunjung.

“Tiket masuk ke objek wisata Langit Timur dibanderol seharga Rp 10 ribu per orang,” ungkap Syafruddin, yang juga dikenal sebagai penulis terkenal di Kalimantan Timur. Ujarnya.

Bagi para wisatawan yang ingin liburan dengan konsep alam, Langit Timur di Desa Loa Ulung, adalah destinasi patut diperhitungkan untuk dikunjungi.

“Tempat ini buka setiap hari, siap menyambut pengunjung yang ingin menikmati pesona alam yang memikat,” sambungnya. (ADV)