FPMM Kaltim Desak Pemerintah Bubarkan BPIP

Tenggarong – Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) Kaltim meminta pemerintah untuk membubarkan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Permintaan ini muncul setelah BPIP mengeluarkan aturan standar pakaian Paskibraka putri yang tidak mencantumkan jilbab.

Akibat aturan tersebut, Paskibraka putri yang mengenakan hijab harus melepasnya untuk mematuhi ketentuan BPIP.

“Akhir-akhir ini, banyak perbincangan di dunia maya mengenai pencopotan jilbab bagi Paskibraka wanita pada 17 Agustus nanti,” ujar Ketua FPMM Kaltim, Ikhsan Hattu, Jumat (16/8/2024).

Ikhsan mengkritik BPIP yang dinilai sering menimbulkan kegaduhan di masyarakat dengan kebijakan-kebijakan yang dianggap bertentangan dengan norma masyarakat.

“Sebagai lembaga negara yang dibiayai dari uang rakyat namun tidak memberikan kontribusi yang signifikan, lebih baik BPIP dibubarkan,” tegasnya.

Ia juga menyarankan pemerintah untuk meninjau ulang struktur internal BPIP dan mengisi posisi-posisi di lembaga tersebut dengan individu yang memiliki akhlak, moral, dan jiwa pancasilais.

“Atau sebaiknya kembalikan BP4 dan aktifkan lagi penataran P4 mulai dari sekolah hingga lingkungan kerja,” tutup Ikhsan. (ko)

Bupati Edi Damansyah Kukuhkan 41 Anggota Paskibraka, Berharap Jalankan Tugas dengan Baik

Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah secara resmi mengukuhkan 41 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Gedung Putri Karang Melenu, Tenggarong Seberang pada Kamis (15/8/24).

Anggota Paskibraka Kukar ini rencananya akan menjadi pengibar bendera merah putih pada upacara HUT Kemerdekaan RI ke 79 di halaman kantor Bupati Kukar, Jumat (17/8/2024).

Acara tersebut dihadiri oleh Forkopimda, Kodim 0906/Kukar, Polresta Kukar, Pengadilan Negeri Tenggarong, Kesbangpol. Selain itu, kedua orang tua dari setiap anggota Paskibraka juga turut hadir dalam momen bersejarah tersebut.

Edi menyampaikan rasa bangganya terhadap dedikasi, semangat, dan kedisiplinan yang telah ditunjukkan oleh para anggota Paskibraka selama proses seleksi dan latihan.

“Saya menyadari bahwa menjadi bagian dari Paskibraka bukanlah tugas yang ringan. Ini adalah suatu kehormatan dan tanggung jawab yang besar,” ujarnya.

Ia menyebut, bendera merah putih merupakan simbol kebesaran Indonesia. Menjadi lambang persatuan dan kesatuan bangsa.

Ia berharap, setelah pengukuhan ini, para anggota Paskibraka Kukar dapat terus melanjutkan semangat dan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengungkapkan harapannya agar para putra-putri terbaik Kukar ini dapat mengemban amanah dan tugas dengan baik, terutama pada saat pelaksanaan HUT RI ke 79.

“Kalian adalah putra-putri terbaik Kukar, kalian 41 orang yang terpilih. Keterpilihan kalian adalah bagian dari perjalanan dan prestasi yang telah kalian capai,” tutupnya.

Tak lupa, Bupati Edi juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua anggota Paskibraka atas keberhasilan mendidik generasi muda Kukar.

“Peran orang tua sangat berh)arga dalam mencetak generasi muda yang berkualitas dan siap membanggakan negara dan bangsa,” tutupnya. (ak)

Kesbangpol Kukar Soroti Rendahnya Wawasan Kebangsaan Siswa dalam Festival Demokrasi

Tenggarong – Kepala Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti menyoroti rendahnya wawasan kebangsaan di kalangan siswa pada acara Festival Demokrasi Kebangsaan yang diselenggarakan untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula yang bertempat di Pendopo Wakil Bupati Kukar, Kamis (15/8/2024).

Rinda mengungkapkan bahwa wawasan kebangsaan merupakan salah satu faktor penting yang sering diabaikan oleh generasi muda di Kukar.

“Selama 15 tahun terakhir, Kukar belum berhasil mengirimkan siswa untuk menjadi pengibar bendera di tingkat nasional. Salah satu penyebab utamanya adalah rendahnya kemampuan wawasan kebangsaan yang dimiliki anak-anak kita,” ucapnya.

Rinda menekankan, pentingnya wawasan kebangsaan sebagai modal utama, tidak hanya untuk mereka yang ingin melanjutkan pendidikan di sekolah-sekolah kejuruan seperti Akmil, Akpol, atau IPDN, dan ASN.

Ia mengingatkan bahwa materi wawasan kebangsaan selalu menjadi bagian dari ujian dan seleksi di berbagai lembaga pendidikan dan pemerintahan.

“Jika kita ingin menghantarkan Kukar ke tingkat nasional, wawasan kebangsaan harus menjadi prioritas dalam pembinaan dan pendidikan anak-anak kita,” tutupnya. (ak)

Kesbangpol Kukar Akui Tingkat Partisipasi Pemilih Masih Rendah

Tenggarong – Tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih terbilang rendah, terutama pada saat pelaksanaan Pilkada.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar Rinda Desianti pada kegiatan festival demokrasi kebangsaan di Pendopo Wakil Bupati Kukar, Kamis (15/8/2024).

Ia menyebut, per 31 Desember 2023, penduduk Kukar mencapai angka 780.113 jiwa. Dari angkat tersebut, sebesar 30 persen terdiri dari kelompok Gen Z, milenial 25%, sisanya adalah baby boomers dan kelompok X.

“Kukar pada tahun 2020 terendah tingkat partisipasi pemilu di Kaltim,” ucapnya.

Rinda bilang, hal itu diakibatkan oleh beberapa faktor. Pertama, karena pada Pilkada Kukar 2020, sedang dilanda musibah Covid-19.

“Kedua juga karena disebabkan adanya kotak kosong pada waktu itu,” ujar Rinda.

Ia berharap pada pelaksanaan Pilkada Kukar 2024 yang akan digelar November mendatang, akan ada peningkatan partisipasi pemilih yang signifikan.

Data tingkat partisipasi pemilih di Kukar dari tahun ke tahun:

Pilbup Kukar tahun 2015, partisipan pemilih 58,93%

Pilgub Kaltim tahun 2018, partisipan pemilih 60,44%

Pemilu serentak tahun 2019, partisipan pemilih 81,24%

Pilbup Kukar tahun 2020, partisipan pemilih 57,00%

Pemilu serentak tahun 2024, partisipan pemilih 83,24%

Sumber: Kesbangpol Kukar

Asisten I Setkab Kukar Buka Festival Demokrasi Kebangsaan, Diikuti Sembilan SMA/SMK

Tenggarong – Asisten I Setkab Kukar, Akhmad Taufik Hidayat resmi membuka festival demokrasi kebangsaan dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih pemula dalam demokrasi di Pendopo Wakil Bupati Kukar, Kamis (15/8/2024).

Kegiatan tersebut di ikuti oleh sembilan sekolah tingkat SMA/SMK di Tenggarong. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar, Komisioner KPU, Ketua Bawaslu, dan Diskominfo.

Akhmad Taufik Hidayat menjelaskan sesuai dengan undang-undang nomor 7 tahun 2017 bahwa hanya masyarakat yang telah memiliki KTP elektronik yang dapat menggunakan hak pilih.

“Hanya warga Negara Indonesia yang memenuhi persyaratan yang mempunyai hak pilih,” ucapnya.

Ia menyebut, pendidikan pemilih merupakan elemen penting dalam demokrasi, guna mengurangi angka golput di masyarakat.

“Pemilih yang rasional menjadi ukuran kualitas demokrasi,” ujar Taufik.

Terlebih kata dia, pendidikan pemilih penting dilakukan di kalangan pemilih muda. Sebab, sebagian besar pemilih saat ini ialah para milenial.

“Sehingga kita laksanakan festival demokrasi kebangsaan. Untuk membangun kesadaran demokrasi atau disingkat dengan “Mekar Demokrasi,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti menyebut, dengan datang ke tempat pemungutan suara (TPS), adalah suatu bentuk kepedulian untuk menyelamatkan demokrasi.

Terdapat tiga hal yang perlu diketahui untuk para pemilih pemula, di antaranya: pertama adalah visi misi bakal pasangan calon. Kedua, rekam jejak pasangan calon. Ketiga, kesesuaian visi misi.

“Tiga hal tersebut merupakan hal penting yang perlu diketahui oleh para pemilih pemula untuk memilih atau menentukan pemimpin untuk lima tahun kedepan,” pungkasnya. (ak)

Gerindra Kukar Siapkan Strategi Jitu Menangkan Rudi-Seno di Pilgub Kaltim 2024

Tenggarong – Partai Gerindra kembali menunjukkan taringnya dalam kancah politik Kalimantan Timur dengan menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memenangkan pasangan Rudi Mas’ud dan Seno Aji pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2024.k

Komitmen ini ditegaskan oleh Ketua Partai Gerindra Kutai Kartanegara (Kukar), Alif Turiadi, yang menyatakan bahwa konsolidasi internal partai terus berjalan intensif tanpa jeda.

“Jadi kami, tentunya dari Partai Gerindra akan melakukan langkah-langkah strategis,” ungkap Alif usai menghadiri pelantikan anggota DPRD Kukar pada Rabu (14/8/2024).

Alif memaparkan bahwa langkah pertama dalam menghadapi Pilgub adalah memperkuat konsolidasi, dimulai dari tingkat provinsi hingga ranting di akar rumput.

Konsolidasi ini semakin diperkuat setelah Partai Gerindra resmi memberikan dukungannya kepada pasangan bakal calon Gubernur Rudi Mas’ud dan bakal calon Wakil Gubernur Seno Aji.

Menurut Alif, seluruh elemen partai, mulai dari pimpinan hingga kader di tingkat paling bawah, akan dilibatkan secara maksimal dalam proses pemenangan ini.

Di tengah persaingan yang kian memanas, pasangan petahana Isran Noor dan Hadi Mulyadi yang mendapat dukungan dari PDIP dan Partai Demokrat juga semakin mantap melangkah.

Namun, dengan dukungan tujuh partai besar, termasuk Gerindra, pasangan Rudi-Seno muncul sebagai kekuatan politik yang tak bisa diremehkan.

Bagi Gerindra, dukungan kepada Rudi-Seno bukan sekadar formalitas politik. Ini adalah bagian dari strategi panjang partai dalam memastikan Kaltim dipimpin oleh sosok yang kuat dan visioner.

Suasana di internal Gerindra pun semakin solid, dengan dukungan yang mengalir deras dari seluruh lapisan partai. Antusiasme yang membara ini menjadikan Gerindra lebih dari sekadar partai pendukung, melainkan motor penggerak perubahan di Kaltim.

Pasangan “Harum-Seno” diyakini Gerindra sebagai jawaban atas tantangan yang dihadapi Kalimantan Timur di masa depan. Dengan strategi yang matang dan dukungan luas, Partai Gerindra siap bertarung dalam Pilgub Kaltim 2024, menjadikan Rudi-Seno sebagai pilihan utama bagi rakyat Kalimantan Timur.

Sementara itu, meski pasangan Isran-Hadi memiliki basis dukungan kuat, persaingan di Pilgub ini diprediksi akan menjadi pertarungan sengit, di mana kekuatan Gerindra dan koalisinya bertekad untuk merebut kemenangan bagi Rudi Mas’ud dan Seno Aji. (ko)