Dinsos Kukar Perkuat Penyaluran Bantuan Sosial Melalui Validasi Data DTKS

Tenggarong – Dinas Sosial Kutai Kartanegara (Dinsos Kukar) menegaskan langkah peningkatan ketepatan bantuan sosial melalui pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di tingkat desa dan kelurahan.

Validasi data menjadi fondasi utama agar pemanfaatan program dapat diterima pihak yang benar-benar membutuhkan, sekaligus menjaga keberlanjutan pelayanan bagi kelompok rentan di daerah.

Plt Kepala Dinsos Kukar, Yuliandris, menyampaikan bahwa sektor sosial merupakan bagian penting dalam misi pertama Kukar Idaman Terbaik, yaitu layanan dasar kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.

Ia menilai penguatan validasi DTKS menjadi penyambung penting agar penyaluran program tetap merata, transparan, dan terukur.

“Sosial ini sangat erat kaitannya dengan visi dan misi Bupati Kutai Kartanegara. Dalam misi itu ada perlindungan sosial yang diwujudkan melalui berbagai kegiatan sejalan dengan semangat Bupati Idaman Terbaik,” ujarnya, Senin (1/12/2025).

Sepanjang 2025, distribusi bantuan permakanan bagi lansia terlantar dan penyandang disabilitas telah rampung disalurkan.

Dinsos juga memastikan santunan tunai Rp200 ribu per bulan kepada warga kategori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) hampir sepenuhnya tersampaikan.

Program ini menjadi elemen yang menopang kebutuhan harian masyarakat rentan agar tetap memiliki akses hidup layak.

“Bantuan permakanan bagi penyandang disabilitas dan lansia terlantar sudah selesai dibagikan. Begitu juga dengan santunan tunai, hampir seluruhnya telah tersalurkan,” terangnya.

Di sisi lain, akurasi penerima manfaat masih menjadi tantangan yang perlu dibenahi.

Sejumlah laporan menunjukkan adanya penerima yang tidak lagi memenuhi syarat, namun masih tercatat dalam DTKS.

Oleh karena itu, pembaruan data perlu dijalankan secara konsisten dan kolaboratif antara pemerintah desa, kelurahan, hingga tenaga kesehatan.

“Kendala yang sering muncul adalah bantuan tidak tepat sasaran. Solusinya, aparat desa dan kelurahan harus bekerja sama dengan puskesmas untuk memverifikasi data penerima yang ada di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTKS),” kata dia.

Yuliandris kembali menegaskan bahwa pemutakhiran DTKS merupakan pintu masuk ketepatan program.

Jika warga masuk kategori miskin dalam desil 1–4 namun secara ekonomi telah membaik, maka perubahan status harus segera diproses oleh operator di lapangan.

“Kalau ada warga yang masuk desil 1 sampai 4 di DTKS tapi ternyata sudah mampu, pembaruan data bisa segera dilakukan oleh operator di desa atau kelurahan,” terangnya.

Meski efisiensi anggaran pusat memengaruhi ruang fiskal daerah, Yuliandris optimistis program perlindungan sosial tetap menjadi prioritas Pemkab Kukar.

Ia menyebut arah kebijakan masih berada dalam jalur yang sama: memperluas akses bantuan dan memastikan setiap penerima sesuai kriteria.

“Harapan kita, anggaran APBD bisa stabil meskipun Transfer ke Daerah (TKD) menurun. Saya yakin komitmen Bupati dan Wakil Bupati tetap kuat untuk memprioritaskan dedikasi Kukar Idaman Terbaik,” tegasnya.

Dengan penguatan validasi DTKS, pemerataan perlindungan sosial diharapkan tidak hanya berjalan, tetapi semakin presisi dan berpihak pada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. (adv/ak/ko)

Kepala DKP Ungkap Lebih dari 50 Persen Produksi Perikanan Kaltim Ditopang oleh Kukar

Tenggarong – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar( kembali membuktikan dominasinya sebagai lumbung perikanan Kalimantan Timur (Kaltim).

Sepanjang 2024, daerah ini mencatat produksi ikan mencapai 323.178 ton, angka yang membuat lebih dari separuh kebutuhan perikanan Kaltim bergantung pada suplai dari Kukar.

Besaran capaian tersebut menunjukkan sektor perikanan di daerah ini bukan hanya aktif, tetapi menjadi pilar utama yang menopang rantai produksi di tingkat provinsi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar, Muslik, menegaskan bahwa kekuatan produksi lokal ditopang oleh tiga sumber utama yakni perairan umum daratan, sungai dan danau, serta area budidaya air tawar yang tersebar merata di beberapa kecamatan.

Menurutnya, lingkungan perairan Kukar memiliki potensi yang besar dan produktif sehingga volume produksi terus berada pada angka tinggi setiap tahun.

“Produksi kita kurang lebih sekitar 400 ribu ton, baik dari budidaya maupun tangkap. Itu nanti dicek lagi, tapi kontribusinya memang besar untuk Kaltim,” ujarnya saat di hubungi pada Minggu (30/11/2025).

Dari total capaian 2024, perikanan budidaya mendominasi dengan kontribusi 206.327,8 ton, sementara penangkapan menghasilkan 116.850,2 ton.

Komoditas unggulan seperti nila, lele, patin, dan bandeng menjadi penyumbang terbesar karena memiliki tingkat keberhasilan tinggi di tambak dan pasar yang stabil.

Produktivitas perikanan juga tetap terjaga pada semester I tahun 2025. DKP mencatat 108.402,6 ton berasal dari budidaya, dan 38.152,2 ton dari penangkapan, angka yang dinilai konsisten jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski capaian produksi tinggi, DKP menilai bahwa pengembangan perikanan tidak boleh berhenti pada fase panen.

Hilirisasi menjadi fokus lanjutan agar nilai jual ikan meningkat dan tidak hanya beredar sebagai produk segar.

“Kami ingin bantuan dan fasilitas yang diberikan betul-betul memberi manfaat bagi pelaku usaha perikanan. Itu yang kita jaga sambil terus mendorong peningkatan produksi,” ujarnya.

Pemerintah daerah kini memperluas pembenahan fasilitas Tempat Pelelangan Ikan (TPI), area tambat perahu, dermaga kecil di desa pesisir, hingga memperluas distribusi energi melalui pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Anggana.

Modernisasi sarana dasar ini dianggap sebagai fondasi agar rantai produksi tetap efisien dan berkelanjutan.

Selain itu, sejumlah desa pesisir tengah diusulkan masuk dalam program Kampung Nelayan Merah Putih, yang memungkinkan mereka memperoleh fasilitas lanjutan seperti cold storage, rumah pakan, atau unit pengolahan ikan (UPI) apabila disetujui pemerintah pusat.

Muslik menjelaskan bahwa dalam jangka panjang, ekspansi produk olahan harus menjadi arah baru sektor perikanan Kukar.

Dengan proses pengolahan, daya simpan produk akan lebih panjang, jangkauan pemasaran lebih jauh, dan nilai ekonomi dapat naik berlipat.

“Kami berharap semakin banyak olahan agar bisa disimpan lebih lama dan pasar lebih luas,” tutupnya. (adv/ak/ko)

Komoditas Gracilaria Mendominasi 67 Ribu Ton Produksi Rumput Laut di Kukar, Capaian Tertinggi di Bawah Program Kukar Idaman

Tenggarong – Produksi rumput laut di Kutai Kartanegara (Kukar) menorehkan capaian tertinggi sepanjang 2024, ditandai dengan dominasi komoditas Gracilaria yang mencapai 67.818 ton.

Angka ini mencerminkan rekor produksi terbesar dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi bukti bahwa program pengembangan perikanan melalui Kukar Idaman mulai membuahkan hasil nyata, terutama pada penguatan tambak berbasis budidaya pesisir.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar, Muslik, menyebut tingginya kontribusi Gracilaria tak lepas dari karakteristiknya yang sesuai dengan kondisi tambak lokal.

Berbeda dengan jenis Kotoni yang membutuhkan perairan lebih jernih, Gracilaria lebih adaptif terhadap wilayah perairan yang terpengaruh aliran Sungai Mahakam sehingga dapat berkembang luas dan cepat.

“Yang paling banyak itu Gracilaria. Karena mudah dibudidayakan di tambak-tambak kita,” ujarnya ketika dihubungi pada Minggu (30/11/2025).

Saat ini, budidaya Gracilaria banyak tersebar di Samboja, Muara Badak, Anggana hingga Marangkayu.

Sementara itu, Kotoni dengan total produksi hanya 162 ton masih terbatas pada lokasi tertentu, sebagian besar di Samboja atau titik perairan yang kualitasnya lebih stabil.

Meski demikian, pemerintah tidak menghentikan dukungan bagi Kotoni. Sejumlah perizinan budidaya di Samboja bahkan telah diterbitkan kementerian untuk memperluas potensi produksinya ke depan.

Di balik produksi besar, peningkatan mutu panen menjadi agenda berikutnya.

Muslik menilai sebagian petambak masih menerapkan pola tradisional dengan teknik tabur sederhana, sehingga hasil panen tidak semuanya berada pada grade yang bernilai jual tinggi.

“Kita ingin kualitasnya meningkat. Nanti kita lakukan pendampingan dan edukasi lebih intensif,” jelasnya.

Sebagai respons, DKP memperkuat pendampingan teknis sekaligus mengarahkan pembudidaya untuk masuk ke tahap hilirisasi, yang merupakan salah satu dorongan besar dalam kerangka Kukar Idaman.

Rumput laut tidak lagi hanya dilepas sebagai bahan mentah, tetapi diarahkan menjadi produk bernilai tinggi seperti agar, tepung rumput laut hingga lembaran rumput laut untuk industri pangan dan farmasi.

“Hilirisasi itu nilai tambah. Tidak hanya dijual begitu saja,” tegas Muslik.

Selain pembinaan dan peningkatan kualitas, Pemkab Kukar sedang menyiapkan pembangunan pabrik pengolahan rumput laut sebagai penopang rantai produksi.

Fasilitas ini diproyeksikan menjadi titik serap panen, penguat harga dasar petani tambak, sekaligus penggerak industri olahan lokal agar Kukar tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah bagi daerah luar.

Muslik optimis bahwa dengan kualitas yang terus diperbaiki dan hilirisasi berjalan, Kukar dapat melaju menjadi salah satu sentra produksi rumput laut terbesar di Kalimantan Timur.

Pasokan pasar nasional dan ekspor yang besar menjadi peluang nyata apabila kualitas berhasil ditingkatkan.

“Produksi kita sudah besar. Tinggal kualitas dan hilirisasinya saja yang perlu dikuatkan. Kami terus mendorong agar pembudidaya mendapat harga terbaik,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Program Kukar Idaman Terbaik Tetapkan Peningkatan Pendidikan ASN sebagai Pondasi Pembangunan SDM Daerah

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menegaskan bahwa peningkatan pendidikan Aparatur Sipil Negara (ASN) kini menjadi pondasi utama dalam pembangunan SDM birokrasi.

Arah kebijakan ini dijalankan melalui Program ASN Kukar Terbaik, satu dari 17 Dedikasi Kukar Idaman Terbaik yang digagas Bupati dan Wakil Bupati Kukar sebagai dorongan untuk melahirkan aparatur daerah yang modern, berpendidikan tinggi, dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan publik yang terus berkembang.

Kepala Bidang Pengembangan SDM ASN BKPSDM Kukar, Mukhdan, menyampaikan peningkatan jumlah pemohon beasiswa dan tugas belajar menjadi bukti bahwa kesadaran ASN dalam meningkatkan kompetensi akademik semakin kuat.

Ia menyebut jumlah peminat studi pascasarjana meningkat signifikan jika dibanding tahun sebelumnya.

“Untuk tugas belajar ada 5 orang yang sudah ditetapkan dan akan kami biayai. Untuk beasiswa S2, jumlah proposal yang sesuai mencapai 46 orang. Tahun lalu pemohon S1 hanya satu orang, sekarang sudah lebih dari 30 orang,” jelasnya saat di hubungi pada Minggu (30/11/2025).

Menurutnya, perubahan tren permohonan ini salah satunya dipengaruhi oleh keberadaan Program Beasiswa Kukar Idaman yang kini menjadi jalur utama pembiayaan pendidikan ASN setelah sebelumnya banyak mengakses Kaltim Tuntas.

Pergeseran ini, kata dia, menunjukkan bahwa fasilitas pendidikan daerah semakin dipercaya dan dimanfaatkan.

“Lonjakannya mirip dengan yang terjadi pada Beasiswa Kisra beberapa waktu lalu. Ada pergeseran karena sekarang banyak yang memilih mengajukan di Kukar,” ungkapnya.

Melalui ASN Kukar Terbaik, Pemkab Kukar menyediakan dua instrumen pembiayaan pendidikan, yakni Tugas Belajar dengan pembiayaan penuh, serta Beasiswa Stimulan Pendidikan untuk membantu pembiayaan parsial bagi ASN yang tetap kuliah sambil bertugas.

Kombinasi ini dirancang agar akses peningkatan pendidikan lebih luas dan adaptif terhadap kebutuhan.

“Stimulan untuk S1/D4 sebesar Rp5 juta, S2 Rp10 juta, dan S3 Rp15 juta. Sifatnya bantuan, bukan pembiayaan penuh seperti tugas belajar,” terangnya.

Seleksi diberlakukan ketat melalui standar IPK agar peserta bukan hanya banyak secara kuantitas, tetapi juga berkualitas dan memiliki komitmen akademik yang kuat.

“Untuk S1 IP minimal 3,0, sedangkan S2 dan S3 minimal 3,25. Kami ingin penerima benar-benar punya komitmen untuk menjalani studi,” tegasnya.

Mukhdan menyampaikan bahwa ASN juga diberikan kesempatan mengajukan stimulan lebih dari sekali selama masih dalam masa perkuliahan.

“Misalnya S1 sampai semester 8. Kalau mengajukan di semester 2 lalu mengajukan lagi di semester 4 atau 6 itu boleh. Untuk S2 batasnya semester 4, sedangkan S3 tergantung kampus,” urainya.

BKPSDM menilai naiknya minat studi ini selaras dengan tujuan besar Program ASN Kukar Terbaik, yaitu pemerataan kompetensi pegawai di seluruh instansi.

Saat ini baru 52% ASN Kukar berpendidikan sarjana, sementara sisanya masih berada pada tingkat pendidikan menengah.

Melalui beasiswa dan tugas belajar, pemerintah berharap peningkatan mutu ASN tidak hanya terjadi di lingkup tertentu, tetapi naik secara kolektif.

“Ini memang PR kami. Karena itu setiap tahun kami terus lakukan sosialisasi dan mengajak ASN memanfaatkan peluang beasiswa,” ujarnya.

Ia yakin bahwa peningkatan pendidikan ASN akan memberi efek langsung kepada publik.

Semakin baik kapasitas aparatur, semakin cepat pelayanan terbentuk, dan semakin kuat kinerja pemerintah daerah mendukung Kukar Idaman Terbaik.

“Harapannya lebih banyak ASN yang berani melanjutkan pendidikan. Ini akan memperkuat kompetensi aparatur dan mendukung visi daerah,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Resmi Dibuka, Sasana Villa Kaning Park Siap Jadi Wisata Alam dan Pusat Ekonomi Kreatif

Tenggarong – Sasana Villa Kaning Park resmi dibuka dan mulai menyambut pengunjung pada Jumat (28/11/2025), menandai kelahiran kembali destinasi wisata alam yang kini juga bergerak sebagai ruang ekonomi kreatif masyarakat Tenggarong.

Berlokasi di Kelurahan Maluhu, kawasan seluas ±50 hektare ini disiapkan bukan hanya untuk rekreasi keluarga, tetapi juga untuk edukasi pertanian dan wadah UMKM agar dapat berkembang melalui aktivitas wisata.

Grand opening digelar dalam dua waktu, sore dan malam. Suasana hangat langsung terasa sejak sesi pembuka saat masyarakat diajak mengikuti jalan santai menyusuri area wisata.

Rute dibuat melintasi pepohonan besar peninggalan mendiang Syaukani Hasan Rais, lalu melewati kebun buah yang kini dikembangkan ulang sebagai ikon baru Villa Kaning Park.

Usai jalan santai, panggung sore berlanjut dengan Zumba Party terbuka untuk umum tanpa tiket, tanpa syarat, hanya datang dan ikut bergerak.

“kami ingin sesi sore jadi ajang santai keluarga. Ada door prize jutaa rupiah yang dibagikan untuk masyarakat,” ujar Ketua Panitia Ari Rachiem.

Memasuki malam, suasana berubah lebih meriah. Lampu-lampu taman dinyalakan, latar panggung disusun, dan seremoni pembukaan resmi dimulai dengan kehadiran perwakilan OPD Kabupaten Kutai Kartanegara serta tamu undangan Forkopimda.

Di tengah acara, panitia mengumumkan peresmian Villa Kaning Park sebagai destinasi wisata baru Tenggarong yang siap beroperasi ke publik.

Setelah prosesi pembukaan, rangkaian hiburan dilanjutkan dengan penampilan akustik dan performa DJ Pehol serta DJ Greg Sapodarja.

Untuk sesi malam, tiket masuk dibanderol dengan harga Rp25.000 dan ditutup dengan pertunjukan kembang api.

Grand opening kali ini bukan hanya selebrasi, tetapi pengenalan kembali sebuah kawasan yang sempat sunyi setelah kepergian Syaukani Hasan Rais.

Kini, Villa Kaning Park mulai ditata ulang dengan spot wisata baru, jalur edukasi outdoor, serta program pengembangan wisata berkelanjutan agar fasilitas ini tidak berhenti pada hari pembukaan saja, melainkan terus tumbuh sebagai ikon rekreasi Tenggarong.

Dibangun di Atas Tiga Pilar Utama

Manajer Operasional, Rio Panji Kusumo, menegaskan bahwa pembukaan taman ini membawa gagasan jangka panjang.

Villa Kaning Park bukan sekadar ruang ketawa dan berfoto, tetapi ingin hadir sebagai kawasan terpadu dengan tiga pilar: rekreasi, edukasi modern, dan ekonomi kreatif masyarakat lokal.

“Sasana Villa Kaning Park kami bangun dengan tiga pilar: rekreasi, edukasi modern, dan ekonomi kreatif masyarakat. Kami ingin kawasan ini bukan hanya ramai, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi warga Kukar,” tuturnya.

Untuk memperkuat roda ekonomi daerah, Pasar Lembah mulai dioperasikan sebagai ruang bagi pelaku UMKM.

Sebanyak 30 lapak telah dibuka pada tahap awal, dan target jangka pendeknya meningkat menjadi 100 lapak untuk menampung lebih banyak pelaku usaha Maluhu dan sekitarnya.

Di sini, wisatawan tak hanya menikmati pemandangan, tetapi dapat membeli kuliner lokal, produk kreatif, hingga buah segar hasil kebun.

Di luar sisi ekonomi, Villa Kaning Park juga membawa konsep wisata edukatif dengan membuka 9,10 hektare lahan pertanian berbasis modern.

Beberapa komoditas yang telah ditanam antara lain:

• Kebun durian seluas 6 hektare
• Kebun kelapa kopyor seluas 1 hektare
• Bank pakan sapi & kambing seluas 1 hektare (rumput odot, indigofera, singkong Papua)
• Kebun alpukat seluas 800 m²
• Seledri seluas 1 hektare
• Kangkung seluas 200 m²

Di samping itu, sawah lama seluas 5,6 hektare yang sempat tidak terkelola kini dihidupkan kembali menjadi objek wisata pertanian.

Sistem ini dirancang agar pengunjung dapat belajar langsung proses tanam, panen, hingga pemanfaatan pertanian modern, sesuatu yang jarang ditemui dalam format wisata keluarga.

“Kami ingin generasi muda bisa belajar langsung pertanian modern, sekaligus menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda,” tutup Rio.

Dengan nyala kembang api di langit Maluhu malam itu, Sasana Villa Kaning Park resmi memulai babaknya sebagai wisata alam yang tumbuh di tengah masyarakat, memberi ruang rekreasi, ruang belajar, sekaligus ruang hidup baru bagi roda ekonomi lokal.

Tenggarong kini memiliki halaman hijau lain untuk dikunjungi, bukan hanya untuk sekali datang, tetapi untuk berkali-kali kembali. (ak/ko)

Wagub Kaltim Seno Aji Paparkan Tantangan dan Program Prioritas Menuju Generasi Emas

Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyampaikan sejumlah tantangan dan program prioritas yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dalam mewujudkan visi besar Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas.

Menurut Seno, tantangan terbesar saat ini adalah membangun kepercayaan publik terhadap berbagai program unggulan yang baru pertama kali diterapkan di Indonesia.

“Program seperti Gratispol dan Jospol merupakan terobosan baru. Karena itu, perlu sosialisasi yang masif. Harapan kami, pada 2026 semua mahasiswa dari semester 1 hingga 8 sudah merasakan manfaatnya secara merata. Kami mohon masyarakat bersabar,” ujarnya.

Selain pendidikan, Seno Aji juga menyoroti realisasi program kesejahteraan lainnya, termasuk pemberangkatan umrah gratis bagi marbot masjid, penyediaan rumah gratis tanpa biaya administrasi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, hingga pembangunan infrastruktur prioritas.

“Masih banyak yang harus kami berikan kepada masyarakat, termasuk umrah gratis kepada marbot masjid di Kaltim. Itu juga hal penting menurut kami. Termasuk pemberian rumah gratis kepada mereka yang berpenghasilan rendah,” jelasnya.

Seno Aji turut mengakui bahwa berbagai aspirasi masyarakat masih menjadi perhatian serius pemerintah. Di antaranya, tingginya angka pengangguran pemuda, rendahnya gaji petugas kebersihan sekolah, hingga permintaan peningkatan konektivitas wilayah pesisir yang telah lama disuarakan warga.

Ia memastikan Pemprov Kaltim akan terus berupaya menjawab berbagai keluhan tersebut melalui program-program strategis yang berorientasi pada pemerataan kesejahteraan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. (adv/hr/ko)