Bukit Pagole Tanjung Harapan Punya Potensi Besar Jadi Wisata Paralayang di Kukar

Tenggarong – Hamparan perbukitan di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menyimpan potensi wisata alam yang mulai dilirik untuk dikembangkan.

Salah satunya Bukit Pagole yang dinilai memiliki kondisi geografis cukup mendukung untuk dijadikan lokasi olahraga dirgantara seperti paralayang.

Anggota DPRD Kukar, Muhammad Idham menyebut kawasan tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai lokasi take off paralayang apabila dikelola dengan baik.

Menurutnya, potensi alam yang dimiliki Bukit Pagole cukup mendukung untuk kegiatan olahraga alam yang memanfaatkan ketinggian bukit.

“Rencananya tempat itu bisa dijadikan lokasi take off paralayang dan mungkin ke depan bisa diadakan pertandingan paralayang atau panjat tebing,” ujarnya kepada adakaltim.com pada Sabtu (7/3/2026).

Ia menilai pengembangan kawasan tersebut juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Dengan adanya aktivitas wisata, lanjutnya, peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan juga dapat berkembang.

“Kalau tempat itu ramai dikunjungi, tentu masyarakat sekitar bisa memanfaatkan peluang usaha. Ini juga bisa meningkatkan pendapatan UMKM di sekitar lokasi,” kata dia.

Di tengah rencana pengembangan itu, Idham juga menanggapi isu yang beredar di masyarakat terkait anggapan bahwa kawasan Bukit Pagole merupakan tempat yang angker.

Ia menegaskan, kawasan tersebut sebenarnya sudah lama dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas.

“Gunung Pagole itu sudah lama dikenal. Dulu orang-orang sudah berkebun dan bersawah di sana. Saya sendiri pernah ke situ saat masih membuka lahan, aman saja,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat maupun pengunjung yang datang ke Bukit Pagole agar tetap menjaga kebersihan serta bersikap baik selama berada di kawasan tersebut.

Menurutnya, kesadaran bersama sangat penting agar kawasan wisata tersebut tetap terjaga.

“Kalau naik ke sana yang pertama jaga kebersihan. Sampah dibawa pulang, jangan dibuang sembarangan. Kita harus saling menjaga, termasuk menjaga sikap dan perilaku supaya tempat itu tetap baik untuk dikunjungi,” tutupnya. (ak/ko)

Sidak Harga di Pasar Mangkurawang, Bapanas Sebut Pasokan dan Harga Masih Stabil

Tenggarong – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan dan harga kebutuhan pokok di Pasar Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, masih dalam kondisi stabil menjelang Hari Raya Idulfitri.

Hal tersebut diketahui setelah tim bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melakukan inspeksi mendakak ke sejumlah lapak pedagang di pasar mangkurawang pada Jumat (6/3/2026).

Dalam inspeksi tersebut, tim mendatangi para pedagang untuk melihat secara langsung ketersediaan bahan pokok sekaligus memantau perkembangan harga di tingkat pasar.

Ketua Tim Kerja Stabilisasi Pasokan Pangan Bapanas, Yudhi Harsatriadi Sandyatma menyampaikan bahwa hasil pengecekan di lapangan menunjukkan sebagian besar komoditas masih dijual dengan harga yang relatif stabil.

“Hasil pantauan kami di pasar menunjukkan sebagian besar komoditas masih stabil. Ada juga yang mengalami penurunan harga, seperti cabai rawit merah. Beras dan gula juga masih berada pada harga yang stabil,” jelasnya.

Ia menyebut sejumlah komoditas utama yang banyak dibutuhkan masyarakat, seperti beras, telur, daging ayam, daging sapi, cabai, dan bawang masih tersedia dalam jumlah cukup di pasar.

Harga jualnya, kata dia, juga dinilai masih berada dalam kisaran yang wajar sehingga tidak menimbulkan gejolak di tingkat konsumen.

Ia menjelaskan, Inspeksi yang dilakukan menjadi bagian dari langkah pengawasan pemerintah dalam menjaga keseimbangan harga bahan pangan di pasar, khususnya menjelang periode hari besar keagamaan ketika permintaan masyarakat biasanya meningkat.

Yudhi mengungkapkan bahwa Bapanas telah mengarahkan seluruh jajaran pengawas agar memperkuat pemantauan harga pangan selama periode Februari hingga April guna memastikan kondisi pasar tetap terkendali.

“Ini merupakan langkah pengawasan bersama. Kepala Bapanas juga telah mengarahkan agar pengawasan harga pangan diperkuat selama periode Februari sampai April,” ujarnya.

Selain memeriksa perkembangan harga, tim juga mengingatkan para pedagang agar tetap mengikuti ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah untuk sejumlah komoditas tertentu.

Apabila ditemukan pedagang yang menjual di atas batas harga yang telah ditentukan, Satgas akan memberikan teguran sebagai bentuk pembinaan agar aturan tersebut tetap dipatuhi.

Yudhi berharap kondisi pasokan pangan di pasar tetap mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dalam memenuhi kebutuhan menjelang Idulfitri.

“Kami berharap pasokan tetap terjaga dan harga stabil, sehingga masyarakat tidak perlu panik atau melakukan pembelian berlebihan menjelang Idulfitri,” pungkasnya. (ak/ko)

Bapanas Tegaskan Minyak Goreng Curah Tak Boleh Dikemas dalam Botol Bekas

Tenggarong – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan minyak goreng curah tidak boleh dikemas menggunakan botol bekas air mineral.

Peringatan tersebut muncul setelah masih ditemukannya pedagang yang menjual minyak curah dengan cara memindahkannya ke dalam botol bekas, praktik yang dinilai berisiko terhadap keamanan pangan.

Hal itu terungkap saat Bapanas melakukan inspeksi mendadak di Pasar Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara pada Jumat (6/3/2026).

Dalam peninjauan tersebut, petugas masih menjumpai minyak goreng curah dijual dalam botol bekas yang sebelumnya digunakan untuk air mineral.

Ketua Tim Kerja Stabilisasi Pasokan Pangan Bapanas, Yudhi Harsatriadi Sandyatma mengatakan praktik tersebut tidak diperbolehkan karena tidak sesuai dengan ketentuan pengemasan produk pangan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Untuk minyak curah itu tidak boleh dikemas dalam bentuk kemasan-kemasan seperti air botol mineral, karena itu sudah diatur dalam peraturan Badan Pangan Nasional yang mengatur tentang label dan kemasan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap produk pangan yang beredar di masyarakat seharusnya menggunakan kemasan yang telah memenuhi standar serta memiliki identitas atau registrasi yang jelas.

Ketentuan tersebut dimaksudkan agar kualitas produk tetap terjaga sekaligus memberi jaminan keamanan bagi konsumen.

Menurutnya, penggunaan wadah bekas tanpa proses pembersihan yang terkontrol berpotensi menyebabkan kontaminasi pada minyak goreng.

Sisa zat yang sebelumnya berada di dalam botol dapat bercampur dengan minyak sehingga memengaruhi kualitasnya.

“Tidak sembarang dari curah dipindahkan ke botol air mineral, karena bisa saja terindikasi tercampur dengan zat-zat organik ataupun bahan lain yang dapat mengganggu keamanan pangan,” jelasnya.

Selain itu, pemindahan minyak dari wadah curah ke botol bekas juga meningkatkan kemungkinan tercampurnya unsur lain yang tidak diketahui asal-usulnya.

Kondisi ini dapat menimbulkan dampak kesehatan apabila minyak yang sudah tercemar tersebut dikonsumsi masyarakat.

Karena itu, pemerintah mengimbau pedagang agar mematuhi aturan terkait pengemasan pangan dan tidak lagi menggunakan botol bekas sebagai wadah penjualan minyak goreng curah.

“Sehingga alasan kami dari pemerintah, minyak itu tidak boleh dikemas dalam bentuk botol bekas air mineral atau sejenisnya karena berpotensi mengganggu keamanan pangan dan kesehatan masyarakat,” tutupnya. (ak/ko)

Menjelang Panen, Serangan Hama dan Cuaca Tidak Menentu Jadi Kekhawatiran Petani di Maluhu

Tenggarong – Hamparan sawah di Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai menguning menandakan masa panen padi semakin dekat.

Namun di balik pemandangan tersebut, para petani justru diliputi kekhawatiran akibat serangan hama dan kondisi cuaca yang tidak menentu.

Seorang petani padi, Sutik mengaku saat tanaman padi memasuki masa menjelang panen, ancaman hama mulai meningkat.

Tikus sawah dan burung kerap datang ke lahan pertanian dan merusak bulir padi yang sudah mulai berisi.

“Kalau sudah mendekati panen seperti ini biasanya hama mulai banyak. Tikus sama burung sering masuk ke sawah dan memakan bulir padi yang sudah mulai berisi,” ujarnya saat ditemui di areal persawahan pada Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat para petani harus lebih sering memantau sawah agar kerusakan tanaman tidak semakin meluas.

Berbagai cara dilakukan untuk mengurangi serangan hama, mulai dari memasang orang-orangan sawah hingga menjaga lahan secara bergantian.

“Biasanya kami pasang orang-orangan sawah supaya burung tidak datang. Kadang juga kami jaga sawah, tapi tetap saja masih ada yang masuk,” kata dia.

Selain serangan hama, faktor cuaca juga menjadi perhatian para petani.

Sutik mengatakan hujan yang turun terus-menerus saat musim panen dapat membuat tanaman padi yang sudah matang bisa rebah ke tanah dan sebagian bulirnya rontok, sehingga proses panen menjadi lebih sulit dan hasil yang didapat berpotensi berkurang.

“Kalau hujan terus saat padi sudah siap panen, tanaman bisa rebah. Kalau sudah begitu panennya jadi lebih sulit dan hasilnya juga bisa berkurang,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, curah hujan yang tinggi juga menyulitkan petani dalam mengeringkan gabah.

Jika gabah terlalu lama dalam kondisi basah, kualitasnya bisa menurun dan berdampak pada harga jual saat dipasarkan.

Meski demikian, ia tetap berharap kondisi cuaca ke depan lebih bersahabat agar proses panen dapat berjalan lancar.

Sutik juga berharap hasil panen tahun ini tetap baik meski menghadapi sejumlah tantangan di lapangan.

“Mudah-mudahan cuaca bagus sampai panen nanti supaya hasilnya tetap maksimal dan tidak banyak yang rusak,” tutupnya. (ak/ko)

Gelar Buka Puasa dan Tarawih Bersama, Rumah Dinas Ketua DPRD Kukar Dipadati Warga

Tenggarong – Ratusan warga memadati Rumah Dinas Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam kegiatan buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri masyarakat dari berbagai kalangan, baik dari anggota DPRD, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para santri, tokoh agama, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai wilayah di Kukar.

Sejak sore hari, masyarakat mulai berdatangan untuk mengikuti rangkaian kegiatan Ramadan tersebut.

Antusiasme warga terlihat dari ramainya halaman hingga area sekitar rumah dinas yang dipenuhi jamaah yang ingin mengikuti kegiatan hingga malam hari.

Sebelum berbuka puasa, kegiatan diawali dengan lantunan sholawat yang diikuti para santri dan masyarakat yang hadir.

Suasana religius terasa ketika ratusan jamaah bersama-sama melantunkan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian kultum oleh Ustaz Lukmanul Hakim yang memberikan tausiyah kepada para jamaah.

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian menjadi kebahagiaan bagi kami karena kita bisa bersilaturahmi dalam suasana Ramadan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyelenggaraan kegiatan masih terdapat keterbatasan, khususnya terkait kapasitas tempat yang tidak mampu menampung seluruh masyarakat yang hadir.

“Kami memohon maaf apabila tempat yang disediakan tidak mampu menampung seluruh undangan yang hadir. Antusiasme masyarakat yang begitu besar membuat ruangan yang tersedia menjadi sangat penuh,” kata dia.

Meski demikian, menurutnya hal tersebut justru menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Kukar dalam menjalin silaturahmi di bulan suci Ramadan.

“Namun yang terpenting adalah kebersamaan dan silaturahmi yang terjalin di antara kita semua. Semoga kegiatan seperti ini membawa keberkahan dan semakin mempererat persaudaraan kita di Kutai Kartanegara,” tutupnya. (ak/ko)

Polisi Amankan Kakak Ipar Korban dalam Kasus Persetubuhan Anak di Kukar

Tenggarong – Suasana tenang di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendadak berubah setelah terungkap dugaan kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Seorang pria berinisial AR (26) diamankan aparat kepolisian karena diduga melakukan perbuatan tersebut terhadap korban berusia 14 tahun yang masih memiliki hubungan keluarga dengannya.

Unit Reskrim Polsek Loa Kulu bergerak cepat setelah menerima laporan dari pihak keluarga korban.

Pelaku yang diketahui merupakan kakak ipar korban kini telah diamankan di Mapolsek Loa Kulu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolsek Loa Kulu, AKP Hari Supranoto, membenarkan adanya penanganan kasus tersebut.

Ia menegaskan kepolisian akan menindak tegas setiap bentuk kejahatan seksual, terlebih jika korbannya masih berstatus anak.

“Tersangka AR sudah kami amankan di Mapolsek Loa Kulu untuk proses hukum lebih lanjut. Tindakan ini merupakan respon cepat Polri dalam memberikan keadilan bagi korban dan memastikan hukum ditegakkan setegas-tegasnya,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Kasus ini terungkap setelah pihak keluarga korban memperoleh informasi dari sejumlah saksi mengenai peristiwa yang diduga terjadi pada rentang waktu November hingga Desember 2025 di kediaman keluarga di Desa Jembayan Tengah.

Mendengar kabar tersebut, keluarga bersama warga setempat kemudian mencari keberadaan pelaku.

Pada Minggu (22/2/2025), pelaku berhasil diamankan oleh warga. Setelah mengamankan pelaku, aparat Polsek Loa Kulu langsung melakukan pemeriksaan awal serta mengumpulkan barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Selain itu, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan tenaga medis untuk melakukan visum et repertum sebagai bagian dari proses pembuktian dalam penyidikan.

Atas dugaan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 76 D Jo Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 473 ayat (4) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Heri menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen menangani perkara ini secara serius dan profesional.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih waspada dan proaktif dalam mengawasi lingkungan keluarga,” tandasnya. (ak/ko)