Seragam Baru Linmas untuk Tingkatkan Profesionalisme dan Semangat dalam Mengawal Pemilu

Tenggarong – Tahun 2023 menandai adanya pembaruan tampilan untuk anggota Linmas di Kutai Kartanegara (Kukar), di mana seragam baru telah diterapkan sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 11 tahun 2023.

Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Satpol-PP Kukar, Sanitiya Warman, menyatakan bahwa perubahan seragam ini diharapkan dapat meningkatkan semangat, profesionalisme, serta rasa percaya diri anggota Linmas saat menjalankan tugasnya.

Seragam baru ini dibuat lebih modern dan selaras dengan kebijakan pusat, sehingga membawa kesan yang lebih profesional dan representatif.

“Perubahan ini diharapkan membuat anggota Linmas lebih percaya diri dalam menjalankan tugasnya,” ujar Sanitiya, Rabu (13/11/24).

Seragam baru ini telah didistribusikan kepada seluruh anggota, memberikan kesan tampilan yang lebih menarik.

Diharapkan masyarakat akan lebih mengenali dan menghargai keberadaan Linmas di lapangan.

“Seragam ini bukan sekadar penampilan, tetapi simbol tanggung jawab yang mereka emban,” tambah Sanitiya.

Sanitiya berharap seragam baru ini dapat meningkatkan semangat dan kedisiplinan anggota Linmas.

“Kami berharap dengan tampilan baru ini, Linmas bisa semakin profesional dan dihargai oleh masyarakat dalam menjaga keamanan pemilu,” tutupnya. (Adv/ak)

Anggota DPRD Kaltim Serukan Pemuda Bersatu Sukseskan Pembangunan IKN Nusantara

Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Muhammad Husni Fahruddin, menyerukan kepada pemuda Kaltim untuk berperan aktif dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dengan kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Ia berharap generasi muda provinsi ini menjadi pelopor dalam mewujudkan kesejahteraan dan kejayaan Kaltim.

“Dengan adanya IKN, saya berharap pemuda-pemuda Kalimantan Timur dapat menjadi pelopor gerakan mensejahterakan, menjayakan, dan memakmurkan daerah ini,” ujar Muhammad Husni Fahruddin, yang akrab disapa Ayub.

Ayub, yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar DPRD Kaltim, menekankan pentingnya keterlibatan pemuda dalam mengawal dan mensukseskan pembangunan IKN sehingga dapat menjadi pusat kejayaan yang mampu bersaing dengan kota-kota besar dunia seperti Singapura dan Kuala Lumpur.

“IKN memiliki potensi besar untuk menjadi ibukota negara yang sejajar dengan kota-kota besar di dunia. Pemuda harus berperan aktif dalam memastikan hal itu terwujud,” tegasnya.

Selain itu, Ayub mengingatkan generasi muda Kaltim untuk menjaga persatuan dan bekerja sama dalam membangun provinsi ini menjadi yang terbaik di Indonesia.

“Pemuda Kaltim wajib bekerja sama dan mengesampingkan perbedaan. Bersama, kita bisa menjadikan Kaltim sebagai provinsi unggulan, tidak hanya di Nusantara tetapi juga di dunia,” tutupnya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini juga dimanfaatkan Ayub sebagai momentum untuk menginspirasi generasi muda agar terus berkontribusi dalam pembangunan Kaltim dan menyongsong masa depan yang lebih cerah. (Adv)

Hasanuddin Mas’ud Utamakan Tiga Program Strategis untuk Meningkatkan Pembangunan Kaltim

Samarinda – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, mengungkapkan fokus utama pada tiga program strategis untuk meningkatkan daya saing Kaltim, terutama dalam mendukung peran provinsi ini sebagai penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Program-program prioritas tersebut mencakup peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang meliputi sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Dalam hal ini, Hasanuddin, yang akrab disapa Hamas, menekankan masalah kesehatan sebagai hal yang mendesak.

“Kami masih menemukan kasus stunting di puskesmas dan rumah sakit, terutama di daerah kabupaten dan kota. Hal ini tidak seharusnya terjadi di provinsi dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah,” ujar Hamas, Rabu (13/11/2024).

Di bidang pendidikan, Hamas juga menyoroti perlunya perhatian lebih dari pemerintah untuk memastikan fasilitas pendidikan yang memadai.

“Setiap tahun kita menghadapi persoalan seperti kurangnya sekolah, peserta didik yang tidak terakomodir dalam PPDB, serta bangunan sekolah yang memerlukan peremajaan, terutama di daerah perbatasan dan pedalaman,” jelasnya.

Selain itu, peningkatan pendapatan masyarakat menjadi perhatian utama Hamas. Meski Kaltim memiliki APBD yang besar, IPM provinsi ini masih tergolong rendah dibandingkan daerah lain.

“Ini menjadi tantangan bagi DPRD dan pemerintah untuk memastikan pembangunan berjalan merata dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.

Melalui tiga program prioritas ini, Hasanuddin berharap pembangunan di Kaltim dapat lebih optimal, seiring dengan peran strategis provinsi tersebut sebagai penyangga utama IKN Nusantara. (Adv)

Optimalisasi Potensi Pertanian di Bukit Biru, Distanak Kukar Bakal Tingkatkan Dukungan Fasilitas dan Peralatan

Tenggarong – Kelurahan Bukit Biru dinilai sebagai salah satu wilayah pertanian yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian lokal.

Dengan luas lahan yang signifikan sekitar kurang lebih 300 sekian hektar, kawasan ini dikenal dengan hasil padi dan sayur-sayuran yang melimpah, sehingga dianggap penting untuk mendukung ketahanan pangan di Kukar.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik, Kelurahan Bukit Biru memiliki potensi pertanian yang bisa dikembangkan lebih jauh, terutama jika dukungan intensif bagi para petani terus ditingkatkan.

Meskipun berbagai bantuan telah diberikan, ia mengakui bahwa masih ada kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi sepenuhnya.

Salah satu prioritas utama, menurut Taufik, adalah penyediaan fasilitas dan peralatan berat yang memadai seperti traktor dan ekskavator.

Fasilitas ini dinilai penting untuk menunjang efisiensi para petani dalam mengolah lahan pertanian yang luas.

“Peralatan ini diharapkan dapat menunjang efisiensi kerja para petani dalam mengolah lahan yang luas, sehingga produktivitas lahan bisa meningkat secara signifikan,” jelasnya.

Selain peralatan, Distanak Kukar juga merencanakan berbagai program pendukung lainnya, di antaranya peningkatan akses bibit berkualitas dan pelatihan teknik budidaya modern.

Hal ini dilakukan agar para petani memiliki keterampilan yang relevan dan dapat meningkatkan hasil pertanian dengan metode yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

Menurut Taufik, pihaknya berupaya agar Kelurahan Bukit Biru bisa menjadi kawasan pertanian yang tangguh dan memiliki daya saing tinggi.

“Usaha ini bertujuan untuk menjadikan Bukit Biru sebagai kawasan pertanian yang tangguh dan berdaya saing tinggi,” tambahnya.

Dengan sinergi antara dukungan fasilitas, peralatan, dan pelatihan modern, diharapkan Kelurahan Bukit Biru dapat menjadi salah satu lumbung pangan utama di Kutai Kartanegara, sekaligus berkontribusi pada peningkatan ekonomi daerah.

“Kami berharap dengan dukungan ini, Bukit Biru dapat menjadi pusat produksi pertanian yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi ekonomi Kukar secara keseluruhan,” tutup Taufik. (adv/ak)

Tampil Maksimal, Pasangan Dendi-Alif Paparkan 8 Program Unggulan dalam Debat Pilkada Kukar

Tenggarong – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nomor urut 03, Dendi Suryadi dan Alif Turiadi (DEAL), tampil maksimal dengan paparan delapan program unggulan di debat pertama Pilkada Kukar yang digelar di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Senin (11/11/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Dendi-Alif berkomitmen untuk membawa perubahan signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Kukar.

Di antara program andalannya, pasangan DEAL menyoroti pentingnya pendidikan dan kesehatan gratis bagi seluruh lapisan masyarakat, dengan alokasi dana desa yang meningkat pesat, yakni antara Rp2 hingga Rp10 miliar.

Tak ketinggalan, pasangan ini juga menjanjikan bantuan operasional untuk berbagai lembaga masyarakat, seperti Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD), Posyandu, Karang Taruna, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).

Program lainnya mencakup bantuan sebesar Rp100-200 juta per RT per tahun, serta dukungan untuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang bisa mencapai Rp1 miliar. Dengan anggaran ini, diharapkan akan tercipta pembangunan ekonomi yang merata hingga ke tingkat desa.

Tidak hanya itu, DEAL juga menunjukkan perhatian besar kepada kaum milenial dan Gen Z dengan menawarkan fasilitas ruang kerja bersama (co-working space), WiFi gratis, dan berbagai insentif untuk tenaga agama seperti guru ngaji dan guru sekolah minggu.

Pasangan yang diusung partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus ini juga berjanji untuk mempermudah akses masyarakat untuk beribadah, termasuk kemudahan dalam naik haji dan ziarah.

“Kami akan menjadi kepala daerah yang benar-benar berpihak pada rakyat, dengan menjamin kesejahteraan sosial yang adil dan merata, serta membangun tata kelola pemerintahan yang responsif dan transparan,” tegas Dendi dalam debat tersebut.

Salah satu prioritas utama pasangan DEAL adalah mengatasi masalah putus sekolah dengan mengalokasikan 20 persen APBD untuk sektor pendidikan.

Dendi menambahkan, program ini mencakup pembiayaan untuk seragam, tas, sepatu, buku, dan bahkan perbaikan fasilitas sekolah, agar anak-anak di Kukar merasa nyaman dalam proses belajar mengajar.

Di bidang energi, DEAL merancang program pembangunan berbasis energi terbarukan, dengan target utama mencapai nol energi fosil pada 2045.

Dendi menjelaskan bahwa pembangunan di desa-desa akan mengandalkan sumber energi alternatif, seperti tenaga surya, air, dan panas bumi.

Dendi-Alif juga tak lupa menyoroti masalah infrastruktur dasar yang masih menjadi keluhan masyarakat, seperti jalan rusak, kekurangan pasokan listrik, air bersih, dan sinyal yang terbatas di beberapa kecamatan.

Termasuk daerah-daerah seperti Pulau Sepatin dan Muara Pantuan yang hanya menikmati listrik pada malam hari. Pihaknya berencana mengundang investor untuk mengatasi tantangan aksesibilitas ini.

“Kami yakin, dengan delapan program unggulan ini, Kukar akan mengalami perubahan signifikan. Kami berkomitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Kutai Kartanegara yang lebih baik,” tutupnya. (ko)

Potensi Besar Pertanian di Loa Ipuh Butuh Dukungan Infrastruktur dan Teknologi

Tenggarong – Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), memiliki lahan pertanian yang menjanjikan sebagai pusat produksi pangan.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Loa Ipuh, Lakir Prawoto, menjelaskan bahwa wilayah ini diisi oleh 11 kelompok tani yang mengelola lahan seluas 350 hektare, di mana 250 hektare di antaranya merupakan lahan sawah yang produktif.

“Potensi lahan ini sangat besar untuk dikembangkan lebih jauh,” ujar Lakir, Selasa (12/11/24).

Lakir menambahkan optimalisasi lahan tersebut bisa mendorong peningkatan hasil pertanian secara signifikan.

Menurutnya, pengembangan sektor pertanian di Loa Ipuh dapat memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat setempat, terutama apabila didukung dengan infrastruktur yang memadai dan akses terhadap teknologi pertanian modern.

Namun, Lakir mengungkapkan saat ini infrastruktur di wilayah tersebut masih membutuhkan perhatian.

Ia menegaskan, pentingnya pembangunan saluran irigasi yang lebih baik agar para petani dapat mengelola lahan sawah secara optimal, terutama di musim kemarau yang seringkali menyebabkan pasokan air terbatas.

“Jika dikelola dengan baik, hasil pertanian bisa meningkat secara signifikan,” jelas Lakir.

Selain irigasi, Lakir juga menyebutkan perlunya penerapan teknologi pertanian yang tepat guna untuk meningkatkan produktivitas.

Menurutnya, teknologi seperti mesin tanam dan pemanen otomatis dapat mempercepat proses kerja petani sekaligus menurunkan biaya operasional.

Ia berharap, pemerintah daerah dapat memberikan bantuan berupa pelatihan dan fasilitas untuk mempermudah akses teknologi ini.

Lebih lanjut, Lakir menyoroti perhatian pemerintah dan pihak terkait akan sangat berpengaruh terhadap kemajuan pertanian di Loa Ipuh.

Dukungan pemerintah, baik dalam hal infrastruktur maupun pelatihan teknis bagi para petani, sangat dibutuhkan untuk mendukung peningkatan hasil panen dan kesejahteraan masyarakat tani.

“Dengan adanya perhatian serius dari pemerintah, bukan hanya produktivitas yang meningkat, tetapi kesejahteraan petani juga akan terangkat,” pungkasnya. (adv/ak)