Pengurus PWI Kukar Gelar Audiensi dengan Plt Ketua DPRD Kukar, Bahas Agenda HPN

Tenggarong – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar audiensi dengan Plt Ketua DPRD Kukar, Junadi, di kediaman pribadinya di Desa Sepakat, Loa Kulu, Jumat (31/1/25).

Rombongan PWI Kukar dipimpin oleh Ketua Bambang Irawan, didampingi Bendahara Rahmad Hidayat serta Bidang SIWO, Fairuzabandy.

Dalam pertemuan tersebut, Bambang menyampaikan berbagai agenda kegiatan yang akan dilaksanakan PWI Kukar dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari mendatang.

Salah satu kegiatan utama adalah pertandingan sepak bola persahabatan antara PWI Kukar dan anggota DPRD.

“Sepak bola persahabatan ini merupakan agenda rutin yang selalu kami adakan setiap peringatan HPN,” ujar Bambang.

Selain itu, PWI Kukar juga berencana mengundang pihak eksekutif untuk turut serta dalam kegiatan olahraga bersama.

“Kami ingin menjalin silaturahmi antara insan pers dengan pihak eksekutif dan legislatif,” tambahnya.

Plt Ketua DPRD Kukar, Junadi, menyambut baik ajakan tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi.

“Kami siap mendukung dan meladeni tantangan dari teman-teman wartawan,” ujarnya.

Menurut Junadi, kegiatan ini tidak hanya sekadar olahraga, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan dan mengurangi kejenuhan di tengah kesibukan.

“Dengan berolahraga bersama, kami bisa lebih akrab dan menjaga semangat kebersamaan,” tambahnya.

Selain pertandingan sepak bola, dalam rangkaian peringatan HPN tahun ini, PWI Kukar juga akan menggelar berbagai kegiatan olahraga lainnya, seperti pertandingan tenis meja dan bulu tangkis. (Ak)

Hujan Deras Picu Longsor di Tenggarong, Rumah dan Ruko Nyaris Ambruk

Tenggarong – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kecamatan Tenggarong, Kukar dalam beberapa pekan terakhir memicu bencana tanah longsor di sejumlah titik.

Dampaknya, beberapa rumah warga dan ruko mengalami keretakan parah hingga nyaris ambruk.

Warga pun diliputi kekhawatiran, terutama mereka yang berada di wilayah Jalan Pahlawan RT 4, Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, yang terdampak parah.

Salah satu korban, Desi, menceritakan tanda-tanda akan terjadi longsor sudah terlihat sejak 20 Januari 2025 lalu, saat keluarganya menemukan retakan kecil di bagian belakang rumah setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Awalnya, mereka mengira itu hanyalah retakan biasa. Namun, hujan yang terus turun hingga 25 dan 26 Januari menyebabkan tanah semakin terkikis mengakibatkan bagian belakang rumah mereka tiba-tiba roboh.

“Pada tanggal 26 Januari, longsoran semakin parah, dan bagian belakang rumah kami akhirnya ambruk. Kami sangat khawatir dengan kondisi ini,” ujar Desi kepada adakaltim.com, Jumat (31/1/25).

Situasi tersebut semakin memburuk pada 29 Januari, terjadi longsoran susulan yang membuat bangunan rumah semakin tidak stabil.

Dinding mulai retak lebih lebar, lantai terasa miring, dan suara gemeretak dari tanah terdengar semakin sering.

Karena takut rumah ambruk sepenuhnya, Desi dan keluarganya akhirnya memutuskan untuk mengungsi ke rumah kerabatnya.

Kondisi serupa juga dialami oleh Kristin, pemilik sebuah ruko yang terdampak longsor di lokasi yang sama.

Ia mengungkapkan pergeseran tanah sebenarnya sudah terjadi sejak tujuh bulan lalu. Awalnya, hanya muncul sebuah retakan kecil di lantai dan dinding bangunan.

Namun, dengan hujan deras yang terus mengguyur, pondasi rukonya mulai turun, lantai dasar ikut longsor, dan bangunan perlahan miring ke belakang.

“Sejak beberapa bulan lalu, saya sudah melihat tanda-tanda pergeseran tanah. Namun, dengan hujan yang terus turun, kerusakan semakin parah. Sekarang, bangunan ruko saya retak dan mulai miring ke belakang. Ini sangat mengkhawatirkan,” ucapnya dengan nada bergetar.

Kristin menyampaikan bangunan yang baru dibangunnya tersebut direncanakan akan menjadi toko dan rumah tempat tinggal.

Namun, karena adanya bencana tersebut pembangunan ruko ini terpaksa dihentikan. Ia pun tak berani melanjutkan pembangunan karena tanah semakin bergerak, dikhawatirkan ruko akan ambruk dan hancur.

“Bangunan ini sudah berusia sekitar satu tahun. Saya kumpulkan uang untuk membangun, sekarang malah kena musibah longsor,” pungkasnya.

Untuk mengantisipasi longsor yang lebih parah dan melindungi keselamatan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar telah mengambil langkah cepat dengan memasang papan imbauan di sekitar area rawan serta mendirikan posko bencana. (Ak)

DPRD Kukar Tegaskan PT MKP Harus Segera Perbaiki Perizinan Terkait Dugaan Perambahan Hutan Tanpa Izin

Tenggarong – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan kepada PT Mutiara Kalja Permai (MKP) untuk segera memperbaiki perizinannya terkait dugaan perambahan hutan tanpa izin yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

Pernyataan ini muncul setelah berlangsungnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang mediasi DPRD Kukar pada Kamis (30/1/25).

RDP dipimpin oleh anggota Komisi I DPRD Kukar, Desman Minang Edianto, serta dihadiri oleh anggota Komisi I lainnya dan perwakilan dinas terkait.

Dalam rapat tersebut, terungkap bahwa PT MKP, yang bergerak di bidang Hak Pengusahaan Hutan (HPH), diduga melakukan perambahan hutan tanpa izin yang sah.

Selain itu, perusahaan ini juga belum melakukan migrasi perizinan sesuai dengan regulasi yang berlaku, dengan masih menggunakan sistem perizinan lama, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Klasifikasi Lapangan Berusaha Indonesia (KLBI).

Hal ini menimbulkan keprihatinan, mengingat aktivitas tersebut berpotensi merusak lingkungan dan tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Desman menegaskan PT MKP harus segera menyesuaikan perizinannya untuk menghindari masalah hukum dan administrasi yang lebih besar.

Dinas terkait pun siap memberikan pendampingan untuk memastikan perizinan perusahaan sesuai dengan regulasi terbaru.

“Mungkin ada ketidaktahuan dari pihak perusahaan mengenai perubahan aturan yang ada. Namun, mereka harus segera melakukan penyesuaian, karena dinas perizinan juga siap memberikan pendampingan untuk mengarahkan proses perizinan ini,” ujar Desman.

Desman juga menambahkan kepatuhan terhadap regulasi perizinan tidak hanya akan menghindarkan perusahaan dari sanksi. Tetapi juga akan memberikan dampak positif bagi daerah, seperti peningkatan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan peluang bagi tenaga kerja lokal.

Sependapat dengan itu, Anggota Komisi I lainnya, Erwin, menegaskan permasalahan terkait perambahan hutan tanpa izin dan ketidaksesuaian perizinan harus segera ditindaklanjuti.

“Dari hasil RDP, beberapa hal harus segera diperbaiki, terutama terkait perizinan utama PT MKP. Izin mereka belum dimigrasikan, dan otomatis, dengan tidak dimigrasikan, izin-izin lain juga bermasalah, ” tambahnya.

Erwin juga memperingatkan perusahaan jika perbaikan izin tidak segera dilakukan dalam satu hingga dua minggu ke depan, DPRD Kukar akan mengeluarkan rekomendasi penghentian operasional perusahaan.

“Kami berharap perusahaan segera menyelesaikan masalah perizinan dan dugaan perambahan hutan ini. Jika tidak, kami akan memberikan rekomendasi penghentian operasional mereka,” tegas Erwin. (Ak)

Cuaca Buruk Picu Longsor di Desa Purwajaya, 7 Rumah Rusak Parah dan 1 Rumah Ibadah Serta 3 Rumah Berpotensi Longsor

Tenggarong – Cuaca buruk yang melanda Desa Purwajaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar), telah memicu tanah longsor yang mengakibatkan 7 rumah rusak parah dan 1 rumah ibadah terancam serta 3 rumah yang berpotensi longsor.

Longsor terjadi di KM 5 RT 1 Dusun Mekar Beringin Jaya, Desa Purwajaya yang sebelumnya sudah mengalami pergerakan tanah sejak Juli 2024 lalu.

Curah hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir memperburuk kondisi, membuat pergerakan tanah semakin cepat dan mengancam keselamatan warga.

Kepala Desa Purwajaya, Adi Sucipto menjelaskan, pergerakan tanah yang terjadi semakin parah seiring berjalannya waktu, dengan longsor mencapai kedalaman 2 meter pada akhir Januari.

Menurutnya, tanah yang sebelumnya bergerak perlahan sekitar 30 cm hingga setengah meter perminggu, kini bergerak lebih cepat dan semakin mengkhawatirkan warga setempat.

“Pergerakan tanah yang awalnya hanya 30 cm hingga setengah meter per minggu, kini telah mencapai 2 meter. Hal ini menunjukkan bahwa tanah di lokasi ini semakin tidak stabil,” ungkap Adi kepada adakaltim.com pada Kamis (30/1/25).

Selain itu, Adi Sucipto juga menyampaikan kekhawatirannya mengenai langkah selanjutnya untuk mengatasi bencana tersebut.

Mengingat banyaknya warga yang terdampak, pihak desa telah menyewa 8 rumah untuk tempat tinggal sementara.

Namun, Adi mengungkapkan kebingungannya mengenai apa yang akan dilakukan setelah masa sewa berakhir.

“Kami telah menyewakan 8 rumah untuk 11 KK selama dua bulan, namun kami masih bingung langkah apa yang akan diambil setelah masa sewa habis,” ujar Adi.

Walaupun penanganan dari instansi terkait masih berlangsung, Adi mengungkapkan bahwa bantuan dari Dinas Sosial telah mulai diterima warga yang terdampak.

“Kami yang terdampak telah menerima sedikit bantuan sembako dari Dinas Sosial yang sudah sampai di kantor desa,” katanya.

Meskipun bantuan tersebut masih terbatas, Adi berharap bantuan tersebut dapat segera diperluas dan mencakup kebutuhan dasar lainnya, seperti tempat tinggal dan pemenuhan kebutuhan mendesak bagi keluarga yang terdampak bencana.

Selain itu, pihak Desa juga sudah melakukan kordinasi dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkim) terkait opsi relokasi bagi warga yang terdampak.

Meskipun hingga kini belum ada kepastian mengenai lokasi relokasi, desa telah mempertimbangkan penggunaan tanah desa sebagai salah satu pilihan.

Namun, keputusan akhir masih menunggu petunjuk lebih lanjut mengenai kelayakan tanah tersebut.

“Ke depannya, kami mungkin akan menurunkan tim geologi untuk menilai apakah lokasi ini masih layak dihuni atau perlu dilakukan relokasi,” pungkasnya. (Ak)

Tanah Longsor Kembali Terjadi di Loa Kulu, Akses Jalan Poros Tenggarong-Samarinda Tersendat

Tenggarong – Bencana tanah longsor kembali terjadi di Jalan Mayor Jenderal S Parman, RT 4, Desa Sepakat, Kecamatan Loa Kulu, pada Rabu (29/1/25).

Material longsor menutupi setengah badan jalan poros yang menghubungkan Tenggarong dan Samarinda, menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

Bencana ini merupakan longsor susulan dari kejadian sebelumnya, yang dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Camat Loa Kulu, Ardiansyah, turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat. Ia menyampaikan hari ini merupakan hari ketiga proses penanganan longsor.

Kata dia, hujan deras yang terjadi sejak malam , kembali memicu pergerakan tanah yang menyebabkan material longsor kembali menumpuk di badan jalan.

Sejak pagi, dua unit ekskavator telah diterjunkan guna mempercepat pembersihan material longsor yang semakin menumpuk.

“Sebelumnya, kami hanya mengandalkan tenaga manual untuk membersihkan material longsor. Namun, dengan kondisi tanah yang semakin rawan dan curah hujan yang masih tinggi, kami memutuskan untuk menurunkan alat berat agar pembersihan berjalan lebih cepat dan efektif,” ujar Ardiansyah.

Ia menambahkan sebagian wilayah Kecamatan Loa Kulu memang tergolong rawan longsor.

Oleh karena itu, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan pemerintah kabupaten bekerja sama dalam menangani situasi ini dengan langkah-langkah darurat agar longsor tidak semakin parah dan tidak membahayakan pengguna jalan.

Hingga saat ini, petugas masih berupaya membersihkan sisa-sisa material longsor agar akses jalan kembali normal.

Para pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati, terutama saat hujan deras, karena kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil dan berpotensi longsor kembali.

“Jika hari ini longsoran sudah dibersihkan, insyaallah tidak akan terjadi longsor lagi. Tim teknis juga akan memastikan bagaimana cara menata tanah di daerah rawan ini agar tidak longsor lagi ke depannya,” pungkas Ardiansyah. (Ak)

Drainase Tak Memadai, Warga Timbau Keluhkan Banjir Setiap Hujan Deras Tiba

Tenggarong – Hujan deras yang mengguyur Tenggarong pada Selasa malam, 28 Januari 2025 menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, termasuk di RT 35, Kelurahan Timbau, Tenggarong.

Curah hujan yang sangat tinggi, ditambah dengan saluran drainase yang tidak memadai dan kiriman air dari daerah IKIP Mekarsari serta pegunungan, menyebabkan genangan air meluap di beberapa titik, mengganggu aktivitas warga setempat.

Salah satu warga terdampak, Tarmuji, mengungkapkan hujan yang turun sejak selepas Maghrib berlangsung cukup lama dan sangat deras.

Selain curah hujan yang tinggi, kondisi pasang pada sungai mahakam juga memperburuk genangan di wilayah tersebut.

“Semalam hujannya sangat deras. Setelah berhenti sebentar, hujan turun lagi dengan lebat. Ditambah pasang air, air semakin susah surut,” ujar Tarmuji ketika di hampiri reporter adakaltim.com, Rabu (29/1/25).

Ia menyebutkan, permasalahan drainase di wilayah ini sudah berlangsung cukup lama. Meskipun, ada proyek pelebaran dan perbaikan saluran di Jalan Pesut sejak 2019, hasilnya masih belum maksimal.

“Saluran air ke Jalan Naga itu kecil, alirannya jadi lambat. Meskipun sudah ada proyek dengan anggaran miliaran rupiah, tetap saja banjir terus terjadi di sini,” lanjutnya.

Tarmuji berharap pemerintah segera mengatasi masalah ini dengan perbaikan saluran drainase yang lebih besar dan efektif, agar banjir yang terjadi setiap tahun bisa diatasi.

“Kalau begini terus, saya rasa kita tidak akan mampu menghadapinya. Harus ada perbaikan yang lebih besar agar air bisa mengalir dengan lancar,” pungkasnya. (Ak)