Disdukcapil Kukar Libatkan RT untuk Percepat Penerbitan Akta Kematian

Tenggarong – Banyak masyarakat masih bingung dengan prosedur pengurusan akta kematian, terutama karena tidak merasa ada kepentingan yang mendesak.

Padahal, tidak dilaporkannya kematian seseorang dapat menimbulkan berbagai masalah administrasi, mulai dari tagihan BPJS yang terus berjalan hingga munculnya pemilih fiktif dalam pemilu.

Untuk mengatasi hal ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Kartanegara (Kukar) kini menggandeng RT agar pelaporan kematian bisa dilakukan lebih cepat dan mudah.

Kepala Disdukcapil Kukar, M. Iryanto mengatakan, masih banyak keluarga yang menunda melaporkan kematian anggota keluarganya.

“Kematian ini sering tidak dilaporkan jika tidak ada kepentingan yang mendesak, seperti warisan atau pensiun bagi yang ditinggalkan. Selama tidak ada kepentingan, mereka enggan melapor atau membuat akta kematian,” jelasnya, Kamis (27/3/25).

Untuk memperbaiki sistem pelaporan ini, Disdukcapil Kukar telah melakukan dua langkah strategis.

Pertama, dengan mencocokkan data hasil penelitian KPU pada 2023, yang menemukan 7.989 warga telah meninggal tetapi belum memiliki akta kematian.

Kedua, melibatkan RT dalam pelaporan kematian secara real-time menggunakan aplikasi di handphone.

RT yang telah memiliki akun di aplikasi, nantinya cukup dengan mengunggah surat keterangan kematian dari rumah sakit atau desa, foto kartu keluarga jenazah, dan KTP salah satu ahli waris.

“Begitu tiga dokumen ini diunggah, data masuk ke sistem kami secara real-time. Jika hari kerja, akta kematian bisa terbit hari itu juga,” kata Iryanto.

Setelah akta terbit, RT bisa langsung mengunduhnya dalam bentuk PDF dan mengirimkannya kepada keluarga yang berduka.

Kebijakan ini juga didasarkan pada Undang-Undang Administrasi Kependudukan Nomor 24 Tahun 2013 Pasal 44, yang mewajibkan ketua RT melaporkan setiap kematian di wilayahnya.

Dengan sistem baru ini, pelaporan tidak lagi bergantung pada inisiatif keluarga, karena RT memiliki peran aktif dalam memastikan setiap kejadian kematian segera tercatat.

Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam mendorong RT agar aktif melaporkan kematian warganya.

“Cuma kadang-kadang, memang masih ada RT yang enggan,” ungkapnya.

Iryanto berharap dengan sistem ini, tidak ada lagi warga yang terlambat atau bahkan tidak mengurus akta kematian.

“Harapannya, tidak ada lagi alasan tidak ada kepentingan untuk tidak melaporkan kematian. Keluarga boleh saja beranggapan demikian, tetapi RT wajib melaporkan,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Buka Bersama Content Creator di Kukar Jadi Ajang Berbagi Ide dan Kreativitas

Tenggarong – Buka bersama yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) bersama para content creator dan pelaku kreatif menjadi wadah berbagi ide serta kreativitas.

Kegiatan bertajuk Buka Bersama Content Creator (TEROR) Vol.2 ini berlangsung di Pendopo Wakil Bupati Kukar pada Rabu (26/3/25).

Acara ini dikemas dalam suasana santai dan penuh kebersamaan dengan diawali dengan buka puasa bersama dan salat Magrib berjemaah.

Para peserta kemudian memasuki sesi sharing untuk berdiskusi seputar dunia digital serta industri kreatif yang semakin berkembang pesat.

Dalam sesi ini, mereka berbagi pengalaman, tantangan, serta peluang yang ada di bidang kreatif, termasuk dalam produksi konten digital, musik, seni, dan media lainnya.

Kabid Kepemudaan dan Kewirausahaan Dispora Kukar, Derry Wardhana, menyambut baik terselenggaranya acara ini.

Ia menilai kegiatan semacam ini dapat menjadi pemicu lahirnya sebuah ide-ide segar dan inovatif bagi para pemuda Kukar untuk semakin kreatif dalam berkarya.

“Kami dari Dinas Pemuda dan Olahraga Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menyambut baik inisiatif teman-teman dalam mengadakan kegiatan ini,” ujarnya.

Menurut Derry, industri kreatif memiliki peran penting dalam perkembangan ekonomi dan sosial, terutama bagi generasi muda.

Dengan berkembangnya berbagai subsektor kreatif seperti musik, seni, dan media digital, anak muda di Kukar diharapkan dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk mengembangkan potensi mereka.

“Karena melalui kegiatan seperti inilah akan muncul ide-ide dan gagasan-gagasan yang dapat membangkitkan semangat para pemuda untuk lebih kreatif,” lanjutnya.

Ia juga berharap agar kegiatan serupa bisa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak komunitas di Kukar.

Oleh karena itu, ia mendorong komunitas lain untuk menginisiasi kegiatan serupa guna menciptakan lebih banyak ruang bagi pemuda dalam berkarya dan berinovasi.

“Saat ini kegiatan masih terbatas dengan teman-teman media. Namun di komunitas lain pun bisa membentuk kegiatan serupa, karena dari sinilah ide-ide baru akan muncul,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Dispar Kukar Terapkan GEMA, Biasakan ASN Tadarus Sebelum Bekerja

Tenggarong – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) menerapkan Gerakan Etam Mengaji (GEMA) untuk membiasakan ASN membaca Al-Quran sebelum memulai pekerjaan.

Program ini dijalankan secara rutin agar tadarus menjadi bagian dari keseharian pegawai sekaligus meningkatkan pemahaman mereka terhadap bacaan Al-Quran.

Kabid Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekraf Dispar Kukar, Antoni Kusbiantoro, mengatakan bahwa GEMA menjadi bagian dari pembinaan ASN yang dilakukan secara terstruktur.

“Kegiatan ini dilakukan setiap pagi sebelum bekerja, minimal setengah jam. Tidak hanya membaca, tetapi juga ada pendampingan untuk memperbaiki bacaan dan hasilnya dilaporkan secara berkala ke pemerintah,” ujarnya, Rabu (26/3/25).

Agar berjalan efektif, dalam pelaksanaan nya ASN dibagi dalam enam kelompok berdasarkan bidang masing-masing.

Sistem ini diterapkan agar tadarus dapat berlangsung tanpa mengganggu pekerjaan utama.

“Karena jumlah pegawai cukup banyak, kami atur per bidang. Setiap kelompok punya pendamping yang bertugas membimbing dan mengoreksi bacaan, salah satunya Mas Bojan, pemenang MTQ ASN, yang setiap hari ikut mendampingi,” jelasnya.

Kata dia, program ini telah memberikan dampak positif, terutama dalam meningkatkan kelancaran membaca Al-Quran bagi pegawai yang sebelumnya masih terbata-bata.

“Harapannya yang tadinya masih di tahap Iqro bisa naik ke Al-Qur’an. Yang masih terbata-bata bisa lebih lancar dan benar bacaannya,” tambahnya.

Selain sebagai kegiatan rutin, GEMA juga menjadi ajang persiapan bagi ASN yang ingin berkompetisi dalam MTQ ASN.

Setiap tahunnya, Dispar Kukar selalu mengirimkan perwakilan dan tahun lalu berhasil meraih peringkat tiga besar.

“Kami juga menyiapkan pegawai untuk mengikuti MTQ ASN. Tahun lalu, Dispar Kukar masuk tiga besar, mudah-mudahan ke depan hasilnya lebih baik lagi,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Wakil Gubernur Kaltim Safari Ramadan di Kukar Bahas Kemandirian Pangan dan Program Gratis Poll

Tenggarong – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, melaksanakan safari ramadan di Kutai Kartanegara (Kukar) dengan menggelar silaturahmi, buka puasa bersama, dan sholat Maghrib berjamaah di Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Tenggarong pada Selasa (25/3/25).

Dalam kunjungannya, Seno Aji membahas sejumlah program yang akan diperkuat di Kukar, khususnya dalam bidang kemandirian pangan dan program gratis poll bagi masyarakat.

Seno Aji menegaskan bahwa sektor pertanian di Kukar akan jadi fokus utama dan akan terus diperkuat guna mencapai ketahanan pangan yang lebih baik.

“Yang utama adalah bidang pertanian. Kami akan terus menggenjot sektor ini di Kutai Kartanegara agar bisa mencapai kemandirian pangan di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Selain itu, ia juga memastikan bahwa masyarakat Kukar akan mendapatkan manfaat dari program pendidikan gratis yang telah menjadi komitmen Pemprov Kaltim.

“Ya, tentu. Program pendidikan gratis sudah menjadi komitmen kami untuk seluruh wilayah Kalimantan Timur,” tuturnya.

Tak hanya itu, Pemprov Kaltim juga akan menyiapkan bantuan anggaran bagi Kukar untuk mendukung pembangunan daerah.

“Pasti. Dari Pemprov, setiap kabupaten/kota akan mendapatkan bantuan, minimal 10 miliar rupiah,” kata Seno Aji.

Ia juga menyampaikan harapannya agar Kukar terus berkembang dengan sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi.

“Ini adalah kunjungan perdana saya di Kukar setelah dilantik oleh Bapak Presiden, dalam rangka safari Ramadan. Syukur alhamdulillah, Pak Sekda dan beberapa anggota Dewan juga hadir di sini. Ini suatu hal yang sangat membanggakan dan menyenangkan bisa kembali ke Kutai Kartanegara. Kami berharap Kukar bisa lebih maju ke depannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menyatakan Pemkab Kukar siap berkoordinasi untuk menjalankan program-program yang dicanangkan Pemprov, terutama dalam bidang ketahanan pangan.

“Tentu, kami mendukung semua kebijakan pemerintah provinsi. Untuk kebijakan yang sangat teknis, tentu akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan OPD terkait,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa program makan gratis merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kukar.

“Ya, tentu. Khususnya dalam hal ketahanan pangan. Salah satunya program makan gratis,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Umat Hindu di Desa Kerta Buana Akan Arak Ogoh-Ogoh Keliling Menyambut Hari Raya Nyepi

Tenggarong – Umat Hindu di Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang, akan arak ogoh-ogoh keliling desa pada 28 Maret 2025 mendatang sebagai bagian dari persiapan menyambut hari raya Nyepi.

Tradisi ini merupakan ritual penyucian diri dan lingkungan sebelum memasuki tahun baru saka 1947, yang selalu dinantikan oleh masyarakat setempat.

Ogoh-ogoh sendiri merupakan patung raksasa yang biasanya dibuat dengan wujud menyeramkan, melambangkan Bhuta Kala atau roh jahat dalam ajaran Hindu.

Patung ini nantinya akan diarak mengelilingi desa sebagai simbol pembersihan diri dan lingkungan dari energi negatif.

Setelah itu, ogoh-ogoh akan dibakar sebagai tanda pelepasan segala hal buruk agar masyarakat dapat memasuki tahun baru dalam keadaan suci dan harmonis.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Ahmad Ivan, mengatakan tradisi ini tidak hanya memiliki makna spiritual bagi umat Hindu, tetapi juga menjadi daya tarik budaya yang selalu dinantikan oleh masyarakat luas.

“Kegiatan ini lebih dari sekadar ritual keagamaan, tapi juga warisan budaya yang memperkaya keberagaman di Kukar. Kami mengajak semua pihak untuk ikut meramaikan acara ini,” ujarnya, Selasa (25/3/25).

Untuk menambah kemeriahan, Dispar Kukar telah menyiapkan berbagai zona kuliner yang menyajikan makanan khas Bali dan Kutai, serta stan UMKM yang menghadirkan produk lokal.

Harapannya, perayaan ini tidak hanya menjadi ajang spiritual bagi umat Hindu, tetapi juga bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Kami ingin masyarakat merasakan kemeriahan penuh dari perayaan ini, bukan hanya melihat arak-arakan Ogoh-Ogoh, tetapi juga menikmati kuliner, pertunjukan seni, dan berbagai atraksi budaya yang sudah kami siapkan,” jelasnya.

Promosi acara ini telah dilakukan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial dan kerja sama dengan komunitas wisata.

Harapannya, arak-arakan Ogoh-Ogoh ini bisa menjadi daya tarik utama yang menarik lebih banyak wisatawan ke Kukar.

“Kami ingin menjadikan arak-arakan Ogoh-Ogoh sebagai salah satu ikon budaya Kukar. Dengan promosi yang gencar, semoga semakin banyak orang yang datang dan mengenal lebih jauh kekayaan budaya daerah kita,” jelasnya.

Ia pun menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan tradisi ini agar tetap lestari dan terus berkembang.

“Kami berharap acara ini bisa menjadi agenda tahunan yang semakin besar di masa depan,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Pemkab Kukar Matangkan Strategi Guna Kendalikan Inflasi Jelang Idulfitri 1446 H

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mematangkan strategi untuk mengendalikan inflasi menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H/2025 M.

Hal ini menjadi pembahasan utama dalam rapat koordinasi Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar di Aula Kantor Bappeda pada Selasa (25/3/25).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, yang memimpin jalannya rapat menegaskan inflasi yang terjadi menjelang Idulfitri perlu dikendalikan agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Kami memastikan upaya pengendalian inflasi berjalan efektif melalui keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, serta kelancaran distribusi barang di pasaran,” ujarnya.

Sejumlah kebijakan pun telah diterapkan, di antaranya operasi pasar dan gerakan pangan murah di beberapa titik guna menekan lonjakan harga.

Sidak terhadap stok bahan pangan dan LPG 3 Kg juga terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan tetap aman.

Pemkab Kukar juga rutin melaporkan kondisi inflasi ke Kemendagri melalui tautan wasinflasi.kemendagri serta menyusun neraca ketersediaan pangan secara berkala.

“Kami juga memanfaatkan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mengantisipasi dampak inflasi. Dana ini dapat digunakan untuk bantuan sosial, subsidi transportasi, serta intervensi harga apabila diperlukan,” jelasnya.

Guna mencegah kenaikan harga yang tidak wajar, Pemkab Kukar meningkatkan koordinasi dengan Satgas Pangan dan aparat penegak hukum untuk mengawasi distribusi serta mengantisipasi adanya penimbunan bahan pokok.

Sunggono mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kelangkaan barang.

“Kami berharap masyarakat tidak panik dalam berbelanja. Dengan koordinasi yang telah kami lakukan, kami pastikan stok kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang wajar,” pungkasnya. (adv/ak/ko)