KPU Kukar Gelar Pleno Rekapitulasi Suara PSU Tingkat Kabupaten

Tenggarong – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar rapat pleno terbuka untuk rekapitulasi hasil perhitungan suara Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kukar 2024 tingkat kabupaten yang berlangsung di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong pada Kamis (24/4/25).

Ketua KPU Kukar, Rudi Gunawan, mengatakan rekapitulasi suara ini adalah tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 195 Tahun 2024.

Sebelumnya, PSU telah dilaksanakan pada 19 April 2025 di seluruh wilayah Kukar yang kemudian dilanjutkan dengan rekapitulasi tingkat kecamatan dari tanggal 20 hingga 23 April 2025.

“Hari ini, kami melaksanakan rekapitulasi tingkat kabupaten. Terima kasih kepada seluruh penyelenggara pemilu, mulai dari KPPS hingga PPK, atas dedikasi dan kerja kerasnya,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada aparat keamanan serta pemerintah daerah yang turut memastikan kelancaran pelaksanaan PSU.

“Alhamdulillah, kami dapat mengatasi berbagai hambatan berkat semangat kerja sama yang kuat dari semua pihak,” tambahnya.

Proses rekapitulasi pada rapat pleno ini berlangsung lancar, di mana dalam dua setengah jam pertama, enam kecamatan telah berhasil direkap.

Meskipun begitu, KPU Kukar belum bisa memastikan kapan rapat pleno akan selesai.

“Jika proses berjalan lancar tanpa banyak perdebatan, insya Allah bisa selesai sore ini atau malam setelah Isya. Setelah pleno kabupaten selesai, akan ada masa tunggu selama tiga hari kerja untuk melihat apakah ada gugatan. Jika ada, kami akan mengikuti proses sesuai ketentuan,” pungkasnya. (ak/ko)

524 Jamaah Haji di Kukar Ikuti Manasik Massal di Masjid Agung

Tenggarong – Sebanyak 524 calon jamaah haji asal Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengikuti manasik haji massal tingkat kabupaten yang berlangsung di Masjid Agung Sultan Sulaiman, Tenggarong, Rabu (23/4/25) .

Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian pembekalan ibadah haji yang bertujuan membekali jamaah dengan pemahaman menyeluruh sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Tahun ini, manasik mengusung tema “Jamaah Haji Ramah Lansia” sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan jamaah lanjut usia.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kukar, Nasrul, mengatakan bahwa tema tersebut selaras dengan prinsip dasar ibadah dalam Islam yang mengedepankan kemudahan.

Menurutnya, pelaksanaan ibadah haji harus menyesuaikan kondisi jamaah, terutama mereka yang sudah lanjut usia.

“Prinsip dasar ibadah dalam Islam adalah kemudahan, bukan kesulitan. Maka seluruh teknis pelaksanaan harus disesuaikan agar jamaah, khususnya yang lansia, bisa menjalankan rukun-rukunnya dengan aman dan nyaman,” ujar Nasrul saat ditemui di lokasi kegiatan.

Sejumlah kebijakan khusus telah disiapkan untuk mendukung kenyamanan jamaah lansia, di antaranya penerapan ketentuan murur, yaitu membolehkan jamaah singgah sejenak di Muzdalifah tanpa turun dari bus sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina.

Langkah ini diambil guna mengurangi risiko kelelahan dan gangguan kesehatan.

Selain itu, jamaah lansia dan jamaah yang sedang sakit dianjurkan menggunakan kursi roda saat menjalankan thawaf dan sa’i.

Sementara untuk pelaksanaan lontar jumrah, jamaah diberikan opsi melakukan badal jumrah atau mewakilkannya kepada jamaah lain guna menghindari perjalanan kaki yang cukup jauh.

Tahun ini, jamaah haji Kukar terbagi dalam tiga kloter. Kloter pertama, yaitu kloter 3, akan diberangkatkan pada 8 Mei dengan jumlah 357 jamaah.

Kloter kedua, kloter 12, dijadwalkan berangkat pada 23 Mei dengan 149 jamaah, dan kloter 15 sebagai kloter ketiga akan berangkat pada 27 Mei dengan 18 jamaah.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Kemenag Kukar memutuskan untuk meniadakan acara seremonial pelepasan jamaah di tingkat kabupaten.

Hal ini dilakukan berdasarkan arahan dari Ditjen Penyelenggaraan Haji demi menjaga kebugaran jamaah.

“Biasanya, jamaah sudah kelelahan duluan karena seremonial, padahal sesampainya di embarkasi harus menjalani pemeriksaan panjang hingga delapan jam. Maka tahun ini ditiadakan, demi menjaga stamina dan keselamatan mereka,” tegas Nasrul.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengikuti manasik dengan serius agar jamaah benar-benar siap menjalankan ibadah.

Kegiatan manasik di Kukar sendiri dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu manasik mandiri di tingkat kecamatan sebanyak 10 kali, manasik tingkat KUA sebanyak 8 kali, dan manasik massal selama dua hari di Masjid Agung Sultan Sulaiman.

“Kami ingin semua jamaah siap lahir dan batin. Jangan hanya mengandalkan semangat, tapi juga ilmu dan kesiapan. Insya Allah, jika niatnya ikhlas dan ikhtiarnya maksimal, ibadah haji tahun ini akan berjalan lancar dan penuh berkah,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Pemkab Kukar Gelar Grand Opening UNIKARTA Mart untuk Dukung Penanggulangan Inflasi dan Praktik Mahasiswa

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menggelar Grand Opening UNIKARTA Mart di Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Rabu (23/4/2025).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah serta memberikan ruang praktik kewirausahaan bagi mahasiswa.

UNIKARTA Mart hadir untuk melengkapi program pengendalian inflasi yang sebelumnya diawali dengan peluncuran kios inflasi di Masjid Agung Tenggarong.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kukar, Ahyani Fadianur Diani, menyebut bahwa langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok yang berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat.

“Jadi rangkaian dua kegiatan ini sebenarnya sudah lama kita coba, untuk salah satunya nanti mengatasi inflasi,” ujarnya.

UNIKARTA Mart sendiri menyediakan berbagai kebutuhan pokok mulai dari beras, gula, dan minyak goreng. Komoditas lain akan ditambahkan secara bertahap, sesuai evaluasi dan kebutuhan.

“Mudah-mudahan ini nanti bisa berjalan, karena ini masih percobaan,” katanya.

Selain fungsi utamanya sebagai penyangga inflasi, UNIKARTA Mart juga berfungsi sebagai ruang praktik kewirausahaan bagi mahasiswa Unikarta.

Mahasiswa nantinya dapat belajar langsung mengenai pengelolaan usaha, distribusi barang, hingga pelayanan konsumen.

“Anak-anak mahasiswa, mahasiswa ekonomi nanti, jadi banyak hal yang bisa dimanfaatkan oleh kawan-kawan di Unikarta, baik dari mahasiswa maupun dosen lainnya,” jelasnya.

Program ini juga didukung oleh berbagai pihak melalui Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), termasuk perusahaan-perusahaan besar seperti PT Multi Harapan Utama (MHU) yang terlibat lewat dana CSR.

Hingga saat ini, sekitar 20 perusahaan sudah bergabung dalam upaya mendukung pengendalian inflasi di Kukar, termasuk dari sektor perbankan dan pengelola aset daerah.

Di sisi lain, UNIKARTA Mart juga membuka ruang bagi promosi produk UMKM lokal.

Sejumlah produk seperti keripik, amplang, dan coklat lung anai hasil produksi UMKM binaan PT MHU dari Tenggarong Seberang turut dijual di lokasi ini dengan kemasan yang menarik dan kualitas yang terus ditingkatkan.

“Saya juga minta tadi mereka lebih mempertahankan kualitasnya. Kualitas, selain itu juga kalau bisa nanti disertifikasi supaya juga produk halalnya itu juga terjamin,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Pemkab Kukar Gelar Musrenbang RKPD 2026

Tenggarong – Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya menyusun rencana pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.

Forum ini menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan program prioritas daerah dengan kebijakan pemerintah provinsi dan nasional.

Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Ing Martadipura, Kantor Bappeda Kukar, Selasa (22/4/25).

Kegiatan diikuti sekitar 200 peserta, baik secara langsung maupun virtual.

Peserta terdiri dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, kepala desa, serta perwakilan kelompok masyarakat.

Bupati Kukar, Edi Damansyah, hadir langsung membuka kegiatan dan menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta.

Ia menyebut forum Musrenbang ini, sebagai ruang penting untuk menyatukan masukan dan memperkuat arah kebijakan pembangunan.

“Saya sampaikan terima kasih. Tadi saat diskusi, ada beberapa hal yang disampaikan dan akan menjadi perhatian. Sebagian besar memang sudah masuk ke dalam kerangka kebijakan,” ujarnya.

Ia mencontohkan beberapa isu yang menjadi sorotan dalam diskusi, antara lain konektivitas infrastruktur antar desa, penguatan ketahanan pangan berbasis pertanian, dan perlunya peningkatan fasilitas bagi penyandang disabilitas.

“Catatan khusus juga muncul soal penyandang disabilitas. Ini jadi perhatian kita bersama agar pembangunan bisa lebih inklusif,” lanjutnya.

Edi juga menekankan pentingnya sinergisitas antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan nasional agar perencanaan yang disusun benar-benar dapat diimplementasikan secara optimal.

“Semoga semangat RKPD 2026 ini menjadi wujud konkret kerja bersama yang betul-betul tertuang dalam dokumen perencanaan,”tuturnya.

Ia menyebut, dalam forum tersebut, perwakilan Bappeda Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) turut menyampaikan bahwa pada tahun 2026, Pemprov Kaltim akan memberikan fokus khusus kepada wilayah Kukar melalui program-program prioritas.

“Jadi kita sudah mulai, semoga model ini terus terbangun dan terjaga dengan baik,” ucap Edi.

Setelah forum utama, kegiatan Musrenbang akan dilanjutkan dengan diskusi tematik guna mempertajam prioritas pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Setelah ini juga akan ada lanjutan forum diskusi tematik untuk mempertajam beberapa prioritas yang menjadi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Petugas WiFi Tersengat Listrik Saat Perbaiki Jaringan di Kantor Desa Karang Tunggal

Tenggarong – Seorang teknisi IndiHome mengalami kecelakaan kerja saat memperbaiki jaringan internet di Kantor Desa Karang Tunggal, Kecamatan Tenggarong Seberang pada Selasa (22/4/25).

Korban tersengat aliran listrik saat bekerja di atas dak bangunan kantor desa.

Dari informasi di lapangan, korban diduga menyentuh kabel listrik yang melintang di sekitar area perbaikan.

Akibat sengatan listrik tersebut, tubuh korban langsung lemas dan tak berdaya, hingga akhirnya warga yang mengetahui kejadian itu segera melapor ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kukar.

Petugas dari sektor Kecamatan Tenggarong Seberang kemudian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi.

Evakuasi dilakukan secara hati-hati mengingat posisi korban yang berada di ketinggian, sehingga dibutuhkan peralatan khusus.

Kepala Disdamkartan Kukar, Fida Hurasani, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, petugas di lapangan bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Petugas sektoral kami yang melakukan evakuasi terhadap korban teknisi WiFi,” ujar Fida.

Ia mengungkapkan, korban mengalami luka bakar di bagian tangan dan kepala akibat kontak langsung dengan kabel listrik bertegangan tinggi.

Proses evakuasi menggunakan tangga dari unit pemadam kebakaran agar bisa menjangkau posisi korban yang sulit.

“Kami membantu evakuasi korban dengan menggunakan tangga unit pemadam kebakaran,” lanjutnya.

Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Saat ini, Kondisi korban dilaporkan dalam keadaan sadar, namun masih harus menjalani perawatan lanjutan akibat luka yang dideritanya.

Fida juga menyampaikan imbauan agar setiap petugas teknis di lapangan lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja.

“Setiap pekerjaan memang ada risiko, tapi kita harus lebih hati-hati, memperhatikan kondisi sekitar agar selamat di kerjaan,” tuturnya.

Ia mengatakan, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap aktivitas kerja, terutama di lingkungan yang berdekatan dengan sumber listrik.

Di akhir keterangannya, Fida menegaskan pihaknya akan terus berkomitmen memberikan pelayanan cepat dan tanggap kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan, khususnya dalam kondisi darurat.

“Kami siap dan siaga kapan saja bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Tego Yuwono Sebut Sejumlah Desa di Kecamatan Tenggarong Seberang Akan Dimekarkan

Tenggarong – Sejumlah desa di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, akan mengalami pemekaran.

Pemekaran tersebut dilakukan untuk mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan pelayanan administratif bagi masyarakat.

Camat Tenggarong Seberang, Tego Yuwono, mengatakan pemekaran ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam mengoptimalkan pelayanan publik di wilayahnya.

“Kecamatan Tenggarong Seberang memiliki wilayah yang luas. Dengan pemekaran desa-desa ini, akses terhadap layanan administrasi dan pembangunan infrastruktur diharapkan bisa lebih merata,” ujarnya, Selasa (22/4/25).

Tego juga menyebutkan proses pemekaran tidak hanya soal pembagian wilayah, tetapi juga melibatkan penyesuaian administratif yang cukup kompleks.

“Kami sedang menyesuaikan data kependudukan, termasuk perubahan alamat di KTP dan pembentukan RT serta RW baru untuk memperlancar sistem administrasi,” jelasnya.

Selain Desa Bangunrejo yang resmi dimekarkan menjadi Desa Sumberrejo, pemekaran serupa juga sedang diproses untuk Desa Bukit Pariaman yang akan menjadi Desa Pariaman Makmur.

Berkas pengajuan pemekaran sudah dikirimkan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar dan saat ini masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah provinsi.

Tego berharap pemekaran ini dapat mempercepat pembangunan infrastruktur di desa-desa yang selama ini kesulitan mengakses layanan pemerintahan.

“Dengan pemekaran desa-desa ini, pembangunan bisa lebih merata dan kebutuhan masyarakat dapat lebih cepat ditangani,” harapnya.

Namun, Tego juga mengakui masih ada tantangan dalam proses transisi ini, terutama terkait anggaran dan kesiapan aparatur desa baru.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar transisi berjalan lancar dan pelayanan masyarakat tidak terganggu,” katanya.

Tego mengimbau masyarakat untuk mendukung program pemekaran ini agar tujuan utama, yaitu pemerataan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik, dapat segera terwujud.

“Kami berharap dengan adanya pemekaran, masyarakat bisa merasakan manfaat langsung dari segi infrastruktur dan administrasi,” pungkasnya. (adv/ak/ko)