Infrastruktur Jalan dan Pendidikan Jadi Sorotan Muhammad Idham di HUT Sebulu ke-60

Tenggarong – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Kecamatan Sebulu menjadi ajang refleksi bagi Muhammad Idham, Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar).

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) II itu menilai usia enam dekade merupakan momentum penting untuk mendorong percepatan pembangunan, terutama di bidang infrastruktur dan pendidikan.

“Alhamdulillah, dengan memperingati ulang tahun ini, kita harapkan Sebulu menjadi kecamatan yang lebih baik,” ujarnya saat diwawancarai usai acara Beseprah dan doa bersama HUT ke-60 Kecamatan Sebulu di halaman Kantor Camat Sebulu, Selasa (13/5/25).

Dirimya menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang dinilainya belum memadai, khususnya akses penghubung antarwilayah.

Salah satu ruas jalan yang ia soroti adalah jalur dari Desa Bloro ke Tanjung Harapan yang sudah lama rusak dan belum mendapat perhatian Pemkab Kukar.

“Jalan dari Bloro ke Tanjung Harapan itu sudah puluhan tahun tidak pernah disentuh. Kita harapkan 2026 paling tidak itu semua sudah terselesaikan,” tegasnya.

Selain infrastruktur jalan, kondisi sejumlah sekolah di Kecamatan Sebulu juga menjadi perhatian serius.

Idham mengungkapkan banyak bangunan sekolah yang tampak layak dari luar, namun kondisinya sangat memprihatinkan di bagian dalam.

“Beberapa sekolah saya datangi itu, kalau dari luar bangunannya bagus, tapi ketika kita masuk ke dalam, kasihan sekali,” ungkapnya.

Guna menindaklanjuti temuan tersebut, Komisi IV DPRD Kukar berencana menggelar roadshow ke sekolah-sekolah yang memerlukan perbaikan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan usulan perbaikan dapat segera ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan.

“Kami akan rekomendasikan dan kawal di Dinas Pendidikan supaya perbaikannya segera dilakukan. Ini sangat bermanfaat untuk warga kita,” tambahnya.

Dalam tugasnya sebagai wakil rakyat, Idham memastikan akan terus mengawal kebijakan pembangunan yang menyentuh langsung masyarakat Sebulu.

“Kami akan selalu mengawal dan mendukung setiap kegiatan-kegiatan yang ada di Kecamatan Sebulu ini,” tandasnya.

Idham berharap HUT ke-60 ini menjadi momen untuk meningkatkan sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan daerah.

“Dengan semakin berumurnya Sebulu, kita semua berharap Kecamatan Sebulu menjadi lebih baik ke depannya,” pungkasnya. (ak/ko)

Wagub Seno Aji Turun ke Lokasi Longsor, Serahkan Bantuan dan Siapkan Relokasi Korban

Samarinda– Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, turun langsung ke lokasi bencana longsor di RT 22 Jalan Belimau, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Rabu (14/5/2025).

Dalam kunjungannya, Wagub Seno Aji menyerahkan bantuan logistik dan santunan kepada para korban, sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi untuk merelokasi warga terdampak ke hunian yang lebih aman dan layak.

Musibah longsor tersebut menimpa lima kepala keluarga, di mana satu keluarga kehilangan empat orang jiwa dan dua lainnya mengalami luka-luka.

“Kita hari ini berada di Lempake, tepatnya di RT 22 Jalan Belimau, untuk melihat langsung kondisi pasca longsor. Musibah ini sangat memprihatinkan, dengan adanya korban jiwa dan luka-luka,” ujar Seno Aji saat berada di lokasi kejadian.

Ia juga menyoroti kondisi geografis lokasi longsor yang berdasarkan pengamatan morfologi dinilai tidak layak huni.

Sebagai langkah antisipasi, Seno Aji telah berkoordinasi dengan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Kalimantan Timur untuk melakukan kajian mitigasi bencana.

“Hasil kajian ini akan diserahkan kepada BPBD dan BRIDA untuk mencegah terulangnya kejadian serupa dan memastikan tidak ada lagi warga yang tinggal di area rawan longsor,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Seno Aji secara simbolis menyerahkan bantuan logistik berupa beras dan sembako kepada perwakilan korban.

Selain itu, santunan uang tunai sebesar Rp 5 juta diberikan kepada setiap anggota keluarga yang meninggal dunia.

Ia juga menyampaikan bahwa BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan bantuan tambahan sekitar Rp 40 juta per korban.

Lebih lanjut, Seno Aji menyampaikan kabar baik bagi keluarga korban yang tidak memiliki tempat tinggal tetap.

“Karena para korban ini sebelumnya tinggal mengontrak, Pemerintah Provinsi akan membangunkan rumah layak huni bagi mereka yang memiliki lahan. Lokasinya kami serahkan kepada mereka, di mana saja lahan yang mereka punya,” jelasnya.

Saat ini, para korban selamat masih mengungsi di rumah saudara. Seno Aji meminta agar informasi mengenai lokasi pasti pengungsian segera disampaikan kepada BPBD atau Pemerintah Provinsi agar rencana pembangunan rumah layak huni dapat segera ditindaklanjuti.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan terus hadir dan memberikan dukungan kepada para korban longsor di Lempake. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban mereka dan pembangunan rumah layak huni dapat segera terealisasi,” pungkasnya. (Ak)

Bupati Kukar Ajak Masyarakat Kenali Potensi Stunting Sejak Dini

Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah menekankan pentingnya masyarakat untuk mengenali potensi stunting sejak dini sebagai langkah pencegahan yang efektif.

Penegasan tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan HUT ke-60 Kecamatan Sebulu, tepatnya usai meresmikan dua Posyandu di Desa Sebulu Ilir pada Selasa (13/5/2025).

Bupati Edi menyampaikan bahwa pelaksanaan pengukuran dan penimbangan serentak secara nasional pada Juni 2024 lalu berhasil mencapai angka yang sangat tinggi.

“Pada bulan Juni 2024 akan ada penimbangan dan pengukuran serentak secara nasional. Di Kukar, capaiannya hampir 99 persen. Hanya satu kecamatan yakni Muara Kaman, pengecekannya belum selesai secara keseluruhan,” jelasnya.

Namun dari hasil tersebut, Pemkab Kukar menemukan masih terdapat masyarakat yang belum memahami perbedaan antara stunting dan potensi stunting.

Potensi stunting terjadi ketika anak belum masuk kategori stunting, namun sudah menunjukkan tanda-tanda perlambatan pertumbuhan akibat kurang gizi.

“Dari pengukuran dan penimbangan serentak itu, terlihat hasil profilnya selama ini kita keliru. Kita tahunya hanya stunting, padahal potensi stunting di Kukar juga besar,” tegas Edi.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemkab Kukar telah menjalankan program pemberian makanan tambahan (PMT) selama dua bulan berturut-turut pada Agustus dan September 2024.

Program ini ditujukan kepada anak-anak yang terindikasi mengalami potensi stunting sebagai bentuk intervensi dini yang terukur.

Setelah dua bulan pelaksanaan, dilakukan pengukuran ulang pada Oktober 2024 untuk melihat perkembangan.

Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pertumbuhan anak-anak yang mengikuti program, yang membuktikan langkah tersebut efektif dalam menekan potensi stunting.

“Ini menunjukkan dengan penanganan yang konsisten dan terarah, potensi stunting bisa kita tekan lebih jauh,” ujarnya.

Ke depan, program PMT akan terus ditingkatkan dan diintegrasikan dengan kebijakan nasional berupa makanan bergizi gratis untuk anak-anak.

Bupati Edi menyebut kerja kolaboratif lintas sektor sebagai kunci utama keberhasilan program ini, serta pentingnya peran aktif seluruh komponen masyarakat dalam edukasi dan pendampingan gizi anak.

“Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras. Mari kita terus menjaga komitmen ini untuk memastikan generasi masa depan Kukar tumbuh sehat dan kuat,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Bupati Kukar Ajak RT dan Desa Terlibat Aktif dalam Kegiatan Posyandu

Tenggarong – Bupati Kukar, Edi Damansyah, mengajak Ketua Rukun Tangga (RT) dan Kepala Desa di seluruh Kabupaten Kutai Kartanegara untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan Posyandu.

Hal tersebut ia sampaikan usai meresmikan dua Posyandu yang ada di Desa Sebulu Ilir, Kecamatan Sebulu pada Selasa (13/5/2025).

“Saya selalu menyampaikan kepada kepala desa dan ketua tT untuk mengingatkan warganya tentang jadwal buka Posyandu agar datang. Supaya ibu-ibu kader Posyandu ini tidak merasa khawatir,” kata Edi.

Ia menjelaskan, ketidakhadiran warga dalam kegiatan Posyandu sering membuat kader Posyandu merasa cemas, karena tidak tahu kondisi warganya secara pasti.

Komunikasi yang terputus, kata dia, dapat memengaruhi pemantauan terhadap ibu hamil dan balita, sehingga perlu peran aktif dari aparatur desa untuk memastikan partisipasi warga.

Selain itu, Edi menyoroti pentingnya menjaga 1.000 Hari Pertama Kehidupan, dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Menurutnya, Posyandu ibu hamil dan Posyandu balita menjadi pilar penting dalam menjaga tumbuh kembang anak secara optimal.

“Jadi, Kepala Desa, Ketua RT, terlibat dalam menyampaikan informasi. Jika ini tertangani dengan baik, seribu hari pertama kehidupan, maka terkait masalah pertumbuhan anak akan lebih mudah kita tangani,” jelasnya.

Edi berharap ada inisiatif dari para kepala desa dan RT untuk memperkuat sistem pelaporan dan pemantauan kegiatan posyandu.

“Dengan begitu, para kader posyandu juga merasa didukung dan tidak bekerja sendiri dalam mengedukasi serta melayani masyarakat,” tandasnya. (adv/ak/ko)

Bupati Kukar Resmikan Dua Posyandu di Desa Sebulu Ilir

Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah meresmikan dua posyandu baru di Desa Sebulu Ilir, Kecamatan Sebulu.

Dua Posyandu tersebut ialah, Posyandu Kenanga dan Posyandu Melati Ungu. Diresmikan berbarengan dalam rangkaian peringatan HUT ke-60 Kecamatan Sebulu pada Selasa, (13/5/25).

“Saya bertemu dengan ibu-ibu kader posyandu, memastikan kembali bahwa program rehabilitasi Posyandu berjalan di kecamatan ini,” ujar Edi Damansyah saat diwawancarai awak media.

Bupati Edi menjelaskan, pembangunan fisik Posyandu merupakan bagian dari program prioritas Pemkab Kukar untuk memperkuat akses pelayanan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.

Dua posyandu yang telah diresmikan merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa, kecamatan, dan Dinas Kesehatan Kukar.

Dalam kesempatan itu, Edi Damansyah juga menyampaikan, Pemkab Kukar juga akan memberikan dukungan operasional berupa biaya kegiatan dan insentif kepada kader Posyandu.

Ia menerima sejumlah masukan dari para kader, termasuk usulan peningkatan insentif sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.

“Tadi ada usulan agar insentifnya ditingkatkan. Usulan ini akan kami tampung dan memang sudah ada perhitungannya,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi pola regenerasi kader Posyandu yang berjalan secara turun-temurun di Kukar, sehingga kesinambungan pelayanan tetap terjaga.

“Saya apresiasi kader Posyandu di Kutai Kartanegara, selalu regenerasinya turun menurun dari rumpun keluarga,” kata Edi.

Dengan peresmian dua posyandu ini, Bupati Kukar berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal.

“Saya berterima kasih kepada Dinas Kesehatan, Puskesmas, Camat, Kepala Desa, Ibu Kader, Kepala RT, atas kerja sama yang baik ini. Mari kita jaga dan pertahankan,” tutupnya. (adv/ak/ko)

Bupati Kukar Tegaskan Komitmen Pembangunan yang Berkelanjutan di HUT ke-60 Kecamatan Sebulu

Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus melanjutkan dan mempercepat pembangunan berkelanjutan di Kecamatan Sebulu.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Beseprah dan doa bersama dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Kecamatan Sebulu yang digelar di Halaman Kantor Camat Sebulu, Selasa (13/5/25).

Acara ini menjadi momen kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat yang turut merayakan perjalanan panjang Kecamatan Sebulu.

“Merupakan kebahagiaan bagi kita semua dapat hadir dan bersilaturahmi untuk merayakan momentum yang berbahagia ini,” ujar Edi.

Bupati Edi mengapresiasi seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi dalam kemajuan Kecamatan Sebulu selama enam dekade terakhir.

“Atas nama pemerintah daerah menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat, khususnya seluruh masyarakat Kecamatan Sebulu, para alim ulama, tokoh masyarakat, aparatur pemerintah kecamatan dan desa, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan dan kemajuan Kecamatan Sebulu,” ucapnya.

Menurutnya, Kecamatan Sebulu telah melalui berbagai dinamika dan tantangan yang menjadi bagian dari proses pembangunan daerah.

Edi menyebut, program-program pembangunan yang dijalankan di Kecamatan Sebulu telah diselaraskan dengan Rencana Strategis Kecamatan tahun 2021-2026 dan RPJMD Kabupaten Kukar.

Hal ini bertujuan agar pembangunan memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa Kukar akan segera memasuki masa transisi pemerintahan.

Meski demikian, ia menegaskan pembangunan harus terus berlanjut tanpa terpengaruh oleh perubahan kepemimpinan.

“Pemerintah daerah Kabupaten Kukar terus berkomitmen melanjutkan dan mempercepat pembangunan di Kecamatan Sebulu secara berkelanjutan,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Edi menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan kolaborasi antar semua pihak agar pembangunan berjalan konsisten.

“Pembangunan bukanlah proyek sesaat, melainkan proses berkelanjutan yang harus terus berjalan tanpa terpengaruh oleh perubahan kepemimpinan,” tutupnya. (adv/ak/ko)