Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Andriansyah, memberikan penjelasan terkait kekhawatiran masyarakat terhadap potensi bencana alam, khususnya banjir dan longsor, di sekitar proyek pembangunan terowongan di kota Samarinda.
Andriansyah menegaskan bahwa struktur lereng yang ada saat ini masih bersifat sementara dan belum dibangun secara permanen. Struktur tersebut digunakan sebagai penahan sementara untuk mendukung kelancaran pekerjaan di area proyek.
“Itu memang untuk sementara, belum permanen ya. Sifatnya itu penahan sementara, supaya orang bisa beroperasional bekerja menyelesaikan terowongan,” jelasnya, Selasa (27/5/2025).
Ia menambahkan, struktur permanen akan dibangun setelah proses pengerjaan terowongan selesai sepenuhnya. Saat ini, langkah teknis sudah dilakukan untuk memastikan keselamatan di sekitar area proyek.
“Nanti kalau terowongan itu sudah jadi, baru dibuat yang permanennya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Andriansyah menyampaikan bahwa Wali Kota Samarinda telah memberikan jaminan terkait kekuatan struktur lereng, khususnya di bagian inlet terowongan. Pembangunan terowongan ini disebut telah melalui kajian teknis secara rinci dan menyeluruh.
“Jadi tidak perlu ada rasa khawatir juga di masyarakat. Jangan khawatir, karena itu memang untuk menahan dulu longsoran tanah selama beraktifitas,” pungkasnya.
Pernyataan ini diharapkan mampu meredam kekhawatiran warga terkait potensi risiko yang ditimbulkan dari aktivitas proyek strategis tersebut. (adv)