Tenggarong – Pelayanan masyarakat Kelurahan Loa Ipuh, Kacamata Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi berpindah ke gedung kantor yang baru sejak awal Januari 2026 lalu.
Penggunaan ruang kantor baru ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan lebih baik bagi warga dalam mengurus berbagai keperluan administrasi.
Lurah Loa Ipuh, Erri Suparjan, menyampaikan aktivitas pelayanan sudah berjalan sejak Senin, 5 Januari 2026.
Meskipun, lanjutnya, prosesi serah terima kunci secara simbolis baru dilaksanakan dua hari kemudian.
“Bangunan kantor sebenarnya sudah selesai secara fisik. Setelah kami bersurat dan mendapat izin dari Dinas PU, kami langsung menggunakannya untuk pelayanan. Penyerahan kunci dilakukan menyusul,” ujarnya usai serah terima kunci kantor baru pada Rabu (7/1/2026).
Erri menjelaskan gedung kantor yang baru di resmikan tersebut dibangun dua lantai dan dilengkapi dengan area parkir yang memadai.
Namun, pada tahap awal penggunaan, sejumlah fasilitas penunjang seperti mebel, pagar, dan penataan interior belum sepenuhnya tersedia.
“Keterbatasan anggaran membuat fasilitas interior belum bisa dipenuhi. Untuk sementara, kami memanfaatkan mebel dan AC dari kantor lama yang masih bisa digunakan,” tuturnya.
Pihak kelurahan telah mengajukan permohonan lanjutan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar dan pemerintah daerah agar kekurangan fasilitas tersebut dapat dilengkapi secara bertahap, termasuk rencana pembangunan pagar untuk pengamanan aset.
Dari sisi desain, bangunan kantor mengusung konsep nonkonvensional agar lebih nyaman dan menarik bagi masyarakat.
Pada bagian depan gedung terdapat ornamen khas Kesultanan Kutai Kartanegara berupa Karang Temu yang melambangkan fungsi gedung sebagai tempat berkumpul dan bermusyawarah masyarakat.
“Filosofinya kelurahan sebagai tempat masyarakat bertemu, berkumpul, dan menyelesaikan berbagai persoalan,” ucapnya.
Saat ini seluruh pelayanan publik telah dilakukan di gedung baru, meskipun proses penataan ruang masih berlangsung.
Ke depan, pihak kelurahan berencana memusatkan pelayanan di lantai bawah agar memudahkan akses masyarakat.
“Biar masyarakat tidak perlu naik turun tangga. Kami yang menyesuaikan,” pungkasnya. (ak/ko)