Infrastruktur dan Layanan Dasar Dominasi Usulan Musrenbang Kecamatan Muara Kaman

Tenggarong – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Muara Kaman yang digelar di kawasan Danau Biru Panca Jaya, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi ruang penyampaian berbagai aspirasi masyarakat, khususnya terkait kebutuhan infrastruktur dan layanan dasar.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (9/2/2026) itu dihadiri unsur pemerintah kecamatan, desa, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta perwakilan legislatif dan masyarakat.

Anggota DPRD Kukar, Muhammad Idham, menyampaikan persoalan jalan masih menjadi aspirasi paling dominan yang disuarakan masyarakat.

Menurutnya, kondisi akses jalan sangat menentukan keamanan dan kenyamanan warga, terutama di Desa Liang Buaya yang hingga kini belum tersambung jalur darat secara optimal.

“Masyarakat berharap pembangunan jalan tersebut dapat diprioritaskan dan tembus hingga ke Sedulang,” ujarnya kepada Adakaltim.com pada Selasa (10/2/2026).

Dengan terbukanya akses itu, lanjutnya, mobilitas warga menuju kawasan Sebulu SP diharapkan menjadi lebih lancar serta mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan dasar di wilayah tersebut.

Selain infrastruktur jalan, kebutuhan akan sarana pemadam kebakaran juga menjadi perhatian serius.

Sepanjang jalur Sebulu SP dari Muara Kaman yang mencakup sekitar empat desa dinilai sangat membutuhkan satu pos pemadam kebakaran yang mampu meng-cover seluruh wilayah.

Selama ini, jika terjadi kebakaran, bantuan harus datang dari Muara Kaman, Segihan, atau Sebulu yang jaraknya cukup jauh.

“Kalau ada kejadian, yang paling krusial itu mobil pemadam. Dari OPD memang disampaikan pengadaannya belum bisa dianggarkan karena efisiensi anggaran. Satu unit mobil pemadam lengkap itu sekitar Rp2 miliar,” jelasnya.

Ia mengakui nilai anggaran tersebut cukup besar, namun DPRD akan berupaya mendorong agar kebutuhan itu tetap menjadi prioritas.

Rencananya, kata dia, aspirasi tersebut akan dikonsultasikan bersama rekan-rekan di Komisi IV agar dapat ditekan ke pemerintah kabupaten, baik melalui anggaran murni maupun anggaran perubahan, mengingat urgensinya bagi keselamatan masyarakat.

Tak hanya itu, aspirasi lain juga menyentuh sektor pendidikan dan kesehatan.

Banyak sekolah di wilayah Muara Kaman yang mengajukan rehabilitasi bangunan.

Sementara untuk akses menuju puskesmas, masih terdapat sekitar 100 meter jalan yang kondisinya bermasalah dan belum bisa ditangani kecamatan karena menjadi kewenangan perangkat daerah lain.

Masalah keterbatasan tenaga medis dan guru di wilayah pedalaman juga kembali mencuat.

Selain kekurangan sumber daya manusia, sarana dan prasarana pendukung dinilai belum memadai.

Idham turut menyinggung persoalan penempatan tenaga P3K yang dinilai kurang tepat, sehingga menimbulkan ketimpangan antara wilayah perkotaan dan pedalaman.

“Alhamdulillah, semua aspirasi masyarakat ini sudah kita catat. Kita akan cari solusi bersama, termasuk melalui beberapa mekanisme, agar aspirasi ini bisa benar-benar direalisasikan,” pungkasnya. (ak/ko)

Disperindag Kukar Gelar Operasi Pasar LPG 3 Kg di Kembang Janggut, Diharap Bisa Atasi Kelangkaan

Tenggarong – Operasi pasar LPG 3 kilogram yang difasilitasi Pemerintah Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi solusi atas kelangkaan LPG 3 Kg yang terjadi di tengah masyarakat.

Kegiatan operasi pasar LPG 3 Kg tersebut dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar bertempat di BPU Lama Kecamatan Kembang Janggut pada Selasa (10/2/2026).

Operasi pasar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Disperindag Kukar di sejumlah kecamatan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga LPG.

Camat Kembang Janggut, Suhartono mengatakan, pemerintah kecamatan sejak awal mendukung penuh pelaksanaan operasi pasar agar berjalan tertib dan tepat sasaran.

Dukungan tersebut meliputi fasilitasi lokasi, koordinasi di wilayah, serta penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Kami memastikan kegiatan ini bisa berjalan dengan tertib dan masyarakat yang datang benar-benar mendapatkan LPG 3 kilogram sesuai peruntukannya,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kehadiran operasi pasar LPG 3 Kg sangat membantu masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan gas bersubsidi akibat kelangkaan dan harga yang cenderung tinggi.

“Dengan adanya operasi pasar ini, masyarakat bisa memperoleh LPG 3 kilogram dengan harga yang lebih terjangkau,” kata dia.

Suhartono menjelaskan, keterlibatan pemerintah kecamatan juga ditujukan untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung agar tidak terjadi penumpukan maupun gangguan di lapangan.

Melalui pelaksanaan operasi pasar LPG 3 Kg ini, Pemerintah Kecamatan Kembang Janggut berharap kondisi pasokan dan harga LPG di tingkat masyarakat dapat kembali stabil.

“Harapan kami, setelah kegiatan ini, ketersediaan LPG 3 kilogram di Kembang Janggut bisa kembali normal dan tidak lagi menyulitkan masyarakat,” tutupnya. (ak/ko)

Wagub Seno Aji Hadiri Hari Kaseh Selamat Sultan Kutai ke-75 di Tenggarong

Tenggarong – Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menghadiri prosesi Hari Kaseh Selamat sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi Sultan Kutai Kartanegara ke-21, Drs. H. Adji Muhammad Arifin yang kini genap berusia 75 tahun.

Agenda itu digelar di Kedaton Kutai Kartanegara, Tenggarong, Senin (9/2/2026). Ritual adat tersebut menjadi penanda usia, pengabdian, serta kebijaksanaan Sultan dalam menjaga marwah Kesultanan.

Prosesi sakral ini dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur dan kasih dari Kesultanan serta masyarakat atas peran Sultan sebagai pemimpin adat yang selama ini konsisten memelihara nilai-nilai luhur, adat istiadat dan kesinambungan budaya Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Hari Kaseh Selamat ini juga menjadi sebuah simbol ikatan spiritual antara Sultan dan Masyarakat.

Seno Aji mengatakan bahwa hari Kaseh Selamat memiliki makna penting sebagai momentum untuk memuliakan Sultan sebagai pemimpin adat yang mengayomi dan menyatukan masyarakat.

Ia menilai peran Sultan tidak hanya sebagai simbol budaya, tetapi juga sebagai penjaga kesinambungan nilai sejarah dan kehidupan sosial di Kalimantan Timur.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen untuk terus berjalan seiring dengan Kesultanan dalam menjaga dan menguatkan kebudayaan daerah,” ujarnya.

Menurutnya, pelestarian adat, seni, bahasa, serta nilai-nilai Kesultanan harus terus dijaga agar pembangunan tidak menghilangkan jati diri dan kearifan lokal masyarakat.

“Kita patut menunjukkan hati dan memuliakan Sultan sebagai pemimpin yang meneguhkan persatuan, menjaga keseimbangan, serta menjadi penjaga nilai-nilai sejarah dan budaya,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan Pemprov Kaltim akan terus memperkuat kolaborasi dengan Kesultanan salam upaya pelestarian seni dan budaya.

Menurutnya, penguatan seni, bahasa, dan adat menjadi fondasi agar kemajuan daerah tidak menggerus jati diri masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, kami mendoakan semoga Ayahanda Sultan Kutai Kartanegara ke-21 senantiasa dianugerahi kesehatan, umur panjang, serta kekuatan lahir dan batin,” tutupnya.

Prosesi hari Kaseh Selamat ini menjadi wujud penghormatan kolektif masyarakat kepada Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura atas perannya menjaga kesinambungan adat dan budaya. (ak/ko)

Turnamen Catur Antar Wartawan Warnai Rangkaian HPN PWI Kukar

Tenggarong – Turnamen catur antar wartawan mewarnai rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Kutai Kartanegara (PWI Kukar).

Kegiatan ini berlangsung di kediaman Ketua PWI Kukar, Tenggarong pada Sabtu (7/2/2026).

Turnamen tersebut diikuti wartawan dari berbagai media yang bertugas di Kukar. Suasana pertandingan berlangsung meriah dan penuh keakraban, dengan semangat sportivitas yang tetap terjaga sejak babak awal hingga penentuan pemenang.

Ketua PWI Kukar, Andi Wibowo mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya merayakan HPN dengan cara yang sederhana namun bermakna.

“Melalui turnamen catur ini, kami ingin membangun kebersamaan sekaligus memberikan ruang bagi wartawan untuk beraktivitas di luar rutinitas liputan,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Awi itu menjelaskan, turnamen catur antar wartawan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang persiapan menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) se-Kalimantan Timur yang rencananya digelar di Kota Balikpapan pada tahun ini.

“Ini menjadi pemanasan awal, terutama bagi teman-teman yang nantinya akan turun di Porwada, khususnya pada cabang olahraga catur,” kata dia.

Awi menilai antusiasme yang ditunjukkan para peserta menjadi gambaran kuatnya kebersamaan di kalangan wartawan Kukar.

“Yang kami tekankan bukan hanya hasil akhir, tetapi proses dan kebersamaan yang terbangun selama kegiatan berlangsung,” tuturnya.

Dalam turnamen tersebut, Arif berhasil meraih juara pertama, disusul Aswin di posisi kedua, Fikri di peringkat ketiga, Farid di posisi keempat, dan Sabri menempati posisi kelima.

“Kami berharap turnamen seperti ini bisa menjadi agenda rutin, karena selain menyehatkan, juga memperkuat solidaritas dan kekompakan wartawan Kukar,” pungkasnya. (ak/ko)

Ahmad Yani Sebut Pelantikan 124 Pejabat Jadi Titik Awal Pembenahan OPD di Kukar

Tenggarong – Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani menyebut pelantikan 124 pejabat baru di lingkungan Pemkab Kukar sebagai titik awal pembenahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna memperkuat kinerja pemerintahan daerah.

Pelantikan tersebut meliputi pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, serta pejabat fungsional.

Menurut Yani, penataan dan pengisian jabatan melalui pelantikan ini merupakan langkah yang wajar dan strategis dalam memperbaiki tata kelola birokrasi.

Ia menilai roda pemerintahan sangat ditentukan oleh kinerja perangkat daerah, sehingga penempatan pejabat yang tepat akan berdampak langsung pada efektivitas pelaksanaan program pemerintah.

“Ini menunjukkan adanya keseriusan pemerintah daerah dalam membenahi struktur dan kinerja OPD,” ujarnya usai menghadiri pelantikan pejabat baru di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Jumat (6/2/2026).

Ia menuturkan bahwa pembenahan struktur organisasi melalui pelantikan pejabat baru akan menunjang pelaksanaan program-program strategis daerah.

Dengan birokrasi yang tertata, lanjutnya, target pembangunan yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kukar diharapkan dapat berjalan lebih optimal.

Meski demikian, Ahmad Yani menegaskan pembenahan birokrasi tidak boleh berhenti pada pelantikan ini saja.

Ia menilai masih terdapat sejumlah OPD yang perlu terus dievaluasi dan dibenahi, baik dari sisi struktur organisasi maupun kinerja pejabatnya.

“Pelantikan ini harus menjadi awal dari perbaikan yang berkelanjutan, bukan sekadar seremonial,” tegasnya.

Terkait masih adanya jabatan pimpinan OPD yang kosong, Ahmad Yani berharap pemerintah daerah segera melakukan asesmen dan penilaian agar jabatan tersebut dapat diisi secara definitif.

Menurutnya, jabatan yang terlalu lama diisi oleh pelaksana tugas dapat membatasi kewenangan dan tanggung jawab dalam pengambilan kebijakan.

“Idealnya jabatan-jabatan strategis di OPD diisi pejabat definitif agar memiliki komitmen dan tanggung jawab penuh,” pungkasnya. (ak/ko)

Dilantik Sebagai Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah Bakal Fokus Bangun SDM Unggul

Tenggarong – H. Heriansyah menegaskan pembangunan dan pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul menjadi fokus utamanya setelah dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara (Disdikbud Kukar).

Ia menilai masa depan daerah tidak lagi dapat bergantung pada sumber daya alam, sehingga pendidikan harus menjadi fondasi utama dalam menyiapkan generasi yang berkualitas dan berdaya saing.

Heriansyah menyampaikan langkah awal yang akan ditempuh adalah melakukan konsolidasi internal di lingkungan dinas.

“Amanah dan tugas yang disampaikan oleh Bupati harus dijalankan oleh tim yang solid dan memiliki semangat kerja yang sama,” ujarnya, usai dilantik Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri di Pendopo Odah Etam, Tenggarong pada Jumat (6/2/2026).

Ia menekankan, pengelolaan pendidikan harus dipahami sebagai pengelolaan manusia. Karena itu, lanjutnya, setiap kebijakan yang diambil perlu bertumpu pada data yang akurat agar tepat sasaran dan mampu menjawab persoalan yang ada.

“Kalau kita berbicara tentang manajemen, sejatinya kita sedang berbicara tentang manusia. Untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas, kita harus bekerja berbasis data, bukan sekadar perkiraan,” jelasnya.

Ia menguraikan bahwa data yang dimaksud tersebut mencakup kondisi infrastruktur pendidikan, mulai dari sekolah dengan kategori rusak berat, rusak sedang, hingga rusak ringan.

Selain itu, ia menilai tantangan terbesar dalam dunia pendidikan justru terletak pada upaya meningkatkan kualitas manusianya.

“Tantangan paling berat sebenarnya adalah mengubah manusianya. Bagaimana kita menciptakan SDM yang unggul, bagaimana menurunkan angka putus sekolah, itu yang menjadi fokus utama,” tegasnya.

Ketika ditanya terkait kesejahteraan guru, pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Inspektorat Daerah Kukar itu menyatakan perlunya inventarisasi dan konsolidasi untuk memahami kondisi riil di lapangan.

Langkah tersebut dinilai penting agar program dan kegiatan yang disusun benar-benar menjawab akar permasalahan.

“Kita harus mengetahui persoalan sebenarnya di lapangan. Setelah itu baru dilakukan intervensi melalui program yang tepat, sehingga kebijakan memiliki daya ungkit dan memberikan dampak nyata,” kata dia.

Ia juga akan memastikan nilai-nilai budaya lokal akan diintegrasikan dalam dunia pendidikan.

Budaya gotong royong, disiplin, kerja keras, kejujuran, dan kemandirian disebutnya sebagai nilai yang harus ditanamkan sejak dini kepada peserta didik.

“Budaya harus menjadi alat untuk membangun karakter. Dengan SDM yang unggul dan berkarakter, Kukar akan memiliki daya saing dan mampu sejajar dengan daerah-daerah maju,” tutupnya. (ak/ko)