Gaji PPPK Dialihkan ke APBN, Kukar Siapkan Anggaran Pendidikan

Kutai Kartanegara – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menyambut baik rencana pemerintah pusat mengambil alih pembiayaan gaji guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mulai 2027.

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, menilai kebijakan tersebut berpotensi memberikan ruang fiskal lebih besar bagi pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran pendidikan pada kebutuhan lain, terutama peningkatan sarana dan prasarana serta tata kelola sekolah.

“Kita menyambut baik ketika memang ini diakomodir oleh pemerintah pusat melalui dana APBN. Alhamdulillah, itu satu anugerah buat kita, sehingga alokasi untuk gaji PPPK itu bisa kita alihkan ke sarana-prasarana serta peningkatan tata kelola di sekolah itu sendiri,” ujar Heriansyah.

Menurutnya, belanja pegawai selama ini menjadi salah satu komponen anggaran terbesar di lingkungan Disdikbud Kukar. Untuk belanja gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), anggarannya disebut mencapai hampir Rp1,1 triliun.

“Gaji-gaji kalau di Dinas Pendidikan itu sendiri hampir Rp1,1 triliun untuk belanja gaji dan TPP. Itu belanja yang bersifat mengikat,” katanya.

Meski demikian, Heriansyah menyebut kondisi Kukar berbeda dengan daerah yang masih memiliki guru PPPK paruh waktu. Saat ini, guru yang berstatus PPPK di Kukar disebut hampir seluruhnya merupakan PPPK penuh waktu.

“Kalau di Kukar, kalau bicara guru saat ini tidak ada guru paruh waktu. Guru yang diangkat PPPK itu hampir semuanya penuh waktu,” jelasnya.

Karena itu, menurut Heriansyah, manfaat yang diharapkan dari perubahan skema pembiayaan bukan semata-mata terkait status kepegawaian guru, tetapi juga kemungkinan berkurangnya beban belanja pegawai yang harus ditanggung pemerintah daerah.

Ia berharap, kebijakan tersebut nantinya dapat memberikan ruang bagi Pemkab Kukar untuk memperkuat program pendidikan lainnya.

“Harapannya tentu dengan adanya kebijakan ini, anggaran yang sebelumnya untuk belanja pegawai bisa lebih banyak diarahkan untuk kebutuhan pendidikan lainnya,” pungkasnya. (adv/ns/ko)

Dispora Kukar: Pemegang Sertifikat Pramuka Garuda Jadi Nilai Tambahan bagi Siswa

Kutai Kartanegara – Prestasi sebagai Pramuka Garuda mulai mendapat perhatian dalam proses penerimaan peserta didik. Sertifikat yang dimiliki peserta didik dapat menjadi nilai tambahan dalam sejumlah proses seleksi pendidikan.

Kepala Bidang Kepramukaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Nopan Solihin mengatakan, predikat Pramuka Garuda dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika siswa melanjutkan pendidikan dari SD ke SMP maupun SMP ke SMA.

“Misalnya dari SD mau ke SMP atau SMP mau ke SMA, dia sebagai Pramuka Garuda dan memiliki sertifikat, itu bisa diprioritaskan. Sama seperti prestasi lainnya, sertifikat itu menjadi poin tambahan,” kata Nopan.

Menurutnya, sekolah membutuhkan peserta didik yang memiliki prestasi dan potensi untuk dikembangkan. Karena itu, prestasi nonakademik, termasuk kepramukaan dan olahraga, dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam proses penerimaan.

“Sekolah mencari bibit-bibit yang bagus. Kalau dia pernah juara di bidang olahraga atau memiliki prestasi lainnya, itu bisa menjadi poin utama atau poin penunjang,” ujarnya.

Nopan menyebut perhatian terhadap prestasi Pramuka Garuda juga mulai berkembang pada jenjang pendidikan tinggi dan sekolah kedinasan.

Ia mencontohkan Universitas Mulawarman yang disebut memberikan perhatian terhadap pemegang sertifikat Pramuka Garuda, termasuk peluang memperoleh prioritas sesuai ketentuan dan kerja sama yang berlaku.

“Sekolah kedinasan mulai melihat ke situ. Cuma banyak unsur lain yang dinilai, misalnya fisik, tinggi badan, dan poin-poin penunjang lainnya. Jadi sertifikat Pramuka Garuda ini sifatnya sebagai nilai tambahan,” jelasnya.

Selain jalur pendidikan, prestasi Pramuka Garuda juga mulai mendapat perhatian melalui program beasiswa bagi peserta didik berprestasi.

“Beasiswa juga begitu. Kemarin beasiswa Pramuka Garuda kemungkinan juga sudah didapatkan. Jadi sudah mulai mendapat perhatian,” timpalnya. (adv/ns/ko)

Nobar Indonesia vs Singapura Digelar di Loa Kulu, Junadi Ajak Warga Ramaikan Mosque Coffee

Kutai Kartanegara – Pertandingan Tim Nasional Indonesia menghadapi Singapura akan menjadi momentum berkumpul bagi masyarakat di Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara. Wakil Ketua DPRD Kukar Junadi mengajak warga menyaksikan laga tersebut melalui kegiatan nonton bareng atau nobar.

Kegiatan dijadwalkan digelar Jumat, 25 September 2026, di Stand Mosque Coffee, Jalan H Masdamsi, depan Masjid Besar Al-Mizan, Kecamatan Loa Kulu. Masyarakat dari Loa Kulu dan kawasan sekitar dipersilakan hadir untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Laga Indonesia kontra Singapura merupakan bagian dari ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan dijadwalkan kick-off pada pukul 21.00 WITA sehingga kegiatan nobar akan berlangsung hingga pertandingan berakhir.

Junadi turut mengundang masyarakat untuk hadir dan menyaksikan pertandingan bersama. Ajakan tersebut disampaikan melalui publikasi kegiatan nobar yang mengedepankan suasana santai dan kebersamaan.

Kehadiran masyarakat diharapkan membuat atmosfer pertandingan semakin semarak. Selain menyaksikan laga, warga dapat memanfaatkan momen tersebut untuk berkumpul bersama keluarga, teman maupun masyarakat lainnya.

Lokasi nobar di Stand Mosque Coffee juga memberikan pilihan bagi warga yang ingin menikmati pertandingan sambil bersantai. Konsep tersebut membuat kegiatan dukungan terhadap Timnas dikemas dalam suasana yang lebih dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Dukungan terhadap skuad Garuda menjadi semangat utama kegiatan tersebut. Masyarakat diajak memberikan dukungan bersama-sama selama Indonesia menghadapi Singapura di lapangan.

Junadi menyampaikan ajakan dengan gaya yang ringan untuk menarik antusiasme masyarakat. Pesan tersebut sekaligus menggambarkan konsep nobar yang memadukan pertandingan sepak bola dengan suasana santai.

“Dukung Timnas sambil ngopi. Kita gas!” demikian ajakan yang tercantum dalam publikasi kegiatan tersebut.

Dengan digelarnya nobar ini, masyarakat Loa Kulu dan sekitarnya memiliki ruang untuk menikmati pertandingan Timnas Indonesia secara bersama-sama. Pertandingan dijadwalkan dimulai pukul 21.00 WITA dan nobar berlangsung hingga laga selesai. (*)

Maulid Berzanji Jadi Bagian Rangkaian Erau Adat Kutai 2026

Kutai Kartanegara – Pembacaan Maulid Berzanji menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026. Kegiatan tersebut digelar di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Kamis (24/9/2026) malam.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar), Heriansyah, mengatakan Maulid Berzanji merupakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan Erau Adat Kutai.

Menurutnya, pelaksanaan Maulid Berzanji setiap malam Jumat memiliki kaitan dengan perjalanan sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara, khususnya setelah masuknya Islam yang membawa perubahan dalam kehidupan budaya dan keagamaan masyarakat Kutai.

“Maulid Berzanji ini sudah menjadi bagian dari tradisi yang turun-temurun dan telah diwariskan para leluhur kita. Setiap malam Jumat, kita akan mengadakan Maulid Berzanji dalam pelaksanaan Erau Adat yang dilaksanakan oleh pihak Kesultanan,” ujar Heriansyah.

Ia menjelaskan, masuknya Islam dalam perjalanan Kerajaan Kutai membuat tradisi budaya dan keagamaan berkembang secara berdampingan. Maulid Berzanji kemudian menjadi salah satu bentuk kegiatan keagamaan yang tetap dipertahankan dalam rangkaian adat Kesultanan.

“Kerajaan Kutai dulu sudah bertransformasi dari Hindu ke Islam. Maka setiap malam Jumat, kita isi dengan Maulid Berzanji. Harapannya kita bisa mendapatkan berkah dari junjungan kita Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Heriansyah menilai keberadaan unsur keagamaan dalam rangkaian Erau menunjukkan bahwa budaya dan nilai-nilai agama dapat berjalan beriringan.

Menurutnya, hal tersebut juga telah menjadi bagian dari tradisi Kesultanan sejak masa para Sultan terdahulu.

“Budaya dan agama itu harus berdampingan. Para Sultan terdahulu selalu didampingi para ulama di sisi beliau,” tuturnya.

Ia menyebut keberadaan ulama di lingkungan Kesultanan memiliki peran penting dalam menjaga agar pelaksanaan tradisi dan adat tetap berjalan sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam.

“Para Sultan terdahulu pasti didampingi para ulama untuk membimbing, jangan sampai itu lepas dari koridor-koridor syariat Islam,” pungkasnya. (adv/ns/ko)

Kukar Sabet TPID Award 2026 Tingkat Nasional

Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) meraih TPID Award 2026 kategori Kabupaten/Kota Berprestasi dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi serta Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (24/9/2026).

Kukar menjadi satu dari lima daerah yang menerima penghargaan pada kategori tersebut. Empat daerah lainnya yakni Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Kolaka Timur, dan Kabupaten Sumba Barat.

Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin menerima langsung penghargaan tersebut. Ia mengatakan capaian itu merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah, TPID, perangkat daerah, pelaku usaha, distributor, petani, hingga masyarakat.

“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama di bawah kepemimpinan Bupati Aulia Rahman Basri bersama seluruh jajaran pemerintah daerah, TPID, perangkat daerah, pelaku usaha, distributor, petani dan masyarakat yang ikut menjaga stabilitas harga serta ketersediaan kebutuhan pokok di Kukar,” ujar Rendi.

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi catatan atas berbagai upaya pemerintah daerah dalam menjaga pasokan, harga, dan kelancaran distribusi kebutuhan pokok. Namun, capaian itu bukan menjadi akhir dari upaya pengendalian inflasi.

“Yang paling penting bukan sekadar penghargaan, tapi bagaimana masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, pasokan tersedia, distribusi berjalan baik dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” katanya.

Rendi menyebut kondisi geografis Kukar yang luas serta karakteristik setiap kecamatan yang berbeda menjadi tantangan tersendiri dalam pengendalian inflasi. Karena itu, upaya pengendalian tidak hanya berfokus pada harga, tetapi juga produksi, pasokan, dan distribusi.

“Kukar memiliki wilayah yang sangat luas dengan karakter setiap kecamatan yang berbeda. Karena itu, pengendalian inflasi tidak cukup hanya berbicara angka. Produksi harus diperkuat, pasokan harus tersedia, distribusi harus lancar dan manfaatnya harus dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Rendi berharap, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemkab Kukar untuk terus memperkuat pengendalian inflasi dan ketahanan pangan daerah.

“Penghargaan ini kami persembahkan untuk masyarakat Kutai Kartanegara. Ini bukan garis akhir, tetapi menjadi pemacu bagi kami untuk bekerja lebih keras agar stabilitas harga dan perekonomian daerah tetap terjaga,” pungkasnya. (adv/ns/ko)

Pemkab Perkuat Program Kukar Siap Kerja

Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong penguatan program Kukar Siap Kerja untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan kesempatan kerja.

Hal itu disampaikan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat mengikuti Safari Subuh bersama jajaran pemerintah daerah dan Dewan Masjid Indonesia di lingkungan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar, Jumat (25/9/2026).

Aulia mengatakan Kukar Siap Kerja perlu dimaksimalkan sebagai penghubung antara pencari kerja dan perusahaan.

Kata dia, program tersebut tidak hanya menjadi wadah bagi perusahaan mencari tenaga kerja, tetapi juga memberikan informasi lowongan yang mudah diakses masyarakat.

“Kita ingin masyarakat yang membutuhkan pekerjaan mendapatkan akses dan informasi yang jelas mengenai peluang kerja yang tersedia,” ujar Aulia.

Menurutnya, penguatan akses informasi kerja menjadi bagian penting dalam upaya memperluas kesempatan kerja sekaligus menekan angka pengangguran di Kukar.

Ia meminta seluruh jajaran Distransnaker memperkuat koordinasi agar berbagai program ketenagakerjaan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Program-program ini tidak bisa berjalan dengan baik apabila tidak ada dukungan dari seluruh pihak, khususnya kepala bagian yang ada dalam organisasi. Jadi saya ingatkan bekerja sama dengan baik untuk mendukung kinerja organisasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (adv/ns/ko)