Kutai Kartanegara – Persoalan pemadaman listrik atau blackout masih menjadi tantangan bagi masyarakat Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Pasokan listrik di wilayah zona hulu hingga kini masih mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan tiga mesin yang beroperasi sebagai sumber utama kelistrikan.
Camat Tabang, Azmi Riyandi Elvander, mengungkapkan keterbatasan sumber pasokan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pemadaman listrik kerap terjadi. Kondisi tersebut membuat masyarakat belum dapat menikmati layanan listrik yang stabil seperti wilayah yang telah terjangkau jaringan PLN.
“Kalau untuk di zona hulu, wilayah zona hulu masih dengan PLTD dengan mesin sendiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ketergantungan terhadap mesin pembangkit yang tersedia membuat sistem kelistrikan di wilayah tersebut rentan mengalami gangguan. Terlebih, hanya ada tiga mesin yang saat ini menjadi penopang pasokan listrik di Kecamatan Tabang.
“Ini yang kemarin sering terkendala, sering terjadi blackout di Kecamatan Tabang. Karena memang ketergantungan terhadap tiga mesin yang saat ini standby di Kecamatan Tabang,” jelasnya.
Menurut Azmi, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian agar kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi secara lebih stabil. Salah satu solusi yang diharapkan adalah kelanjutan pembangunan jaringan PLN yang direncanakan menjangkau wilayah zona hulu.
Rencana penyambungan jaringan listrik itu akan dilanjutkan dari Bulusan menuju wilayah hulu Tabang. Sebelumnya, jaringan PLN dari arah Kembang Janggut diketahui telah mencapai Bulusan.
“Program dari PLN kemarin terkait dengan lanjutan sambungan listrik dari Bulusan sampai ke wilayah zona hulu, wilayah Kecamatan Tabang,” pungkasnya. (adv/ns/ko)




