Seno Aji Dorong Ekspor Langsung Komoditas Kaltim, Nilai Ekonomi Jangan Lagi Mengalir ke Daerah Transit

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji saat menerima audiensi Kepala Balai Besar Karantina Kalimantan Timur, Amir Hasanuddin, di Kantor Gubernur Kaltim. (Adpim Pemprov Kaltim)

Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji mendorong perubahan pola perdagangan komoditas unggulan daerah agar dapat diekspor langsung ke negara tujuan tanpa harus melewati daerah lain.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan nilai ekonomi dari aktivitas ekspor memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat dan daerah asal komoditas.

Dorongan itu disampaikan Seno Aji saat menerima audiensi Kepala Balai Besar Karantina Kalimantan Timur, Amir Hasanuddin, di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Kamis (5/11/2026).

Ia menilai selama ini sejumlah produk unggulan Kaltim masih harus dikirim ke wilayah lain sebelum diberangkatkan ke pasar internasional.

“Kita ingin kalau bisa ekspor langsung, kenapa harus mampir-mampir. Sehingga nilainya langsung ke Kaltim,” kata Seno Aji.

Menurutnya, persoalan tersebut semakin penting di tengah tekanan terhadap kapasitas fiskal daerah. Penurunan dana transfer ke daerah (TKD) dan dana bagi hasil (DBH) minyak dan gas bumi menuntut pemerintah daerah mencari sumber pendapatan alternatif yang dapat memperkuat perekonomian.

Salah satu peluang yang perlu dioptimalkan adalah peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui aktivitas perdagangan internasional.

Dengan jalur ekspor yang lebih efisien, Kaltim diharapkan tidak hanya menjadi daerah penghasil, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari proses distribusi hingga pengiriman komoditas ke luar negeri.

“Oleh karena itu, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui ekspor langsung menjadi langkah strategis,” kata Seno.

Ia menyebut Kaltim memiliki beragam komoditas yang berpeluang bersaing di pasar global. Kakao menjadi salah satu contohnya, dengan nilai ekspor mencapai 6 juta dolar AS per tahun.

Selain itu, produk turunan perikanan daerah juga mulai mendapatkan pasar di sejumlah negara Afrika, termasuk Kamerun dan Nigeria.

Potensi serupa juga terlihat pada komoditas kratom dan sarang burung walet. Namun, selama ini pengiriman sejumlah produk tersebut masih kerap melewati daerah lain seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta, dan Jawa Barat sebelum sampai ke negara tujuan.

Seno menilai posisi geografis Kaltim yang berada di jalur ALKI II menjadi keunggulan tersendiri untuk mengembangkan perdagangan internasional.

Karena itu, pembenahan pelabuhan ekspor dinilai perlu dilakukan agar pengiriman langsung dari wilayah Kaltim semakin memungkinkan.

“Kita juga berada di jalur ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) II yang sangat potensial. Ke depan, kita harus menata kembali pelabuhan-pelabuhan ekspor yang ada di Kaltim agar ekspor langsung bisa dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Karantina Kaltim Amir Hasanuddin menyatakan sektor perikanan dan perkebunan memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor langsung.

Pihaknya berencana memperkuat layanan sertifikasi karantina di wilayah regional Kalimantan untuk mendukung proses tersebut.

“Selama ini, hasil panen seperti sarang burung walet dari Kaltim masih banyak dikirim ke Pulau Jawa sebelum diekspor ke pasar internasional. Dengan penguatan sertifikasi, komoditas seperti kratom dan walet dapat langsung diekspor dari sini,” kata Amir.

Amir mengapresiasi dukungan Pemprov Kaltim terhadap pelaksanaan tugas karantina. Ia berharap kerja sama antara pemerintah daerah dan instansi karantina semakin kuat sehingga komoditas unggulan Kaltim mampu meningkatkan daya saing sekaligus memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi daerah. (ko)

Bagikan :