Kutai Kartanegara – Program beasiswa Kukar Idaman Terbaik 2026 telah menjangkau pelajar, mahasiswa, dan santri pondok pesantren melalui berbagai kategori bantuan pendidikan. Hingga tahap pertama, Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) telah menyalurkan anggaran sekitar Rp22,5 miliar, termasuk bantuan pendidikan bagi 2.197 santri.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setkab Kukar, Fathul Alamin, mengatakan penyaluran beasiswa tahun ini mencakup sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari tingkat SMA, madrasah, perguruan tinggi, hingga pendidikan santri di pondok pesantren.
“Secara umum, bantuan beasiswa Kukar Idaman Terbaik tahun 2026 telah disalurkan untuk beberapa kategori,” kata Fathul.
Berdasarkan data penerima, Fathul mengungkapkan bahwa beasiswa stimulan tingkat SMA diberikan kepada 200 orang. Sementara beasiswa stimulan jenjang D4 dan S1 menjangkau 798 penerima.
Untuk kategori santri pondok pesantren, penerima beasiswa stimulan terdiri atas tujuh santri tingkat Ula, 16 santri tingkat Wustha, dan delapan santri tingkat Ulya.
“Beasiswa stimulan tingkat SMA, beasiswa stimulan prestasi di madrasah, serta beasiswa jenjang S1 telah disalurkan seluruhnya,” ujarnya.
Selain beasiswa stimulan, bantuan juga diberikan melalui program beasiswa tematik. Kata dia, penerima beasiswa tematik PTIQ Jakarta tercatat sebanyak 10 orang, sedangkan beasiswa tematik IIQ Jakarta diberikan kepada 10 orang.
Adapun beasiswa tematik kesehatan Universitas Mulawarman pada tahap pertama diberikan kepada tiga dokter umum.
“Untuk beasiswa tematik, penyaluran tahap pertama telah diberikan kepada tiga penerima,” jelasnya.
Di luar kategori tersebut, Pemkab Kukar menyalurkan bantuan pendidikan bagi 2.197 santri pondok pesantren. Penyaluran dilaksanakan pada 22 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Santri.
“Bantuan pendidikan bagi santri pondok pesantren juga telah disalurkan pada 22 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Santri,” ungkap Fathul.
Dari sisi anggaran, beasiswa stimulan dan tematik tahap pertama menyerap Rp16 miliar. Sementara bantuan pendidikan bagi santri pondok pesantren mencapai Rp6,5 miliar, sehingga total penyaluran tahap pertama berada di kisaran Rp22,5 miliar.
“Dengan demikian, total penyaluran tahap pertama tahun 2026 berada di kisaran Rp22,5 miliar,” paparnya.
Untuk tahap kedua, Fathul mengatakan, pendaftaran hanya dibuka bagi beasiswa tematik kesehatan. Kategori lainnya tidak kembali dibuka pada tahap tersebut.
Salah satu pertimbangannya adalah kemungkinan calon penerima yang tidak lolos seleksi beasiswa daerah dapat mengakses program Gratispol dari pemerintah provinsi jika memenuhi persyaratan.
“Untuk tahap kedua, pendaftaran hanya dibuka bagi beasiswa tematik kesehatan. Adapun kategori lainnya tidak dibuka kembali pada tahap tersebut,” tutupnya. (adv/ns/ko)




