Belajar dari Erau, DLHK Kukar Antisipasi Lonjakan Sampah Selama MTQ Provinsi

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar Tri Joko Kuncoro. (nisa/adakaltim)

Kutai Kartanegara – Lonjakan volume sampah menjadi salah satu hal yang diantisipasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar) menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Pengalaman menangani kegiatan besar seperti Erau menjadi bekal untuk menyiapkan strategi kebersihan selama MTQ berlangsung.

DLHK Kukar berencana mengerahkan hampir 100 personel dan menyiapkan dua truk taktis untuk mendukung pengangkutan sampah di sejumlah lokasi kegiatan. Pengangkutan dijadwalkan berlangsung dua kali sehari guna mengurangi risiko penumpukan sampah di arena acara.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Tri Joko Kuncoro, mengatakan kegiatan berskala besar membutuhkan koordinasi yang baik antara petugas kebersihan dan panitia penyelenggara.

“Alhamdulillah, selama ini kami berkoordinasi dengan baik dengan kepanitiaan. Yang terbaru, kemarin kami baru melaksanakan Erau. Kita ketahui bersama, kegiatan itu luar biasa dan volume sampahnya juga meningkat,” ujarnya.

Ia memperkirakan situasi serupa berpotensi terjadi selama MTQ, terlebih jika kegiatan diramaikan berbagai hiburan, perlombaan, dan penampilan artis.

“Diperkirakan nanti di event MTQ kurang lebihnya juga seperti itu. Mungkin ada hiburan-hiburan, lomba-lomba, maupun artis yang akan datang ke tempat kita,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, DLHK akan mengatur jadwal pengambilan sampah secara berkala. Langkah ini diharapkan dapat menjaga area kegiatan tetap bersih meskipun jumlah pengunjung meningkat.

“Pengambilan sampah itu akan kami agendakan dua kali, pada pagi dan sore hari. Jangan sampai terjadi penumpukan karena itu juga tidak enak dilihat,” katanya.

Dua truk taktis disiapkan untuk membantu pengangkutan sampah, sementara petugas akan bergerak membersihkan area di setiap venue yang digunakan untuk kegiatan MTQ.

“Kami mengerahkan dua truk taktis khusus untuk melayani pengangkutan sampah dan petugas-petugas terkait untuk membersihkan sampah di setiap arena kegiatan,” ungkapnya.

Dalam pemetaan awal, terdapat tiga agenda yang diperkirakan menjadi pusat keramaian, yakni pembukaan, penutupan, dan expo. Khusus expo, beberapa lokasi yang disebut dalam rencana kegiatan antara lain Arbizz Pace, Taman Kota Raja, dan kawasan Jam Bentong.

“Ada tiga titik yang kami perkirakan mengundang massa banyak, antara lain pembukaan, penutupan, dan agenda expo. Jadi, di situ intensitas pergerakan petugas akan lebih giat,” tuturnya.

Untuk sarana penampungan sampah, DLHK berencana menyiapkan kantong plastik agar sampah lebih mudah dikumpulkan dan diangkut. Sementara penyediaan bak sampah di titik keramaian akan dikoordinasikan dengan penyelenggara atau event organizer (EO).

“Kami menyiapkan kantong-kantong sampah plastik supaya lebih mudah saat mengangkatnya. Kami juga sudah berkoordinasi dengan EO agar menyiapkan bak-bak sampah di tempat yang menjadi titik keramaian,” katanya.

Ia menyebut botol plastik menjadi salah satu jenis sampah yang banyak ditemukan dalam kegiatan ramai pengunjung. Karena itu, DLHK mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pemilahan sampah selama MTQ berlangsung.

“Mohon kerja samanya terkait pemilahan sampah, khususnya botol-botol plastik maupun hal-hal lain yang masih bisa kita manfaatkan agar lebih berguna,” pungkasnya. (adv/ns/ko)

Bagikan :