Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengajak perusahaan, organisasi perangkat daerah (OPD), dan masyarakat memperkuat kepedulian terhadap korban kebakaran. Ajakan tersebut disampaikan menyusul penyaluran bantuan Rp150 juta dari PT Prima Mitrajaya Mandiri (PT PMM) bagi korban kebakaran di Kelurahan Melayu, Kamis (15/10/2026).
Kepala Dinas Perkebunan Kukar, Muhamad Taufik, mengatakan bantuan perusahaan merupakan salah satu bentuk dukungan untuk membantu warga yang terdampak musibah. Namun, menurutnya, solidaritas sosial perlu melibatkan lebih banyak pihak agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan PT PMM telah dilaporkan kepada Bupati Kukar. Pemerintah daerah kemudian mengarahkan agar proses penyaluran didampingi dan dibahas bersama, terutama setelah terjadi kebakaran baru di Kelurahan Loa Ipuh.
“Terkait dengan penyaluran ini memang pihak PT PMM juga sudah menyampaikan laporan pemberitahuan kepada Pak Bupati. Dua hari yang lalu saya kontak dengan Pak Bupati, beliau menyampaikan, tolong didampingi, dibicarakan,” katanya.
Kebakaran di Jalan Kartini, Kelurahan Loa Ipuh, pada Selasa (13/10/2026), mengakibatkan 11 unit bangunan hangus terbakar. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah agar penanganan dan bantuan kepada korban dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan warga di lokasi terdampak.
“Oleh karena itu, kami atas arahan Pak Bupati membahas dengan teman-teman PT PMM ini. Rasanya kurang enak, Melayu dapat, Loa Ipuh yang baru kebakaran tidak ada dapat,” ujarnya.
Taufik menegaskan, prinsip utama dalam penyaluran bantuan adalah memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak. Ia berharap tidak ada korban yang terlewat dari perhatian dalam proses pendistribusian bantuan.
“Yang terpenting adalah prinsipnya kami sampaikan bahwa semua bantuan ini tidak boleh ada yang tidak sampai kepada korban,” tegasnya.
Selain mengapresiasi bantuan perusahaan, Taufik mendorong kepala OPD untuk mengajak pegawai di lingkungan masing-masing berpartisipasi melalui donasi sukarela. Menurutnya, tidak semua masyarakat mengetahui saluran yang tepat untuk memberikan bantuan sehingga pemerintah dapat membantu memfasilitasi kepedulian tersebut.
“Harapan kami kepada kepala OPD mungkin bisa digalang donasi, diedarkan di masing-masing kepada karyawan sendiri. Ini bagian daripada amal kita untuk sesama,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kepedulian sosial tidak harus berasal dari perusahaan dalam jumlah besar. Bantuan dari individu yang disalurkan secara bersama-sama juga dapat menjadi dukungan berarti bagi korban yang sedang menghadapi kesulitan.
“Tidak saja dari perusahaan, tapi juga ada dari pribadi-pribadi yang mungkin barangkali ingin menyalurkan, tapi tidak tahu salurannya,” jelas Taufik.
Pemkab Kukar menyampaikan terima kasih kepada PT PMM atas bantuan Rp150 juta yang disalurkan. Pemerintah daerah berharap semakin banyak pihak terlibat dalam membantu korban kebakaran, baik melalui program CSR perusahaan maupun donasi sukarela masyarakat.
“Sekali lagi kami menyampaikan sebagai pemerintah Kabupaten Kukar terima kasih dan penghargaan juga kepada PT PMM yang sudah melaksanakan ini,” tutupnya. (adv/ns/ko)




