Kutai Kartanegara – Aktivitas wisata di Air Terjun Suka Alam, Desa Suka Bumi, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berpotensi memberikan tambahan pendapatan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Suka Alam.
Ketua Pokdarwis Suka Alam, Suharno, mengatakan pendapatan kelompok bergantung pada pelaksanaan kegiatan wisata, jumlah pengunjung, serta kondisi alam yang mendukung aktivitas di kawasan air terjun.
Kegiatan wisata biasanya dilaksanakan setiap akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu, dengan frekuensi sekitar empat kali dalam sebulan. Selain itu, kegiatan juga berpeluang digelar pada hari libur nasional atau tanggal merah.
“Biasanya kegiatan dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu. Dalam sebulan, kurang lebih ada empat kali kegiatan, belum termasuk kalau ada hari libur nasional,” ujar Suharno, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan, pemasukan dari setiap kegiatan bervariasi, menyesuaikan jumlah peserta dan kendaraan yang masuk ke kawasan wisata. Ketika kunjungan ramai, pendapatan yang diperoleh Pokdarwis bisa mencapai jutaan rupiah dalam satu kegiatan.
“Kalau sedang ramai, pendapatan bisa mencapai sekitar Rp2 juta sampai Rp2,4 juta untuk satu kegiatan,” jelasnya.
Meski demikian, Suharno menegaskan angka tersebut merupakan pendapatan maksimal yang dapat diperoleh ketika kondisi wisata mendukung. Nilai itu bukan pemasukan tetap yang selalu diterima setiap kali kegiatan berlangsung.
“Pendapatan Rp2 juta sampai Rp2,4 juta itu paling maksimal. Tidak selalu kami mendapatkan sebanyak itu, karena semuanya bergantung pada jumlah pengunjung dan kegiatan yang dilaksanakan,” katanya.
Menurutnya, hari libur nasional juga menjadi peluang untuk meningkatkan pemasukan kelompok. Pada waktu tersebut, kegiatan wisata berpotensi menarik lebih banyak pengunjung, selama kondisi kawasan memungkinkan untuk dikunjungi.
Namun, aktivitas wisata Air Terjun Suka Alam masih sangat dipengaruhi kondisi alam, terutama debit air. Saat musim kemarau menyebabkan air terjun mengering, kegiatan wisata terpaksa dihentikan sementara agar pengunjung tidak kecewa dengan kondisi yang ditemui di lokasi.
Situasi tersebut turut memengaruhi peluang pendapatan Pokdarwis. Karena itu, pengelola perlu menyesuaikan pelaksanaan kegiatan dengan kondisi air terjun dan minat kunjungan wisatawan.
Suharno berharap aktivitas wisata dapat terus berjalan ketika kondisi alam mendukung sehingga memberikan pemasukan bagi kelompok sekaligus mendorong perkembangan destinasi wisata di Desa Suka Bumi.
“Harapan kami, kegiatan wisata bisa terus berjalan saat kondisi air terjun mendukung. Dengan begitu, kunjungan tetap ada dan bisa memberikan tambahan pendapatan bagi Pokdarwis,” tutup Suharno. (adv/nr/ko)




