Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat upaya mitigasi kebakaran di Kota Tenggarong dengan mematangkan perencanaan kebutuhan jaringan hidran. Langkah ini dilakukan menyusul masih minimnya ketersediaan fasilitas penunjang pemadaman kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk.
Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kukar berkolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) untuk memetakan kebutuhan hidran sekaligus mengidentifikasi infrastruktur pendukung yang diperlukan di lapangan.
Kepala Disperkim Kukar, M. Aidil mengatakan keberadaan hidran di Ibu Kota Kabupaten Kukar tersebut masih belum memadai. Karena itu, diperlukan perencanaan yang terarah agar pembangunan fasilitas dapat disesuaikan dengan kebutuhan kawasan permukiman.
“Kami sudah berkoordinasi dan bekerja sama dengan Damkarmatan untuk membuat perencanaan. Khususnya di Ibu Kota Tenggarong, keberadaan hidran memang masih kurang,” ujarnya.
Menurutnya, perencanaan jaringan hidran tidak bisa dilakukan secara terpisah dari pembangunan infrastruktur permukiman. Disperkim juga perlu melibatkan bidang prasarana, sarana, dan utilitas (PSU), terutama dalam mempertimbangkan kondisi jalan serta lingkungan permukiman yang menjadi lokasi rencana pembangunan.
Koordinasi tersebut diperlukan agar penempatan hidran benar-benar sesuai dengan karakteristik kawasan dan dapat mendukung kebutuhan penanganan kebakaran. Selain kawasan padat penduduk, keberadaan fasilitas ini juga perlu diperhatikan dalam pengembangan permukiman baru.
Dia menegaskan, pembangunan hidran tidak boleh hanya berorientasi pada penambahan jumlah fasilitas. Ketersediaan sumber air menjadi faktor utama yang harus dipastikan agar hidran dapat berfungsi ketika dibutuhkan.
“Paling penting adalah sumber airnya tersedia. Jangan sampai kita membangun hidran tetapi sumber airnya tidak ada. Karena itu, perencanaannya harus matang melalui pendataan dan kolaborasi antar-OPD,” tegasnya. (adv/ns/ko)




