Permudah Pascapanen, Disketapang Kukar Dorong Penyediaan Lantai Jemur Portabel

Ananias Kepala Disketapang Kukar. (Istimewa)

Kutai Kartanegara – Dukungan terhadap petani tidak hanya dilakukan melalui peningkatan produksi, tetapi juga penyediaan fasilitas untuk menangani hasil panen. Di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) terus mendorong pengadaan lantai jemur portabel sebagai sarana pendukung proses pascapanen, khususnya bagi petani padi dan jagung.

Kepala Disketapang Kukar, Ananias, mengatakan fasilitas tersebut memiliki peran penting dalam membantu petani mengeringkan hasil panen sebelum disimpan atau dipasarkan. Penggunaan lantai jemur portabel juga memberikan kemudahan karena dapat dipindahkan dan ditempatkan sesuai kebutuhan.

“Kami tetap optimistis. Ini sangat bermanfaat bagi petani karena lebih fleksibel dan mudah ditempatkan,” ujarnya.

Menurutnya, lantai jemur portabel menjadi salah satu fasilitas yang diupayakan pemerintah daerah untuk mendukung kegiatan pertanian. Dibandingkan dengan lantai jemur permanen, pengadaan fasilitas portabel dinilai lebih terjangkau sehingga dapat menjadi alternatif dalam memenuhi kebutuhan kelompok tani.

Hingga akhir 2025, Disketapang Kukar telah merealisasikan lebih dari 100 unit lantai jemur portabel. Fasilitas tersebut tersebar di sejumlah kecamatan yang memiliki aktivitas pertanian, antara lain Tenggarong, Anggana, Muara Kaman, dan Tenggarong Seberang.

“Terakhir sampai 2025, kami sudah merealisasikan sekitar 100 unit. Untuk 2026 memang belum ada pengadaan lantai jemur portabel,” jelasnya.

Pengadaan lantai jemur portabel merupakan bagian dari program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik. Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah menargetkan penyediaan sebanyak 500 unit selama periode kepemimpinan Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin, yakni 2025–2030.

Meski belum ada pengadaan pada 2026, target tersebut masih menjadi sasaran Disketapang Kukar untuk diupayakan hingga akhir periode kepemimpinan. Penambahan fasilitas diharapkan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan kelompok tani serta kondisi wilayah masing-masing.

Ananias menegaskan bahwa pemanfaatan fasilitas harus disesuaikan dengan kebutuhan petani agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

“Melalui penyediaan lantai jemur portabel, kita berharap petani memiliki dukungan sarana yang lebih praktis dalam menangani hasil panen. Fasilitas tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan pascapanen di wilayah pertanian Kukar,” tandasnya. (adv/ns/ko)

Bagikan :