Bukan Sekadar Ramai, Firnadi Ingin Erau Gerakkan Ekonomi Kukar

Tenggarong – Festival Erau Adat Kutai 2026 mendapat apresiasi dari Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur Firnadi Ikhsan.

Masuknya Erau dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) dinilai menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan sekaligus memperkuat manfaatnya bagi masyarakat.

Firnadi yang menghadiri pembukaan Erau di Tenggarong, Minggu (20/9/2026), mengatakan peningkatan status tersebut perlu diikuti dengan evaluasi yang lebih menyeluruh.

Menurutnya, penyelenggaraan event berskala nasional membutuhkan ukuran keberhasilan yang tidak hanya melihat kemeriahan acara.

“Erau sudah naik kelas. Menurut saya, cara kita mengevaluasinya juga harus naik kelas. Budaya tetap menjadi ruh utama, tetapi kita juga perlu mengetahui seberapa jauh event sebesar ini memberi manfaat kepada masyarakat,” kata Firnadi.

Ia mengapresiasi target sekitar 40 ribu pengunjung yang disampaikan penyelenggara.

Rencana untuk menghitung dampak ekonomi selama pelaksanaan Erau juga dinilai sebagai langkah yang dapat dikembangkan dalam evaluasi tahunan.

Menurut Firnadi, data pengunjung sebaiknya tidak berhenti pada jumlah orang yang datang.

Pemerintah juga perlu mengetahui asal wisatawan, durasi kunjungan, destinasi yang mereka datangi hingga aktivitas ekonomi yang muncul selama berada di Kukar.

“Kalau 40 ribu orang datang, pertanyaan berikutnya adalah berapa yang berasal dari luar Kukar, berapa yang menginap, ke mana mereka berkunjung, dan bagaimana belanja mereka menggerakkan hotel, kuliner, transportasi, UMKM serta ekonomi kreatif masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai pencatatan data tersebut bukan berarti menggeser Erau menjadi sekadar kegiatan ekonomi. Justru, data yang konsisten dapat menjadi dasar untuk menjaga keberlanjutan event sekaligus membantu pemerintah menentukan kebijakan pariwisata yang lebih sesuai dengan perkembangan.

“Kalau kita memiliki data yang konsisten setiap tahun, kita bisa membandingkan perkembangan Erau. Kita tahu apa yang berhasil, apa yang perlu diperbaiki, dan dukungan pemerintah sebaiknya diarahkan ke mana,” jelasnya.

Firnadi berharap hasil evaluasi Erau 2026 dapat digunakan sebagai bahan perencanaan untuk penyelenggaraan berikutnya.

Menurutnya, penguatan budaya, peningkatan kualitas event, perkembangan pariwisata dan manfaat ekonomi bagi masyarakat dapat berjalan beriringan tanpa menghilangkan identitas Erau.

“Budayanya kita jaga, kualitas event-nya kita tingkatkan, pariwisatanya berkembang, dan manfaat ekonominya semakin dirasakan masyarakat. Saya kira di situlah Erau dapat terus tumbuh tanpa kehilangan jati dirinya,” tutup Firnadi. (ko)

Seno Aji Ikut Tari Kanjar Laki Bersama Bupati Kukar di Bepelas Malam I Erau

Kutai Kartanegara – Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji turut larut dalam kemeriahan sekaligus kekhidmatan Bepelas Malam I atau Pelas Aji Sultan dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026. Bersama istrinya, Wahyu Seno Aji, ia mengikuti prosesi yang berlangsung di Ruang Stinggil Keraton, Museum Mulawarman Tenggarong, Minggu (20/9/2026) malam.

Bepelas menjadi salah satu ritual sakral yang dilaksanakan setiap malam selama rangkaian Erau oleh Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Prosesi tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian adat yang terus dipertahankan dalam pelaksanaan Erau.

Ritual Bepelas dimaknai sebagai upaya meneguhkan semangat raga dan sukma Sultan, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Makna tersebut berkaitan dengan harapan agar Sultan mampu menjalankan kepemimpinan terhadap rakyat dengan baik dan berwibawa.

Rangkaian acara diawali pembacaan mantra oleh dewa atau pawang. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan tarian para dewa yang bergerak mengitari Tiang Ayu sebelum Sultan menginjak pusaka Gong Raden Galuh dan disambut dentuman meriam.

Sebagai tamu undangan, Seno Aji dan istrinya mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Kehadiran keduanya turut memberikan warna dalam pelaksanaan ritual adat yang menjadi bagian dari identitas budaya Kutai.

Suasana semakin menarik ketika prosesi memasuki bagian akhir. Seno Aji bersama Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri ikut menarikan Tari Kanjar Laki yang juga dikenal dengan sebutan Tari Ganjur Laki.

Tarian tersebut menjadi salah satu bagian yang mengiringi rangkaian kegiatan Erau. Keterlibatan Seno Aji bersama kepala daerah Kukar menunjukkan keterlibatan pemerintah dalam mengikuti rangkaian kegiatan adat yang berlangsung di Tenggarong.

Usai mengikuti Bepelas Malam I, Seno Aji menyampaikan harapannya terhadap pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026. Ia berharap momentum penutupan nantinya dapat dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata dan Menteri Kebudayaan.

“Kami berharap pada penutupan Erau Adat Kutai 2026 nanti akan dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata dan Menteri Kebudayaan sehingga dapat menyaksikan langsung. Sedang kita usahakan hal tersebut. Supaya Erau Adat Kutai 2026 ini bisa menjadi festival nasional yang bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat di Indonesia,” ujar Seno.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin, Sekda Kukar Sunggono, Kepala Kejaksaan Negeri Kukar Aji Kalbu Pribadi, perwakilan Dandim Kukar, kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat. (ko)

Bupati Kukar Apresiasi Dukungan Karang Taruna, Relawan Karhutla Diminta Tetap Siaga

Kutai Kartanegara— Peran relawan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menilai dukungan terhadap relawan tidak hanya diperlukan dalam bentuk peralatan, tetapi juga menyangkut kesehatan dan keselamatan mereka saat berada di lapangan.

Hal itu disampaikan Aulia saat mengunjungi Posko Relawan Penanganan Karhutla sekaligus menerima bantuan sarana dan logistik di Posko Relawan AM Sangaji, Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, Senin (21/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Aulia menyampaikan penghargaan kepada para relawan yang selama ini terlibat dalam penanganan karhutla maupun kondisi kebencanaan lainnya di wilayah Kukar. Ia juga mengapresiasi Karang Taruna Provinsi Kalimantan Timur yang ikut membantu memenuhi kebutuhan relawan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kukar, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) G. Budisatrio Djiwandono atas dukungan yang diberikan untuk membantu para relawan dalam menghadapi karhutla,” ujar Aulia.

Menurut Aulia, bantuan yang diterima menjadi tambahan dukungan bagi relawan yang harus bekerja dalam kondisi lapangan yang membutuhkan ketahanan fisik dan kesiapsiagaan. Karena itu, pemenuhan kebutuhan mereka menjadi bagian dari penanganan bencana.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Tentu bantuan ini sangat berguna dalam penanganan karhutla,” katanya.

Aulia menegaskan perlindungan terhadap relawan perlu menjadi perhatian bersama. Mereka merupakan salah satu unsur yang berada di garis depan ketika kebakaran terjadi dan membutuhkan kondisi fisik yang tetap terjaga selama menjalankan tugas.

“Kita harus bersama-sama melakukan pencegahan dan penanganan karhutla, serta menjaga relawan agar tetap fit dan siap siaga,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Provinsi Kaltim Hendra mengatakan bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap penanganan karhutla. Bantuan berupa oksigen, vitamin, suplemen, masker dan perlengkapan pendukung lainnya diserahkan untuk membantu kebutuhan relawan di Posko AM Sangaji.

“Harapannya, apa yang kami berikan bisa memberikan support terhadap apa yang dibutuhkan teman-teman, mulai dari pemeriksaan kesehatan dan perlengkapan lainnya,” ujarnya.

Aulia pun mengajak masyarakat ikut mengambil bagian dalam upaya pencegahan karhutla. Menurutnya, penanganan kebakaran membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, TNI-Polri, organisasi kepemudaan, Balakarcana, relawan dan masyarakat agar pencegahan maupun respons terhadap kebakaran dapat dilakukan secara lebih cepat. (ko)

Antusiasme Pengunjung Tinggi, Dispar Kukar Optimisi Kunjungan Wisatawan Selama Erau Naik 100 Persen

Kutai Kartanegara – Antusiasme masyarakat terlihat dalam pembukaan Festival Erau 2026 di Kutai Kartanegara (Kukar)

Ratusan pengunjung terpantau memadati kawasan kegiatan untuk menyaksikan seremoni pembukaan pada Minggu (20/9/2026), kemarin.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan ramainya masyarakat menjadi gambaran positif terhadap minat kunjungan pada pelaksanaan Erau tahun ini.

“Melihat antusias pengunjung di Festival Erau ini, kemarin kita lihat sangat ramai,” ujar Agus sapaan akrabnya saat dikonfirmasi pewarta Adakaltim. Com, Senin (21/9/2026).

Tingginya jumlah masyarakat yang hadir juga menjadi perhatian Dispar Kukar karena pelaksanaan Erau tahun ini memiliki target kunjungan yang cukup besar. Kementerian Pariwisata menargetkan sedikitnya 40 ribu pengunjung selama rangkaian festival berlangsung.

Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan catatan kunjungan pada Erau 2025 yang berada di kisaran 20 ribu orang. Target tersebut mencakup wisatawan yang datang untuk mengikuti maupun menyaksikan berbagai rangkaian kegiatan Erau.

Agus mengakui pencapaian angka tersebut menjadi tantangan tersendiri. Namun, melihat antusiasme masyarakat pada awal pelaksanaan, Dispar Kukar tetap melihat adanya peluang untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

“Memang target 40 ribu ini cukup berat, tetapi kita tetap optimistis, artinya jika tahun lalu target 20 ribu wisatawan berarti kenaikannya 100 persen,” katanya.

Selain jumlah kunjungan, Dispar Kukar juga akan melihat dampak penyelenggaraan Erau terhadap pelaku ekonomi kreatif. Perhitungan mengenai manfaat ekonomi bagi pelaku usaha akan dilakukan setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai.

Data tersebut nantinya dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat sejauh mana pelaksanaan Erau memberikan pergerakan bagi aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif yang terlibat selama festival.

Agus mengatakan evaluasi akan dilakukan pada akhir pelaksanaan Erau dengan melihat kondisi kegiatan secara keseluruhan.

“Nanti bisa kita hitung, mungkin di akhir Erau. Kalau melihat kondisi hari ini, saya optimistis target tahun ini bisa terpenuhi.” pungkasnya. (adv/nr/ko)