ADA KALTIM

Kunjungan Presiden Iran ke Suriah adalah Pukulan Telak bagi Zionis Israel

BERITAALTERNATIF.COM – Pada 5 Mei lalu, Ketua Dewan Syariah Hizbullah, Muhammad Yazbek menyatakan, kunjungan Presiden Iran Ebrahim Raisi ke Suriah adalah sebuah lawatan bersejarah.

Diberitakan al-Alam, dalam khotbah salat Jumat di Baalabak, Yazbek mengatakan bahwa kunjungan ini, juga perundingan antara Iran dan Saudi serta kesepakatan-kesepakatan yang menyusul, telah membuat Israel ketakutan. Di lain pihak, hal ini membuat Poros Perlawanan bernapas lega.

Diketahui, setelah beberapa putaran perundingan di Irak, akhirnya pada 10 Maret lalu Iran dan Saudi sepakat untuk rujuk serta memulihkan hubungan bilateral.

Kesepakatan ini diteken di China oleh Wakil Pemimpin Tertinggi Iran Ali Shamkhani, Penasihat Keamanan Nasional Saudi Musaad bin Muhammad al-Ayban, dan anggota Kantor Politik Komite Pusat Partai Komunis Republik Rakyat China Wang Yi.

Menurut ulama Lebanon ini, kunjungan Raisi adalah peringatan tentang runtuhnya hegemoni imprerialisme di Kawasan, juga merupakan dukungan untuk Poros Perlawanan dari dalam Damakus.

Yazbek menyatakan bahwa setelah terjalinnya kesepakatan Teheran-Riyadh, sejumlah ulama Saudi menegaskan bahwa kesepakatan normalisasi dengan Musuh Zionis adalah sebuah bidah.

Sembari menegaskan bahwa pernyataan ini disebabkan oleh kesepakatan Iran-Saudi, Yazbek menambahkan, atmosfer kesepakatan dan penyelesaian masalah usai kesepakatan ini meliputi Kawasan. Namun, otoritas Lebanon tidak memanfaatkan atmosfer ini.

“Semua pihak di Lebanon menghendaki terbentuknya Pemerintahan kuat dan adil yang bisa berkuasa atas seluruh wilayah negara ini,” tegasnya.

Ia menyatakan bahwa para pejabat yang mengaku memikirkan Lebanon harus memilih presiden yang bisa menyelamatkan negara tersebut.

Yazbek dalam khotbahnya juga menyinggung masalah Palestina. Ia mengatakan, kebrutalan Rezim Zionis telah melampaui semua hukum dan kelaziman.

“Siapa pun yang tidak mengutuk pembunuhan atas Khidr Adnan, wajahnya akan tercoreng aib,” ucapnya. (*)

Sumber: Poros Perlawanan