Nobar Indonesia vs Singapura Digelar di Loa Kulu, Junadi Ajak Warga Ramaikan Mosque Coffee

Kutai Kartanegara – Pertandingan Tim Nasional Indonesia menghadapi Singapura akan menjadi momentum berkumpul bagi masyarakat di Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara. Wakil Ketua DPRD Kukar Junadi mengajak warga menyaksikan laga tersebut melalui kegiatan nonton bareng atau nobar.

Kegiatan dijadwalkan digelar Jumat, 25 September 2026, di Stand Mosque Coffee, Jalan H Masdamsi, depan Masjid Besar Al-Mizan, Kecamatan Loa Kulu. Masyarakat dari Loa Kulu dan kawasan sekitar dipersilakan hadir untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Laga Indonesia kontra Singapura merupakan bagian dari ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan dijadwalkan kick-off pada pukul 21.00 WITA sehingga kegiatan nobar akan berlangsung hingga pertandingan berakhir.

Junadi turut mengundang masyarakat untuk hadir dan menyaksikan pertandingan bersama. Ajakan tersebut disampaikan melalui publikasi kegiatan nobar yang mengedepankan suasana santai dan kebersamaan.

Kehadiran masyarakat diharapkan membuat atmosfer pertandingan semakin semarak. Selain menyaksikan laga, warga dapat memanfaatkan momen tersebut untuk berkumpul bersama keluarga, teman maupun masyarakat lainnya.

Lokasi nobar di Stand Mosque Coffee juga memberikan pilihan bagi warga yang ingin menikmati pertandingan sambil bersantai. Konsep tersebut membuat kegiatan dukungan terhadap Timnas dikemas dalam suasana yang lebih dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Dukungan terhadap skuad Garuda menjadi semangat utama kegiatan tersebut. Masyarakat diajak memberikan dukungan bersama-sama selama Indonesia menghadapi Singapura di lapangan.

Junadi menyampaikan ajakan dengan gaya yang ringan untuk menarik antusiasme masyarakat. Pesan tersebut sekaligus menggambarkan konsep nobar yang memadukan pertandingan sepak bola dengan suasana santai.

“Dukung Timnas sambil ngopi. Kita gas!” demikian ajakan yang tercantum dalam publikasi kegiatan tersebut.

Dengan digelarnya nobar ini, masyarakat Loa Kulu dan sekitarnya memiliki ruang untuk menikmati pertandingan Timnas Indonesia secara bersama-sama. Pertandingan dijadwalkan dimulai pukul 21.00 WITA dan nobar berlangsung hingga laga selesai. (*)

Alif Turiadi Bantah Pernyataan Ramadhan: DPRD Kukar Bekerja untuk Kepentingan Masyarakat

BERITAALTERNATIF.COM – Wakil Ketua DPRD Kukar Alif Turiadi membantah pernyataan tokoh pemuda Kukar, Ramadhan.

Ia menegaskan bahwa legislatif dan eksekutif telah membangun kerja sama yang baik dalam perencanaan dan pelaksanaan program daerah.

Dari segi penganggaran, setiap usulan yang disampaikan Pemkab Kukar telah direspons, dikaji, dan dibahas oleh DPRD Kukar.

“Kalau memang itu tujuannya untuk masyarakat, kita laksanakan itu penganggarannya,” kata Alif kepada beritaalternatif.com pada Sabtu (6/5/2023).

Karena itu, tegas dia, pembahasan anggaran di DPRD Kukar bersama Pemkab Kukar bermuara pada kepentingan masyarakat.

“Jangan memutar-balikkan fakta bahwa seolah-olah anggota dewan punya kepentingan. Enggak ada kepentingan selain kepentingan untuk masyarakat,” tegasnya.

Terkait proyek mangkrak serta terkesan lamban diselesaikan oleh Pemkab Kukar, politisi Gerindra ini mengaku akan meninjau dan mengevaluasinya.

Kata dia, perencanaan dan pelaksanaan proyek yang dijalankan oleh Pemkab akan terus dipantau dan evaluasi secara langsung oleh DPRD Kukar.

“Sejauh mana perencanaan yang dilaksanakan oleh eksekutif dan penyerapannya sampai sejauh mana, itu nanti wewenang kami untuk melaksanakan itu,” tuturnya.

Alif juga menanggapi kritik Ramadhan terkait pembentuan Peraturan Daerah (Perda) di DPRD Kukar, yang terkesan tak menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, setiap Perda yang dibahas dan disahkan DPRD Kukar telah melalui mekanisme yang berlaku, salah satunya sosialisasi kepada masyarakat.

Perda yang disetujui DPRD Kukar, lanjut dia, juga telah melalui persetujuan bersama antara legislatif dan eksekutif.

Sehingga, sambung Alif, semua Perda yang disahkan DPRD Kukar selalu memberikan manfaat kepada masyarakat.

Sebelum mengesahkan peraturan-peraturan tersebut, DPRD Kukar juga telah melakukan sosialisasi serta menyerap aspirasi publik.

Selain itu, tegas Alif, dalam proses penyusunan dan pembahasan Perda, DPRD Kukar tidak memiliki kepentingan lain selain memperjuangkan aspirasi masyarakat yang diwakili setiap anggota legislatif.

“Ketika Perda itu kita buat, sebelum Perda itu kita turunkan, pasti ada sosialisasi Perda. Kita laksanakan kok,” tegas Alif. (*)

Penulis: Arif Rahmansyah

Editor: Ufqil Mubin