Kepala Disdikbud Kukar: Beseprah Jadi Ruang Silaturahmi Masyarakat Kukar

Kutai Kartanegara – Tradisi Beseprah dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026 mengusung tema “Raja Menjamu Rakyatnya”. Tema tersebut dimaknai lebih luas sebagai sarana hiburan, komunikasi, silaturahmi, dan mempererat persaudaraan masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) sekaligus perwakilan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura bergelar Pangeran Notonegoro Heriansyah mengatakan, Beseprah juga menggambarkan kedekatan pemimpin dengan rakyat.

“Beseprah melambangkan kesejajaran antarkalangan. Ada rasa persaudaraan dan silaturahmi. Ada juga pesan moral bahwa seorang pemimpin harus dekat dengan rakyatnya,” ujarnya.

Heriansyah mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Erau 2026 merupakan hasil evaluasi dan pembenahan sistem, mekanisme, serta tata kelola dari pelaksanaan sebelumnya. Hal itu dilakukan agar Erau dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Kalau sudah menjadi sebuah ekosistem kebudayaan, maka Erau ini tidak hanya milik Kesultanan, tidak hanya milik para pejabat. Seluruh masyarakat Kutai Kartanegara harus merasa memiliki pesta dan budaya Erau ini,” katanya.

Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kukar dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam pelaksanaan Erau 2026.

Menurutnya, penyelenggaraan Erau merupakan kolaborasi antara Kesultanan, pemerintah, dan masyarakat serta menjadi bagian dari program strategis daerah.

“Kami mewakili pihak Kesultanan mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Forkopimda yang ikut andil menyukseskan Erau 2026,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Heriansyah mengajak masyarakat menjaga kondusivitas selama rangkaian Erau berlangsung, terlebih menjelang peringatan hari jadi Kota Tenggarong ke-244 pada 28 September 2026.

“Sepantasnya kita menjaga apa yang sudah diwariskan agar bisa menciptakan masyarakat yang sejahtera dan berbahagia,” pungkasnya. (adv/ns/ko)