Kutai Kartanegara – Tradisi Beseprah atau makan bersama dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026 turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) Awang Agus Dharmawan.
Kegiatan yang berlangsung di depan Museum Mulawarman, Tenggarong, Kamis (24/9/2026), mempertemukan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21 Sultan Aji Muhammad Arifin, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, jajaran pemerintah daerah, serta masyarakat dalam suasana kebersamaan.
Agus mengatakan, Beseprah merupakan tradisi tahunan yang selalu diikuti jajaran organisasi perangkat daerah (OPD). Selain menjadi bagian dari rangkaian adat Erau, kegiatan ini memiliki makna filosofis yang kuat tentang kesetaraan dan kebersamaan.
“Beseprah ini merupakan kegiatan tahunan yang selalu kami ikuti. Istilah seprah berasal dari kain putih yang dihamparkan sebagai alas makanan. Jadi, berseprah berarti makan bersama dengan menggunakan kain seprah sebagai alas,” ujar Agus.
Menurutnya, nilai kesetaraan menjadi salah satu hal yang menonjol dalam tradisi tersebut. Tidak ada perbedaan kedudukan ketika semua peserta duduk bersama dan menikmati hidangan yang sama.
“Filosofinya adalah kesetaraan. Semua duduk sama rendah, tidak ada yang berada di atas. Sultan maupun masyarakat duduk bersama dan menyantap makanan yang sama. Kebersamaan inilah yang menjadi nilai utama dalam Beseprah,” jelasnya.
Dari sisi pariwisata, Agus juga melihat tradisi tersebut memiliki potensi menjadi daya tarik bagi wisatawan. Terlebih, pelaksanaan Beseprah mendapat perhatian masyarakat dari luar Tenggarong yang sengaja datang untuk menyaksikan sekaligus mengikuti kegiatan.
Ia menerangkan bahwa promosi yang dilakukan Dispar Kukar sebelumnya turut membantu memperkenalkan rangkaian Erau kepada masyarakat di daerah sekitar.
Tidak hanya dari Tenggarong, wisatawan dari Samarinda, Balikpapan, Bontang, dan wilayah lainnya juga menjadi sasaran promosi.
“Kami tentu menyambut baik antusiasme masyarakat dari luar daerah. Ini menunjukkan promosi yang kita lakukan bisa tersampaikan. Mudah-mudahan kegiatan seperti Beseprah dapat menjadi daya tarik wisata dan mendorong masyarakat dari daerah sekitar untuk datang ke Tenggarong,” pungkasnya. (adv/nr/ko)