Kepala Dispar Kukar: Taman Musik Tenggarong Terbuka untuk Beragam Komunitas dan Kegiatan Seni

Komunitas Motor Kukar Gelar Kontes Otomotif di Taman Musik Tenggarong. (nur/adakaltim)

Kutai Kartanegara – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong Taman Musik Tenggarong lebih aktif dimanfaatkan sebagai ruang pertunjukan bagi pelaku seni dan komunitas kreatif.

Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Darmawan, mengatakan fasilitas tersebut memang disiapkan untuk menunjang aktivitas seni, khususnya musik, sekaligus memberikan kesempatan kepada seniman lokal bertemu langsung dengan masyarakat.

Menurutnya, Taman Musik tidak dibatasi untuk kelompok tertentu. Berbagai komunitas dapat mengusulkan kegiatan selama tetap sesuai dengan fungsi dan ketentuan pemanfaatan kawasan.

“Taman Musik ini kami siapkan untuk mendukung kegiatan musik di Tenggarong. Jadi, kami terbuka kalau ada komunitas-komunitas lainnya yang ingin berkegiatan dan mengembangkan kreativitasnya di sini,” ujar Agus sapaan akrabnya, Senin (5/10/2026).

Ia menilai keberadaan ruang pertunjukan yang terbuka dapat memberikan manfaat lebih luas. Seniman memiliki tempat untuk menunjukkan karya, sementara masyarakat bisa menikmati berbagai pertunjukan tanpa harus datang ke ruang pertunjukan yang bersifat khusus.

Agus mengatakan peluang tersebut juga terbuka untuk kegiatan dengan cakupan yang lebih besar, termasuk festival maupun agenda seni dan budaya lainnya.

“Kalau ada komunitas atau penyelenggara yang mau membuat festival musik maupun kegiatan seni dan budaya, tentu kami mendukung sepanjang pelaksanaannya mengikuti ketentuan yang ada,” katanya.

Ia menambahkan, fungsi utama Taman Musik memang diarahkan untuk memberikan ruang kepada seniman dan budayawan Kukar. Karena itu, semakin banyak kegiatan yang berlangsung di kawasan tersebut diharapkan semakin banyak pula pelaku seni yang mendapat kesempatan untuk tampil.

“Tempat ini memang kami arahkan sebagai ruang bagi seniman dan budayawan Kukar untuk menampilkan karya mereka. Jadi, silakan dimanfaatkan dengan baik,” jelasnya.

Aktivitas komunitas yang berlangsung secara rutin juga dinilai dapat membuat Taman Musik lebih hidup. Masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati suasana kawasan, tetapi juga memiliki kesempatan menyaksikan sekaligus mengenal karya seni lokal.

Di sisi lain, Dispar Kukar mengingatkan setiap pihak yang menggunakan fasilitas tersebut untuk menjaga kebersihan dan kondisi sarana yang tersedia. Tanggung jawab bersama diperlukan agar Taman Musik tetap nyaman dan dapat digunakan oleh komunitas lainnya.

Agus berharap Taman Musik ke depan tidak hanya dikenal sebagai fasilitas terbuka, tetapi berkembang menjadi salah satu titik aktivitas seni dan budaya di Tenggarong.

“Dengan adanya kegiatan dari berbagai komunitas dan seniman, keberadaan Taman Musik diharapkan mampu memperluas ruang berkarya sekaligus mendekatkan aktivitas seni dengan masyarakat,” pungkasnya. (adv/nr/ko)

Bagikan :