BERITA TERBARU

Tiga Proyek Prioritas Samarinda: Dari Terowongan hingga Wajah Baru Pasar Pagi

Samarinda – Wajah Kota Tepian dipastikan akan banyak berubah dalam waktu dekat. DPRD Samarinda menegaskan tiga proyek strategis akan menjadi prioritas utama pembahasan anggaran, yakni pembangunan terowongan, revitalisasi Pasar Pagi, dan penataan Teras Samarinda.

Anggota DPRD Samarinda, Andriansyah, mengatakan proyek terowongan masih menjadi fokus utama. Meski sempat menimbulkan kekhawatiran warga akibat longsor yang terjadi, ia memastikan keamanan menjadi perhatian serius.

“Jangan khawatir, nanti akan ada tim yang menguji dulu kelayakannya. Kalau sudah terbit sertifikat layak operasi, baru bisa dioperasikan,” tegasnya, Selasa (19/8/2025).

Dukungan terhadap terowongan ini, kata Andriansyah, sudah dibicarakan secara intensif bersama pihak terkait. Ia optimistis proyek tersebut bisa rampung dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Tak hanya soal transportasi, DPRD juga menaruh perhatian pada dua pusat aktivitas masyarakat: Pasar Pagi dan kawasan Teras Samarinda.

Revitalisasi keduanya dinilai penting karena menyentuh langsung kehidupan sehari-hari warga, baik dari sisi ekonomi maupun ruang publik.

“Memang belum dibahas, tapi kita sudah tahu apa saja kebutuhannya. Itu jadi skala prioritas juga, termasuk Pasar Pagi dan Teras Samarinda,” pungkasnya. (adv/hr/ko)

Sekolah Rakyat Samarinda Dinilai Sebagai Perluasan Akses Pendidikan, Bukan Gambaran Kemiskinan

Samarinda – Kehadiran Sekolah Rakyat di Samarinda sempat dipandang sebagian kalangan sebagai cerminan masih banyaknya warga miskin. Namun, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai anggapan itu keliru.

Menurutnya, program ini justru bagian dari strategi pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Sekolah Rakyat adalah salah satu cara meningkatkan SDM yang unggul dan berdaya saing sesuai dengan RPJMD Kota Samarinda,” kata Puji, Senin (18/8/2025).

Puji menegaskan, ukuran utama kesejahteraan bukan soal ada atau tidaknya warga miskin, tetapi bagaimana pemerintah memberikan layanan terbaik, termasuk pendidikan dan kesehatan.

Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat memberi kesempatan yang sama bagi semua anak di Samarinda untuk memperoleh pendidikan layak.

Diketahui, Sekolah Rakyat Samarinda resmi beroperasi sejak 15 Agustus 2025 untuk jenjang SMP dan SMA yang berlokasi di BPMP Kaltim. (adv/hr/ko)

DPRD Samarinda Ingatkan Pemerataan Pembangunan dan Pendidikan di Momentum HUT ke-80 RI

Samarinda – Upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Parkir GOR Segiri, Minggu (17/8/2025), menjadi momen refleksi bagi DPRD Kota Samarinda.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menilai usia 80 tahun kemerdekaan seharusnya menjadi pengingat bagi pemerintah untuk terus memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

“Masih banyak PR pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat,” ucapnya.

Novan menekankan pentingnya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Samarinda. Ia menilai pembangunan infrastruktur harus sejalan dengan keadilan pembangunan antarwilayah.

Selain itu, ia mendorong Pemkot Samarinda membuka peluang investasi strategis agar lapangan kerja baru tercipta bagi generasi produktif.

“Dengan investasi akan ada lapangan pekerjaan, dan masyarakat lokal bisa berkontribusi untuk kota,” ujarnya.

Tak ketinggalan, sektor pendidikan juga menjadi sorotan. Novan menegaskan kualitas pendidikan harus terus ditingkatkan, tidak hanya melalui pembangunan fisik sekolah, tetapi juga pembelajaran yang mampu mencetak generasi kompetitif.

“Pemerintah harus benar-benar mengawal mutu pendidikan agar anak-anak kita siap menghadapi masa depan,” tegasnya.

Menurutnya, semangat peringatan HUT RI ke-80 harus menjadi dorongan untuk menjadikan Samarinda lebih sejahtera, adil, dan berdaya saing. (adv/hr/ko)

Abdul Rohim: HUT ke-80 RI Harus Jadi Momentum Wujudkan Cita-Cita Kemerdekaan

Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, mengingatkan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia tidak boleh sekadar dimaknai sebagai seremoni tahunan.

Menurutnya, momentum kemerdekaan harus menjadi pengingat bahwa cita-cita bangsa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

“Padahal, di balik kemerdekaan ada cita-cita besar, mencerdaskan kehidupan bangsa, mensejahterakan rakyat, dan memastikan keadilan sosial. Itu yang harus diwujudkan,” ujar Rohim, Minggu (17/8/2025).

Ia menekankan, makna kemerdekaan bukan hanya pada upacara khidmat atau perayaan seremonial, melainkan bagaimana pemerintah dan pemangku kebijakan menjalankan amanah untuk menghadirkan kesejahteraan nyata bagi rakyat.

“Peringatan seperti ini mestinya tidak membuat kita puas dengan seremoni yang berjalan khidmat. Jauh lebih penting adalah memastikan bahwa cita-cita kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya di Samarinda,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rohim menyebut masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, mulai dari persoalan pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan sosial.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berharap momentum peringatan HUT ke-80 RI mampu memacu semangat seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja lebih cepat dan nyata.

“Dengan berbagai terobosan yang dilakukan, kita ingin Samarinda bisa makin dekat pada cita-cita kemerdekaan itu sendiri. Semoga momentum ini menjadi dorongan agar amanah bisa benar-benar diwujudkan,” pungkasnya. (adv/hr/ko)

Tiga Pengendara Motor Tertimpa Pohon Tumbang di Tenggarong Seberang

Tenggarong – Insiden mengenaskan terjadi di Jalan AP Mangkunegara KM 7, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang pada Minggu (17/8/2025) sekitar pukul 18.33 WITA.

Dalam kejadian tersebut, sebuah pohon besar ambruk dan menimpa tiga pengendara motor yang melintas.

Musibah tersebut menewaskan satu orang di lokasi kejadian, sementara dua lainnya mengalami luka-luka.

Warga yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan awal sebelum tim penyelamat tiba.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, menyebut pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi dari masyarakat.

“Begitu mendapat laporan, kami langsung mengirimkan unit rescue dan ambulans ke lokasi kejadian, untuk melakukan evakuasi korban,” ujarnya.

Ia menuturkan, penyebab robohnya pohon tidak lepas dari kondisi cuaca serta usia pohon yang sudah rapuh.

Menurutnya, kasus serupa sudah beberapa kali terjadi di titik jalan tersebut, saat musim hujan deras disertai angin kencang melanda.

“Pohon yang sudah tua ditambah dengan angin cukup kencang. Sebelumnya juga kami sudah beberapa kali menangani pohon yang tumbang di daerah tersebut, terutama saat musim hujan dengan angin kencang, kondisi alam memang mempengaruhi,” bebernya.

Meski demikian, Fida menekankan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penebangan sebelum ada koordinasi dengan instansi terkait.

“Terkait pohon di daerah tersebut, ada instansi lain yang berwenang untuk menangani masalah itu,” sebutnya.

Atas kejadian tersebut, ia mengingatkan kepada para pengguna jalan agar selalu waspada ketika melewati jalur rawan, terutama saat cuaca ekstrem.

“Harap lebih berhati-hati dan waspada saat melintas, apalagi saat hujan deras dan angin kencang, sebaiknya berhenti sejenak dan menjauhi lokasi-lokasi yang rawan pohon tumbang,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Disdamkarmatan Kukar akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah untuk merumuskan upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. (ak/ko)

Makna Merah Putih dan Kemerdekaan Jadi Pesan Ketua DPRD Kukar di HUT ke-80 RI

Tenggarong – Makna merah putih dan arti sesungguhnya dari kemerdekaan menjadi pesan utama Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, saat menghadiri upacara pengibaran bendera merah putih dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Halaman Kantor Bupati Kukar, Minggu (17/8/2025).

Dalam kesempatan itu, Ahmad Yani menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya upacara dengan baik dan penuh rasa khidmat.

Ia menilai momen hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi seluruh masyarakat Kukar.

Jalannya upacara yang tertib dan damai merupakan wujud kebersamaan semua pihak dalam menghormati perjuangan para pahlawan.

“Nah, itu patut disyukuri karena ini bisa berjalan lancar sesuai dengan yang seharusnya, serta berlangsung tertib, aman, damai, tanpa ada kekeliruan ataupun kesalahan,” ujarnya saat ditemui usai kegiatan.

Lebih lanjut, Ahmad Yani menekankan bahwa bendera merah putih bukan hanya sekadar simbol negara, melainkan sebuah pedoman dalam bersikap dan bertindak, merah dimaknai sebagai keberanian, sementara putih melambangkan kesucian.

“Artinya konsistensi dalam melaksanakan gerak-gerik atau perilaku-perilaku dalam berbangsa dan bernegara, terkhusus dalam menjalankan tugas, harus memang berani dan disertai dengan kesucian yang jernih tanpa ada sesuatu yang disembunyikan,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, kemerdekaan juga harus diartikan sebagai upaya mewujudkan kehidupan masyarakat yang terbebas dari belenggu kemiskinan dan kebodohan, dengan demikian, kesejahteraan yang merata dapat tercapai.

“Merdeka dari kemiskinan, jadi tidak ada lagi orang yang miskin. Merdeka dari kebodohan, sehingga masyarakat bisa sejahtera. Kan intinya sebenarnya makna kemerdekaan itu,” ucapnya.

Menurutnya, makna kemerdekaan yang sejati juga berarti terbebas dari segala bentuk penindasan dan ketidakadilan.

“Merdeka berarti tidak ada lagi kezoliman, tidak ada lagi penindasan, tidak ada lagi angkara murka, kriminalisasi, dan seterusnya. Itu intinya,” katanya.

Ahmad Yani mengajak masyarakat Kukar untuk menjadikan nilai merah putih dan makna kemerdekaan sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Itulah makna yang tentu menjadi pedoman kita dalam melaksanakan tugas masing-masing,” pungkasnya. (ak/ko)