BERITA TERBARU

DPRD Samarinda Gelar Pasar Murah dan Bazar UMKM

Samarinda – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda menggelar bazar dan pasar murah di halaman parkir Kantor DPRD, Jalan Basuki Rahmat, selama dua hari, 28–29 Agustus 2025.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Sekretariat DPRD, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop), serta pengusaha lokal itu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat.

Sejak pagi, stan pasar murah dipadati warga. Produk sembako seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan sayuran cepat ludes diborong. Selain itu, UMKM kuliner dan kerajinan lokal turut memamerkan produk mereka.

Sekretaris DPRD Samarinda, Agus Tri Sutanto, MT, mengatakan kegiatan ini bertujuan membantu kebutuhan warga sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM.

“Pasar murah ini memberi keringanan bagi rumah tangga dan membuka peluang lebih besar bagi UMKM Samarinda,” ujarnya. (adv/hr/ko)

DPRD Samarinda Soroti Parkir Semrawut dan Sampah di Kawasan Citra Niaga

Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyoroti persoalan penataan parkir hingga kebersihan lingkungan di kawasan Citra Niaga.

Ia menilai kondisi saat ini masih jauh dari tertib sehingga perlu pengelolaan lebih optimal.

“Tempat parkirnya semrawut hingga memakan badan jalan. Ini harus diantisipasi,” ujar Puji, Rabu (27/8/2025).

Ia menjelaskan penggunaan bahu jalan yang penuh dijadikan lahan parkir, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat, kerap menimbulkan kesulitan arus lalu lintas.

Selain parkir, Puji juga menyoroti masalah kebersihan. Meski fasilitas tempat sampah tersedia, masih banyak ditemukan sampah berserakan seperti tisu, botol, hingga kertas permen.

Menurutnya, perilaku membuang sampah sembarangan menjadi kendala utama menciptakan lingkungan yang bersih.

“Kembali ke kesadaran masyarakat, bagaimana kita menjaga dan peduli dengan lingkungan kita,” ucapnya.

Puji menegaskan pembenahan Citra Niaga bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif masyarakat.

“Harapannya kawasan Citra Niaga dapat menjadi pusat aktivitas yang tertib, nyaman, dan mendukung perkembangan ekonomi kreatif di Samarinda,” pungkasnya. (adv/hr/ko)

Bekerjasama dengan Kejari, Pemkab Kukar Akan Hadirkan Gerakan Pangan Murah

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) akan menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kukar pada 28–29 Agustus 2025.

Kegiatan yang dipusatkan di Creative Park Tenggarong ini akan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA, dan menjadi pelaksanaan yang ketiga kalinya sepanjang bulan Agustus ini.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar, Ananias mengatakan, GPM di bulan Agustus telah digelar sebanyak dua kali sebelumnya.

Pertama pada 13-14 Agustus bekerja sama dengan Polres Kukar, kemudian pada 19-22 Agustus dalam rangka perayaan HUT RI ke-80.

“Dan yang terakhir di bulan ini nanti di tanggal 28-29 Agustus itu di Creative Park Tenggarong, kerja sama pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dengan Kejaksaan Negeri Kukar,” jelasnya ketika dihubungi adakaltim.com, Rabu (28/7/2025)

Komoditas utama yang akan dijual dalam GPM kali ini adalah beras SPHP dari Bulog, Pemkab Kukar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) telah memberikan subsidi ongkos angkut, sehingga harga beras bisa dijual setara dengan harga gudang.

Selain itu, kata dia, tersedia juga berbagai macam beras lokal binaan Dinas Ketahanan Pangan, yang dijual lebih murah dari harga pasar setelah disubsidi pemerintah.

Ia mengatakan, GPM juga akan menyediakan berbagai kebutuhan bahan pokok lainnya seperti minyak goreng, tepung terigu, bawang merah, bawang putih, hingga sayur-mayur segar dari kelompok tani.

“Komoditas hortikultura dari KTNA dan KWT kita hadirkan langsung dari produsen ke konsumen, sehingga barang yang diterima segar dan harganya lebih terjangkau,” tuturnya.

Selain dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia, penyelenggaraan GPM juga dimaksudkan untuk menekan harga beras yang tengah tinggi di pasaran.

Saat ini dari data yang ada, harga beras di tingkat masyarakat berkisar anyara Rp16.000 hingga Rp17.000 per kilogram, sementara melalui GPM masyarakat dapat memperoleh beras SPHP seharga Rp11.700 per kilogram dan beras lokal Rp13.000 per kilogram.

Ananias berharap, program ini bisa membantu masyarakat menghadapi masa paceklik beras menjelang musim panen.

“Memang di akhir Agustus stok di petani sangat menipis, sehingga pemerintah perlu hadir untuk meringankan beban masyarakat,” pungkasnya. (ak/ko)

Bupati Kukar Tekankan Peran Penting Mahasiswa Baru Unikarta Hadapi Tantangan IKN

Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri menekankan pentingnya peran mahasiswa baru Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) dalam menghadapi tantangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 di lapangan Unikarta, Rabu (27/8/2025).

Aulia menyebut, Unikarta merupakan salah satu pilar penting dalam menyiapkan sumber daya manusia di Kukar, agar siap bersaing di tengah perubahan besar yang ditandai dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurutnya, generasi dari para mahasiswa baru inilah yang nantinya akan menentukan arah perkembangan daerah ke depan.

“Kami memahami bahwa Unikarta adalah universitas terbesar di Kutai Kartanegara, dan dari kampus inilah akan lahir generasi penerus masa depan daerah,” ucapnya.

Ia mengingatkan kepada mahasiswa agar memiliki komitmen dalam menyelesaikan kuliah tepat waktu, sehingga bisa segera mengaplikasikan ilmu yang diperoleh ke dalam dunia kerja maupun pengabdian masyarakat.

“Sebagaimana disampaikan oleh Rektor, ada target agar mahasiswa dapat menyelesaikan studi dalam waktu tiga setengah tahun,” ujarnya.

Selain itu, Aulia juga menekankan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya terpaku pada ruang kelas.

Ia mendorong agar mahasiswa dapat berperan aktif berinteraksi dengan masyarakat, menjadi bagian dari pencarian sebuah solusi, serta menghadirkan gagasan yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

“Mahasiswa tidak hanya duduk di bangku perkuliahan, tetapi juga harus siap terjun langsung di tengah masyarakat. Dengan begitu, fungsi pribadi, keluarga, maupun sosial dapat berjalan secara seimbang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Aulia menyebut posisi Kukar yang berbatasan langsung dengan kawasan IKN menuntut kesiapan lebih.

Pemerintah daerah, kata Aulia, telah menyusun strategi dengan prinsip grow up together agar Kukar tidak hanya menjadi penonton, melainkan mitra sejajar dalam pembangunan.

“Kukar telah merumuskan kebijakan strategis dengan konsep grow up together, yakni tumbuh bersama dengan IKN,” jelasnya.

Ia berharap momentum PKKMB ini dapat menjadi awal bagi mahasiswa baru Unikarta untuk membentuk karakter unggul, berpikir kritis, serta memiliki daya saing tinggi.

Ia meyakini kampus ini akan menjadi wadah lahirnya pemimpin masa depan Kukar yang siap menghadapi tantangan zaman.

“Unikarta memiliki peran penting dalam mencetak generasi unggul yang mampu menjawab tantangan ke depan. Karena itu, isu tentang Kukar sebagai mitra strategis IKN sangat relevan dengan peran Unikarta,” tuturnya.

Keberadaan Universitas, kata dia, tidak hanya penting bagi dunia pendidikan, tetapi juga menjadi penentu arah pembangunan daerah di masa depan.

“Kami sangat memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan Unikarta, karena dari sinilah harapan besar untuk masa depan Kukar lahir,” pungkasnya. (ak/ko)

Kawasan Industri Ir Sutami Dinilai Tak Lagi Ideal, DPRD Ingatkan Bahaya Parkir Truk di Bahu Jalan

Samarinda – Jalan Ir Sutami, Samarinda, kini lebih dikenal sebagai kawasan pergudangan dan industri. Namun seiring perkembangan kota, keberadaan kawasan tersebut mulai menimbulkan persoalan baru, terutama soal lalu lintas yang kian semrawut.

Deretan truk besar yang parkir di bahu jalan menjadi pemandangan sehari-hari. Kondisi ini tak jarang menimbulkan risiko bagi pengguna jalan lain.

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, menyebut situasi tersebut sudah tidak sejalan dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW).

“Memang berdasarkan RTRW sekarang sudah tidak relevan,” katanya, Rabu (27/8/2025).

Samri menegaskan, setiap kebijakan pemerintah harus berlandaskan kepentingan masyarakat. Karena itu, ia juga meminta Dishub untuk lebih tegas dalam melakukan penertiban, termasuk terhadap kendaraan besar.

“Jangan hanya mobil kecil saja yang ditindak, mobil besar juga harus diderek,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menilai solusi jangka panjang adalah memindahkan kawasan industri tersebut.

Salah satu lokasi yang diusulkan adalah Palaran, yang berdekatan dengan Terminal Peti Kemas (TPK).

“Selama kawasan ini masih ditetapkan sebagai zona industri dan jasa, penumpukan truk di bahu jalan akan terus terjadi,” ucapnya.

Rencana relokasi ini diharapkan tidak hanya mengurai kemacetan, tetapi juga menghadirkan tata ruang kota yang lebih tertata bagi warga Samarinda. (adv/hr/ko)

DPRD Samarinda Minta Kajian Ulang Konsep Pasar Buah Drive Thru

Samarinda – Rencana pembangunan pasar buah dengan konsep drive thru di Jalan Merdeka mendapat sorotan dari DPRD Kota Samarinda.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menilai konsep tersebut perlu dikaji lebih lanjut agar sesuai dengan karakteristik masyarakat.

Menurutnya, kebiasaan masyarakat Samarinda dalam membeli buah masih sangat tradisional, yaitu dengan memilih dan memilah langsung.

“Kalau untuk Samarinda mungkin belum karena budaya memilih, memilah, dan memegang itu masih tinggi. Malah khawatirnya nanti sepi,” ujar Iswandi, Rabu (27/8/2025).

Meski demikian, DPRD tetap mendukung setiap bentuk inovasi. Ia menyebut mobilitas masyarakat yang semakin tinggi di masa depan bisa saja membuat konsep drive thru lebih relevan.

Iswandi juga menekankan pentingnya memperhatikan pola perdagangan di pasar tersebut. Jika ditujukan untuk skala besar atau agen, menurutnya, konsep drive thru tidak akan sesuai. Namun jika berbasis ritel, kemungkinan masih bisa dijalankan.

Ia menyarankan agar dilakukan evaluasi setelah pasar beroperasi untuk memastikan manfaatnya bagi pedagang maupun konsumen.

“Namanya inovasi ya kita support, mana tahu ke depan bisa jadi role model bagi kota lain,” pungkasnya. (adv/hr/ko)