BERITA TERBARU

Pelaku Pencurian di Masjid Sabilal Muttaqin Ditangkap Polsek Loa Janan

Tenggarong – Polsek Loa Janan berhasil menangkap pelaku pencurian dengan pemberatan yang beraksi di Masjid Sabilal Muttaqin, Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan.

Pelaku berinisial S (30), warga Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, diketahui sudah tiga kali melakukan aksi pencurian di masjid tersebut dari tanggal 21-25 Agustus 2025.

Kapolsek Loa Janan, AKP Abdillah Dalimunthe mengungkapkan kasus ini berawal dari laporan pengurus masjid yang menyadari kehilangan sejumlah barang berharga pada.

“Barang yang diambil antara lain amplifier, genset, uang kotak amal sekitar Rp400 ribu, dan pakaian, dengan total kerugian mencapai Rp10 juta,” jelasnya dalam rilis pada Jumaat (5/9/2025).

Aksi pencurian ini terungkap pada 25 Agustus 2025 saat pelapor Muhammad Ansar mendapati amplifier masjid hilang ketika hendak memutar murotal subuh.

Setelah dilakukan pemeriksaan rekaman CCTV, terlihat pelaku S mondar-mandir di sekitar masjid sebelum melakukan aksinya.

Berdasarkan petunjuk tersebut, Tim Garangan Unit Reskrim Polsek Loa Janan dipimpin Ipda Dwi Handono segera melakukan penyelidikan bersama dengan Sub Sektor Tahura.

Dari hasil penyelidikan, Tim Garangan kemudian berhasil menangkap S saat sedang melakukan aksi pencurian aki di salah satu rumah warga di Desa Batuah.

“Dari hasil interogasi, pelaku mengakui lebih dari 10 kali melakukan pencurian, termasuk tiga kali di Masjid Sabilal Muttaqin,” kata Abdillah.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu flashdisk rekaman CCTV dan satu unit amplifier warna biru merk Dat.

Atas perbuatannya, S dijerat Pasal 363 Ayat 1 Huruf ke-3e KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman penjara paling lama tujuh tahun. (ak/ko)

Desa Jonggon Jaya Kukuhkan 17 Kelompok PKK RT dan Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas

Tenggarong – Pemerintah Desa Jonggon Jaya, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menggelar pengukuhan dan pelantikan pengurus PKK RT yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) desa setempat pada Selasa, 2 September 2025.

Sebanyak 17 kelompok PKK RT resmi dikukuhkan, mewakili masing-masing RT yang ada di Desa Jonggon Jaya.

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas yang diikuti seluruh pengurus PKK RT.

Kepala Desa Jonggon Jaya, Muhammad Kholil menyebut bimtek ini menjadi salah satu agenda penting bagi pemerintah desa, karena berhubungan langsung dengan penguatan peran kader PKK di lingkungan masyarakat.

Menurut Kholil, keberadaan PKK RT sangat berpengaruh terhadap jalannya berbagai program pembangunan desa.

Ia menilai, kader PKK adalah ujung tombak yang dapat membantu pemerintah desa dalam menjalankan kegiatan sosial, pemberdayaan, maupun pembinaan masyarakat di tingkat RT.

“Bimbingan Teknis (Bimtek) PKK RT merupakan kegiatan yang sangat penting dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan kader PKK RT,” ujar Kholil ketika dihubungi adakaltim.com, Kamis (4/9/2025).

Dengan adanya bimtek, kata dia, para kader akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan dan kebutuhan masyarakat.

“Dengan adanya bimtek ini, kader PKK RT dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam melaksanakan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.

Selain peningkatan kapasitas individu, Kholil juga menekankan pentingnya kerja sama antar pengurus PKK RT dan dukungan dari berbagai pihak.

“Selain itu, bimtek ini juga dapat memperkuat kerja sama dan koordinasi antara kader PKK RT dengan pihak lain, seperti pemerintah dan organisasi masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap, seluruh pengurus PKK RT yang baru dikukuhkan dapat menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya seremoni semata, tetapi juga bentuk komitmen pemerintah desa dalam memperkuat kualitas hidup masyarakat.

“Dengan demikian, kita dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mencapai tujuan pembangunan yang lebih baik,” tutupnya. (ak/ko)

Tambang Emas Ilegal di Desa Sidomulyo Digerebek Polsek Tabang

Tenggarong – Tambang emas ilegal yang beroperasi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar), digerebek aparat Polsek Tabang pada Selasa, 2 September 2025.

Operasi ini dipimpin langsung Kapolsek Tabang, Iptu Aldino Subroto, bersama dengan tujuh personel, setelah menerima laporan masyarakat mengenai adanya aktivitas penambangan emas tanpa izin menggunakan alat berat.

Dalam operasi tersebut, petugas menemukan sejumlah peralatan tambang ilegal.

“Kami mendapati dua unit ekskavator merk Sany 215y warna kuning, satu alat penyaring emas atau kasbak, dua unit alkon, serta beberapa selang,” jelasnya saat dihubungi pada Kamis (4/8/2025).

Selain barang bukti, polisi juga menemukan tujuh orang pekerja dan seorang koordinator lapangan bernisial AW.

Dari hasil interogasi, AW menyebut bahwa kegiatan tambang ilegal ini diperintahkan oleh seseorang berinisial R.

“Keterangan koordinator lapangan menyebut ada pihak yang memerintahkan, dan itu sedang kami dalami,” ungkapnya.

Tindakan tegas pun dilakukan di lokasi kejadian, petugas memasang garis polisi pada dua unit ekskavator serta mengamankan mesin alkon dan selang untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

“Kami sudah melakukan police line terhadap alat berat dan peralatan tambang, sekaligus mengamankannya sebagai barang bukti,” tegasnya.

Meski akses menuju lokasi cukup sulit karena harus melewati jalan hauling perusahaan dengan lalu lintas kendaraan besar dan jalur anak sungai, operasi berjalan aman dan kondusif.

“Situasi di lapangan dalam keadaan aman dan kondusif, seluruh langkah penertiban bisa terlaksana,” tutupnya. (ak/ko)

Berbagai Tenant UMKM Akan Warnai Perhelatan Erau Adat Kutai 2025

Tenggarong – Berbagai macam tenant khusus pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan menjadi salah satu daya tarik dalam perhelatan Erau Adat Kutai 2025.

Dinas Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DiskopUKM) Kukar memastikan UMKM lokal mendapat ruang untuk menampilkan produk mereka di acara adat tahunan yang selalu ditunggu masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) ini.

Plt Kepala DiskopUKM Kukar, Thaufiq Zulfian Noor, menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyiapkan fasilitas tenda bagi pelaku UMKM.

“Secara kedinasan kita ikut berpartisipasi dengan mengisi tenant yang disediakan, yang nantinya kita khususkan untuk pelaku UMKM,” ujarnya usai menghadiri rapat finalisasi Erau pada Rabu (3/9/2025).

Ia menjelaskan, jumlah tenant akan disesuaikan dengan lokasi penyelenggaraan.

Meski terbatas, lanjutnya, pihaknya terus berusaha agar lebih banyak UMKM bisa ikut serta dalam perhelatan Erau Adat Kutai.

“Kalau ada 10 tenda misalnya, satu tenda bisa menampung dua sampai tiga UMKM. Jadi totalnya bisa sekitar 30 pelaku UMKM. Untuk tenant di dalam, kami lakukan seleksi agar lebih fokus,” terangnya.

Thaufiq mengatakan, keterbatasan anggaran daerah tidak menjadi penghalang bagi pihaknya untuk tetap mendorong partisipasi UMKM.

Menurutnya, keikutsertaan UMKM di Erau bukan hanya sebagai ajang promosi, tetapi juga bagian dari pembinaan.

“Kita tetap berupaya agar pelaku UMKM bisa tampil. Ini kesempatan mereka untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan daya saing,” jelasnya.

Mengenai teknis pendaftaran tenant, DiskopUKM akan segera merumuskan mekanisme agar pelaksanaannya berjalan adil dan merata.

“Nanti kita bahas internal, supaya semua punya kesempatan. Fasilitasnya bisa kita padukan, mulai dari stand makanan tradisional hingga kerajinan khas,” jelasnya.

Dengan melibatkan UMKM, Erau Adat Kutai 2025 diharapkan tidak hanya menjadi pesta budaya, tetapi juga momentum penggerak ekonomi masyarakat lokal.

“Kami ingin UMKM benar-benar mendapat manfaat dari acara ini, karena Erau bukan hanya milik budaya, tapi juga milik masyarakat yang ingin berkembang,” pungkasnya. (ak/ko)

Jelang Erau Adat Kutai 2025, Pemkab dan Kesultanan Kutai Kartanegara Matangkan Persiapan

Tenggarong – Pelaksanaan Erau Adat Kutai tahun 2025 kini memasuki tahap persiapan akhir, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) bersama Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura mematangkan berbagai agenda serta pembagian peran menjelang gelaran yang dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 29 September 2025.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Thauhid Afrilian Noor menyampaikan meski saat ini anggaran daerah tengah dilanda efisiensi, tradisi Erau tetap akan terlaksana sebagaimana mestinya.

“Kami laksanakan pembukaan Erau tanggal 21, Beseprah tanggal 25, dan Belimbur di tanggal 28 September,” ujarnya usai memimpin Rapat Finalisasi Erau Adat Kutai di kantor Disdikbud Kukar pada Rabu (3/9/2025).

Thauhid juga memastikan, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana akan hadir pada Erau kali ini.

Ia menyebut, pembagian peran antara pemerintah dan kesultanan sudah jelas, terutama terkait urusan adat yang bersifat sakral.

“Pembagian tugas sudah jelas, urusan kesuktanan secara sakral adalah urusan Kesultanan, kita pemerintah tidak akan menyentuh sedikitpun karena itu bukan wilayah pemerintahan,” tegasnya.

Sementara itu, Perwakilan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Muhammad Heriansyah, menyebut Erau Adat Kutai 2025 tetap menjadi bentuk kolaborasi antara kesultanan dengan pemerintah daerah.

“Tahun ini tetap bersama berkolaborasi antara kesultanan dengan pemerintah daerah karena tidak terlepas daripada itu pemerintah saat ini adalah sebuah periodesasi dari kesultanan terdahulu,” ucapnya.

Tahun ini, lanjutnya, pelaksanaan Erau juga bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Tenggarong yang ke-243.

Menurut Heriansyah, momen ini sekaligus menjadi pengingat akan perjalanan panjang Kerajaan Kutai yang kini menjadi bagian dari Kabupaten Kutai Kartanegara.

Erau bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga sarana memperkuat kerukunan masyarakat.

“Momen Erau ini kita harapkan seluruh paguyuban dan masyarakat bisa bercampur baur sesuai falsafah kesultanan. Ada empat fondasi yang kita junjung, yaitu adat, adab, berbudaya, dan beragama,” tutupnya. (ak/ko)

Jembatan Baru di Jalan Kartini Tenggarong Ditarget Rampung Desember 2025

Tenggarong – Pembangunan jembatan baru di Jalan Kartini, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), ditargetkan rampung pada Desember 2025 mendatang.

Proyek yang telah dimulai sejak April 2025 itu, kini menunjukkan progres mencapai 51 persen pada tahap pertama pengerjaan.

Jembatan ini dibangun sebagai alternatif baru setelah jembatan besi lama yang berstatus cagar budaya mengalami kropos.

Kehadiran jembatan baru diharapkan dapat menunjang kelancaran akses transportasi sekaligus memperkuat konektivitas di pusat Kota Tenggarong.

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, bersama jajaran pimpinan DPRD dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, meninjau langsung progres pembangunan, Selasa (2/9/2025).

“Tadi kita langsung ke lapangan, melihat langsung progres pekerjaan terkait dengan jembatan. Dan jembatannya itu setelah kita crosscheck secara langsung memang sesuai progres,” ujar Ahmad Yani ketika ditemui usai peninjauan.

Ia menambahkan, pengawasan pembangunan dilakukan untuk menghindari keterlambatan maupun proyek mangkrak.

“Sesuai progres berjalanan nanti insyaallah tadi disampaikan bahwa Desember, ya akhir Desember ini bisa selesai. Kenapa ini dilakukan? Supaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya pembangunan yang mangkrak atau tidak sesuai progres,” jelasnya.

Selain menekankan kualitas pembangunan, Ahmad Yani juga meminta agar kawasan pinggir sungai di sekitar jembatan baru ditata dengan baik sehingga bisa menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat.

“Kita harap ini berjalan sesuai target, sesuai rencana, dan kerjaannya itu berkualitas sesuai volume. Dan kemudian tadi kita juga harap pinggiran sungainya ditata secantik mungkin, kalau perlu melebihi wisata luar negeri atau wisata-wisata maju di dalam negeri,” pungkasnya. (ak/ko)