BERITA TERBARU

1.870 PPPK dan Tenaga Paruh Waktu Dilantik, Bupati Minta Komitmen Wujudkan Pelayanan Publik Berkualitas

Tenggarong – Sebanyak 1.870 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Tenaga Paruh Waktu resmi dilantik dan diambil sumpahnya.

Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Kantor Bupati Kukar, Tenggarong, Jumat (31/10/2025).

Meski sempat diguyur hujan, prosesi pelantikan tetap berlangsung khidmat dengan dihadiri Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Ketua DPRD Kukar, serta unsur Forkopimda Kukar.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri dalam kesempatan tersebut berpesan agar seluruh pegawai yang baru diangkat berkomitmen mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas.

Ia mengatakan, pelantikan ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di berbagai sektor.

“Kami berharap seluruh PPPK dan tenaga paruh waktu dapat menunjukkan loyalitas, disiplin, serta semangat pengabdian di tempat tugas masing-masing,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar para pegawai tidak mengajukan perpindahan lokasi kerja tanpa alasan kuat.

Pemerataan tenaga di seluruh wilayah Kukar disebut menjadi prioritas agar layanan publik dapat menjangkau masyarakat hingga ke pelosok.

“Kita ingin semua daerah mendapatkan pelayanan yang sama, karena keberadaan kalian adalah ujung tombak pemerintah,” tegasnya.

Aulia mengingatkan agar setiap pegawai PPPK yang baru dapat terus menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan amanahnya.

“Bekerjalah dengan tulus, karena pengabdian kalian menjadi bagian penting dari kemajuan Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (ak/ko)

OPD di Kukar Diminta Sesuaikan Program 2026 dengan RPJMD dan Kebutuhan Masyarakat

Tenggarong – Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) diminta menyesuaikan rencana kerja dan anggaran tahun 2026 dengan arah kebijakan pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD Kukar Idaman Terbaik serta kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.

Penyesuaian tersebut dibahas dalam kegiatan pemaparan Rencana Kerja Anggaran Perangkat Daerah (RKA-PD) Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Kamis (30/10/2025).

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri menjelaskan kondisi fiskal daerah mengalami perubahan yang signifikan setelah adanya penyesuaian dana transfer dari pusat.

Dari rencana awal sebesar Rp5,7 triliun, dana transfer ke daerah (TKD) yang diterima Kukar hanya Rp1,5 triliun.

“Kita tidak bisa memaksakan program dengan angka yang ideal. Semua harus disesuaikan dengan kondisi riil kemampuan daerah,” ujarnya.

Dengan adanya penyesuaian tersebut, Aulia memperkirakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kukar tahun 2026 berada di kisaran Rp6,5 hingga Rp7 Triliun.

Ia menilai dengan anggaran tersebut masih cukup untuk mendukung pembangunan prioritas daerah apabila diarahkan secara tepat.

“Kita ingin memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan, penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebelumnya belum sepenuhnya sejalan dengan RPJMD Kukar Idaman Terbaik 2025-2030.

Namun kini, kata dia, proses finalisasi RPJMD telah rampung dan sudah disepakati bersama dengan DPRD serta pihak OIKN, termasuk penyesuaian untuk wilayah terdampak IKN seperti Samboja, Muara Jawa, Loa Kulu, dan Loa Janan.

Menurutnya, kesepahaman tersebut menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan pembangunan tahun depan.

Aulia menegaskan, setiap program harus memiliki kejelasan sasaran dan manfaat agar tidak tumpang tindih dengan kebijakan pusat maupun provinsi.

“Kita sudah punya kesepahaman yang jelas antara eksekutif dan legislatif, baik dari sisi anggaran maupun lokus program. Karena itu, OPD harus menyesuaikan arah kerja mereka dengan kebijakan yang sudah kita sepakati bersama,” jelasnya.

Bupati menekankan tiga fokus utama yang wajib diperhatikan OPD dalam penyusunan anggaran.

Ia menyebut, prioritas tersebut harus menjadi panduan dalam menyusun program yang efektif dan berkelanjutan untuk masyarakat.

“Pertama, pastikan belanja pelayanan minimal terpenuhi. Kedua, program prioritas nasional dalam Asta Cita harus masuk. Ketiga, semua program dedikasi Kukar Idaman Terbaik wajib terakomodir,” tegasnya.

Menurutnya, anggaran daerah harus dikelola dengan bijak dan diarahkan pada kegiatan yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.

“Kita kurangi belanja perjalanan dinas dan kegiatan dokumentori. Anggaran harus diarahkan pada kebutuhan nyata masyarakat seperti pembangunan jalan, rumah sakit, rehabilitasi lingkungan, dan infrastruktur dasar lainnya,” pungkasnya. (ak/ko)

Malam Anugerah Inspirasi Pemuda Jadi Bukti Kepedulian Pemkab Kukar terhadap Generasi Muda

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperlihatkan komitmen kuat dalam mendukung dan kontribusi generasi muda, salah satunya melalui Malam Anugerah Inspirasi Pemuda yang digelar di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Rabu (29/10/2025).

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-97 tahun 2025, sekaligus menjadi wadah bagi pemerintah daerah untuk mengapresiasi pemuda-pemudi yang telah berprestasi dan berperan aktif dalam pembangunan daerah.

Asisten I Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, yang hadir mewakili Bupati Kukar, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan semangat generasi muda agar terus berkarya.

Menurutnya, Malam Anugerah Inspirasi Pemuda adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap para pemuda yang berkontribusi bagi masyarakat.

“Malam ini bukan sekadar seremoni, tetapi wujud nyata apresiasi kepada para pemuda Kukar yang telah berjuang dan berinovasi dalam berbagai bidang,” ujarnya.

Melalui beragam kategori pemuda inspirasi, Pemkab Kukar berharap semangat dan dedikasi anak muda dapat semakin tumbuh.

“Alhamdulillah ini bagian terpenting dari apresiasi yang harus kita dorong, karena pemuda adalah generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan para pendahulunya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Taufik menjelaskan dukungan terhadap pemuda tidak hanya berhenti pada pemberian penghargaan, tetapi juga melalui pembinaan dan pelatihan berkelanjutan agar mereka dapat menjadi pionir dalam lingkungannya.

Ia menilai, anak muda Kukar kini semakin menunjukkan potensi besar di berbagai sektor, baik sosial, ekonomi, maupun budaya.

“Apa yang dilakukan anak muda sekarang betul-betul dihargai. Ada apresiasi, ada penghargaan, dan ada juga dukungan pembinaan agar mereka terus berkembang,” ucapnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar yang menjadi penggagas kegiatan ini.

“Program ini diinisiasi oleh Dispora Kukar, dan kami ingin kegiatan seperti ini terus berlanjut dengan kategori yang semakin banyak agar lebih banyak pula pemuda yang bisa terlibat,” jelasnya.

Menurutnya, semangat yang ditunjukkan para pemuda Kukar menjadi bukti generasi muda memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah daerah akan terus berupaya menciptakan ruang partisipasi dan kesempatan yang lebih luas bagi mereka.

“Dengan semakin banyak pemuda yang berprestasi dan berkontribusi, saya yakin semangat kerja dan kemajuan Kukar akan terus tumbuh,” pungkasnya. (ak/ko)

Warga Resah, Sampah Rumah Tangga hingga Material Bangunan Menumpuk di Kelurahan Bukit Biru

Tenggarong – Tumpukan sampah di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi keluhan warga. Di sekitar tempat pembuangan sementara (TPS) terlihat berbagai jenis sampah rumah tangga hingga material bangunan terlihat menumpuk dan menimbulkan bau yang tidak sedap.

Kondisi ini membuat warga resah karena mencemari lingkungan sekaligus mengganggu kenyamanan sekitar.

Salah satu warga sekitar, Atik mengatakan persoalan ini sudah sering diingatkan oleh petugas kebersihan.

Namun, sebagian masyarakat masih belum disiplin dalam membuang sampah.

Masyarakat kerap menaruh sampah di luar tong bahkan di depan TPS, sehingga kendaraan pengangkut kesulitan mengangkut seluruhnya.

“Sudah sering diimbau supaya sampah dimasukkan ke tong, tapi masyarakat masih banyak yang buang di samping. Ada juga orang yang buang sisa ikan, ditaruh di luar, tidak langsung ke tong. Termasuk sisa-sisa bangunan, dibuang di depan situ. Akhirnya kendaraan pengangkut susah mengambil, jadi menumpuk,” ujarnya kepada adakaltim.com pada Selasa (28/10/2025).

Ia menuturkan, tumpukan itu tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau tak sedap yang mengganggu warga sekitar.

Selain itu, kata dia, sampah yang berserakan hingga ke pinggir jalan juga membahayakan pengguna lalu lintas.

“Kalau bisa jangan sampai buang di pinggir jalan, masukan langsung ke tong karena ini jalur lalu lintas,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua RT 07 Kelurahan Bukit Biru, Saryono, mengungkapkan bahwa sebagian warga masih belum memahami perbedaan antara sampah rumah tangga dan sampah kebun.

Akibatnya, berbagai jenis sampah dicampur dan dibuang menjadi satu di TPS.

“Akhirnya semua dibuang jadi satu, kadang tongnya kosong, tapi tetap ditaruh di luar. Itu sudah jadi kebiasaan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti adanya kebiasaan buruk sebagian warga yang membuang ikan tak laku di sekitar TPS.

Aksi itu sempat terekam kamera CCTV milik warung di sekitar lokasi dimana plastik pembungkus ikan diambil, sementara ikan dibuang begitu saja di samping tong sehingga bau tak sedap di sekitar area kerap tercium.

“Ban motor pernah bocor gara-gara kaca yang berserakan di sekitar TPS,” ungkapnya.

Saryono juga mengungkapkan, penumpukan sampah di lokasi tersebut semakin parah karena TPS tersebut juga digunakan oleh warga dari dua kelurahan lain, yakni Kelurahan Timbau dan Kelurahan Jahab.

Posisi TPS yang berada di jalur poros membuat banyak orang memilih membuang sampah di tempat tersebut.

“Jadi sampahnya makin banyak dan cepat penuh,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan, sebelumnya di Kelurahan Bukit Biru terdapat beberapa TPS lain yang membantu menampung sampah warga, namun kini sudah dibongkar.

Akibatnya, beban pembuangan sampah menumpuk di satu titik yang kini tidak lagi mampu menampung volume buangan harian.

“Dulu di Bukit Biru sempat ada beberapa TPS lain, tapi sudah dibongkar. Sekarang tinggal satu di sini, jadi semua warga buang ke tempat yang sama,” terangnya.

Menurutnya, persoalan ini sudah berulang kali disampaikan kepada pihak kelurahan.

Namun, tanpa penanganan yang lebih menyeluruh dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan, kondisi serupa dikhawatirkan akan terus terulang.

“Harapan kami ada penanganan lebih serius dari pemerintah dan kesadaran masyarakat juga harus ditingkatkan, supaya masalah sampah tidak terus berulang,” pungkasnya. (ak/ko)

Pemkab Kukar Ajak Pemuda Terus Berinovasi dan Berkarya di Hari Sumpah Pemuda Tahun 2025

Tenggarong -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mengajak generasi muda untuk terus berinovasi dan berkarya demi kemajuan daerah.

Ajakan ini disampaikan dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025 yang digelar di Halaman Kantor Bupati Kukar, Tenggarong, Selasa (28/10/2025).

Upacara berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, aparatur sipil negara (ASN), hingga organisasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan.

Nuansa kebinekaan tampak kental dengan kehadiran beberapa peserta yang mengenakan pakaian adat daerah, mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman.

Asisten I Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, yang bertindak sebagai pembina upacara, menegaskan pentingnya semangat kebangsaan dan daya juang generasi muda agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

“Momentum ini penting untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan bangsa. Karena bagaimanapun, kemajuan bangsa berada di tangan para pemuda,” ujarnya.

Ia menilai, perjuangan pemuda masa kini berbeda dari masa lalu, namun nilai pengabdian kepada bangsa harus tetap terjaga.

Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini justru terletak pada kemampuan beradaptasi dan berkontribusi secara nyata.

“Kalau dulu berjuang melawan penjajahan, sekarang perjuangannya adalah melawan kemalasan dan ketidakpedulian terhadap lingkungan sekitar,” ucapnya.

Taufik juga menekankan agar para pemuda di Kukar tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan, serta terus mengasah potensi diri untuk menjadi bagian dari pembangunan daerah.

Ia berharap generasi muda tetap memiliki semangat yang menyala dan berpegang pada nilai integritas.

“Mudah-mudahan para pemuda tetap semangat, tidak lelah, dan tidak pantang menyerah. Teruslah berinovasi, berkreativitas, dan menjunjung tinggi integritas dalam setiap langkah,” tutupnya. (ak/ko)

Distanak Kukar Rancang Arah Baru Pembangunan Pertanian dan Peternakan Lima Tahun ke Depan

Tenggarong – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai merancang arah baru pembangunan sektor pertanian dan peternakan untuk lima tahun mendatang melalui penyusunan Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029.

Dokumen ini disiapkan sebagai pedoman dalam menentukan kebijakan, program, dan sasaran pembangunan pertanian yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Kegiatan penyempurnaan Renstra tersebut dilaksanakan di Hotel Grand Fatma Tenggarong, Senin (27/10/2025).

Dalam penyusunannya, berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan juga akademisi turut terlibat agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat tani dan peternak di Kukar.

Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik menjelaskan, penyusunan Renstra kali ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan berbasis kondisi lapangan.

Dengan dilakukan itu, kata dia, penyusunan Renstra Tidak lagi bersifat administratif semata, melainkan benar-benar dirancang untuk menjawab tantangan yang dihadapi pelaku sektor pertanian dan peternakan.

“Renstra ini kami susun agar bisa menjadi acuan nyata dalam pelaksanaan program di lapangan, bukan hanya sekadar dokumen formalitas,” tuturnya.

Ia mengatakan, penyusunan Renstra merupakan amanat dari peraturan perundang-undangan setelah penetapan RPJMD Kukar.

Setiap perangkat daerah diwajibkan menyusun dokumen perencanaan strategis yang akan ditetapkan melalui peraturan daerah.

Ia mengungkapkan bahwa proses penyusunan Renstra sendiri telah dimulai sejak akhir 2024 dan kini memasuki tahap akhir.

Dalam penyusunannya, Distanak melibatkan Bappeda Kukar, Universitas Kutai Kartanegara, serta Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Timur guna memastikan keselarasan arah kebijakan pembangunan.

“Kami ingin dokumen ini menggambarkan kebutuhan faktual serta arah kebijakan yang benar-benar berpihak kepada petani dan peternak Kukar,” jelasnya.

Ke depan, Distanak juga akan menggandeng kelompok tani, Gapoktan, serta Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dalam pembahasan akhir agar Renstra ini lebih representatif terhadap kondisi lapangan.

“Kami berharap Renstra ini bisa menjadi pedoman nyata dalam mewujudkan Kukar Idaman di bidang pertanian dan peternakan, dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan petani dan peternak,” pungkasnya. (ak/ko)