BERITA TERBARU

Ahmad Yani Tegaskan Perintah DPP PDI-Perjuangan Larang Kader Kelola MBG

Tenggarong – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani menegaskan bahwa surat edaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-Perjuangan terkait larangan kader mengelola MBG merupakan instruksi resmi yang wajib dipatuhi seluruh kader tanpa pengecualian.

Ahmad Yani yang juga merupakan kader PDI-Perjuangan di DPRD Kukar menyampaikan keputusan tersebut adalah perintah langsung dari Ketua Umum partai dan tidak dapat dianggap sebagai imbauan biasa.

“Itu bukan sekadar selebaran atau informasi biasa. Itu adalah perintah langsung dari Ketua Umum yang wajib kami jalankan sebagai kader,” tegasnya, Selasa (3/3/2026).

Ia menegaskan, seluruh kader PDI-Perjuangan tidak diperbolehkan mengurus MBG dalam bentuk apa pun, termasuk menjadi kontraktor maupun terlibat dalam pengelolaannya.

“Kami sebagai kader tidak boleh mengelola MBG, apalagi sampai menjadi kontraktor. Itu sudah menjadi ketentuan partai dan tidak ada pengecualian,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, apabila ditemukan adanya kader, termasuk anggota DPRD dari Fraksi PDI-Perjuangan, yang tetap terlibat, maka hal tersebut akan menjadi perhatian serius partai dan diproses sesuai mekanisme organisasi.

“Kalau ada kader yang masih terlibat, silakan dilaporkan ke DPC. Itu akan kami tindak lanjuti karena ini perintah Dewan Pimpinan Pusat yang harus ditaati,” kaa dia.

Ia memastikan secara organisasi PDI-Perjuangan tidak mengurus MBG dan seluruh kader memahami batasan tersebut sebagai bentuk kepatuhan terhadap keputusan partai.

“Secara sistem partai kami tidak terlibat dalam pengelolaan MBG. Perintah sudah jelas dan kami wajib mematuhinya,” tutupnya. (ak/ko)

Dinsos Kukar Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Berjalan Meski 25.743 Peserta PBI JK Dinonaktifkan

Tenggarong – Dinas Sosial Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan layanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan meski sebanyak 25.743 peserta PBI Jaminan Kesehatan (PBI JK) berstatus nonaktif.

Kepastian tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Status Kepesertaan PBI JK Kabupaten Kukar yang digelar di Aula Pertemuan Dinas Sosial Kukar, Tenggarong, Selasa (3/3/2026).

Kepala Dinas Sosial Kukar, Rinda Desianti, menjelaskan angka 25.743 jiwa tersebut merupakan peserta PBI yang dibiayai APBN dan dinonaktifkan oleh pemerintah pusat berdasarkan data nasional.

Namun demikian, data tersebut bersifat dinamis dan terus bergerak seiring proses verifikasi serta reaktivasi yang dilakukan.

“Yang perlu kami tegaskan, masyarakat tidak perlu panik. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa warga yang terdampak penonaktifan tetap memperoleh pelayanan kesehatan. Proses reaktivasi terus kami fasilitasi dan jumlahnya setiap hari bertambah,” ujarnya.

Ia menyebutkan, hingga data terakhir, sebanyak 1.706 jiwa telah melakukan proses reaktivasi melalui berbagai segmen, mulai dari peserta mandiri, badan usaha, TNI, ASN, hingga segmen lainnya.

Pemerintah daerah juga diberikan waktu dua bulan untuk memfasilitasi masyarakat yang datanya terkeluar agar dapat kembali aktif.

Ia mengungkapkan, wilayah dengan jumlah penonaktifan terbanyak berada di Kecamatan Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Janan, Samboja.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Kukar, Ika Irawati menjelaskan sosialisasi tersebut merupakan bentuk sinergi lintas sektor antara BPJS Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan dalam menyikapi penonaktifan kepesertaan sejak Februari 2026.

“Kegiatan ini kami laksanakan agar seluruh PIC fasilitas kesehatan, Puskesos, dan Kasi Kesra di desa maupun kelurahan memahami alur reaktivasi. Jadi ketika masyarakat datang dengan status nonaktif, tidak ada kebingungan dalam penanganannya,” ujarnya.

Menurutnya, selama peserta masih tercantum dalam SK Kementerian Sosial Nomor 3 Tahun 2026, proses reaktivasi tetap dapat dilakukan, termasuk melalui mekanisme percepatan menggunakan tautan khusus dari Kementerian Sosial untuk kondisi mendesak.

Surat keterangan sakit dari fasilitas kesehatan juga menjadi salah satu dasar dalam percepatan pengajuan.

Ia menegaskan, pelayanan kesehatan tetap berjalan seperti biasa dan tidak boleh ada penolakan terhadap pasien, sepanjang mengikuti ketentuan layanan kelas 3 sesuai pembiayaan PBI.

“Kami bersama Dinas Sosial terus berkoordinasi agar masyarakat yang memang berhak bisa segera kembali aktif kepesertaannya. Prinsipnya, pelayanan kesehatan tetap berjalan dan masyarakat tidak kehilangan akses layanan,” tutupnya. (ak/ko)

Digerebek di Kandang Ayam, Pemuda 21 Tahun Diciduk dengan 1,13 Gram Sabu di Sebulu

Tenggarong – Seorang pemuda berinisial RA (21) tahun digerebek aparat kepolisian di sebuah pondok kandang ayam broiler di Jalan Usaha Tani RT 017 Desa Sumber Sari, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan narkotika jenis sabu dengan berat total 1,13 gram.

Pengungkapan kasus ini dilakukan jajaran Polsek Sebulu setelah menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan aktivitas transaksi sabu di wilayah tersebut pada Sabtu (28/2/2026).

Kapolsek Sebulu IPTU Edi Subagyo, menjelaskan setelah menerima informasi dari masyarakat, Unit Reskrim segera melakukan penyelidikan di lokasi yang dimaksud.

“Unit Reskrim Polsek Sebulu mendapat informasi dari warga bahwa di Jalan Usaha Tani RT 017 Desa Sumber Sari sering terjadi transaksi penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Setelah memastikan kebenaran informasi, petugas langsung melakukan penggerebekan di pondok kandang ayam broiler dan mendapati seorang laki-laki yang kemudian diketahui berinisial RA.

“Selanjutnya tim langsung melakukan penggeledahan terhadap badan dan kamar tersangka,” lanjutnya.

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan sejumlah paket sabu siap edar dengan total berat 1,13 gram.

Selain itu, turut diamankan barang-barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran, seperti plastik kemasan, alat takar, alat hisap, serta satu unit telepon genggam.

Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengakui bahwa sabu tersebut bukan miliknya seorang diri.

“Berdasarkan pengakuan tersangka, narkotika jenis sabu tersebut dititipkan oleh seseorang berinisial KORI dan apabila ada pembeli akan diarahkan kepada tersangka,” ungkapnya.

Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Sebulu untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, Ia dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (ak/ko)

Cuaca Hujan dan Petir Diduga Sebabkan Nelayan Tenggelam di Muara Jawa

Tenggarong – Cuaca hujan disertai petir diduga menjadi sebab tenggelamnya seorang nelayan di perairan Sungai Tamapole RT 02 Kelurahan Tamapole Kecamatan Muara Jawa Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (1/3/2026) dan hingga kini korban masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Korban diketahui bernama Udi (36), warga Muara Ulu Kecil, Kelurahan Muara Kembang Kecamatan Muara Jawa.

Berdasarkan laporan resmi Satpolairud Polres Kukar, korban berangkat seorang diri menggunakan perahu dari Muara Ulu Kecil menuju Muara Kembang sebelum akhirnya tenggelam di wilayah Sungai Tamapole.

Kepala Satuan Polisi Air dan Udara Polres Kutai Kartanegara, AKP Benedict Jaya, menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan laporan yang diterima pihaknya.

“Pada saat korban melintasi perairan Sungai Tamapole cuaca dalam kondisi hujan dan petir, kemudian perahu yang dikemudikan korban tenggelam berikut korban,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Ia mengungkapkan bahwa hingga Minggu malam korban belum ditemukan dan pencarian terus dilakukan.

“Sampai dengan pukul 20.30 WITA korban belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan,” kata dia.

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Direktorat Polairud Polda Kalimantan Timur, TNI AL PATKAMLA Lamaru, BASARNAS Balikpapan, Damkar Muara Jawa, serta relawan dan masyarakat setempat.

“Situasi selama pelaksanaan kegiatan berjalan aman dan kondusif, dan pencarian akan terus kami lakukan hingga korban ditemukan,” tutupnya. (ak/ko)

Jamaah Umrah Kukar Dipastikan Aman di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah

Tenggarong – Jamaah umrah asal Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dipastikan dalam kondisi aman meskipun eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah tengah meningkat dan berdampak pada sejumlah penerbangan internasional.

Kekhawatiran sempat mencuat setelah beredar informasi dari keluarga jamaah yang menyebut bahwa anggota keluarga mereka yang sedang menunaikan ibadah umrah tidak dapat kembali ke Tanah Air.

Informasi tersebut menyebutkan adanya pembatalan sejumlah tiket penerbangan akibat konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, sehingga memicu keresahan di tengah masyarakat.

Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kukar, Norjali, menegaskan hingga saat ini belum ada jamaah asal Kukar yang terdampak langsung maupun mengalami kendala serius terkait kepulangan.

“Untuk jamaah Kukar, saat ini masih di sana semua. Belum ada yang pulang dan kondisinya aman,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).

Ia menerangkan mayoritas jamaah memang masih berada di Tanah Suci karena masa tinggal mereka belum berakhir.

Lama perjalanan berbeda-beda sesuai paket yang dipilih, mulai dari hampir dua pekan hingga satu bulan penuh.

“Data pastinya belum ada, karena laporan dari travel belum masuk semua. Informasi yang ada baru sebatas komunikasi di grup travel,” kata dia.

Menurutnya, dinamika penerbangan internasional saat ini memang terjadi di sejumlah titik transit di luar Arab Saudi.

Namun demikian, ia memastikan operasional bandara utama di Jeddah dan Madinah masih berjalan seperti biasa.

“Yang terdampak baru di wilayah Dubai. Untuk Jeddah dan Madinah masih aman. Bandara King Abdulaziz Jeddah juga masih beroperasi,” jelasnya.

Pihaknya terus memantau perkembangan situasi melalui komunikasi rutin dengan penyelenggara perjalanan umrah serta perwakilan pemerintah Indonesia di Arab Saudi guna memastikan jamaah tetap dalam pengawasan.

Sebagai langkah kehati-hatian, keberangkatan rombongan baru untuk sementara waktu ditangguhkan, terutama bagi yang menggunakan rute transit melalui beberapa negara Asia dan Timur Tengah, guna menghindari potensi perubahan jadwal penerbangan mendadak.

Norjali juga menyebut rombongan binaan terakhir dari Kukar telah diberangkatkan pada 26 Februari 2026 dan seluruhnya telah tiba dengan selamat di Arab Saudi.

“Yang kami bina terakhir sudah berangkat Kamis lalu. Semua sudah sampai di sana dan dalam kondisi baik,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk tetap tenang serta menyaring informasi yang beredar agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

“Kami minta masyarakat tetap tenang, jangan terprovokasi isu-isu yang belum pasti, dan percayakan penanganannya kepada pemerintah,” pungkasnya. (ak/ko)

Membludak!!! Buka Puasa Bersama Ketua DPRD Kukar Dipadati Ribuan Masyarakat

Tenggarong – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti kediaman pribadi Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani di Kecamatan Tenggarong, Sabtu (28/2/2026).

Sejak sore hari, masyarakat dari berbagai penjuru Kukar mulai berdatangan untuk menghadiri buka puasa bersama yang digelar Ketua DPRD Kukar tersebut.

Di luar dugaan, jumlah yang hadir membludak dan jauh melampaui perkiraan awal panitia.

Awalnya, kegiatan itu dipersiapkan untuk sekitar seribuan tamu. Namun, antusiasme warga ternyata begitu besar.

Halaman rumah hingga ruas jalan di sekitar lokasi dipenuhi masyarakat yang ingin bersilaturahmi sekaligus berbuka puasa bersama.

“ ini di luar ekspektasi sebenarnya, kami awalnya memperkirakan jumlah yang hadir sekitar seribuan, tetapi ternyata jika dihitung mencapai ribuan, bahkan hampir dua kali lipat dari perkiraan,” ujarnya.

Tak hanya buka puasa bersama, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pembagian bingkisan parcel kepada masyarakat yang hadir.

Paket tersebut dibagikan sebagai bentuk kepedulian dan berbagai kebahagian di bulan suci ramadan.

“Saya juga tidak menyangka, namun Alhamdulillah apa yang sudah kami siapkan cukup dan tidak ada kekurangan sedikit pun,” kata dia.

Ia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud silaturahmi antara dirinya dengan masyarakat.

Bahkan, kata dia, banyak warga yang datang bersama keluarga, bahkan dari wilayah yang cukup jauh di Kukar.

“Tentu kami sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi yang besar kepada masyarakat, terlebih banyak yang datang dari jauh. Memang tujuan kita adalah bersilaturahmi, berbagi, dan saling memaafkan, itu yang paling utama,” tuturnya.

Sebagai Ketua DPRD Kukar, ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus ia lakukan di setiap bulan Ramadan sebagai ruang kebersamaan dan berbagi dengan masyarakat.

“Kegiatan seperti ini akan terus kita laksanakan setiap Ramadhan,” pungkasnya. (ak/ko)