BERITA TERBARU

Bapanas Tegaskan Minyak Goreng Curah Tak Boleh Dikemas dalam Botol Bekas

Tenggarong – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan minyak goreng curah tidak boleh dikemas menggunakan botol bekas air mineral.

Peringatan tersebut muncul setelah masih ditemukannya pedagang yang menjual minyak curah dengan cara memindahkannya ke dalam botol bekas, praktik yang dinilai berisiko terhadap keamanan pangan.

Hal itu terungkap saat Bapanas melakukan inspeksi mendadak di Pasar Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara pada Jumat (6/3/2026).

Dalam peninjauan tersebut, petugas masih menjumpai minyak goreng curah dijual dalam botol bekas yang sebelumnya digunakan untuk air mineral.

Ketua Tim Kerja Stabilisasi Pasokan Pangan Bapanas, Yudhi Harsatriadi Sandyatma mengatakan praktik tersebut tidak diperbolehkan karena tidak sesuai dengan ketentuan pengemasan produk pangan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Untuk minyak curah itu tidak boleh dikemas dalam bentuk kemasan-kemasan seperti air botol mineral, karena itu sudah diatur dalam peraturan Badan Pangan Nasional yang mengatur tentang label dan kemasan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap produk pangan yang beredar di masyarakat seharusnya menggunakan kemasan yang telah memenuhi standar serta memiliki identitas atau registrasi yang jelas.

Ketentuan tersebut dimaksudkan agar kualitas produk tetap terjaga sekaligus memberi jaminan keamanan bagi konsumen.

Menurutnya, penggunaan wadah bekas tanpa proses pembersihan yang terkontrol berpotensi menyebabkan kontaminasi pada minyak goreng.

Sisa zat yang sebelumnya berada di dalam botol dapat bercampur dengan minyak sehingga memengaruhi kualitasnya.

“Tidak sembarang dari curah dipindahkan ke botol air mineral, karena bisa saja terindikasi tercampur dengan zat-zat organik ataupun bahan lain yang dapat mengganggu keamanan pangan,” jelasnya.

Selain itu, pemindahan minyak dari wadah curah ke botol bekas juga meningkatkan kemungkinan tercampurnya unsur lain yang tidak diketahui asal-usulnya.

Kondisi ini dapat menimbulkan dampak kesehatan apabila minyak yang sudah tercemar tersebut dikonsumsi masyarakat.

Karena itu, pemerintah mengimbau pedagang agar mematuhi aturan terkait pengemasan pangan dan tidak lagi menggunakan botol bekas sebagai wadah penjualan minyak goreng curah.

“Sehingga alasan kami dari pemerintah, minyak itu tidak boleh dikemas dalam bentuk botol bekas air mineral atau sejenisnya karena berpotensi mengganggu keamanan pangan dan kesehatan masyarakat,” tutupnya. (ak/ko)

Menjelang Panen, Serangan Hama dan Cuaca Tidak Menentu Jadi Kekhawatiran Petani di Maluhu

Tenggarong – Hamparan sawah di Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai menguning menandakan masa panen padi semakin dekat.

Namun di balik pemandangan tersebut, para petani justru diliputi kekhawatiran akibat serangan hama dan kondisi cuaca yang tidak menentu.

Seorang petani padi, Sutik mengaku saat tanaman padi memasuki masa menjelang panen, ancaman hama mulai meningkat.

Tikus sawah dan burung kerap datang ke lahan pertanian dan merusak bulir padi yang sudah mulai berisi.

“Kalau sudah mendekati panen seperti ini biasanya hama mulai banyak. Tikus sama burung sering masuk ke sawah dan memakan bulir padi yang sudah mulai berisi,” ujarnya saat ditemui di areal persawahan pada Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat para petani harus lebih sering memantau sawah agar kerusakan tanaman tidak semakin meluas.

Berbagai cara dilakukan untuk mengurangi serangan hama, mulai dari memasang orang-orangan sawah hingga menjaga lahan secara bergantian.

“Biasanya kami pasang orang-orangan sawah supaya burung tidak datang. Kadang juga kami jaga sawah, tapi tetap saja masih ada yang masuk,” kata dia.

Selain serangan hama, faktor cuaca juga menjadi perhatian para petani.

Sutik mengatakan hujan yang turun terus-menerus saat musim panen dapat membuat tanaman padi yang sudah matang bisa rebah ke tanah dan sebagian bulirnya rontok, sehingga proses panen menjadi lebih sulit dan hasil yang didapat berpotensi berkurang.

“Kalau hujan terus saat padi sudah siap panen, tanaman bisa rebah. Kalau sudah begitu panennya jadi lebih sulit dan hasilnya juga bisa berkurang,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, curah hujan yang tinggi juga menyulitkan petani dalam mengeringkan gabah.

Jika gabah terlalu lama dalam kondisi basah, kualitasnya bisa menurun dan berdampak pada harga jual saat dipasarkan.

Meski demikian, ia tetap berharap kondisi cuaca ke depan lebih bersahabat agar proses panen dapat berjalan lancar.

Sutik juga berharap hasil panen tahun ini tetap baik meski menghadapi sejumlah tantangan di lapangan.

“Mudah-mudahan cuaca bagus sampai panen nanti supaya hasilnya tetap maksimal dan tidak banyak yang rusak,” tutupnya. (ak/ko)

Gelar Buka Puasa dan Tarawih Bersama, Rumah Dinas Ketua DPRD Kukar Dipadati Warga

Tenggarong – Ratusan warga memadati Rumah Dinas Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam kegiatan buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri masyarakat dari berbagai kalangan, baik dari anggota DPRD, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para santri, tokoh agama, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai wilayah di Kukar.

Sejak sore hari, masyarakat mulai berdatangan untuk mengikuti rangkaian kegiatan Ramadan tersebut.

Antusiasme warga terlihat dari ramainya halaman hingga area sekitar rumah dinas yang dipenuhi jamaah yang ingin mengikuti kegiatan hingga malam hari.

Sebelum berbuka puasa, kegiatan diawali dengan lantunan sholawat yang diikuti para santri dan masyarakat yang hadir.

Suasana religius terasa ketika ratusan jamaah bersama-sama melantunkan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian kultum oleh Ustaz Lukmanul Hakim yang memberikan tausiyah kepada para jamaah.

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian menjadi kebahagiaan bagi kami karena kita bisa bersilaturahmi dalam suasana Ramadan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyelenggaraan kegiatan masih terdapat keterbatasan, khususnya terkait kapasitas tempat yang tidak mampu menampung seluruh masyarakat yang hadir.

“Kami memohon maaf apabila tempat yang disediakan tidak mampu menampung seluruh undangan yang hadir. Antusiasme masyarakat yang begitu besar membuat ruangan yang tersedia menjadi sangat penuh,” kata dia.

Meski demikian, menurutnya hal tersebut justru menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Kukar dalam menjalin silaturahmi di bulan suci Ramadan.

“Namun yang terpenting adalah kebersamaan dan silaturahmi yang terjalin di antara kita semua. Semoga kegiatan seperti ini membawa keberkahan dan semakin mempererat persaudaraan kita di Kutai Kartanegara,” tutupnya. (ak/ko)

Polisi Amankan Kakak Ipar Korban dalam Kasus Persetubuhan Anak di Kukar

Tenggarong – Suasana tenang di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendadak berubah setelah terungkap dugaan kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Seorang pria berinisial AR (26) diamankan aparat kepolisian karena diduga melakukan perbuatan tersebut terhadap korban berusia 14 tahun yang masih memiliki hubungan keluarga dengannya.

Unit Reskrim Polsek Loa Kulu bergerak cepat setelah menerima laporan dari pihak keluarga korban.

Pelaku yang diketahui merupakan kakak ipar korban kini telah diamankan di Mapolsek Loa Kulu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolsek Loa Kulu, AKP Hari Supranoto, membenarkan adanya penanganan kasus tersebut.

Ia menegaskan kepolisian akan menindak tegas setiap bentuk kejahatan seksual, terlebih jika korbannya masih berstatus anak.

“Tersangka AR sudah kami amankan di Mapolsek Loa Kulu untuk proses hukum lebih lanjut. Tindakan ini merupakan respon cepat Polri dalam memberikan keadilan bagi korban dan memastikan hukum ditegakkan setegas-tegasnya,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Kasus ini terungkap setelah pihak keluarga korban memperoleh informasi dari sejumlah saksi mengenai peristiwa yang diduga terjadi pada rentang waktu November hingga Desember 2025 di kediaman keluarga di Desa Jembayan Tengah.

Mendengar kabar tersebut, keluarga bersama warga setempat kemudian mencari keberadaan pelaku.

Pada Minggu (22/2/2025), pelaku berhasil diamankan oleh warga. Setelah mengamankan pelaku, aparat Polsek Loa Kulu langsung melakukan pemeriksaan awal serta mengumpulkan barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Selain itu, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan tenaga medis untuk melakukan visum et repertum sebagai bagian dari proses pembuktian dalam penyidikan.

Atas dugaan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 76 D Jo Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 473 ayat (4) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Heri menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen menangani perkara ini secara serius dan profesional.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih waspada dan proaktif dalam mengawasi lingkungan keluarga,” tandasnya. (ak/ko)

Film Penyambung Lidah Rakyat Rekam Setahun Kiprah Rahmat Darmawan di DPRD Kukar

Tenggarong – Di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Rahmat Darmawan memilih cara yang berbeda untuk merekam perjalanan politiknya.

Satu tahun masa pengabdiannya di parlemen, ia rangkai dalam sebuah film dokumenter berjudul Penyambung Lidah Rakyat.

Film tersebut menjadi potret perjalanan Rahmat sejak dipercaya duduk di Komisi II DPRD Kukar pada periode 2024–2029.

Berbagai aktivitasnya di tengah masyarakat, mulai dari menyerap aspirasi hingga mengawal program pemerintah daerah, didokumentasikan dan dirangkai menjadi sebuah kisah visual tentang perjalanan seorang wakil rakyat.

Rahmat yang merupakan kader PDI-Perjuangan mengungkapkan bahwa gagasan pembuatan film ini berawal dari inisiatif tim dan relawan yang ingin merangkum perjalanan kerjanya selama satu tahun terakhir.

“Dokumentasi perjalanan saya selama satu tahun menjabat sebagai anggota DPR. Dari advokasi masyarakat, mengawal program pemerintah, sampai membantu agar program itu benar-benar terfasilitasi,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Bagi Rahmat, film ini bukan sekadar dokumentasi aktivitas politik. Ia melihatnya sebagai ruang refleksi, sekaligus upaya keterbukaan kepada masyarakat bagaimana proses kerja seorang anggota dewan dalam menjalankan amanah.

Rencananya, film Penyambung Lidah Rakyat akan diputar di tiga kecamatan yang menjadi daerah pemilihannya, yakni Samboja, Muara Jawa, dan Sanga-Sanga.

Pemutaran perdana dijadwalkan berlangsung setelah Idulfitri 2026 melalui kegiatan nonton bareng bersama masyarakat.

“Trailernya sudah ada, tinggal menunggu waktu. Anak-anak muda di sana yang banyak membantu menyiapkan tempat dan teknisnya,” jelasnya.

Judul Penyambung Lidah Rakyat sendiri memiliki cerita tersendiri bagi Rahmat.

Ia mengingat kembali saat pertama kali menerima buku berjudul Penyambung Lidah Rakyat Indonesia dari mentornya, Muhammad Samsun, yang kini menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur.

Buku yang terinspirasi dari perjalanan Bung Karno tersebut dibacanya berulang kali.

Dari sana ia mulai memahami bahwa politik, bagi dirinya adalah jalan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat.

“Dulu saya diberi buku berjudul Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Saya baca berkali-kali dan dari situ saya merasa bahwa perjalanan politik saya harus berangkat dari menyuarakan aspirasi masyarakat,” tuturnya.

Rahmat menyadari jalan politik yang ia tempuh tidak berasal dari latar belakang keluarga politisi.

Ibunya seorang pedagang, sementara ayahnya seorang petani. Ia tumbuh dari keluarga sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Saya ini tidak punya rekam jejak sebagai politisi. Jadi ketika saya banyak menyuarakan isu-isu masyarakat, orang bilang lewat saya aspirasi mereka bisa tersampaikan,” ucapnya.

Melalui film tersebut, Rahmat juga ingin menghadirkan edukasi politik kepada masyarakat.

Penonton diajak memahami proses politik tidak hanya terjadi di ruang sidang, tetapi juga lahir dari interaksi dengan masyarakat, diskusi, hingga perjuangan mengawal kebijakan.

Ia berharap film ini dapat mengubah cara pandang sebagian masyarakat yang kerap melihat politik hanya dari sisi negatif.

“Politik itu ibarat pisau. Tergantung siapa yang memegang dan bagaimana menggunakannya. Kalau digunakan untuk kebaikan, maka hasilnya baik. Tapi kalau dijalankan oleh orang yang tidak baik, tentu kebijakannya juga tidak akan baik,” tegasnya.

Bagi Rahmat, pilihan politik masyarakat memiliki dampak jangka panjang terhadap arah kebijakan yang lahir di kemudian hari.

“Kebijakan yang kita nikmati hari ini adalah hasil dari pilihan politik kita kemarin,” pungkasnya. (ak/ko)

DPC PDI-Perjuangan Kukar Ajak Insan Pers Perkuat Sinergi di Momentum Ramadan

Tenggarong – Suasana hangat Ramadan terasa di Kantor DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Tenggarong, Selasa (3/3/2026).

Melalui kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama, DPC PDI-Perjuangan Kukar mengajak insan pers memperkuat sinergi sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka di momentum bulan suci.

Puluhan jurnalis dari berbagai media hadir dalam kegiatan tersebut, selain menjadi ajang berbuka puasa bersama, pertemuan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang perbincangan santai antara partai politik dan media mengenai berbagai isu yang berkembang di daerah.

Wakil Sekretaris DPC PDI-Perjuangan Kukar, Rahmat Darmawan menyampaikan apresiasi atas kehadiran para wartawan yang selama ini turut berperan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Kami di PDI-Perjuangan sangat terbuka terhadap berbagai masukan. Kritik, saran, dan gagasan adalah bagian dari proses untuk terus bertumbuh dan memperbaiki diri,” ujarnya.

Ia menilai media memiliki posisi penting dalam menyampaikan berbagai dinamika yang terjadi di masyarakat.

Informasi yang disampaikan melalui pemberitaan dinilai dapat membantu berbagai pihak memahami kondisi lapangan secara lebih luas.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmat juga mendorong para jurnalis untuk berbagi pengalaman serta temuan selama menjalankan tugas peliputan.

Menurutnya, berbagai persoalan sosial yang ditemukan di lapangan dapat menjadi bahan diskusi bersama untuk mencari solusi.

Ia menuturkan, kepengurusan DPC PDI-Perjuangan Kukar saat ini berupaya menghadirkan semangat baru dalam menjalankan organisasi.

Berbagai langkah pembaruan yang dilakukan disebut sebagai upaya memperkuat kehadiran partai di tengah masyarakat sekaligus merespons perkembangan zaman.

Sementara itu, Ketua PWI Kukar, Andi Wibowo, mengapresiasi kegiatan silaturahmi tersebut. Ia menilai pertemuan seperti ini penting untuk menjaga komunikasi yang sehat antara media dan berbagai pihak, termasuk partai politik.

“Semoga pertemuan seperti ini terus terjaga, karena dari komunikasi yang terbuka dan hangat akan lahir gagasan serta kolaborasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya. (ak/ko)