BERITA TERBARU

Jahidin Terima Aspirasi Warga soal Posyandu dan Siskamling dalam Reses DPRD Kaltim

Samarinda – Anggota DPRD Kaltim, Jahidin, menyampaikan bahwa agenda reses yang telah disusun oleh pimpinan dan Badan Musyawarah DPRD Kaltim akan segera dilaksanakan.

Dalam reses kali ini, warga dari RT 107, 106, dan 109, Jalan Elang, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, menyampaikan beberapa usulan penting, termasuk pengadaan posyandu di wilayah tersebut.

“Jadi, warga setempat meminta supaya dibantu dalam rangka pengadaan Posyandu,” ujar Jahidin saat ditemui usai kegiatan reses, Senin (4/11/2024).

Selain itu, warga juga mengusulkan penguatan sistem keamanan lingkungan (siskamling) melalui pos ronda, mengingat daerah tersebut rawan terhadap indikasi peredaran narkoba.

“Nanti, para Ketua RT akan kita kumpulkan untuk membahas bersama. Nantinya, akan kita musyawarahkan secara kekeluargaan, sehingga kita dapat membentuk kembali keamanan lingkungan seperti sebelumnya,” ungkap Jahidin.

Langkah tersebut diharapkan dapat dijalankan melalui jadwal ronda yang telah disepakati bersama warga. Sebagai alternatif, Jahidin juga mengusulkan pembentukan penjaga tetap atau wakar di setiap pos ronda yang akan mendapatkan insentif dari iuran warga per bulan. Dengan demikian, sistem keamanan lingkungan bisa lebih terjaga.

“Sistem siskamling ini bisa memberikan rasa aman kepada warga. Dengan adanya jadwal ronda dan bantuan penjaga tetap, kita bisa meminimalisir potensi gangguan keamanan, termasuk bahaya narkoba,” tuturnya.

Terakhir, Jahidin berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat. (adv)

PPS Kukar Ikuti Pelatihan Pertanian Bahan Olah Ramah Lingkungan untuk Tingkatkan Kualitas Pertanian

Tenggarong – Pelatihan pertanian berwawasan lingkungan untuk para Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) se-Kutai Kartanegara (Kukar) digelar di UPTD Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Senin (4/11/24).

Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan PPS dalam mengolah bahan pertanian yang ramah lingkungan, dengan peserta dari 20 kecamatan di Kukar.

Pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada dua perwakilan PPS, yaitu Rili dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Loa Janan dan Hamzah Al Fauzi dari BPP Muara Jawa oleh sekertaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono.

Sunggono, dalam sambutannya menekankan, peran strategis Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sangat penting dalam pembangunan pertanian di Kutai Kartanegara.

Menurutnya, PPL berperan sebagai fasilitator yang membantu mempermudah petani dalam membangun kemitraan usaha, mengakses pasar dan mendapatkan permodalan yang dibutuhkan.

Ia menambahkan, PPL juga harus berperan sebagai inisiator yang mampu memperkenalkan ide-ide baru, serta sebagai motivator yang dapat meningkatkan semangat dan rasa ingin tahu petani.

Selain itu, Sunggono menilai para penyuluh ini harus mampu menjadi agen perubahan yang bisa mendorong petani untuk berkembang lebih maju.

“PPL harus bisa memberikan contoh dan menjadi inspirasi bagi petani untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik, menjelaskan pelatihan ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu 4-8 November 2024 untuk tahap pertama dan 11-15 November 2024 untuk tahap kedua, dengan total peserta 109 orang.

“Kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas PPS di Kukar, mengingat peran penting mereka dalam mendukung pembangunan pertanian di daerah,” tambahnya.

Taufik juga berharap agar pelatihan ini mendorong inovasi dalam praktik pertanian yang selaras dengan lingkungan.

“Dengan adanya pelatihan ini, kita ingin para penyuluh bisa menghadirkan solusi konkret yang mendukung prinsip pertanian ramah lingkungan di Kukar, serta mengarah pada pertanian yang berkelanjutan,” pungkasnya. (adv/ak)

Satpol-PP Kukar Intensifkan Patroli untuk Ciptakan Lingkungan Aman Bagi Remaja

Tenggarong – Untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengintensifkan patroli di lokasi-lokasi yang rawan terjadi kenakalan remaja.

Dalam aksi nyata ini, Satpol-PP berkomitmen untuk menjaga ketertiban dan mencegah potensi masalah di kalangan generasi muda.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Janhariansyah, atau akrab disapa Jhon, menyoroti beberapa titik di Tenggarong yang menjadi perhatian utama, seperti Taman Ulin, Taman Pintar, dan kawasan pinggir Sungai Mahakam.

“Kami sering melihat remaja berkumpul di tempat-tempat ini, dan kami ingin memastikan mereka tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri atau orang lain,” ungkapnya, Selasa (5/11/24).

Dengan jadwal patroli yang ditetapkan minimal empat kali dalam seminggu, Satpol-PP Kukar tak hanya hadir untuk mengawasi, tetapi juga berupaya mendekatkan diri dengan masyarakat.

“Kami ingin membangun komunikasi yang baik, sehingga remaja bisa merasa aman untuk beraktivitas tanpa takut akan masalah,” jelasnya.

Selain itu, Patroli ini juga mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap konsumsi alkohol di kalangan remaja.

“Kami menemukan beberapa remaja yang masih mengkonsumsi minuman beralkohol. Ini jelas berpotensi menimbulkan masalah, seperti kerusuhan atau perkelahian,” tambah Jhon.

Melalui tindakan ini, Satpol-PP Kukar tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penggerak kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

“Kami menghimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga ketertiban. Lingkungan yang aman dimulai dari kesadaran kita bersama,” tegasnya.

Dengan semangat, Satpol-PP Kukar bertekad untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda, sehingga mereka dapat berinteraksi dan berkembang dengan baik tanpa terjerumus ke dalam kenakalan.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga kenyamanan di Kukar. Mari kita jaga bersama,” pungkas Jhon. (adv/ak)

Penyuluhan Pertanian Modern Sebagai Upaya Menarik Minat Generasi Milenial di Kukar

Tenggarong – Di tengah tantangan zaman yang semakin modern, Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen untuk melakukan modernisasi pertanian guna mempermudah proses produksi dan menarik minat petani milenial.

Kepala Bidang Usaha dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Erwin Suryawirawan, menjelaskan pentingnya pendekatan baru dalam penyuluhan pertanian di Kukar.

“Modernisasi pertanian adalah kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Kami berusaha untuk menjadikan pertanian lebih efisien dan menarik bagi generasi muda,” ungkap Erwin, Selasa (5/11/24).

Ia menjelaskan, penyuluhan harus disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan minat petani milenial yang cenderung lebih akrab dengan alat digital.

Metode penyuluhan yang diterapkan di Distanak Kukar kini berfokus pada penggunaan teknologi yang mudah diakses oleh petani.

Erwin menambahkan pendekatan interaktif dalam penyuluhan juga menjadi kunci untuk menarik perhatian petani muda.

Ia menjelaskan di beberapa daerah telah menggunakan media sosial dan platform digital lainnya untuk memberikan informasi yang relevan dan mudah dipahami.

“Dengan cara ini, kami berharap petani milenial dapat lebih tertarik untuk berpartisipasi dalam dunia pertanian,” katanya.

Dengan langkah-langkah modernisasi yang diambil, Distanak Kukar berupaya menciptakan sektor pertanian yang tidak hanya produktif tetapi juga menarik bagi generasi muda.

“Kami ingin menunjukkan pertanian adalah bidang yang menjanjikan dan dapat memberikan keuntungan. Ini adalah langkah menuju masa depan yang lebih baik bagi para petani di Kukar,” tutup Erwin. (adv/ak)

Distanak Kukar Genjot Peningkatan SDM Penyuluh Lewat Berbagai Pelatihan

Tenggarong – Kutai Kartanegara (Kukar) terus memprioritaskan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian sebagai salah satu sektor unggulan, selain pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar kini tengah mempersiapkan pelatihan intensif pada Desember 2024 mendatang, untuk para penyuluh dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kapasitas penyuluh.

Kapala Bidang Usaha dan Penyuluhan Distanak Kukar, Erwin Suryawirawan, menjelaskan upaya ini dilakukan dengan tujuan agar para penyuluh dapat berperan lebih optimal dalam mendampingi masyarakat.

“Ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa para penyuluh dapat mendukung pertumbuhan sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan,” ujar Erwin, Selasa (5/11/24).

Pelatihan tersebut akan melibatkan 60 penyuluh dari total 153 penyuluh ASN yang dimiliki Kukar dan rencananya akan dilaksanakan secara bertahap.

“Kami akan melakukan pelatihan dengan para penyuluh untuk meningkatkan SDM mereka, karena penyuluh yang kami miliki bukan hanya untuk bidang pertanian saja, namun juga peternakan dan perkebunan,” jelasnya.

Dengan pendekatan bertahap ini, diharapkan seluruh penyuluh akan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kompetensinya.

Menurut Erwin, peningkatan SDM ini juga selaras dengan visi daerah dalam mengembangkan sektor-sektor strategis melalui dukungan tenaga profesional.

Melalui pelatihan intensif ini, Distanak Kukar berharap sektor pertanian dan bidang terkait lainnya di Kukar akan semakin kuat dan mampu bersaing secara lebih baik, mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di daerah tersebut.

“Kami ingin memastikan bahwa para penyuluh dapat terus beradaptasi dan berkembang seiring dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi,” pungkasnya. (adv/ak)

Syarifatul Sya’diah Perjuangkan Peningkatan Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Berau

Samarinda – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah, yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) VI, meliputi Kabupaten Berau, Kutai Timur, dan Kota Bontang, menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas kesehatan di Kabupaten Berau.

Politisi perempuan dari Partai Golkar ini menyatakan, meskipun pelayanan kesehatan di Berau sudah cukup memadai, masih ada kebutuhan mendesak untuk fasilitas yang lebih lengkap dan canggih.

Syarifatul mengungkapkan, salah satu langkah positif yang sudah diterapkan adalah program BPJS Kesehatan yang digratiskan bagi masyarakat kurang mampu.

“Tiap tahun, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar 13,5 miliar rupiah untuk menggratiskan BPJS bagi warga yang tidak mampu. Hal ini tentunya sangat membantu masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan,” kata Syarifatul, Senin (4/11/2024).

Namun, ia menilai fasilitas rumah sakit di Berau masih perlu pengembangan lebih lanjut. Saat ini, pembangunan rumah sakit baru tengah berlangsung dengan harapan rumah sakit tersebut akan memiliki tipe B, yang diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan kesehatan masyarakat setempat, terutama untuk perawatan khusus seperti cuci darah.

“Saat ini, pasien yang sakit parah atau membutuhkan cuci darah sering kali harus dirujuk ke rumah sakit di Kalimantan Utara (Kaltara), yaitu di RS Tarakan,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mencatat keluhan masyarakat mengenai tingginya biaya transportasi dan kesulitan lainnya yang harus mereka hadapi untuk mendapatkan perawatan di luar daerah.

Syarifatul menegaskan, dirinya akan terus memantau perkembangan pembangunan rumah sakit baru tersebut dan berharap rumah sakit ini dapat selesai dalam satu hingga dua tahun mendatang.

“Saya akan memperjuangkan peningkatan fasilitas kesehatan, khususnya di Dapil VI dan Kabupaten Berau,” tegasnya.

Dengan komitmen tersebut, Syarifatul berharap pelayanan kesehatan di Kabupaten Berau dapat semakin optimal, sehingga masyarakat tidak perlu lagi ke luar daerah untuk mendapatkan layanan kesehatan yang memadai. (adv)