BERITA TERBARU

Satpol-PP Kukar Intensifkan Patroli untuk Ciptakan Lingkungan Aman Bagi Remaja

Tenggarong – Untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengintensifkan patroli di lokasi-lokasi yang rawan terjadi kenakalan remaja.

Dalam aksi nyata ini, Satpol-PP berkomitmen untuk menjaga ketertiban dan mencegah potensi masalah di kalangan generasi muda.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Janhariansyah, atau akrab disapa Jhon, menyoroti beberapa titik di Tenggarong yang menjadi perhatian utama, seperti Taman Ulin, Taman Pintar, dan kawasan pinggir Sungai Mahakam.

“Kami sering melihat remaja berkumpul di tempat-tempat ini, dan kami ingin memastikan mereka tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri atau orang lain,” ungkapnya, Selasa (5/11/24).

Dengan jadwal patroli yang ditetapkan minimal empat kali dalam seminggu, Satpol-PP Kukar tak hanya hadir untuk mengawasi, tetapi juga berupaya mendekatkan diri dengan masyarakat.

“Kami ingin membangun komunikasi yang baik, sehingga remaja bisa merasa aman untuk beraktivitas tanpa takut akan masalah,” jelasnya.

Selain itu, Patroli ini juga mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap konsumsi alkohol di kalangan remaja.

“Kami menemukan beberapa remaja yang masih mengkonsumsi minuman beralkohol. Ini jelas berpotensi menimbulkan masalah, seperti kerusuhan atau perkelahian,” tambah Jhon.

Melalui tindakan ini, Satpol-PP Kukar tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penggerak kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

“Kami menghimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga ketertiban. Lingkungan yang aman dimulai dari kesadaran kita bersama,” tegasnya.

Dengan semangat, Satpol-PP Kukar bertekad untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda, sehingga mereka dapat berinteraksi dan berkembang dengan baik tanpa terjerumus ke dalam kenakalan.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga kenyamanan di Kukar. Mari kita jaga bersama,” pungkas Jhon. (adv/ak)

Penyuluhan Pertanian Modern Sebagai Upaya Menarik Minat Generasi Milenial di Kukar

Tenggarong – Di tengah tantangan zaman yang semakin modern, Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen untuk melakukan modernisasi pertanian guna mempermudah proses produksi dan menarik minat petani milenial.

Kepala Bidang Usaha dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Erwin Suryawirawan, menjelaskan pentingnya pendekatan baru dalam penyuluhan pertanian di Kukar.

“Modernisasi pertanian adalah kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Kami berusaha untuk menjadikan pertanian lebih efisien dan menarik bagi generasi muda,” ungkap Erwin, Selasa (5/11/24).

Ia menjelaskan, penyuluhan harus disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan minat petani milenial yang cenderung lebih akrab dengan alat digital.

Metode penyuluhan yang diterapkan di Distanak Kukar kini berfokus pada penggunaan teknologi yang mudah diakses oleh petani.

Erwin menambahkan pendekatan interaktif dalam penyuluhan juga menjadi kunci untuk menarik perhatian petani muda.

Ia menjelaskan di beberapa daerah telah menggunakan media sosial dan platform digital lainnya untuk memberikan informasi yang relevan dan mudah dipahami.

“Dengan cara ini, kami berharap petani milenial dapat lebih tertarik untuk berpartisipasi dalam dunia pertanian,” katanya.

Dengan langkah-langkah modernisasi yang diambil, Distanak Kukar berupaya menciptakan sektor pertanian yang tidak hanya produktif tetapi juga menarik bagi generasi muda.

“Kami ingin menunjukkan pertanian adalah bidang yang menjanjikan dan dapat memberikan keuntungan. Ini adalah langkah menuju masa depan yang lebih baik bagi para petani di Kukar,” tutup Erwin. (adv/ak)

Distanak Kukar Genjot Peningkatan SDM Penyuluh Lewat Berbagai Pelatihan

Tenggarong – Kutai Kartanegara (Kukar) terus memprioritaskan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian sebagai salah satu sektor unggulan, selain pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar kini tengah mempersiapkan pelatihan intensif pada Desember 2024 mendatang, untuk para penyuluh dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kapasitas penyuluh.

Kapala Bidang Usaha dan Penyuluhan Distanak Kukar, Erwin Suryawirawan, menjelaskan upaya ini dilakukan dengan tujuan agar para penyuluh dapat berperan lebih optimal dalam mendampingi masyarakat.

“Ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa para penyuluh dapat mendukung pertumbuhan sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan,” ujar Erwin, Selasa (5/11/24).

Pelatihan tersebut akan melibatkan 60 penyuluh dari total 153 penyuluh ASN yang dimiliki Kukar dan rencananya akan dilaksanakan secara bertahap.

“Kami akan melakukan pelatihan dengan para penyuluh untuk meningkatkan SDM mereka, karena penyuluh yang kami miliki bukan hanya untuk bidang pertanian saja, namun juga peternakan dan perkebunan,” jelasnya.

Dengan pendekatan bertahap ini, diharapkan seluruh penyuluh akan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kompetensinya.

Menurut Erwin, peningkatan SDM ini juga selaras dengan visi daerah dalam mengembangkan sektor-sektor strategis melalui dukungan tenaga profesional.

Melalui pelatihan intensif ini, Distanak Kukar berharap sektor pertanian dan bidang terkait lainnya di Kukar akan semakin kuat dan mampu bersaing secara lebih baik, mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di daerah tersebut.

“Kami ingin memastikan bahwa para penyuluh dapat terus beradaptasi dan berkembang seiring dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi,” pungkasnya. (adv/ak)

Syarifatul Sya’diah Perjuangkan Peningkatan Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Berau

Samarinda – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah, yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) VI, meliputi Kabupaten Berau, Kutai Timur, dan Kota Bontang, menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas kesehatan di Kabupaten Berau.

Politisi perempuan dari Partai Golkar ini menyatakan, meskipun pelayanan kesehatan di Berau sudah cukup memadai, masih ada kebutuhan mendesak untuk fasilitas yang lebih lengkap dan canggih.

Syarifatul mengungkapkan, salah satu langkah positif yang sudah diterapkan adalah program BPJS Kesehatan yang digratiskan bagi masyarakat kurang mampu.

“Tiap tahun, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar 13,5 miliar rupiah untuk menggratiskan BPJS bagi warga yang tidak mampu. Hal ini tentunya sangat membantu masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan,” kata Syarifatul, Senin (4/11/2024).

Namun, ia menilai fasilitas rumah sakit di Berau masih perlu pengembangan lebih lanjut. Saat ini, pembangunan rumah sakit baru tengah berlangsung dengan harapan rumah sakit tersebut akan memiliki tipe B, yang diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan kesehatan masyarakat setempat, terutama untuk perawatan khusus seperti cuci darah.

“Saat ini, pasien yang sakit parah atau membutuhkan cuci darah sering kali harus dirujuk ke rumah sakit di Kalimantan Utara (Kaltara), yaitu di RS Tarakan,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mencatat keluhan masyarakat mengenai tingginya biaya transportasi dan kesulitan lainnya yang harus mereka hadapi untuk mendapatkan perawatan di luar daerah.

Syarifatul menegaskan, dirinya akan terus memantau perkembangan pembangunan rumah sakit baru tersebut dan berharap rumah sakit ini dapat selesai dalam satu hingga dua tahun mendatang.

“Saya akan memperjuangkan peningkatan fasilitas kesehatan, khususnya di Dapil VI dan Kabupaten Berau,” tegasnya.

Dengan komitmen tersebut, Syarifatul berharap pelayanan kesehatan di Kabupaten Berau dapat semakin optimal, sehingga masyarakat tidak perlu lagi ke luar daerah untuk mendapatkan layanan kesehatan yang memadai. (adv)

Syarifatul Sya’diah Fokus pada Peningkatan Infrastruktur dan Pendidikan di Kaltim

Samarinda – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah, menegaskan dua prioritas utama dalam masa jabatannya: peningkatan infrastruktur dasar dan penguatan kualitas pendidikan.

Politisi perempuan asal Partai Golkar ini, yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) VI yang meliputi Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dan Kota Bontang, berkomitmen untuk memperbaiki kondisi wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.

Sejak dilantik pada 29 Agustus 2024, Syarifatul menyatakan bahwa salah satu tantangan besar yang harus diatasi adalah kerusakan jalan di Kabupaten Berau.

“Kami akan terus mendorong perbaikan infrastruktur dasar, khususnya jalan di Berau agar kondisinya lebih baik. Ada banyak jalan yang rusak, beberapa di antaranya adalah jalan milik provinsi dan jalan nasional, seperti akses ke pesisir dan Tanjung Batu,” kata Syarifatul, Senin (4/11/2024).

Bagi Syarifatul, kondisi jalan yang rusak di Berau menjadi hambatan utama bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Oleh karena itu, perbaikan infrastruktur menjadi salah satu fokus utamanya untuk mendukung mobilitas dan perekonomian daerah.

Selain itu, Syarifatul juga memberikan perhatian serius pada sektor pendidikan di Kabupaten Berau. Ia menegaskan bahwa pendidikan yang layak harus menjadi prioritas utama, baik untuk tenaga pendidik maupun pelajar.

“Kami ingin memperjuangkan pendidikan yang layak di Berau agar guru dan pelajar dapat menikmati fasilitas yang memadai. Pendidikan adalah kunci untuk melahirkan generasi yang cerdas, terutama bagi masyarakat Kaltim,” ujarnya.

Dengan fokus pada dua bidang ini, Syarifatul berharap dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan wilayah yang diwakilinya serta kemajuan masyarakat Kalimantan Timur secara keseluruhan. (adv)

Andi Satya Tegaskan Pentingnya Pemerataan Tenaga Kesehatan Atasi Kekurangan Dokter

Samarinda – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, Andi Satya Adi Saputra, menyoroti kekurangan jumlah dokter yang terjadi di wilayah Benua Etam.

Ia menyatakan, ketidakseimbangan antara jumlah dokter dan jumlah penduduk menjadi salah satu tantangan besar dalam pelayanan kesehatan di provinsi ini.

“Saat ini, kita baru memiliki sekitar 2.000 dokter, jauh dari jumlah ideal yang disarankan oleh WHO, yaitu 1 dokter per 1.000 penduduk,” ujar Andi Satya pada Senin (4/11/2024).

Dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 4 juta jiwa, Kaltim seharusnya memiliki setidaknya 4.000 dokter untuk memastikan pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal.

Ia menambahkan, jumlah dokter yang ada saat ini hanya mencapai 50 persen dari standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Kita masih kekurangan 50 persen dari jumlah ideal yang seharusnya ada di Kaltim,” kata politisi dari Partai Golkar tersebut.

Selain masalah kuantitas, Andi Satya juga menyoroti ketidakmerataan distribusi dokter di Kaltim. Dari total 2.000 dokter yang ada, 80 persen terkonsentrasi di tiga kota besar: Samarinda, Balikpapan, dan Bontang.

“Distribusi yang tidak merata ini menyulitkan masyarakat di daerah lain untuk mendapatkan akses kesehatan yang memadai,” tambahnya.

Lebih lanjut, Andi Satya menjelaskan bahwa sekitar 800 dari total dokter di Kaltim adalah dokter spesialis, dan sebagian besar dari mereka juga berpraktik di kota-kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan.

Menurutnya, kondisi ini disebabkan oleh faktor kesejahteraan dokter yang lebih terjamin di kota besar, dibandingkan dengan daerah terpencil.

“Kondisi ini kembali lagi ke pemerintah. Banyak dokter enggan bertugas di daerah-daerah dengan akses jalan yang sulit serta fasilitas rumah sakit yang kurang memadai,” jelas Andi Satya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah harus lebih memperhatikan fasilitas kesehatan di wilayah terpencil, guna menarik lebih banyak dokter untuk bertugas di sana.

“Tugas pemerintah adalah memperhatikan fasilitas di daerah agar bisa menarik lebih banyak dokter untuk bertugas di wilayah terpencil,” pungkasnya. (adv)